ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
PILIHAN TUAN ARI


__ADS_3

Bagaimana ini,kalau aku tidak datang.tuan samuel pasti kecewa,tapi istriku.?gumam hati Ari.


.


.


Sekertaris jaka tidak bersuara,dia tau tuan mudanya saat ini tengah merenung.


.


.


Jaka:"Tuan muda,apa anda akan membawa nona muda.?"tanya jaka ragu.


.


.


Ari:"emm entahlah jaka,biar nanti aku pikirkan."sahut Ari dengan langkah pelan meninggalkan ruang kerjanya.


.


.


Sekertaris jaka hanya mengagngguk,dan mengekor di belakang tuan muda Ari.


.


.


.


Sore itu nana tidak menunggu ke pulangan Ari di depan gerbang,dia akan menunggu di dalam kamar saja.


.


.


Perutnya kembali merasakan sakit,dan itu membuat nana kewalahan.dia harus berusaha sekuat tenaga menahan rasa sakit,karna sebentar lagi suaminya akan pulang.


.


.


Nana:"Ada apa dengan perutku ini,rasanya aneh sekali."gumam pelan nana,dengan mata yang terus menatap luar jendela kamarnya.


.


.


Tak lama mobil suaminya datang,dan seperti biasa.sekertaris jaka dengan sigap turun terlebih dahulu membukakan pintu untuk tuannya.


.


.


Keluarlah laki-laki bertubuh tinggi,dan ketampana yang jangan di ragukan lagi.


.


.


Mata Ari dari kejauhan terus menatap gerbang rumahnya,dia tidak menemui istrinya di sana.dan itu berhasil membuat Ari penasaran.


.


.


Ari:"Kemana istriku.?"Matanya kini menatap security yang tengah berdiri tegak di sisi kiri, kanan rumahnya.


.


.


"Maaf tuan muda,nona sepertinya di dalam tuan."jawabnya sopan.


.


.


Langkahnya dengan cepat masuk ke dalam rumah,dan menaiki anak tangga.


.


.


Kenapa dia tidak menyambutku,apa terjadi sesuatu dengannya.gumam hati Ari di sela langkahnya.


.


.


Tak lama pintu kamarnya terbuka,dan matanya terus mencari keberadaan istrinya.


Ari:"Honey,kamu di mana.?"Matanya terus menjelajah area kamarnya.


.


.


Telinganya samar-samar mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi,dan itu membuat Ari tenang.


.


.


Setelah mengetahui keberadaan istrinya,Dia hanya menganggukan kepala.dan seketika mendudukan tubuh lelehnya di atas sofa,tapi dia tidak membuka jas atau kemejanya.dia ingin istrinya yang melakukan itu.


.


.


Di dalam kamar mandi nana tengah duduk di atas clowset,dia berniat untuk buang air besar.tapi sepertinya,perutnya yang kini tengah kesakitan bukan meminta untuk itu.


.


.


Nana:"Buang air besar bukan,datang bulan juga engga,terus perutku kenapa.?"Wajahnya tampak menahan rasa sakit.


.


.


Lamanya dia di dalam kamar mandi,nana mendengar ada yang membuka pintu kamar. dan tak lama namanya di panggil.


.


.


Nana:"Dia sudah pulang.!"Heran nana dan tak lama dia bergegas menyelesaikan urusanya, kemudian membuka pintu kamar mandi.


.


.


Ya tuhan sakit sekali,aku harus bisa menanahanya.aku ga mau dia tau.nanti yang ada di berlebihan,cuma sakit biasa saja.gumam hati nana dengan ekspresi wajah yang di buat seceria mungkin.


.


.


Melihat kedatangan istrinya,Ari kini tersenyum.


.


.


Nana:"kapan pulang.?"tanya nana dengan langkah pelan menghampiri Ari.yang tengah duduk di atas sofa.


.


.


Ari:"Sekitar lima menit yang lalu."jawab Ari dengan tangan yang menepuk-nepuk pahanya,memberi signal agar istrinya duduk di atasnya.


