
Dengan hati-hati perias itu tengah memasang bulu mata di kedua mata sipit nana.
.
.
Dan apa yang mereka pasang di wajah nana selalu mendapat ucapan pedas,atau peringatan dari Ari.dia tidak suka istrinya memakai bulu mata dan sejenisnya.
.
.
Ari akan diam,dan menurut ketika nana memperingatkan suaminya akan tidur di luar kamar.tapi itu tidak berlangsung lama,karna beberapa menit saja sikap Ari kembali menyebalkan dan berkata pedas kepada orang yang mendandani istrinya.
.
.
Jalannya proses make-up nana menghabiskan waktu sekitar lima jam lamanya,karna Ari terus mengatur dan membuat perias itu kewalahan.
.
.
"Nona,sekarang anda tinggal ganti baju saja. mari saya bantu."ucap perias itu dengan tangan yang membawa satu buah gaun yang di tutup plastik cover berwarna hitam pekat.
.
.
Nana mengangguk,dan mengikuti perias itu.
.
.
Si pengacau terus mengikuti langkah istrinya, yang mana membuat perias itu melirik pergerakan Tuan Ari.
.
.
Ya tuhan,tuan Ari benar-benar tidak mau lepas dari istrinya.gumam hati perias.
.
.
Sadar akan suaminya yang mengikuti langkahnya,nana berhenti dan berbalik.
.
.
Nana:"Mau kemana.?"Tanya nana,dia sudah sangat kesal dengan tingkah konyol suaminya.
.
.
Ari:"Mau ikut."Sahut Ari wajahnya nampak memohon.
.
.
Nana:"Yank,aku mau ganti baju.jadi ga usah ikut,kamu duduk di sini dan tunggu aku."pinta nana berbarengan dengan dorongan tubuh suaminya ke atas sofa.
.
.
Ari:"Jangan lama,kalau 10menit ga keluar.aku akan nyusul."Ancamnya.
.
.
Tapi nana terus berjalan.dia seolah mengabaikan suamianya.
.
.
Dua orang yang tengah membereskan alat make-up seketika tersenyum melihat konyolnya tuan Ari yang terkenal arrogan, dingin,dan sejenisnya.
.
.
Ari mengalah,dan dia menunggu istrinya yang tengah berganti baju.tapi dia sendiri belum bersiap-siap,dia sibuk dengan urusan istrinya.
.
.
Ari:"Wanita itu kalau merias wajahnya pasti lama,dan itu menjengkelkan."gumam Ari kesal.
.
.
Tak lama,nana keluar setelah mengganti bajunya dengan gaun yang di pilihkan suaminya.
.
.
Nana:"Bagaimana yank,bagus tidak.?"tanya nana penasaran.
.
.
Nana nampak cantik dengan gaun long dress berwarna hitam,dan begitu pas di tubuhnya. serta rambut yang di kepang dan di buat melingkar,riasan di wajahnya begitu cocok dengan kadar usianya.bibirnya begitu menggoda dengan lipstik berwarna pink muda,dan helss yang dia kenakan tingginya hanya beberapa cm saja.
.
.
Dia berdiri di depan suamianya,yang masih diam dengan mata yang tengah menatap penampilannya.
.
.
Ari begitu terpesona dengan penampilan istrinya,tidak ada kekurangan di sana.yang ada kesempurnaan yang dia lihat.
.
.
__ADS_1
Nana:"Bagaimana yank,bagus tidak.?"tanya nana karna Ari tidak memberi respon sama sekali.
.
.
Ari:"Aahh,b-bagus hon."sahut Ari dengan mata yang tidak bisa berpaling dari istrinya.
.
.
Nana tersenyum mendengar respon suaminya,dan dia kembali mendekat ke arah sofa.
.
.
Nana:"Ayo yank,kamu ganti baju.sebentar lagi kita pergi bukan.?"titah nana karna suaminya masih betah menatap dirinya.
.
.
Kenapa dia cantik sekali,aku harus ekstra menjaga dia nanti malam.gumam hati Ari.
.
.
Ari mengangguk,dan beranjak berdiri melangkah masuk kedalam kamarnya.
.
.
Nana:"Terimakasih banyak ya,kerja keras kalian memuaskan."Nana kini tengah berbincang dengan ketiga wanita yang merubah penampilanya.
.
.
"Sam-sama nona,kami permisi."pamit ketiga perias itu.
.
.
Setelah kepergian ketiga perias itu,nana masuk ke dalam kamarnya.dan melihat apakah suaminya sudah selesai memakai baju untuk pergi ke pesta undangan koleganya itu.
.
.
