ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
BERANGKAT


__ADS_3

Setelah mobil yang di bawa Ari sampai mansion,Nana bergegas turun terlebih dahulu karena rasa kesal masih menyelimuti hatinya.


Ari yang baru saja mematikan mesin mobil dengan cepat keluar dan mengejar Nana."Honey,"Tegurnya pelan.


Nana sendiri terus berjalan tanpa memperdulikan suaminya."Kenapa dia marah-marah padaku,salahku apa.?"Gumam Nana jengkel sambil merubah ekpresi wajahnya, karena ia takut mommy Kei melihat kesedihkannya.


Tapi ketika kakinya sudah sampai di depan pintu,Nana berhenti dan dengan cepat ia membalikan tubuhnya.yang mana membuat Ari terkejut.pasalnya ia berada tepat di belakang istrinya.


"Honey,"Ari kembali mengeluarkan suara lembutnya.


"Baju dan perlengkapan anakku masih ada di dalam mobil."Sahut Nana ketus,dan kembali berjalan menuju mobil yang sudah terparkir di dalam garasi


Ari menggejar Nana,desahan itu kembali ia keluarkan karena sang istri mulai menunjukkan kekesal dan kemarahan kepada dirinya.


Kenapa ini selalu aja terjadi,Raihan Arsenio ini semua karena ulahmu.Ari menggrutu di dalam hatinya.


Tak ingin membantah.Ari melakukan semua keinginan Nana,seperti saat ini,ia hanya bisa diam ketika Nana mulai mengeluarkan pepper bag dari dalam bagasi di bantu beberapa pelayan.


"Biar mereka saja,honey."pinta Ari yang hanya di anggap angin lalu oleh Nana.


Para pelayan saling lirik melihat kedua anak majikanya yang terlihat tengah bertengkar tanpa tau sebabnya,tapi semuanya yakin kalau ini ulah dari tuan muda Ari Atmaja wijaya.itu sudah pasti pikir para pelayan.


"Nanti di simpan di lantai bawah saja ya."pinta Nana kepada para pelayan dengan suara lembutnya.


"Baik,Nona."Sahut para pelayan,seraya membawa masuk belanjaan milik calon cucu tuan besar Surya itu.


Dirasa semua barang sudah keluar dari dalam bagasi,Nana kembali berjalan masuk dengan menenteng satu papper bag di ikuti sang suami yang tidak bisa berbuat apa-apa.


"Sini aku yang bawa."Ari berusaha mengambil papper bag dari tangan Nana.


"Tidak usah."Sahutnya ketus dan mengibaskan tangan sang suami.


Ari mendesah kesal melihat tingkah istrinya, tapi ketika ia tahu apa penyebabnya dirinya kembali menutup mata merasakan marah akan tindakannya tadi di dalam mobil.


"Aku minta maaf karena tadi sudah marah-marah hone,aku tidak sengaja."Ucap Ari di samping istrinya.


"Hari ini kamu sudah menyebut badanku seperti kodok,dan tadi di mobil kamu juga menuduh aku.apa kamu sadar itu."Jawab Nana kesal dan suaranya terdengar bergetar.


"Aku minta maaf."Ari menjawab dengan suara lembutnya memandakan ia sangat bersalah.


Nana tidak lagi bersuara dan seolah enggan menggubris sang suami,dirinya terus berjalan masuk kedalam Mansion di ikuti Ari yang terlihat murung.


Mommy,apa mommy ada.jangan sampai mommy melihat pertengkaran ini,jangan sampai.Ari mulai panik bahkan hatinya juga ikut panik.


Di dalam mansion nampak tenang,hanya ada para pelayan saja,sedangkan anggota yang lain belum menampak batang hidungnya. melihat ketengan di dalamnya membuat Ari tersenyum ceria.


Bagus,terimakasih tuhan sepertinya mommy tidak ada.senang hati Ari.


Berbeda dengan suaminya yang terlihat senang melihat kedamayan di dalam mansion,Nana sendiri terlihat celingukan."Kemana semua orang.?"Tanya Nana kepada pelayan yang datang untuk mengambil papper bag dari tangannya.


"Nyonya ada di kamar,tuan muda Azllan pergi, dan Nona Lusi juga pergi.Nona."Sahut sang pelayan sopan seraya menerima papper bag.