.


.


Nana tersenyum dan duduk di atas paha Ari, dia bersandar di dada suaminya dengan tangan yang tengah memainkan kancing kemeja suaminya.


.


.


Nana:"Maafnya,tadi aku tidak menyambutmu."tutur nana dengan sakit di perutnya yang kembali menyerang,tapi nana berusaha menahanya.


.

__ADS_1


.


Ari tidak menggubris ucapan istrinya,dia sibuk menghujani kening istrinya dengan ciuman.


.


.


Pikiranya saat ini Ari sudah bertekat bulat, akan mengajak istrinya untuk datang ke acara koleganya.yaitu tuan samuel.


.


.


Aku akan mengajaknya,dan memperkenalkan dia adalah istriku.mungkin di antara mereka belum mengetahui kalau aku sudah menikah, terutama anaknya tuan samuel itu. gumam hati ari yang tengah mencium kening istrinya.


.


.


Nana:"Yank,ayo mandi."kini nana sudah mengakat kepanya dari dada suaminya.


.


.


Ketika nana akan beranjak berdiri,tangannya di tarik oleh suaminya.


.


.


Ari:"Mau kemana.?"tanya Ari.


.


.


Nana:"Mau ngisi air dulu,kan kamu mau mandi."Jawab nana lembut.


.


.


Ari:"Nanti saja,duduk dulu.aku mau bicara sebentar.?"pinta Ari.


.


.


Melihat perubahan di wajah suaminya,nana menggerutkan kening.dan kembali duduk di atas paha Ari.


.


.


Nana:"Katakan."ucap nana.


.


.


Ari:"Besok malam,kolegaku dan deddy akan mengadakan acara pertunangan anaknya,dia mengundang ku untuk datang hon.perwakilan, karna daddy tidak bisa datang.jadi suamimu harus datang."tutur Ari.


.


.


Nana:"Pergilah."singkat nana,dia tau suaminya tidak akan mengajaknya


.


.


Ari:"Tapi,kamu harus ikut."tambah Ari.


.


.


Kalimat itu berhasil membuat nana menghentikan tanganya yang tengah memainkan kancing kemeja suaminya.


.


.


Nana:"Aku ikut.!"Gaketnya..


.


.


.


.


Dia tidak menginginkan istrinya ikut,karna dia tidak mau laki-laki yang nanti ada di pesta itu melihat kecantikan istrinya.tapi di sisi lain,dia tidak bisa datang sendiri.itu akan menjadi pertanyaan orang-orang di sana.


.


.


Nana:"Apa kamu yakin.?"tanya nana karna raut wajah Ari yang terlihat datar saja.


.


.


Ari:"Aku tidak yakin honey,aku takut nanti di sana kamu akan di lihat laki-laki lain."ungkap Ari.


.


.


Nana:"Kalau itu membuat mu ragu,aku tidak apa tidak ikut.lagian aku malu,pasti di pesta sana kalangan orang-orang seperti dirimu."ucap nana dengan tersenyum.


.


.


Ari:"Jangan berkata seperti itu,sekarang kamu sudah menjadi bagian dalam hidup ku.dan derajatmu sama dengan ku honey."tutur Ari dengan tangan yang tengah mencubit gemes hidung nana.


.


.


Nana:"Aku akan ikut,kalau kamu bilang aku ikut.dan sebaliknya."sahut nana.


.


.


Ari:"Ok kamu boleh ikut,dan ingat.di sana kamu harus selalu dalam pandanganku,dan jangan pernah lepaskan genggaman tanganku."tutur Ari yang tengah mendekap tubuh nana.


.


.


Nana:"Baiklah,aku tidak akan pernah melepaskan genggaman tanganmu."jawabnya.


.


.


Entah kenapa perasaan nana tidak enak,dia takut di sana ada pertanyaan yang mungkin akan di tanyakan pedanya soal sosial,dan sejenisnya.


.


.


