ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
(A.M.M) KEDATANGAN MARCO.


__ADS_3

Nana menarik tangan Lusi."Lusi,sudah cukup.ini bukan lagi urusanmu." Pintanya lembut,tapi Lusi masih diam mematung.


"Marco,Tante tidak ingin ikut campur.tapi,alangkah baiknya kalau kamu meminta maaf kepada Jenia dan keluarganya." Mommy Kei berusha menjadi penengah.


Marco masih diam.dirinya ingin melemparkan kata-kata kasar kepada Lusi atau Mommy Kei,tapi Marco mencoba tenang ia berusaha menjaga tatakrama sebagai keluarga yang cukup di segani di kota A,di tambah lagi keluarganya mengenal baik keluarga Atmaja.


"Ayo,Rara kita pergi,besok kita kembali lagi." Marco menarik tangan Rara,tapi tanpa diduga Rara mengibaskan tangan Marco.


Marco berhenti berjalan tapi ia tidak berbaik."Rara,aku tidak ingin membuat keributan." Ujarnya penuh amarah.


"Aku ingin menemui,Jenia." Ucap Rara tiba-tiba.


Lusi dan semuanya tersenyum mendengar ucapan Rara.hanya Marco yang diam mematung,tanpa sadar kedua tangannya mengepal lalu ia berbaik."Baik,kalau itu maumu.aku akan mengajakmu ke sana." Kata Marco tenang seraya menarik tangan Rara.keduanya melenggang pegi meninggalkan butik dan semua keluarga Atmaja.


"Lusi." Tegur Nana pelan.


Lusi berbalik dan memasang wajah ceria."Marco,harus bertanggung jawab." Ucap Lusi di saat tangannya mencubit gemas Baby Arion.


.


.


Marco menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.dirinya benar-benar tidak bisa mengontrol emosi,sedangkan Rara hanya diam.wanita cantik itu tidak menegur Marco yang terus menabah kecepatan.


"Kenapa,aku ini bodoh,kenapa." Rara bergumam merasakan kebencian kepada dirinya sendiri.karna tidak mengetahui kebohongan yang di lakukan Marco calon suaminya.


Marco menoleh kearah Rara yang tengah ber berbicara seorang diri."Aku bisa mendengar suaramu." Serunya santai.


"Marco,kenapa kamu membohongiku.apa aku seperti orang bodoh.?" Rara bertanya tapi kepalanya masih menunduk.


"Kamu memang bodoh,kalau kamu pintar sebelumnya kamu sudah tahu tentang ini." Sahut Marco tanpa ada rasa bersalah.


Rara mengepalkan tangannya marah.lalu ia mengakat kepala dan menoleh ke arah Marco."Aku ingin membatalkan rencana pernikahan ini.!!" Serunya yakin.


Marco memutar kemudi dan mendadak menginjak Rem yang mana membuat tubuh Rara sampai terpental ke depan."Marco." Teriak Rara yang tengah membenarkan sabuk pengaman.


"Apa kamu bilang,coba katakan sekali lagi." Marco menarik tangan Rara.setelah itu ia mencengkram kuat kedua pipi sang dara sampai-sampai Rara meringis kesakitan.

__ADS_1


"Ya,aku ingin kita membatalkan rencana pernikahan ini.aku tidak mencintaimu,dan lagi sikapmu kasar aku tidak mau menghabiskan hudupku bersama orang sepertimu Marco." Lontaran kalimatnya Rara hanya di jawab seringai.


"Katakan itu di depan ibumu,dan sekarang kau ingin menemui Jenia bukan.aku akan mengabulkannya." Marco menghempaskan cengkaraman di wajah Rara cepat dan ia kembali menginjak Pedal.


Aku juga ingin melihat wajah perempuan itu,Seperti apa dia sekarang.apa dia menjadi wanita jelek karena sering menangis?Batin Marco semangat tanpa memeperdulikan Rara yang sedang menangis.


.


.