Nana mengangguk-anggukan Kepalanya pelan."Ya sudah,terimakasih."Ucapnya dan tersenyum ramah kearah pelayan.


"Baik Nona,tuan."Pelayan itu membungkuk dan berjalan meninggalkan Ari dan Nana yang masih berdiri di dekat ruang keluarga.


Ari memberanikan diri menghampiri Nana dengan keberanian yang sudah memenuhi pikirannya."Honey,besok kita pulang."Ajaknya penuh harap.


Nana belum menjawab,dirinya malah menatap suami bulenya intes."Memangnya kenapa kalau disini,kamu takut mommy tahu kan kalau tadi kamu sudah menyebut tubuhku seperti kodok dan juga menunduhku.itukan yang mau kamu katakan."Jawaban dari Nana membuat Ari menggeleng-gelengkan kepalanya cepat,dan seketika ia sadar kalau semua yang keluar dari mulut istrinya persisi seperti apa yang ia ucapkan ketika di dalam mobil.

__ADS_1


"Honey,jangan berkata seperti itu aku tidak suka mendengarnya."pinta Ari yang langsung menarik tangan Nana.


"Kenapa aku tidak boleh,sedangkan kamu tadi boleh."tanya Nana seraya mengibaskan tangan suaminya.


Ari bukannya memberi jawaban,ia malah cengengesan merasa malu akan ucapannya"Eh ia,tadikan aku berkata seperti itu aku lupa."Dalihnya"Aku sudah tua ya hon."tambah Ari.


Samar Nana tersenyum melihat tingkah suaminya dan Ari melihat itu."Baiklah Nona muda,pria tua ini ingin meminta maaf."Ari kembali menarik tangan Nana.


Kali ini Nana tidak menolak,dirinya membiarkan Ari menarik tangannya."Kamu tadi jahat."Rengeknya.


Ari menatap istrinya sendu"Maaf ya,tadi aku benar-benar tidak sadar.aku janji tidak akan mengulanginya lagi."ucapnya sambil mendekap tubuh istrinya erat.


Nana tidak bisa marah lebih lama,entahlah. mungkin memang seperti ini sipat asli Ari ketika marah datang.suaminya tidak bisa mengontrol emosi."Lain kali jangan seperti itu lagi."pinta Nana yang ada di dalam dekapan suaminya.


Ari mengangguk cepat."Ya,aku tidak akan mengulanginya lagi.aku akan mengingat itu. tapi honey,itu butuh proses.kamu mengertikan maksduku."


"Berusahalah."Jawab Nana seolah memohon.


Ari memberi jawaban dengan kecupan di kening sang istri,tidak di pungkiri dirinya merasa senang sekaligus lega karena Nana tidak lagi marah.


Honey,ini yang membuat aku sangat mencintai dirimu.sipatmu yang membuat aku semakin tergila-gila kepadamu,aku akan berusaha merubah sipatku walupan itu sulit. tapi aku akan berusaha.gumam hati Ari senang.


Beberapa pelayan merasa heran melihat kedua anak majikannya.bukan tanpa sebab, tadi keduanya bertengkar tapi sekarang malah berpelukan."Bertengkarnya sebentar,ga seru."Ucap salah satu pelayan yang ada di dekat ruang makan.


Temanya menatap tidak percaya"Seharusnya kamu senang Tuan muda dan Nona bisa cepat akur,ini malah bilng ga seru.dasar provokator."Sahutnya ketus dan berjalan untuk melanjutkan pekerjaan.


"Eh tunggu."


.


.


"Tidak usah,akukan lagi hamil."sahut Nana sambil mengusap lembut perut buncitnya.


Ari juga ikut mengusap perut Nana"Kita pergi ya,ini juga bagus untuk jagoan kita."ucapnya untuk menyakinkan Nana.


Nana tersenyum malu."Mau kemana.?"


"Emm,bagaimana kalau kita pergi ke pantai."Usul Ari.


"Kepantai.?"tanya Nana.


"Iya,ke pantai.bagaimana kamu mau?kita akan Honeymoon sekaligus babymoon,mau ya."Tutur Ari seraya menyelipkan rambut panjang istrinya.


