
Ari mengusap pelan pundak istrinya,dia berusaha memberi ketenangan lewat usapan.
Ari:"honey,sudah ya nangisnya."ucapnya lembut dan mulai melonggarkan pelukan hangat itu.
Nana seketika mengentikan tangisnya,hanya suara segukan saja sisi dari tangis harunya.
Ari menatap istrinya dengan senyum yang menghias wajah tampannya,dengan tangan yang menghapus pelan buliran bening di pipi nana.
Ari:"Tidur yuk,ini sudah malam."pintanya lembut.
Nana mengagguk dan mulai merebahkan tubuhnya dengan bantuan suami bulenya.
Seperti biasa,nana akan tidur di dalam dekapan suaminya.begitu pun malam ini,dia tidur di dalam dekapan hangat tubuh harum suaminya.
Ari:"Hon,tadi waktu pergi kok ga bawa apa-apa.?"pertanyaan konyol itu membuat nana mendangah untuk melihat suaminya.
Nana:"Memangnya,boleh."sahutnya polos.
Ari terkekeh mendengar jawaban polos istrinya.
Ari:"Sudah,tidur yuk."dia tak berniat menjawab pertanyaan istrinya.
Nana hanya mengerutkan bibirnya kesal.
Dengan erat Ari menedekap tubuh istrinya, dan mereka mulai menutup mata dengan pelan.
.
.
.
Pagi ini matahari bersinar seperti biasanya, mengusir malam yang begitu gelap dan basah.
Mata nana mengerjam dengan pelan,kornea matanya mulai menyesuaikan dengan cahaya matahari yang memaksa masuk lewat celah jendela.
Nana:"Pagi,yank."gumamnya pelan,dengan menatap wajah tampan suaminya yang tengah tertidur di sisinya.
Nana tersenyum dan matanya seolah enggan untuk menyudahi menatap wajah polos suaminya.
Tapi nana tidak mau membuang waktunya, dengan terus menatap wajah suaminya.
Dia akhirnya mulai menyingkirkan selimut dari tubuhnya,setelah selimut tebal itu menyingkir. tanpa nana sadari tangan suaminya tengah memeluk perut ratanya.
Nana diam sejenak dengan menatap perutnya yang berhias tangan putih suaminya.
Tak lama nana menyingkirkan tangan Ari dengan pelan,dia tidak mau membuat suaminya tergabung sebelum dia pergi ke kamar mandi.
Tapi ketika usahanya berhasil menyingkirkan tangan suaminya,dari arah luar pintu kamar suaminya di ketuk dengan pelan.
Nana:"Ya sebentar."ucapnya,dan tak lama dia menutup mulutnya dengan cepat.
Mata sipit nana menatap suaminya yang mulai bergerak.
Aduh kenapa aku harus menjawab tadi,dia bangun kan.batin nana
Benar saja,Ari mulai membuka matanya pelan dan dia mendudukkan tubuhnya.
Nana hanya diam memperhatikan pergerakan suaminya.
Ari:"Pagi,honey."sapanya manja dan tersenyum melihat istrinya.
Nana tersenyum kuda"pagi"sahutnya singkat.
Ari:"Sudah pagi,ya."suara seraknya begitu pelan di dengar nana.
Nana:"Sudah."sahutnya singkat.
Ketukan pintu itu terdengar kembali,membuat nana dan ari menoleh arah pintu kamar.
Nana:"Aku buka pintu dulu."seketika beranjak bangun tapi dengan cepat Ari menghentikan nana.
Ari:"Diam di sini,biar aku saja.paling juga pelayan."ucapnya lembut.dan dengan cepat beranjak bangun berniat membuka pintu kamar.
__ADS_1
Nana mengangguk dan memperhatikan langkah gontai suaminya.
Ceklek...Ari membuka pintu kamar,dan menampakan satu pelayan yang tengah berdiri dengan menundukan kepalanya.
Ari:"Ada apa.?"Bersikap seperi biasa yaitu dingin dan tidak perduli.
"Maaf tuan,nyonya besar dan tuan besar meminta anda untuk turun sekarang."ucapnya sopan.
Ari:"Baiklah,sebentar lagi saya turun."jawabnya singkat.
Pelayan itu membungkuk dan berlalu pergi.
Ari menutup pintu kamar pelan dan pikirannya bingung"tumben,mommy dan daddy meminta aku turun sepagi ini.oh mungkin mommy,mau meminta aku dan daddy pindah hari ini.uhhh menyebalkan."gumam Ari pelan.
Nana yang melihat wajah suaminya yang tidak bisa di tebak seketika menatap heran.
Nana:"Ada apa.?"tanyanya penasaran.
Ari:"Tidak tahu hon,tapi mommy dan daddy meminta aku turun.kamu diam di sini ya,aku turun dulu.nanti aku bawa sarapan buat kamu."mendekati ranjang dan mencium kening nana sebelum masuk kedalam kamar mandi.
Nana mengagguk dan kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Nana:"Ada apa ya,apa mommy meminta daddy dan suamiku pindah hari ini.?"gumamnya dengan raut wajah yang nampak sedih.
Tak lama Ari keluar dari dalam kamar mandi, dia sudah terlihat lebih segar.
Ari:"Aku keluar sebentar,diam ya."ucapnya dan berlalu keluar kamar meninggalkan istrinya yang hanya diam di atas ranjang.
.
.
Mommy kei dan tuan surya tengah berada di meja makan,mata mereka menatap kedatangan putranya cepat.