Nana:"Ya tuhan yank,kamu kok masih belum pakai baju.?"Tegur nana kesal karna suaminya sedang asik memainkan hp.
.
.
Ari:"Aku ga mau pergi.?"Sahut ari dengan santainya.
.
.
Mendengar kalimat itu,seketika nana berhenti dari aktifitas tanganya yang tengah mengambil stelan jas di dalam lemari baju.
.
.
.
.
Ari:"Lihat dirimu.?"Kini matanya menatap istrinya.
.
.
Nana:"Ada apa dengan penampilanku,apa berlebihan.?"mata nana tengah menatap dirinya di depan cermin.
.
.
Dengan menghela nafas,Ari berdiri dan menghampiri istrinya.
.
.
Ari:"Kamu terlalu cantik,aku ga suka.!"protes Ari yang tengah berada di belakang istrinya.
.
.
Ya tuhan,aku harus bagaimana menghadapi orang seperti dia.yang pilihkan baju ini dia, yang memanggil perias juga dia,dan sekarang dia bilang ga jadi pergi.dengan alasan yang tidak masuk akal,ehhh aku ingin teriak.kesal hati nana.
.
.
Nana:"Dengar,kalau aku jelek.nanti di sana aku akan di tertawakan semua orang,kamu mau aku jadi bahan tertawaan orang.?"Nana berbalik dan berusaha berbicara pelan untuk menyakinkan suaminya.
.
.
Ari:"Siapa yang berani mentertawakan istriku hah,siapa."Kini Ari terlihat kesal.
.
.
Ingin sekali nana menenggelamkan suaminya ke tengah laut,karna dia tidak mengerti dengan jalan pikiran Ari.
.
.
Dengan perlahan nana menggenggam tangan suamianya,dan menatap manik mata Ari.
.
.
Nana:"Dengar.kamu bilang orang yang mengadakan acara itu orang penting bukan, dan kamu harus datang bukan.?"tanya nana lembut.
__ADS_1
.
.
Ari mengangguk,dia tidak menyela.
.
.
Nana:"Maka dari itu,sudah jangan membuang-buang waktu lagi.sekarang ganti baju,dan bersiap.nanti malam kita.!"Nana tengah mengedipkan mata genitnya.
.
.
Seolah mengerti dengan kedipan itu,Ari tersenyum dan mengangguk.
.
.
Nana:"Anak pintar,sekarang ayo ganti baju."tambah nana.
.
.
Lihat.singa yang dulu begitu kasar dan jahat sekarang menurut seperti anak kucing,dan nanti malam aku harus menemaninya berolahraga.gumam hati nana pasrah.
.
.
.
Setelah drama yang melelahkan,kini pasangan suami istri itu tengah menuruni tangga.
.
.
Mereka terlihat serasi,bagaimana tidak.Ari dengan gagah menggunakan stelan tuksido yang senada dengan istrinya,dan itu membuat dirinya begitu tampan.
.
.
Sekertaris jaka tengah menatap kagum kedua majikanya,matanya seolah enggan untuk berpaling.
.
.
Ari:"Jaka,jangan lihat istriku."tegur Ari yang melihat sekertarisnya terus menatap ke arah mereka.
.
.
Jaka:"Maaf tuan."jawabnya dengan memalingkan pandanganya.
.
.
Kenapa anda tidak pasangkan helm saja di kepala nona,biar orang tidak bisa melihat nona.gumam hati jaka.
.
.
Nana hanya memutar bola matanya malas, mendengar ucapan suaminya.
.
.
Jaka:"Silahkan Tuan muda,nona."Ajak jaka yang tengah membuka pintu mobil.
.
.
Nana:"Terimakasih."ucap nana lembut.
.
.
Ari:"Jangan berbicara kepadanya hon,aku ga suka."tegur Ari dengan mata menatap jaka.
.
.
Ya tuhan,kenapa dia jadi berlebihan begini. biasanya aku berbicara dengan sekertaris jaka biasa saja.kesal hati nana.
.
.
Kini mobil melaju dengan kecepatan sedang, dan di dalam mobil begitu menegangkan. karna Ari tengah memberi kata-kata pedas kepada sekertaris jaka,dia di larang berbicara dengan istrinya mulai hari ini.dan nana tidak bisa membela karna dia juga ketakutan.
.
.
Dan Ari juga memberi peringatan kepada istrinya,untuk terus berada di sisi suami tampannya.
.
.
Nana hanya mengangguk,dan berkata iya.
.
.
Sekitar setengah jam lamanya,mobil yang membawa Ari dan nana berhenti di sebuah mansion yang nampak mewah,dan megah.
.
.
.
**Note:Otw satu eps lagi.😆
SELAMAT MEMBACA 😆**
__ADS_1