"Tapi tidak berenangkan yank.?"pertanyaan Nana dijawab anggukan oleh Ari"Baiklah,kita tidak akan berenang."Jawab Ari.


Kamu harus berenang honey.ucap hati Ari.qq


Setelah mendengar ucapan itu,Nana mengangguk girang."Kita akan liburan sayang, kamu senang.?"Nana kembali mengusap perutnya seolah berbicara kepada anaknya.


Ari tersenyum ceria melihatnya."Ayo,kita temui mommy setelah ini kita pulang sebelum malam."


"Besok saja pulangnya,yank."tolak Nana manja.


"Tapi aku ingin pulang."Ari merengek.


Nana mengedipkan mata sipitnya."Besok ya pulangnya,sekarang kita mandi.dan-


Calon ibu itu menggantungkan kalimatnya, karena dirinya tengah menggoda sang suami.

__ADS_1


Ari mengerti apa yang di maksud istrinya."Wah,sekarang istriku sudah pinter bernegosiasi rupaya."


Nana tertawa di setiap langkah pelannya yang saat ini menaiki tangga"Aku kan belajar dari ahlinya."


Ari yang tengah mengejar Nana tidak bisa menahan tawa"Honey,awas ya."


"Sini kejar ak-"Nana merasakan rasa sakit di perutnya."Mungkin hanya kram saja."Pikirnya dan kembali berjalan menuju kamar di ikuti suaminya.


.


.


Tiga hari kemudian.....


"Honey,sudah siap.?"Tanya Ari yang saat ini berjalan masuk kedalam kamar dan membawa papper bag berisi obat dan susu milik istrinya.


Nana baru saja mematikan sambungan telpon,dan menetap suaminya sambil tersenyum ceria."Sudah yank,oh iya yank."kata-katany menggantung karena Ari tengah menutup pintu kamar.


"Ada apa,hon.?"Ari bertanya seraya meletakan papper bag ke atas meja.


Nana mendekati Ari yang masih berdiri dekat sofa."Begini,barusan Lusi telepon.dia kan sedang sedih,jadi aku mau-


"Honey,"Ari menggelngkan kepalanya tanda dia menolak"Ini bukan acara liburan keluarga, ini liburan kita."tandasnya.


"Seperti itu caranya Honeymoon dan Babymoon."Sahut Nana dengan wajah polosnya.


"Betul sekali,jadi tidak usah mengajak orang lain ini.hanya khusus liburan untuk kita berdua."tutur Ari untuk memberi tahu ketidak tahuan istrinya.


Tapi lagi-lagi dirinya tidak sadar dengan ucapnnya,yang mana membuat Nana memasang wajah ketusnya.


"Liburan berdua.?"Tanya Nana kesal.


Ari mengangguk cepat,tapi ketika ia melihat wajah istrinya yang nampak menyeramkan. membuat ia sadar."Liburan khusus kita bertiga,itu maksudku."Jawabnya gugup.


Nana masih diam,tapi itu tidak lama."Sekarang push-up,!!"Ucapnya tiba-tiba.


"Siap bos,"Sahut Ari girang sambil memposisikan tubuhnya.


Ternyata Nana mempunyai cara untuk menghukum suaminya,ketika mengatakan sesuatu yang di anggap tidak wajar.


"Kamu push-up,aku akan naik di atasnya.!"tutur Nana yang langsung duduk di punggung sang suami.


Ari membulatkan mata tidak percaya, pasalnya Nana sekarang sudah tidak kurus lagi.


Dia benar-benar ingin melihat aku sakit rupanya,apa dia tidak Sad-....


"Ayang,berhenti mengumat.ayo push-up."Ucap Nana tidak sabar.


Ari mendesah pelan"Berapa kali.?"Tanya Ari putus asa.


"20 kali.!"Jawab Nana girang.


"Apa...!!!"Ari mentap Nana bingung.


Aku harus tetap hidup.lirih hati Ari.


.


.

__ADS_1


Note:Up karena wajib,kalau ada yang ga nyambung koresi aja.akunya lagi ga mood nulis ga tau deh,di masa-masa seperti ini yang membuat aku pengen hiatus tapi apa daya yang punya Plafrom akan menegurku 😂😂😂


__ADS_2