
Kenyataanya tidak sejalan dengan harapan, karena selama tiga hari sang istri masih saja marah.
Ari masih ingat betul ketika di rumah sakit,ia harus menerima kenyataan bahwa Nana tidak mau tidur satu ranjang dengannya.dan juga Ari harus rela tidur di sofa yang dingin dan terasa menyebalkan.
Bule tampan itu berfikir kalau istrinya akan memaafkan dirinya seperti sebelumnya,tapi selama tiga hari terakhir sang istri masih saja marah.
Pulang dari rumah sakit Nana memutuskan untuk menginap di mansion,dan Ari tidak bisa membantah jadi dengan terpaksa ia juga menginap di sana.
Tapi penderitaan Ari bukan hanya didiamkan oleh Nana,tapi ia juga kembali harus tidur sendiri saja.
Ari tidur di kamarnya yang ada di lantai atas seorang diri,sedangkan Nana tidur di kamar tamu yang ada di lantai bawah.dengan berat hati Ari harus menerima kenyataan jauh dari kedua orang yang paling ia cintai dan sayangi.
Sekuat apapun Ari memaksa Nana untuk tidur di kamaranya calon ibu itu menolak keras, begitupun sebaliknya ketika Ari ingin tidur di kamar tamu.Nana tidak mengijinkan.bahkan Ari rela tidur di bawah sang istri tetap menolak.
Mommy Kei dan Tuan Surya tidak bisa berbuat banyak,mereka bukannya tidak menyayangi putrnya.tapi ini juga salah Ari yang tidak mau jujur kepada istrinya.
Setiap harinya Ari selalu berusaha membuat Nana mau memaafkan dirinya,tapi sayang sang istri masih tidak mau memberi maaf. bahkan Nana tidak mau bertemu dengan dirinya,mungkin rasa sakit masih belum hilang.
Setiap Malam Nana selalu menangis merasakan sakit akan kebohongan sang suami,dan bukan hanya Nana yang menderita,di sini Ari lah yang lebih tersiksa.bayangkan saja selama tiga hari ia bagaikan seorang duda,tapi dalam hatinya Ari juga merasa pantas mendapat itu semua,mengingat ia sudah berbohong tenatang Rara.
Di mana kedua sahabatnya,mereka tidak mau ikut campur lagi dengan persoalan yang menimpa sang sahabat
Jadi Sekarang Ari lah yang harus berjuang sendiri menaklukan kerasnya hati sang istri bagaimanapun caranya.
.
.
Matahari baru saja menyingsing,tapi tuan muda Ari sudah terlihat tampan saja.dengan semangat kakinya melangkah menuruni tanggan selama tiga hari terakhir
Apa yang ia lakukan di pagi buta,yah apalagi. dirinya datang kekamar sang istri seperti saat ini Tok... tok..."Honey."Ari berdiri di depan pintu kamar yang di huni sang istri selama tiga hari terakhir guna membangunkan Nana, karen pagi sudah datang.
Percayalah Ari selalu melakukan hal ini,calon daddy itu bangun Pagi-pagi buta untuk mengajak Nana berolahraga di sekitar mansion.tapi Nana selalu menolak ajakan itu, namanya juga Ari Atmaja dia tidak pernah menyerah.
Keluarlah aku ingin melihat kamu dan juga anakku.lirih hati Ari jika mengingat ia sangat jarang menatap wajah cantik sang istri dan perut buncitnya.
Kenapa bisa begitu,Karena Nana selalu masuk kedalam kamar ketika sang suami pulang kerja,begitupun makan datang.Ari tak pernah melihat istrinya.
Mommy Kei meminta kepada Ari untuk mengalah dan jangan memaksakan kehendak,biarkan Nana tenang sampai ia siap untuk memaafkan sang putra itu kata mommy Kei.
Lamanya Ari mengetuk penuh harap,sampai sang penghuni mau membuka pintu.
Ceklek..."Morning,honey."Sapa Ari semangat karena untuk pertama kalinya Nana mau membukakan pintu kamar untuknya.
Nana menatap wajah tampan sang suami yang nampak berseri."Morning."sahut Nana tanpa ekspresi.
Ari tidak memperdulikan suara sang istri yang seolah malas menjawab sapaannya,ia sangat senang karena penderitaan yang ia rasakan selama tiga hari terakhir seketika lenyap.
"Mau jalan-jalan.?"Ajak Ari dengan suara lembutnya.
Sebelum menjawab Nana memutar kelapanya kedalam kamar."Ini masih jam enam pagi."sahut Nana yang masih menatap jam dinding.
Ari tersenyum ceria ketika matanya melihat wajah lugu yang selalu ia rindukan."Jalan-jalan di taman mansion,hon."Ari menjelaskan maksud ajaknya,karena sang istri sepertinya sudah salah sangka.
Benar yang apa yang ada di dalam pikiran Ari,Nana memang salah sangka.yang ia pikir suaminya mengajak pergi keluar seperti mall atau apalah itu.
