
Di perjalanan Jaka tak pernah berhenti tersenyum ceria,jika mengingat perkataan tuan Ari untuknya.
Lusi,aku harap hubungan ini seperti apa yang kita harapkan.pinta hati Jaka.
Ari yang tengah harap-harap cemas mengingat istrinya,samar mendengar suara decitan tawa dari arah depan.
Ari:"Berhenti tertawa Jaka,ini masih jam kerjamu."teguran itu membuat Jaka salah tungkah.
Jaka:"Maafkan saya tuan."sahutnya canggung.
Ari hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Sekertarisnya.
Aku tidak seperti dirinya ketika merasakan jatuh cinta,biasa saja.pikir hati Ari.
.
.
Kedua security begitu panik,ketika matanya melihat mobil mewah milik majikannya memasuki halaman depan.
Bukan tanpa alasana,tadi Nyonya besar datang dengan tergesa-gesa seperti tengah ketakutan.padalah mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan nona muda di dalam.
Ketika mobil berhenti,Ari turun terlebih dahulu tanpa menunggu sekertaris jaka membukakan pintu mobil untuknya.
"Tuan muda."tegur kedua security.
Ari:"Apa mommy sudah datang.?"
"Sudah tuan."jawab Bagus.
Ari mengangguk dan dengan cepat melangkah masuk ke dalam rumah mewahnya,meninggalkan Sekertaris Jaka yang tengah berdiri dengan satu tangan sibuk memainkan hp canggihnya.
.
.
Mommy Kei tengah menemani menantunya yang sudah mulai tenang di dalam kamar.
Tadi katika Mommy Kei datang,dirinya di suguhkan pemandangan yang cukup menyita perhatiannya.
Pasalnya apa yang di katakan Putranya benar adanya,sang menantu tengah menangis di depan Yuni.
Mommy Kei juga sudah mengetahui penyebab menantunya itu menangis dari Yuni, dan yuni Juga mengatakan kalau Nona muda menangis karna sudah salah menuduh dirinya,memakan Iec Cream rasa Vanilla kemarin pagi.
Mendengar penuturan yuni membuat mommy Kei tersenyum melihat tingkah istri dari anaknya itu.
Mommy:"Sudah lebih baik sayang.?"tanyanya dengan usapan di punggung tangan Nana.
Dengan mata sedikit sembab,Nana hanya mengangaguk sebagai jawaban.
Nana:"Nana sudah menuduh Yuni."tuturnya dengan suara gemetar menahan tangis.
Mommy:"Tidak apa-apa sayang,yuni mengerti dia juga tidak marah."jawabnya lembut.
Dan ketika Nana ingin menjawab,kedua wanita beda usia itu memalingkan pandangan mereka ke arah pintu kamar yang terbuka.
Mommy:"Son."tegurnya.
Ari melangkah masuk menghampiri mommy Kei dan sang istri yang tengah duduk di atas ranjang.
Ari:"Ada apa honey,kenapa menangis.?"mendekap tubuh istrinya penuh ke khwatiran.
Nana:"Aku hiks.. hiks... sudah menuduh Yuni."ucapnya terbata-bata.
Ari hanya mengerutkan keningnya,dan menatap mommy Kei seolah meminta jawaban atas ucapan istrinya.
Tapi mommy Kei hanya tersenyum dan melangkah keluar meninggalkan kedua anaknya.
Ari:"Sudah,sudah jangan nangis lagi,nanti perutnya Kram.kamu tidak mau kan Babynya merasakan sakit."ucapan itu membuat Nana menghentikan tangisnya.
__ADS_1
Ari seketika membuang nafasanya tenang.
Kalau aku tanya apa yang terjadi bisa-bisa dia nangis lagi,lebih baik diam saja.biar nanti tanya mommy.usul hati Ari.
Di dalam dekapan suaminya Nana mulai tenang,dan perlahan Ari melonggarakan pelukannya.
Ari mengusap pipi Nana yang basah ulah air mata kesedihan.
Ari:"Sudah sarapan.?"pertanyaan itu sebagai usaha mengalihkan pikiran Nana,padahal jelas-jelas dirinya sudah melihat sang istri memakan tumpukan pancake satu jam yang lalu.
Nana:"Sudah,tapi sekarang lapar lagi."menjawab dengan usapan di perutnya.
Ingin sekali Ari tertawa,tapi dia tidak berani dirinya hanya mengangguk dan memberi ciuman di kening sang istri.
Ya tuhan ini baru satu bulan lebih tiga hari,aku harus kuat menghadapi sikap konyolnya.gumam hati Ari.
Ari:"Hon,bagaimana kalau pergi ke mallnya nanti siang saja.?"usulnya.
Nana:"Tidak jadi nanti sore.?"balik bertanya.
Ari yang tengah menuntun istrinya menuruni anak tangga,seketika menggelengkan kepalanya.
Ari:"Nanti siang saja,hari ini aku akan membawa pekerjaanku ke rumah.biar kamu ga kesepian."
