
Bagaimana ini,kalau aku tidak datang.tuan samuel pasti kecewa,tapi istriku.?gumam hati Ari.
.
.
Sekertaris jaka tidak bersuara,dia tau tuan mudanya saat ini tengah merenung.
.
.
Jaka:"Tuan muda,apa anda akan membawa nona muda.?"tanya jaka ragu.
.
.
Ari:"emm entahlah jaka,biar nanti aku pikirkan."sahut Ari dengan langkah pelan meninggalkan ruang kerjanya.
.
.
Sekertaris jaka hanya mengagngguk,dan mengekor di belakang tuan muda Ari.
.
.
.
Sore itu nana tidak menunggu ke pulangan Ari di depan gerbang,dia akan menunggu di dalam kamar saja.
.
.
Perutnya kembali merasakan sakit,dan itu membuat nana kewalahan.dia harus berusaha sekuat tenaga menahan rasa sakit,karna sebentar lagi suaminya akan pulang.
.
.
Nana:"Ada apa dengan perutku ini,rasanya aneh sekali."gumam pelan nana,dengan mata yang terus menatap luar jendela kamarnya.
.
.
Tak lama mobil suaminya datang,dan seperti biasa.sekertaris jaka dengan sigap turun terlebih dahulu membukakan pintu untuk tuannya.
.
.
Keluarlah laki-laki bertubuh tinggi,dan ketampana yang jangan di ragukan lagi.
.
.
Mata Ari dari kejauhan terus menatap gerbang rumahnya,dia tidak menemui istrinya di sana.dan itu berhasil membuat Ari penasaran.
.
.
Ari:"Kemana istriku.?"Matanya kini menatap security yang tengah berdiri tegak di sisi kiri, kanan rumahnya.
.
.
"Maaf tuan muda,nona sepertinya di dalam tuan."jawabnya sopan.
.
.
Langkahnya dengan cepat masuk ke dalam rumah,dan menaiki anak tangga.
.
.
Kenapa dia tidak menyambutku,apa terjadi sesuatu dengannya.gumam hati Ari di sela langkahnya.
.
.
Tak lama pintu kamarnya terbuka,dan matanya terus mencari keberadaan istrinya.
Ari:"Honey,kamu di mana.?"Matanya terus menjelajah area kamarnya.
.
.
Telinganya samar-samar mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi,dan itu membuat Ari tenang.
.
.
Setelah mengetahui keberadaan istrinya,Dia hanya menganggukan kepala.dan seketika mendudukan tubuh lelehnya di atas sofa,tapi dia tidak membuka jas atau kemejanya.dia ingin istrinya yang melakukan itu.
.
.
Di dalam kamar mandi nana tengah duduk di atas clowset,dia berniat untuk buang air besar.tapi sepertinya,perutnya yang kini tengah kesakitan bukan meminta untuk itu.
.
.
Nana:"Buang air besar bukan,datang bulan juga engga,terus perutku kenapa.?"Wajahnya tampak menahan rasa sakit.
.
.
Lamanya dia di dalam kamar mandi,nana mendengar ada yang membuka pintu kamar. dan tak lama namanya di panggil.
.
.
Nana:"Dia sudah pulang.!"Heran nana dan tak lama dia bergegas menyelesaikan urusanya, kemudian membuka pintu kamar mandi.
.
.
Ya tuhan sakit sekali,aku harus bisa menanahanya.aku ga mau dia tau.nanti yang ada di berlebihan,cuma sakit biasa saja.gumam hati nana dengan ekspresi wajah yang di buat seceria mungkin.
.
.
Melihat kedatangan istrinya,Ari kini tersenyum.
.
.
Nana:"kapan pulang.?"tanya nana dengan langkah pelan menghampiri Ari.yang tengah duduk di atas sofa.
.
.
Ari:"Sekitar lima menit yang lalu."jawab Ari dengan tangan yang menepuk-nepuk pahanya,memberi signal agar istrinya duduk di atasnya.