Lusi tak hentinya tersenyum ceria padahal semuanya terlihat diam tidak ada berbicara.atau menggoda Baby Arion,karena bayi tampan itu tengah tertidur pulas di dalam dekapan Nana.diam-diam Nana mendengar suara decitan tawa."Lusi."Nana menegur Lusi.


"Iya,kak." Jawabnya penuh energik.


"Kamu terlihat sangat bahagia.?"


"Sangat,Lusi sangat bahagia." Sahut Lusi,kepalanya ia sandarkan di pundak Nana."Lusi,harap Marco mau menikahi Jenia.dengan begitu.-


"Dengan begitu,Jenia tidak lagi mengganggu hubungan Lusi dan Jaka." Nana meneruskan kalimat Lusi.


"Haha,betul sekali." Sahut Lusi penuh semangat.


Lusi tersenyum kuda dan kembali bersandar."Dua minggu itu sangat lama." Lirihnya di barengi desahan.


"Sebentar lagi,Lusi sabar."


"Lama,Kak."


"Lusi." Nana merubah ekspresi wajahnya.


Lusi mengangat kepala dan menatap Nana."Ada apa,kak.?" Tanya Lusi penasaran pasalnya wajah Nana terlihat mencurigakan.


Nana menoleh kesamping."Bagaiman,kalau Rara dan Marco tidak jadi menikah.?" Tuturnya gugup.


Lusi mematung matanya menatap asal."Apa itu akan terjadi.?"


Nana menggelengkan kepalanya pelan,dan di dalam mobil kembali sunyi menyisakan rasa kebimbangan.

__ADS_1


Aku tidak memikirkan hal itu.astaga,bagaimana kalau itu sampai terjadi.Marco menikahi Jenia,tapi Rara.?tidak mungkin Marco menikahi keduanya.tanya batin Lusi di tengah diamnya.


.


.


"Ayo,turun." Ajak Marco di saat mobil terparkir di depan Mansion Jenia.


Sebelum turun Rara menarik nafasnya."Aku harus melakukan ini."


Para pelayan terlihat kebingungan ketika melihat Marco dan Rara berjalan mendekati teras Mansion.


"Ada tamu.?" Ucap satu pelayan.setelahnya ia berlari masuk untuk memberi tahu Majikannya.


"Nyonya." Suara palayan itu membuat Nyonya Laras yang tengah duduk di ruang keluarga menoleh.


"Ada apa.?"


"Di luar ada tamu,Nyonya."


"Tamu,siapa.?" Nyonya Laras beranjak bangun.keningnya mengkerut mengingat ia tidak ada janji dengan siapapun


Si pelayan menggelengkan kepala."Saya-


"Selamat siang." Suara cukup lantang itu membuat Nyonya Laras memiringkan kepalnya,pasalnya tubuh sang pelayan menghalangi wajah si tamu.


"Marco." Nyonya Laras mematung melihat sosok pria yang sudah membuat hidup putrinya hancur.


Di waktu bersamaan.Jenia menuruni anak tangga dengan kecantikan yang semakin memancar,terlihat kalau wanita muda itu akan pergi.


"Mom,Jenia pergi dul-u" Jenia berhenti berjalan ketika melihat Marco."Kau." Ucapnya tidak percaya tanpa sadar tanganya mengepal.


Rara melirik Jenia gadis cantik yang terlihat marah melihat kedatangan dirinya dan Marco.sedangkan Marco hanya diam tanpa bersuara,pria tampan itu terus memperhatikan Jenia,Rara sadar akan hal itu ia bahkan mengingat kejadian ketika Marco melihat Nana istri Ari,laki-laki yang pernah di cintainya.samar Rara tersenyum kecut melihat sikap Macro,dalam diam ia bergumam.


Marco,tatapanmu tidak seperti kamu menatapku.aku akan pastikan kamu dan Jenia bisa bersama,bantu aku tuhan.agar aku bisa bebas darinya,dan Marco juga bisa mempertanggung jawabkan perbuatan bejatnya itu.


.

__ADS_1


.


Mudah-mudahan do'a Rara di kabul yes..besok lagi jangan lupa like...


__ADS_2