Nana mengangguk malas dan menutup pintu kamar,setelah itu kakinya berjalan terlebih dahulu.
Ari merasa senang bukan kepalang,samar ia tersenyum bahagia.karena Nana mau menerima ajakanya.
Terimakasih tuhan,sepertinya dia sudah mulai melunak.senang batin Ari.
Dan tanpa membuang waktu,Ari mengejar Nana yang berjalan cukup cepat.
Nana terus berjalan di samping suaminya,dan Ari tak henti tersenyum ceria karna bisa bersama wanita yang ia cintai walupan Ari tahu Nana masih marah.
Keduanya terus berjalan tanpa berbincang,dan tak terasa kini kaki mereka menginjak rumput yang nampak sehat di taman mansion.
"Cuacanya indah ya,hon."Suara lembut Ari memecah keheningan yang sedari tadi menyelimuti keduanya.
__ADS_1
Nana menatap langit pagi dan merasakan udara segar di sekitar taman."Indah."sahutnya singkat.
Keduanya kembali diam,Ari sendiri begitu gugup ketika melihat wajah sang istri yang nampak datar seperti mayat hidup.
Dalam diam Ari mengutuk dirinya,karena ulahnya sendiri sekarang wanita yang amat ia cintai seperti kehilangan semangat dalam hidupnya.
Mengingat itu membuat Ari sedih dan kecewa kepada dirinya sendiri.
Di atas kursi besi Nana dan Ari duduk,sejenak keduanya diam.entah apa yang ada di dalam benak mereka,karena yang terlihat hanya kecanggungan di antara keduanya.
Ari menatap Istrinya yang ada di sampingnya."Kamu masih marah.?"tanya Ari memberanikan diri.
Nana tidak menjawab,dia masih betah menatap langit pagi.
Ari mendesah kelihat sikap dingin sang istri."Ini sudah tiga hari hon,dan kamu masih tidak mau memaafkan aku."lirih Ari penuh kesedihkan.
Mendengar ucapan suaminya Nana tersenyum kecut."Apa kamu tersiksa.?"Tanya Nana suaranya terdengar tenang.
Ari mengangguk cepat"Aku tidak tersiksa,tapi aku sangat menderita jauh dari kamu dan anak kita honey."Tutur Ari seraya menggenggam tangan Nana erat.
Melihat tanganya di genggaman,Nana seketika memberi tatapan tidak suka.dan Ari melihat itu buru-buru ia melepasnya.
Nana kembali menatap langit dengan melipat kedua tangannya di atas dada"Baik,aku aku akan memaafkan kejadian di restoran dan kebohongan yang sudah kamu lakukan. sekarang kamu senang."Ucap Nana tenang.
Ari tersenyum ceria mendengar kata-kata yang baru saja di katakan Nana."Benarkah itu honey."sahut Ari tidak percaya,wajahnya yang tadi murung kini berganti ceria.
Nana mengangguk pelan"Benar."Sahutnya singat.
Ari seketika memeluk Nana saking senangnya"Terimakasih honey,aku berjanji tidak akan berbohong lagi.ini yang terakhir, terimakasih."Ucap Ari yang saat ini mendekap tubuh Istrinya erat.
Nana hanya diam ketika Ari memeluknya,di dalam lubuk hatinya ia ingin membalas pelukan itu,tapi rasa kesal dan marah membuat Nana mengurungkan niatnya.
Apakah Nana bersungguh-sungguh dengan ucapannya sudah mau memaafkan sang suami,apa yang baru saja Nana ucapankan benar adanya.kalau ia sudah memberi maaf, tapi biarpun begitu rasa sedihnya dan kecewa masih belum hilang.entahlah tapi yang pasti Nana sudah tau kalau Suaminya benar-benar menyesal.
Ya tuhan aku memang memaafkan dia,tapi hatiku masih saja sakit.jangan salahkan aku tuhan,aku juga manusia.biarkan aku seperti ini tolong jangan hukum aku.lirih hati Nana.
Ari terus mendekap tubuh sang istri penuh kebahagiaan,tapi itu tidak lama karna dari arah lain Sekertarsi Jaka datang.
Ari mengerutkan keningnya bingung, mendengar suara orang yang ia kenal.dan benar saja Ari melihat Jaka yang tengah membungkuk.
Ari terpaksa melonggarkan pelukan hangatnya,tapi tangannya terus menggenggam tangan Nana seolah takut sang istri pergi.
Dia menatap Sekertaris Jaka intens"Untuk apa datang ke sini Pagi-pagi buta Jaka,apa kamu tidak punya jam."ucap Ari ketus.
Jaka dengan cepat berjalan menghampiri kedua majikannya yang tengah duduk."Maaf tuan,tapi hotel yang ada di kota R(Riau) dalam masalah.tuan muda."ungkap Jaka.