.
.
Nana tersenyum dan duduk di atas paha Ari, dia bersandar di dada suaminya dengan tangan yang tengah memainkan kancing kemeja suaminya.
.
.
Nana:"Maafnya,tadi aku tidak menyambutmu."tutur nana dengan sakit di perutnya yang kembali menyerang,tapi nana berusaha menahanya.
.
__ADS_1
.
Ari tidak menggubris ucapan istrinya,dia sibuk menghujani kening istrinya dengan ciuman.
.
.
Pikiranya saat ini Ari sudah bertekat bulat, akan mengajak istrinya untuk datang ke acara koleganya.yaitu tuan samuel.
.
.
Aku akan mengajaknya,dan memperkenalkan dia adalah istriku.mungkin di antara mereka belum mengetahui kalau aku sudah menikah, terutama anaknya tuan samuel itu. gumam hati ari yang tengah mencium kening istrinya.
.
.
Nana:"Yank,ayo mandi."kini nana sudah mengakat kepanya dari dada suaminya.
.
.
Ketika nana akan beranjak berdiri,tangannya di tarik oleh suaminya.
.
.
Ari:"Mau kemana.?"tanya Ari.
.
.
Nana:"Mau ngisi air dulu,kan kamu mau mandi."Jawab nana lembut.
.
.
Ari:"Nanti saja,duduk dulu.aku mau bicara sebentar.?"pinta Ari.
.
.
Melihat perubahan di wajah suaminya,nana menggerutkan kening.dan kembali duduk di atas paha Ari.
.
.
Nana:"Katakan."ucap nana.
.
.
Ari:"Besok malam,kolegaku dan deddy akan mengadakan acara pertunangan anaknya,dia mengundang ku untuk datang hon.perwakilan, karna daddy tidak bisa datang.jadi suamimu harus datang."tutur Ari.
.
.
Nana:"Pergilah."singkat nana,dia tau suaminya tidak akan mengajaknya
.
.
Ari:"Tapi,kamu harus ikut."tambah Ari.
.
.
Kalimat itu berhasil membuat nana menghentikan tanganya yang tengah memainkan kancing kemeja suaminya.
.
.
Nana:"Aku ikut.!"Gaketnya..
.
.
.
.
Dia tidak menginginkan istrinya ikut,karna dia tidak mau laki-laki yang nanti ada di pesta itu melihat kecantikan istrinya.tapi di sisi lain,dia tidak bisa datang sendiri.itu akan menjadi pertanyaan orang-orang di sana.
.
.
Nana:"Apa kamu yakin.?"tanya nana karna raut wajah Ari yang terlihat datar saja.
.
.
Ari:"Aku tidak yakin honey,aku takut nanti di sana kamu akan di lihat laki-laki lain."ungkap Ari.
.
.
Nana:"Kalau itu membuat mu ragu,aku tidak apa tidak ikut.lagian aku malu,pasti di pesta sana kalangan orang-orang seperti dirimu."ucap nana dengan tersenyum.
.
.
Ari:"Jangan berkata seperti itu,sekarang kamu sudah menjadi bagian dalam hidup ku.dan derajatmu sama dengan ku honey."tutur Ari dengan tangan yang tengah mencubit gemes hidung nana.
.
.
Nana:"Aku akan ikut,kalau kamu bilang aku ikut.dan sebaliknya."sahut nana.
.
.
Ari:"Ok kamu boleh ikut,dan ingat.di sana kamu harus selalu dalam pandanganku,dan jangan pernah lepaskan genggaman tanganku."tutur Ari yang tengah mendekap tubuh nana.
.
.
Nana:"Baiklah,aku tidak akan pernah melepaskan genggaman tanganmu."jawabnya.
.
.
Entah kenapa perasaan nana tidak enak,dia takut di sana ada pertanyaan yang mungkin akan di tanyakan pedanya soal sosial,dan sejenisnya.
.
.