Ari merasa heran dengan kedua orangtuanya, pasalnya mommy kei dan tuan surya sudah terlihat rapih pagi ini.
Ari:"Good morning."mencium pipi mommy kei dan tersenyum ke arah tuan surya.
Tak lama Ari duduk di antara kedua orangtua.
Ingin Ari bertanya,tapi seperi biasanya ketika sudah di dekat meja makan mereka di larang berbicara.
Sepertinya mommy dan daddy akan pergi,tapi Pagi-pagi begini mau kemana.?heran batin Ari.
.
.
Nana perlahan beranjak dari atas ranjang,dia berniat untuk masuk kedalam kamar mandi. tangannya yang terkena sayatan kebetulan tangan kanannya,dan itu membuat nana kesusahan untuk beraktifitas.tapi nana tidak mau menjadikan itu sebagai alasan,untuk meminta bantuan orang lain termasuk suaminya.
Seperti lahnya sekarang,dia berniat menggosok giginya.tapi itu membuat dirinya kesusahan,nana berusaha sabar dan tenang.
Nana:"Kamu bisa nana,semangat."gumamnya dengan berusaha membuka pasta gigi.
Usahanya tidak sia-sia,dia akhirnya bisa membuka penutup pasta gigi itu.dan mulai membersihkan giginya yang memang sudah putih
.
.
Setelah menyelesaikan sarapan,kini Ari dan kedua orangtua tengah berada di ruang keluarga.
Mommy:"Nana sudah bangun,son."tanyanya.
Ari:"Sudah mom,oh ya mom.ada apa.?"balik tanya Ari penasaran.
Mommy:"Mommy dan daddy harus pergi ke negara B pagi ini,son adikmu.sakit."jawabnya pelan.
Ari:"Sakit apa,mom.?"tanya Ari panik.
Daddy:"Biasa,dia kangen mommy mu."Sahutnya dan menatap istrinya.
Ari menghela nafasnya lega pasalnya adiknya baik-baik saja.
__ADS_1
Mommy:"Daddy,dia benar-benar sakit."jawabnya ketus.
Daddy:"Ya mom,dia sakit."memutar bola matanya malas.
Mommy kei kembali menatap Ari.
mommy:"Son,mommy dan daddy akan pergi sebentar lagi.kamu jaga nana ya jangan buat dia menangis."pinta mommy kei di jawab anggukan oleh ari.
Setelah itu mommy kei meminta Ari untuk tetap tinggal di mansion selama mommy kei dan tuan surya pergi,dan mommy kei juga memberitahukan jadwal terapi nana yang akan di lakukan satu minggu sekali.
Mommy kei dan tuan surya berpesan untuk menja perusahaan karena mereka tidak tahu kapan akan kembali.
Dan masalah hukuman untuk Ari dan daddy surya,akan di tunda karena masalah ini.
Ari tersenyum mendengar ucapan mommy kei,tidak malah dia harus tinggal di mansion selama itu ada istrinya.
.
.
Setelah berpamitan kepada kedua anaknya, mommy kei dan tuan surya pergi.nana dan Ari tidak mengantarkan kedua orangtua mereka, mengingat Kondisi Nana yang belum benar-benar baik.
Nana:"Sampai kapan mommy dan daddy, pergi.?"tanyanya dengan lambaian tangan di depan teras mansion.
Ari:"Tidak tahu hon,mereka kalau sudah di negara B pasti lama.karena itu negara di mana mommy di lahirkan."jawabnya dan mulai menurunkan tangannya.
Nana mengagguk sedih,dan ari melihat itu.
Ari:"Nanti kalau kamu sudah lebih baik,kita susul mommy dan daddy.ok."seketika ucapan Ari membuat nana senang dan mengagguk mau.
Ari:"Ok lah,sekarang beri aku ciuman."menepuk bibirnya pelan.
Nana mengerti dan tanpa malu mencium bibir suaminya.
Ketika sedang asik bermesraan,dari arah gerbang datanglah sebuah mobil sport.
Ari:"Kevin.!"herannya melihat mobil kevin datang ke mansion.
Nana:"Ya sudah,aku masuk dulu."
Ari:"Aku bantunya."pintanya di balas gelengan oleh istrinya.
Ari mengaguk dan memperhatikan langkah pelan istrinya menaiki anak tangga mansion.
Dengan pelan Ari mengampiri mobil kevin, yang baru saja mematikan mesin mobilnya.
Ari mengetuk malas kaca mobil kevin
Ari:"Ada apa,Pagi-pagi datang ke sini."tanyanya penasaran ketika kaca mobil terbuka.
Kevin:"kamu tidak membiarkan,aku turun dulu."jawabnya heran.
Ari menggeleng tanda menolak keinginan kevin
Kevin mengela nafasnya pelan,dan seketika memberikan sebuah amplop berukuran sedang kepada Ari.
Ari mengertukan keningnya heran ketika melihat amplop itu.
Ari:"Apa ini.?"tanyanya penasaran dan mulai membuka amplop yang di berikan kevin
Kevin tidak menjawab karena ari tengah membaca isi amplop itu.
Lamanya ari membaca isi amplop itu, perlahan dia menatap kevin bingung.
Ari:"Acara Reouni.?"ucapnya cepat dan di balas anggukan oleh kevin.
.
.
.
note:"Besok lagi ya semuanya jangan lupa vote oka,maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.
__ADS_1