
Mobil kembali melaju meninggalkan rumah sakit.
Tadi setelah Nana selesai dengan urusannya, Ari langsung mengajak istrinya untuk pulang. tapi sebelum itu Dokter wulan memberikan vitamin untuk Nana dan calon Baby mereka, dokter Wulan juga berpesan bulan depan tuan Ari harus membawa Nana untuk melakukan pemeriksaan seperti biasanya.
Di dalam mobil Ari hanya bisa mengela nafas, ketika dirinya mendengar dan sekilas melirik tingkah istrinya yang saat ini tengah memakan hampir semua cemilan,yang tadi di bawa Bagus sang Security.
Nana begitu rakus dia seperti orang yang kelaparan,dan semua boks plastik yang berjumlah sepuluh itu hanya tinggal beberapa saja yang tersisa.
Mungkin ini bawaan baby,Ari ingat apa kata Dokter.gumam hati Ari.
Nana:"Yank."suara itu membuyarkan konsentrasi Ari yang hanya diam dengan menatap jalan.
Ari melirik Nana sekilas"Ya ada apa.?"sahutnya lembut.
Nana:"Bisa kita belanja,ada yang mau aku beli.?"menatap suaminya dengan tangan yang sibuk memasukan potongan apple ke dalam mulutnya,bahkan Nana tidak menuyuapi sang suami dia tidak mau berbagi makanan yang tinggal sedikit itu.
Ari:"Mau beli apa,susu kamu masih banyak hon."jawaban itu membuat Nana mengerutkan bibirnya.
Ari kembali menarik nafasnya,saat ini dirinya berusha berfikir positif melihat tingkah istrinya yang mendakak berubah.
Tadi pas cemilannya tertinggal aku mengajak untuk pergi belanja dia tidak mau,tapi sekarang cemilannya sudah hampir habis dia mengajak belanja sabar,sabar.batin Ari.
Ari:"Baik-baik,kita belanja."menjawab dengan usapan di rambut Nana.
Seketika Nana kembali tersenyum dia bahkan memberi hadiah kecupan di pipi suaminya, yang mana membuat Ari tersenyum ceria.
Di perjalan menuju supermarket,Nana tidak berhenti mengunyah.dan saat ini semua boks yang berjumlah sepuluh itu sudah kosong tak tersisah.
Ari yang tengah mengemudi hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan melihat perubahan yang begitu besar dalam hidupnya.
Sekilas dia tersenyum dalam diam,ketika mengingat dirinya yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah.
Nana:"Yank,Lusi masih belum memberi kabar.?"bertanya dengan mengusap bibirnya yang terlihat kotor ulah makannya.
Ari:"Belum,biarkan saja nanti juga dia menghubungi kita."jawabnya singkat.
Nana:"Tapi aku khwatir,bagaimana kalau kedua orangtuanya marah."sahutnya dengan wajah sedih.
Ari perlahan menarik tangan istrinya dan meletakannya di atas pahanya.
Ari:"Dia akan baik-baik saja,om dan Tante pasti mengerti kita tunggu saja."jawaban itu sedikit membuat Nana tenang.
Lamanya Ari menjalankan mobilnya,hingga akhirnya mobil mewah itu memasuki kawasan supermarket yang begitu besar.
Supermarket itu salah satu milik Atmaja grup yang waktu itu pernah Nana datangi dua bulan yang lalu.
Setelah mobil berhenti,perlahan Ari membangunkan Istrinya yang tengah tertidur lelap.Nana tidur akibat berbincang dengan dokter Wulan,atau merasa kenyang karena sudah menghabiskan cemilan yang terdapat di dalam boks segi empat,yang jumalahnya sepuluh buah itu.entahlah,Ari sendiri tidak ingin mengoda istrinya bisa-bisa salah bicara dan akan merubah mood sang istri.
.
.
Nana begitu bersemangat ketika matanya melihat banyak makanan yang tersusun rapih di atas rak.
Ari:"Hon,mau beli apa.?"
Nana:"Makanan enak."jawabnya asal,karena matanya begitu fokus menatap banyaknya jenis-jenis makanan.
Ari:"Baiklah."mencium pipi istrinya gemas.
Nana:"Yank,uangmu cukup tidak.karena aku ingin membeli banyak makanan.?"bertanya dengan mimik wajah yang di buat menggemaskan.
