
Angin terasa menusuk kedalam sanubari,awannya mendung padahal jam masih menunjukkan pukul 9 pagi.suara isak tangis terdengar mendayu-dayu,kerumunan orang dengan stelas baju serba hitam terlihat mengelilingi sebuah gundukan tanah yang sudah terbentuk,di atasnya terdapat papan Nama orang yang sudah terkubur di dalamnya.hamparan bunga tersebar di atas gundukan tanah itu terlihat masih segar.karena memang Zenazah Tuan Samuel baru saja di kebumikan.
Tidak ada yang tersenyum,semua tertuduk merasakan kesedihan.para pelayat yang datang hanya bisa terpaku melihat raungan seorang gadis cantik yang ada di depan pusaran itu penuh rasa iba.dalam benak mereka mengingat,bagaimana kenangan yang terjalin dengan Daddy Jenia itu semasa hidup.kenangan ketika menjalin kerja sama antar perusahaan,atau sebagai sahabat. seperti yang di rasakan sosok pria yang ada di antar pelayat lainnya.wajah tampannya terlihat pucat,merasa tidak percaya sang sahabat pergi dengan tragis.kacamata hitam yang menutupi matanya menambah kesan kesedihan di hatinya.
Samule,aku memaafkan semua perbuatanmu terhadap keluargaku.semoga kamu bisa tenang di sana.Lirih hati Tuan Surya,setitik buliran bening mucul di sujut matanya seiring ia mengingat masa-masa mereka menjadi sahabat.
"Daddy,tidak apa-apa.?"Tegur sosok wanita yang ada di sampingnya.
"Daddy,ok Mom."Sahutnya pelan tapi matanya masih menatap pusara tuan Samuel.
Nyonya Kei mengusap lembut tangan sang suami.ia tau apa yang saat ini di rasakan pria yang tetap tenang,tapi hatinya rapuh."Mungkin,ini yang terbaik."ucapnya pelan.
Tuan Surya tidak bersuara,ia hanya mengangguk tanpa merubah posisinya.
Tidak jauh di antara mereka,berdiri dua sosok pria yang sama-sama tampan.baju yang di kenakan keduanya terlihat menakjubkan.memang para pelayat yang lain juga berpenampilan sama.tapi entah kenapa kedua pria itu terlihat berbeda saja.
Keduanya tidak ada yang bersuara,mereka terdiam.hanya matanya saja yang bergerak memperhatikan gerak gerik pelayat yang datang,atau sosok wanita yang ada di depan pusara baru itu.
Ternyata,wanita sejahat di(Jenia) juga bisa menangis.gumam hati pria yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah itu.
Tapi biarpun begitu,dirinya tetap merasa sedih karena bagaimanpun,Tuan Samuel adalah pebisnis yang profesional.tidak di pungkiri dirinya merasa senang dengan Daddy Jenia itu,tapi setelah tahu niat jahatnya membuat ia membenci Tuan Samuel.tapi sekarang dirinya sudah mengihlaskan semua yang sudah terjadi,biarakn itu menjadi kenangan yang tidak perlu di ingat-ingat lagi.
"Jaka."Tubuhnya setengah menyenggol pria lain yang ada di sampingnya.
"Ya,tuan."sahutnya cepat.
"Ayo,kita pulang.semua sudah selesai,istriku dan Lusi menunggu di rumah."
__ADS_1
Jaka terpaku mendengar kata Lusi wanita yang amat ia cintai,sedari tadi dirinya belum menelpon atau sekedar mengirim pesan.Jaka terlalu sibuk dengan Zenazah tuan Samuel,Nyonya Samuel meminta ia membantu segala persiapan mengingat anak pertamanya masih berada di negara lain begitu juga dengan keluarganya.
Lusi,aku belum melihat wajahmu.batin Jaka yang masih diam seperti patung.
"Jaka,Ayo."Ari kembali mengajak Jaka.
"Mari,Tuan."Akhirnya Jaka berjalan bersama Ari.tapi dari arah belakang suara serak memanggil namanya."Nak Jaka.!"
Jaka berhenti begitu juga Ari,para pelayat yang lain sebagian sudah membubarkan diri.di sana hanya tersisa para sodara,kerabat,anak tuan Samuel.tuan Surya dan Mommy Kei juga masih berdiri di sana.sedangkan Jenia meringsek lemas di dekat pusara sang ayah.
"Ya,Nyonya."Sahut Jaka sopan.
Ari sendiri tidak bersuara ia hanya diam di samping Jaka.
Nyonya Samuel berjalan gontai kearah Jaka,wajah itu terlihat bengkak dan memerah.mungkin karena terlalu banyak menangis.dengan di bantu sodaranya,kaki wanita paruh baya itu kini berdiri di depan Jaka dan Ari.
Sebelum ia bersuara.tangannya menarik tangan Jaka penuh kelembutan."Terimakasih,karena Nak Jaka sudah mau membantu."Tuturnya dengan liangan air mata.
Ari sendiri hanya tersenyum kecut mendengar jawaban Jaka.Tidak ada kata lain apa Jaka,Itu sudah bisa.ledeknya dalam hati.
Nyonya samuel tersenyum tipis tapi tangannya masih menggenggam tangan Jaka.
Jaka sendiri merasa canggung,tapi dirinya tidak bisa menolak ia membiarkan tangannya di genggam,sedangkan Ari terus menatap Jaka seolah meledek.
Tuan Surya dan Mommy Kei berjalan menghampiri Putranya,dan Jaka yang masih terdiam di depan Nyonya Samuel.
"Nak Jaka."Nyonya Samuel kembali bersuara.
__ADS_1
"Saya,Nyonya."sahut Jaka dengan rasa canggung yang amat luar biasa,apalagi sekarang di antara dirinya berdiri Tuan Surya,mommy Kei dan Ari.
"Ingat janji Nak Jaka di depan suami saya.kalau Nak Jaka akan menikahi Jenia.!!"Tutur Nyonya Samuel seolah mengingatkan Jaka kejadian di rumah sakit kemarin sore.
Ari,Tuan Surya dan Mommy diam seribu bahasa.ketika ibu dari Jenia mengucapkan kata-kata yang sangat mengelitik di dalam hati mereka.semuanya bersama-sama menatap Jaka penuh tanya.
Seketika Jaka menghela nafasnya pelan,tubuhnya bergetar ia bagaikan di kelilingi segerombolan singa yang siap menyantap dirinya.
Semua menatap Jaka yang kini tertunduk,kacamata hitamnya terlepas dan menampakan wajah tampannya.
"Apa maksud ini semua,Jaka.?"Tanya Ari wajahnya masih terlihat tenang.
"Ya,Jaka.apa maksudnya."Tambah Mommy kei.Sedangkan tuan Surya hanya diam dirinya masih belum mengerti.
Sebelum Jaka bersuara,dari arah lain suara cukup pelan terdengar."Aku,ingin bertemu dengan Lusi.."
Kini semuanya menatap Jenia yang Tengah berdiri dengan keadaan yang sangat menyedihkan.
Ya tuhan,kenapa jadi begini.apa yang harus aku katakan kepada Lusi..Batin Jaka.
.
.
Ini poto Nana dan Ari sebagai Bonus..tegang banget ya Tuan Ari...hehehe
__ADS_1
Di sini Jaka bukannya tidak tegas,hanya saja ia masih belum sepenuhnya mengerti dengan janjinya yang mana akan di dengar sang kekasih.
Jangan lupa mampir ke Novel MY KASIH.semakin seru loh di jamin deh 😅😅