Apa aku bisa mendampingi suamiku nanti,ya tuhan jangan sampai aku membuatnya malu nanti di sana.cemas hati nana.
.
.
.
Malam harinya,Ari dan nana tengah menunggu utusan dari butik langganan keluarga besarnya.
.
.
Tepatnya butik mewah yang tempo hari membuat nana malu,dengan ulah karyawannya.
.
.
__ADS_1
Seorang pelayan menghampiri kedua majikanya yang tengah tertawa di ruang tv.
.
.
"Maaf mengganggu tuan muda."kepala pelayan itu menunduk.
.
.
Nana:"Tidak apa-apa."sahut nana lembut.
.
.
"Di luar,Ada seorang perempuan nona.dia bilang pegawai dari butik."tambah pelayan itu.
.
.
Nana:"suruh dia tunggu di ruang tamu ya,nanti kita ke sana.tapi tolong buatkan minuman untuk kami."ucap nana.dan senyum yang selalu di perlihatkan ketika memerintah.
.
.
"Baik nona."pamitnya dan beranjak pergi
.
.
Nana:"Yank."tegur nana karna suaminya hanya diam.
.
.
Ari:"Ya honey,aku dengar."sahut Ari malas.
.
.
Dengan perlahan nana menarik tangan Ari, dan berjalan bersama untuk menemui pegawai butik itu.
.
.
Melihat tuan rumahnya datang,pegawai butik itu seketika berdiri dari duduknya.
.
.
"Selamat malam Tuan Ari,nona."Salamnya dan tak lupa membungkuk.
.
.
Nana:"Selamat malam."jawab nana lembut, dengan senyum yang terlihat di wajah cantiknya.
.
.
Wah mereka serasi sekali,istri tuan Ari ini unik.tubuhnya mungil sekali,dan ramping. dan kulitya putih.kagum hati pegawai .
.
.
Nana:"Silahkan duduk."Tegur nana karna pegawai itu terus berdiri.
.
.
"ah,terimakasih nona."sahutnya gugup.
.
.
Ari:"Apa kau membawa contoh baju yang sopan,dan tidak berlebihan.?"Tanya Ari yang tengah duduk dengan menyilangkan kaki panjangnya.
.
.
"Ada tuan Ari,sebentar."sahutnya gugup dengan tangan yang tengah mencari sesuatu di dalam tas berukuran sedang.
.
.
Nana:"Apa yang anda cari.?"Tanya nana penasaran.
.
.
"Katalog nona."jawabnya gugup.
.
.
Bagaimana pegawai itu tidak gugup,dirinya kini tengah duduk berhadapan dengan anak dari orang yang di gadang-gadang menjadi konglomerat no satu di negaranya.
.
.
"Ini nona,silahkan anda lihat-lihat dulu."tanganya tengah menyerahkan tiga buah katalog berukuran sedang ke arah nana.
.
.
Tapi ketika nana akan mengambilnya,dengan cepat Ari menyambar katalog itu.
.
.
Ari:"Kamu diam saja,biar aku yang pilihkan."ucap Ari dengan matanya yang tengah melihat isi katalog itu.
.
.
Melihat sikap suaminya,nana hanya tersenyum kecut.dan menatap pegawai itu dengan canggung.
.
.
Ini pasti tidak akan lama,dan dia benar-benar menyebalkan.kesal hati nana.
.
.
Berbeda dengan nana yang merasa jengkel akan ulah suaminya,pegawai itu malah tersenyum melihat pemandangan yang ada di depan matanya.
.
.
Tuan Ari itu romantis sekali,istrinya yang mau pakai baju.tapi dia yang pilihkan,aku benar-benar iri.kagum hati pegawai itu.
.
.
.
Note:"Maafkan aku yang kemarin up satu eps, karna kuota ku habis.dan itu aku kesal sekali, mudah-mudahan ya hari ini aku bisa up banyak.
.
.
__ADS_1
.
SELAMAT MEMBACA.