Ari berdecak kesal mendengar kabar yang di bawa Jaka"Lantas.!"Suara dingin Ari membuat Jaka kebingunan.
Nana sendiri hanya diam dengan wajah datarnya.
"Pagi ini kita harus pergi kesana,tuan."tutur Jaka tenang.
Ari menyeringai,dalam hatinya ia sudah sangat ingin menghajar sekertaris tampan itu.karena baru saja ia dan Nana berbaikan. tapi sekarang kabar yang di bawa Jaka membuat Ari marah.
Ya tuhan kenapa masalah lain datang di saat aku dan istriku baru saja berbaikan, kenapa.geram hati Ari.
"Pergilah."suara lembut Nana di sambut gelengan kepala dari Ari.
"Tidak hon,aku tidak akan pergi.aku tidak perduli hotel di sana bermasalah,aku tidak perduli."Ucap Ari antusias.
Nana menggelengkan kepalanya pelan"Jangan katakan itu,di sana pasti banyak orang yang menggantungkan hidupnya.dan kamu harus mengatasi itu,pergilah jangan pikirkan aku.di sini ada mommy dan Daddy."Jawab Nana dengan suara lembutnya.
Ari diam sejenak setelah mendengar ucapan Nana,dan apa yang di katakan sang istri ada benarnya juga.
"Berapa hari kita di sana,Jaka.?"Tanya Ari malas.
"Hanya tiga hari,tuan muda."Jawab Jaka.
Ari menghela nafasnya kasar,dan sebelum mengangguk.matanya menatap Nana."Tiga hari,hon.!"ucapnya sedih.
__ADS_1
Nana berusaha tersenyum ceria"Pergilah,dan selesaikan masalah di sana."
.
.
Di depan teras mansion,semua berkumpul untuk mengantarkan kepergian Ari pergi ke kota R.
"Son jangan pikirkan istrimu,ada mommy dan daddy."ucap mommy Kei untuk menyakinkan putranya.
Ari tidak menjawab,matanya terus menatap sang istri sedih.
Tuan Surya menepuk pundak Ari"Benar kata mommy,kamu jangan khwatir.selesai masalah di sana."Tambah daddy surya.
Ari mengangguk pelan.
Mommy Kei dan tuan Surya merasa sedih dan bersalah,karena sudah membohongi putranya tapi ini juga demi kebaikan bersama.
Kini Nana yang membuka suaranya"Hati-hati."Ucapnya singkat.
Ari tersenyum girang"Honey aku akan pulang cepat,dan nanti kalau urusan di sana sudah selesai kita pulang kerumah ya."pinta Ari lembut seraya mengecup kening Nana.
Nana mengangguk,setitik buliran bening keluar begitu saja mendengar keinginan suaminya.
Ya tuhan kuatkan aku.batin Nana.
Setelah selesai berpamitan,kini Ari sudah di dalam mobil bersama Sekertaris Jaka.
"Love you,honey."Ucap Ari seraya melambaikan tangannya.
"Too."sahutnya singkat.
Ari tersenyum ceria karna ucapannya di jawab.
"Hat-hati,Son."Suara mommy Kei penuh kesedihkan.
Ari mengangguk cepat"Ari pergi mom,dad."ucapnya sedih.
Mommy Kei dan tuan Surya mengangguk pelan.
Kini Ari menatap istrinya penuh kesedihkan"Hon,aku pergi.jaga baby kita."pintanya.
Nana mengagguk pelan dengan menahan tangisnya"Akan aku lakukan."sahutnya.
Sekertaris Jaka mulai menjalankan mobil, meninggalkan semua orang yang tengah melambaikan tangan.
Ari terus menatap istrinya dari dalam mobil"Tunggu aku,honey."lirih Ari.
Nana menurunkan tangannya di ikuti mommy Kei dan daddy Surya,karna mobil yang membawa Ari sudah menghilang dari pandangan mata.
Mommy Kei mendekap tubuh Nana"Sayang, kamu sudah siap.?"Tanyanya.
Nana mengagguk"Nana siap,mom."sahutnya dengan linangan air mata.
Mommy Kei mengusap pipi Nana"Jangan menangis lagi,bukannya ini keinginan kamu sayang."ucap mommy Kei dengan suara bergetar.
Nana kembali mengangguk"Nana hiks... hiks.... melakukan ini karna ingin menenangkan diri,mom hiks... hiks..."Tangisnya pecah.
Mommy Kei membawa Nana masuk ke mansion dalam keadaan masih menangis,di ikuti tuan Surya yang juga sedih karna sudah membohongi putranya.
Kamu pergi,aku juga pergi.semoga nanti aku benar-benar bisa memberimu maaf dan bukan hanya sekedar kebohongan.batin Nana.
.
.
Biarkan ini terjadi untuk sementara waktu,sampai Nana sudah siap dengan hatinya.mungkin kepergian ia kedesa bisa membuat Nana menjadi lebih baik,semoga**.....
.
__ADS_1
.
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya