
Mommy Kei terus menatap sang menantu yang tengah makan siang,tapi terlihat tak terlalu menikmati makanan yang dia bawa.
"Sayang,apa makanannya tidak enak.?"tanya mommy Kei.
Nana seketika menggelengkan kepalanya"Enak mom,ini enak."jawab Nana diselipi senyuman.
"Apa ada masalah,sayang.?"Tanya sang mommy.
Nana menggelengkan kepalanya pelan"Tidak ada mom,semua baik-baik saja."Jawaban Nana membuat wanita paruh baya itu mengangguk.
Aku tidak bisa mengakatakan apa yang tengah mengganjal dalam hatiku.pikir hati Nana dan kembali menyantap makan siangnya bersama mommy Kei.
Mommy Kei merasakan kalau Nana tengah memikirkan sesuatu,tapi ia tahu menantunya itu tidak mau bercerita.
Seperti saat ini,keduanya tengah bersantai di ruang keluarga dan mommy Kei bukan menatap layar tv di depanya,tapi dia terus memperhatikan menatunya yang hanya diam tak seperti biasanya.
Apa yang sebenarnya terjadi,kenapa Nana. hanya diam tidak seperti biasanya.apa anakku sudah menyakiti hatinya,atau Nana bosan.ucap hati mommy yang terus menatap Nana.
Nana memang menatap layar tv,tapi pikirannya terus teringat kejadian dua hari yang lalu.calon ibu itu sampai tidak menyadari kalau sikapnya membuat sang mommy mertua terheran-heran dan juga curiga.
Perlahan Mommy Kei mendekati Nana"Sayang."terguran itu membuat Nana tersentak,padahal suara mommy Kie sangat lembut.
"Iya,mom."Sahut Nana gugup.
Mommy Kei mengusap tangan Nana"Ada apa sayang,dari tadi mommy perhatikan kamu hanya diam saja.ada apa katakan,apa si bule itu menyakiti kamu lagi.?"ucap sang mommy mertua seraya menatap sendu Nana.
Nana seketika tersenyum kecut mendengar ucapan mommy Kei."Tidak mom,suamiku tidak seperti itu,mommy tenang saja."Jawab Nana pelan.
"Lantas apa yang membuat kamu diam dan murung.?"matanya menatap Nana seperti menunggu.
Nana tersenyum,dalam diam dia kebingungan akan pertanyaan mommy Kie.
Apa yang harus aku katakan,aku tidak mungkin menceritakan masalah di restoran dan siapa pelayan cantik itu.aku saja tidak tahu siapa dia,kalaupun aku bertanya mommy pasti tidak akan tahu.batin Nana.
Melihat tatapan sang mommy membuat Nana kebingungan,tak lama satu ide muncul"Nana hanya bosan saja,mom."Alasan Nana.
"Kamu bosan sayang,maafkan putra mommy ya sayang."ucap mommy Kei tidak enak seraya memeluk Nana erat.
Nana menghela nafasnya pelan,karna mommy Kei percaya dengan ucapannya"Tidak mom tidak apa-apa,hari ini saja Nana merasa bosan,entahlah."jawab Nana.
Mommy Kei perlahan melonggarkan pelukan hangatnya,dan menatap Nana"bagimana kalau kamu kemansion.!"Ajaknya antusias.
Nana:"Tapi suamiku.!"
.
.
Di kantor Ari kembali bekerja setelah makan siang dengan kedua temannya dan berakhir dramatis,karna Aldy dan Kevin pergi begitu saja meninggalkan dirinya seorang diri.
Tapi Ari tidak mau memikirkan kejadian itu, dia akan berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa bantuan siapapun.
Ari begitu pokus menatap layar laptopnya,dan di tengah konsentrasinya ia mendengar suara geratan yang berasal dari hpnya.
Ari melirik hp yang ada di sisi meja kerjanya"Honey."Ucap Ari melihat no sang istri di layar hpnya.
Sebelum menjawab panggilan dari istrinya,Ari berusaha tenang dan mulai mengontol nafasnya.padahal ia belum tahu apa yang ingin di sampaikan Nana.
Perlahan Ari menggeser ikon hijau dan meletakan hpnya di sisi lain telinganya.
"Ya,honey."tanya Ari suaranya terdengar lembut.
"Yank maaf ganggu."Ucap Nana tidak enak.
"Tidak apa-apa honey,ini juga kantorku siapa yang mau melarang."sahutnya bangga.
"Hehe iya aku lupa,kamu sudah makan siang.?"Tanya Nana.
"Sudah hon tadi."jawab Ari,tapi tidak menyebutkan makan siang dengan kedua sahabatnya.
"Kamu sudah makan siang.?"Tanya Ari.
__ADS_1
Nana"Sudah tadi bareng,mommy."
Ari seketika berdiri dari dudukunya,wajahnya terlihat panik"Mommy ada di situ.?"tanya Ari ketakutan.
"Ada yank."Sahut Nana tenang.
"Apa yang mommy katakan.?"pertanyaan itu membuat Nana bingung.
"Apa maksud kamu,mommy tidak mengatakan apa-apa.!!!"Jawab Nana bingung.
Ari menghela nafasnya pelan,pria itu merasa lega dan kembali duduk karena Mommy Kei tidak mengatakan apa-apa.
Aku selamat.senang hati Ari.
Ari:"Tidak,maksudku kan mommy pergi untuk acara amal hon."Alasannya.
Nana:"Ohhh itu.tidak mommy belum cerita,oh iya yank!"
Ari:"Katakan,honey."
"Aku mau ikut mommy ke mansion,aku bosan di rumah.nanti pulang kerja ayang jemput."Pinta Nana dengan suara manja
Kemansion aduh bagaimana ini,Tenang Ari mommy pasti tidak akan mengatakan tentang gadis itu(Rara) mommy pasti sudah lupa.batin Ari
"Ayank boleh tidak.?"Tanya Nana karena sang suami belum memberi jawaban.
Ari:"Ok pergilah,nanti aku jemput ingat jangan pergi ke lain tempat.katakan itu ke mommy."
Nana tersenyum ceria"Terimakasih ayank, siap tuan muda nanti di sampein ke mommy."
Ari:"Ok honey,hati-hati ya.nanti hubungi aku kalau sudah sampai di mansion."pinta Ari.
Nana:"Siap bos,terimakasih ya love you."
"Too,ingat ya nanti hubungi aku kalau sudah sampai mansion."Ari mengulang ucapanya karena khawatir.
Nana:"Ya ayank,muuuaahhhh"
Panggilanpun terputus,Ari kembali meletakan hpnya dengan perasaan tenang."Sepertinya Nana tidak bertanya tentang Rara ke mommy, itu bagus."gumam Ari dengan senyum ceria, karena ketakutan dan kegelisahan yang terus menggelayut dalam hatinya kini sirna.
Seperti mendapatkan energi baru,Ari kembali bersemangat menyelesaikan sisa pekerjaannya sebagai CEO Atmaja grup.
.
.
Saat ini Nana dan mommy Kei tengah berada di dalam mobil,keduanya saling berbincang tentang acara amal.dan Nana sangat senang mendengar cerita sang mommy mertua,dia sampai melupakan kejadian di restoran dan gadis cantik yang menjadi pelayan di sana.
Mommy Kei juga beranggapan diamnya Nana bukan karena terjadi masalah dalam rumah tangganya,melainkan karna Nana bosan.itu yang di tangkap mommy Kei,terbukti Nana langsung ceria ketika keluar dari dalam rumah mewahnya.
Di perjalanan Nana tak sengaja menatap mini market,dan mommy Kei melihat itu.tanpa bertanya Mommy Kei meminta sang supir untuk berhenti di mini market.
Nana menatap sang mommy bingung."Mom, kenapa kita ke mini market.ada yang mau mommy beli.?"tanya Nana penasaran.
"Mommy tahu kamu ingin pergi ke sana,jadi kita mampir sebentar."Jawabnya seraya mengelus rambut Nana.
Nana tersenyum ceria karena apa yang di katakan mommy Kei memang benar."Terimakasih,Mom."Nana memeluk sang mommy mertua.
"Apapun untuk kalian berdua,mommy akan berikan."ucapan lembut itu membuat Nana bersukur karena mempunyai mertua yang sangat baik dan perhatian.
"silahkan Nyonya,Nona."ucap sopan supir yang ada di samping pintu mobil.
Mommy Kei turun di ikuti Nana."Terimakasih."sahut Keduanya.
Mommy Kei berjalan dengan mengandeng sang menantu masuk kedalam mini market.
"Selamat datang."Ucap sopan pegawai mini market.
Nana dan mommy Kei tersenyum kearah sang pegawai.
"Beli apa saja yang kamu mau,sayang."Ucap mommy Kei.
__ADS_1
Nana:"Nana hanya ingin ice cream, mom."sahutnya manja.
Mommy"Belilah."
Nana mengangguk,dan berjalan mengingalkan mommy Kie yang langsung pergi ke bagain lain.
Nana begitu senang bisa pergi membeli ice Cream makanan yang sudah lama tidak ia konsumsi,entahlah mungkin masa ngidamnya sudah tidak berlaku lagi.tapi sekarang ia mendadak menginginkan ice cream.
"Rasa apa ya."ucap Nana yang tengah sibuk mencari ice cream di tumpukan ice cream lainnya.
"Ah ini saja,rasaaa apa ini.pisang."Nana menatap satu potong ice cream yang di bungkus rapat plastik berwaran kuning kombinasi biru muda.
"Beli satu saja."Nana kembali menutup pintu kaca yang di khususkan untuk ice cream, setelah mendapatkan ice cream keinginannya.
Nana berjalan untuk mencari mommy Kie,dan ketika Nana ingin menghampiri sang mommy. dari kejauhan Nana melihat mommy mertuanya itu terlihat tengah berbincang dengan seorang wanita."Siapa yang sedang berbicara dengan,mommy.?"Tanya Nana dan kembali berjalan.
Di tengah pembicaraan itu,mommy Kie tersenyum ketika menantunya berada di belakang orang yang tengah berbincang dengan drinya.
"Sayang."ucap Mommy Kie.
Nana tersenyum dan mendekati keduanya.
"Nih kenalin,ini menantu tante."Mommy Kei menarik tangan Nana pelan.
Dan Nana seketika terdiam,ketika melihat sosok wanita cantik yang waktu itu menumpahkan sup panas di pahanya.
Dia,mommy mengenal dia.?Tanya hati Nana bingung.
Bukan hanya Nana saja,wanita yang di yakini Rara juga terkejut dan salah tingkah.
"Sayang mommy mau kenalin ini Rara."mommy Kie tersenyum ceria.
Jadi namanya,Rara.batin Nana.
Rara mengulurkan tangannya kearah Nana"Perkenalkan,namaku Rara."tutur Rara dengan ekspresi wajah ketakutan.
Nana menerima jabatangan dari Rara"Senang berkenalan dengan anda,Nama saya Nana."sahut Nana sopan,tapi di dalam lubuk hatinya menyimpan tanda tanya besar.
Rara menangguk pelan,dan keduanya menyudahi jabatangan kilat itu.
"Nama kalian unik sekali,yang satu Nana yang satu Rara."celetukan mommy Kei membuat Nana dan Rara tersenyum kecut.
"Mommy,Nona Rara ini siapa.?"tanya Nana penasaran.
Rara hanya diam,dia tidak bisa pergi karena itu sangat tidak sopan.
Oh tuhan kenapa aku bisa bertemu tante Kei dan istinya Ari,aku takut ini akan menjadi salah paham.bingung batin Rara.
Sebelum menjawab,Mommy Kei tersenyum kuda."Rara ini temanya suami kamu, sayang."jelas mommy Kei dengan senyum penuh arti dan Nana melihat itu.
"Mommy,kenapa tertawa apa ada yang aneh.?"bingung Nana.
"Tidak sayang,mommy hanya ingat saja waktu dulu Ari pertama kali mengenal apa itu cinta."mommy Kei kembali tersenyum tanpa tahu apa yang di rasakan Nana.
Rara tidak bisa berkutik dia begitu kebingungan.
"Teruskan mom."pinta Nana matanya terus menatap Rara.
Mommy"Rara ini cinta pertama Ari sayang, tapi kamu jangan cemburu ya.kan sekarang kamu yang menang."
Deg.
Deg...
Deg..
Cinta pertama.!!Tanya hati Nana.
.
.
__ADS_1
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.