Ari yang mendengar ucapan itu hanya bisa mengangguk dengan senyum kudanya.
Nana:"Terimakasih."dengan cepat berjalan meninggalkan suaminya yang tengah diam dengan tangan mendorong troli.
Ari:"Dia bilang uangku cukup atau tidak, sungguh menggelikan.tempat ini saja milik perusahan Atmaja grup,yang punya Daddy. honey,honey.ada-ada saja."gumamnya dengan tertawa renyah mengingat pertanyaan yang di lontarkan Istrinya.
Cukup lama mereka berputar-putar di dalam supermarket,Ari dengan sabar menemai Nana yang tidak berhenti memasukan segala jenis makanan yang menurutnya enak.
__ADS_1
Ari sampai menguap karena merasa lelah menemani istrinya menjelajah setiap sudut supermarket.
Hingga pada akhirnya Nana selesai dan berakhir di depan Kasir.
Kali ini orang di depan kasir berjenis kelamin perempuan,jadi Ari tidak perlu memanggil orang untuk menggantikan posisi kasir lainnya.
Makana yang di beli Nana begitu banyak dan beragam,tapi hanya berupa makanan tidak dengan minumannya entahlah mungin bawaan hamil fikir Ari.
Setelah sang kasir selesai dengan urusannya, kini tinggal tugas tuan muda Ari yang maju untuk membayar semua belanjaan istrinya.
Kasir:"Totalnya 3.575000 tuan."ucapnya sopan,dia tahu yang saat ini tengah berhadapan dengannya adalah anak dari pemilik tempatnya bekerja.
Tanpa membuka mulutnya,Ari mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam.
Sang kasir menerimanya dengan kedua tangannya,dia tahu kartu itu begitu berharga.
Dasar orang kaya,belanja dengan total segitu saja mesti pakai Black card.memang sih harga segitu tidak ada apa-apanya di mata mereka,tapi tidak usah pakai Black card juga kali.ucap hati sang kasir.
Ari menunggu sang kasir dengan urusannya, dan di mana Nana saat ini.dirinya tengah memakan Ice cream rasa vanilla,melihat itu Ari hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya.
Setelah selesai membayar,Ari dan Nana berjalan keluar supermarket dengan beberapa pegawai yang ada di belakang mereka.
Ada lima pegawai supermarket yang membantu mereka membawa banyaknya kresek berukuran besar.
Nana menunggu suaminya di dalam mobil dengan asik memakan Ice Cream,sedangkan sang suami berada di belakang mobil atau tepatnya bagasi.
Ari:"Letakan dengan hati-hati."titahnya dengan suara berat.
Kelima pegawai itu dengan cepat mengangguk patuh.
Ada sekitar lima belas kantong kresek yang isinya cemilan,buah-buahan dan lain sebagainya.Ari sendiri tidak mengetahui apa saja yang di beli sang istri.yang dia tahu semua isi dari kantong kresek itu berharga tiga juta lebih.
"Sudah selesai,tuan."ucap salah satu pegawai.
Ari:"Bagus,sekarang kembalilah bekerja.dan jangan malas-malasan."sahutnya dan berlalu pergi meninggalkan ke lima pegawai yang tengah membungkuk hormat.
Kelima pria yang tadi membantu membawa belanjaan milik anak majikannya,secara bersamaan tertawa renyah.
"Tuan Ari sepertinya tengah menahan emosi, secara Nona Nana kan sedang hamil."ucap salah satu pegawai.
"Bener sekali,dan tadi Tuan Ari melampiaskannya ke kita.ia ga,secara orang hamilkan tingkahnya suka aneh-aneh."tambah salah satu pegawai.
"Saking anehnya,beli makanan sampe lima belas kresek.Hahaha untung aja tuan Ari kaya jadi ke inginkan istrinya dia turuti.lah kita-kita, kalau istri belanja sebanyak itu bisa-bisa gajih satu bulan abis."mendengar ucapan itu membuat keempat temannya tertawa.
.
.
Malam datang.....
Setelah menyelesaikan makan malam yang selalu tenang,kini Nana tengah duduk sendirian di ruang keluarga.
Matanya menatap layar tv,sedangkan tangan dan mulutnya tidak berhenti beraktifitas.
Salah satu palayan yang datang dengan membawa air mineral untuk nona mudanya, hanya bisa terenyum.dia merasa heran dengan tingkah majikannya.