Apa aku bisa mendampingi suamiku nanti,ya tuhan jangan sampai aku membuatnya malu nanti di sana.cemas hati nana.


.


.


.


Malam harinya,Ari dan nana tengah menunggu utusan dari butik langganan keluarga besarnya.


.


.


Tepatnya butik mewah yang tempo hari membuat nana malu,dengan ulah karyawannya.


.


.

__ADS_1


Seorang pelayan menghampiri kedua majikanya yang tengah tertawa di ruang tv.


.


.


"Maaf mengganggu tuan muda."kepala pelayan itu menunduk.


.


.


Nana:"Tidak apa-apa."sahut nana lembut.


.


.


"Di luar,Ada seorang perempuan nona.dia bilang pegawai dari butik."tambah pelayan itu.


.


.


Nana:"suruh dia tunggu di ruang tamu ya,nanti kita ke sana.tapi tolong buatkan minuman untuk kami."ucap nana.dan senyum yang selalu di perlihatkan ketika memerintah.


.


.


"Baik nona."pamitnya dan beranjak pergi


.


.


Nana:"Yank."tegur nana karna suaminya hanya diam.


.


.


Ari:"Ya honey,aku dengar."sahut Ari malas.


.


.


Dengan perlahan nana menarik tangan Ari, dan berjalan bersama untuk menemui pegawai butik itu.


.


.


Melihat tuan rumahnya datang,pegawai butik itu seketika berdiri dari duduknya.


.


.


"Selamat malam Tuan Ari,nona."Salamnya dan tak lupa membungkuk.


.


.


Nana:"Selamat malam."jawab nana lembut, dengan senyum yang terlihat di wajah cantiknya.


.


.


Wah mereka serasi sekali,istri tuan Ari ini unik.tubuhnya mungil sekali,dan ramping. dan kulitya putih.kagum hati pegawai .


.


.


Nana:"Silahkan duduk."Tegur nana karna pegawai itu terus berdiri.


.


.


"ah,terimakasih nona."sahutnya gugup.


.


.


Ari:"Apa kau membawa contoh baju yang sopan,dan tidak berlebihan.?"Tanya Ari yang tengah duduk dengan menyilangkan kaki panjangnya.


.


.


"Ada tuan Ari,sebentar."sahutnya gugup dengan tangan yang tengah mencari sesuatu di dalam tas berukuran sedang.


.


.


Nana:"Apa yang anda cari.?"Tanya nana penasaran.


.


.


"Katalog nona."jawabnya gugup.


.


.


Bagaimana pegawai itu tidak gugup,dirinya kini tengah duduk berhadapan dengan anak dari orang yang di gadang-gadang menjadi konglomerat no satu di negaranya.


.


.


"Ini nona,silahkan anda lihat-lihat dulu."tanganya tengah menyerahkan tiga buah katalog berukuran sedang ke arah nana.


.


.


Tapi ketika nana akan mengambilnya,dengan cepat Ari menyambar katalog itu.


.


.


Ari:"Kamu diam saja,biar aku yang pilihkan."ucap Ari dengan matanya yang tengah melihat isi katalog itu.


.


.


Melihat sikap suaminya,nana hanya tersenyum kecut.dan menatap pegawai itu dengan canggung.


.


.


Ini pasti tidak akan lama,dan dia benar-benar menyebalkan.kesal hati nana.


.


.


Berbeda dengan nana yang merasa jengkel akan ulah suaminya,pegawai itu malah tersenyum melihat pemandangan yang ada di depan matanya.


.


.


Tuan Ari itu romantis sekali,istrinya yang mau pakai baju.tapi dia yang pilihkan,aku benar-benar iri.kagum hati pegawai itu.


.


.


.


Note:"Maafkan aku yang kemarin up satu eps, karna kuota ku habis.dan itu aku kesal sekali, mudah-mudahan ya hari ini aku bisa up banyak.


.


.

__ADS_1


.


SELAMAT MEMBACA.


__ADS_2