Lima menit yang lalu nona makan malam,dan sekarang mulutnya tidak berhenti mengunyah. dasar orang hamil tingkah ya aneh.heran hati sang pelayan.
"Ini air minumnya,nona."meletakan gelas di depan meja yang terdapat makanan ringan, dan buah-buahan yang tadi sore Nana beli.
Nana:"Terimakasih."sahutnya tanpa melihat sang pelayan.
Nana begitu asik melihat drama kesukaannya hanya sendiri saja,sedangkan suaminya tengah berada di dalam kamar.
Setelah menyelesaikan makan malam,Ari meminta ijin kepada istrinya untuk naik kelantai atas atau tepatnya kamar mereka, dengan alasan ada laporan dari Sekertaris jaka mengenai pekerjaan.
Saat ini Ari tengah duduk di kursi kerjanya, matanya tidak menatap layar laptop bahkan leptopnya terlipat sempurna.
Yang dia tatap adalah layar hpnya yang terlihat masih baru.
__ADS_1
Ari:"Jaka,kenapa dia tidak mengangkat telepon ku.apa dia sedang sibuk.!"geramnya ketika sang Sekertarsi tak kunjung mengangkat panggilan darinya.
Lamanya Ari menelpon jaka,selama itu juga tidak ada jawaban dan itu membuat Ari mengusap wajahnya kasar.
Dan akhrinya Ari mengirim pesan lewat WhatsApp.
Isi pesan...
Jaka,besok aku sudah kembali ke kantor.dan kurangi jadwalku,ingat jangan terlambat.
Setelah itu Ari meletakan hpnya di depan meja,dan perlahan dirinya menyandarkan tubuhnya malas.
Ari:"Honey tiga bulan,ya tuhan beri aku kekuatan.Son jangan siksa daddy lewat tinggkah mommy mu,daddy tidak sanggup."bergumam dengan memejamkan matanya lelah.
Tak ingin membuat istrinya curiga,Ari dengan malas beranjak dari duduknya.
.
.
Nana sudah selesai dengan perutnya yang seolah tidak merasa kenyang itu menatap suaminya.
Nana:"Sudah selesai."tersenyum ceria.
Ari yang tengah menurini anak tangga dengan cepat mengangguk.
Ari:"Selesaikan nontonnya di kamar saja hon, aku sudah mengantuk."pintanya.
Nana:"Ok,aku juga sudah kenyang."sahutnya manja.
Ari hanya tersenyum geli mendengar ucapan itu,dan akhirnya kedunya menaiki anak tangga menuju kamar mereka.
Di dalam kamar mandi Nana kembali membantu suaminya berganti baju,begitupun sebaliknya.
Setelah itu Nana dan Ari naik keatas ranjang.
Nana:"Selamat malam yank,love you."ucapnya berbarengan dengan ciuman di bibir tipis suaminya.
Ari:"Love you tooo,honey."mendekap tubuh istrinya penuh kehangatan.
Tidak butuh waktu lama,keduanya menutup mata dengan posisi Nana berada di dalam dekapan suaminya.
Malam semakin larut,dan mungkin sebagian orang ada yang masih terjaga di jam 02:15 dini hari waktu setempat.
Dan di jam selarut itu juga,Nana yang tengah tertidur pulas perlahan mengerjapkan kedua matanya.
Setelah sadar,perlahan Nana menggoyangkan pudak suaminya yang tengah tertidur.
Nana:"Yank bangun."ucapnya setengah berbisik.
Ari seketika membuka matanya,karena anggota tubuhya merasakan guncangan yang semakin terasa.
Setengah sadar Ari menatap istrinya yang tersenyum penuh arti.
Ari:"Ada apa,hon.?"tanyanya dengan suara khas orang menahan kantuk.
Nana:"Aku ingin Ice Cream rasa jagung."permintaan itu membuat Ari menatap jam yang ada di sisi ranjang.
Ari:"Ini jam dua dini hari hon."wajahnya mengisyaratkan ketidak percayaan.
Ice Cream jagung itu.kesal batin Ari.
.
.
Note:"udah ah,mau nulis cerita Kasih dan Noah.kasian tuan Noah udah pengen ketemu Kasih😂 sama Raihan di plafon lain.
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.
__ADS_1