Nana:"Benarkah itu yank."menatap penuh binar kebahagiaan.
Ari seketika mengangguk membenarkan pertanyaan sang Istri.
Nana tersenyum ceria,memang itu keinginanya semenjak hamil.dirinya lebih senang di dekat suaminya,tapi apa boleh buat dirinya hanya bisa memendam keinginannya itu,satu minggu terakhir bersama suaminya masih belum cukup dia rasakan.
Keduanya kembali menuruni anak tangga, dengan saling bergandengan tangan mesra.
Mommy Kei yang tengah merapikan makanan yang dia bawa dari mansion untuk menantunya,seketika memutar kelapanya melihat kedua anaknya datang.
Pasti Nana lapar lagi.gumam hati mommy Kei.
Nana tersenyum melihat mommy mertuanya itu,dia seolah melupakan rasa sedihya yang baru saja terjadi.perubahan mood dalam dirinya benar-benar membuat Nana lupa diri.
Ari:"Mau di antar.?"
Nana:"Tidak usah ayang."tolaknya.
Ari mengangguk dan membiarkan sang istri melangkah pergi arah kamar mandi tamu.
Sedangkah dirinya kembali berjalan menghampiri mommy Kei.
Ari:"Mom,apa yang terjadi.?"tanyanya dengan mendudukan tubuhnya di dekat sang mommy.
Mommy Kei mengerti pertanyaan putra tampannya itu.
Mommy:"Kata yuni pelayan kamu,Nana salah paham dengan menuduh yuni dan kedua temannya suduh menghabiskan semua Ice Cream rasa Vanilla.padahal Nana sendiri yang sudah memakan semua potong Ice Cream itu Son,Yuni sampai ke takutkan.dan mommy meminta pelayan kamu itu untuk tidak bertemu dengan Nana dulu sampai istri kamu melupakan kejadian itu."terangnya setengah berbisik,karna Mommy Kei tidak mau Nana sampai mendengar.
Ari hanya diam mendengar ucapan sang mommy,dirinya benar-benar tidak habis pikir akan permasalahan sepele seperti itu.
Ari:"Mom,memangnya seperti itu ketika seorang wanita hamil tingkahnya aneh.?"bertanya dengan wajah tanpa ekspresi.
Mommy:"Ya Son,Mommy juga dulu seperti itu.kamu sabar saja ya dan jangan membahas apapun di depan istrimu."pintanya cepat.
Ari mengangguk paham.
Ari:"Oh ya,Sekertaris Jaka."mengingat pria tampan yang ada di luar rumahnya.
.
.
Jaka kembali menjalankan mobil membelah jalan raya Kota A,tapi mobil yang dia gunakan bukan mobil Tuan muda Ari.melainkan mobil miliknya menuju kantor Atmaja Grup.
Jaka:"Untung saja pekerjaan di kantor tidak banyak,jadi aku tidak terlalu kerepotan."gumamnya mengingat sang tuan muda memilih membawa pekerjaannya ke rumahnya,meninggalkan dirinya di gedung Atmaja Grup.
__ADS_1
Saat ini Jaka seolah tidak mempunyai beban, karna hubungan di antara dirinya dan Si Cantik Lusi sudah mendapatkan restu dari majikannya yang tidak lain sepupu sang kekasih.
Mengingat itu membuat Jaka terus tersenyum bahagia,di tambah lagi dirinya sudah mengabari Lusi tentang hal itu dan Lusi juga senang mendengarnya.
Jaka juga minta untuk melupakan kata selamat tinggal yang tadi dia ucapkan.
Sejenak dirinya merasakan perasaan bahagia seperti dulu ketika pertama kali menjalin hubungan dengan Lusi,dan sekarang perasaan itu kembali menghiasi hatinya.
Cukup santai Jaka membawa mobilnya, padahal pekerjaannya sebagai Sekertaris menggantikan CEO lumayan banyak dan padat,tapi hatinya tengah bahagia jadi dia tidak mempermasalahkan hal itu.
Di tengah perjalanan santainya membelah jalan kota A,Jaka di kejutakan dengan pemandangan di depan matanya.
Jaka:"Ada kecelakaan.!dan sepertinya aku mengenal mobil itu,tapi mobil siapa ya.?"berpikir dengan keras.
Lamanya Jaka berpikir,hingga akhirnya otaknya mengingat mobil mewah yang terlihat hancur seperti menabrak sesuatu.
Jaka menghentikan mobilnya di pinggiran jalan,setelah mobilnya terparkir.Jaka dengan cepat keluar dari dalam mobil.
Di sekelilingnya terdapat bebrapa orang yang diam memperhatikan mobil mewah itu tanpa berani mendekat.
Jaka:"Apa sudah ada yang menelepon Ambulance,dan Polisi.?"tanyanya kepada salah satu pria yang ada di dekatnya.
"Sudah pak,mungkin sedang di perjalanan."sahut pria itu.
Jaka mengangguk mendengar ucapan pria di dekatnya,tapi di dalam hatinya seolah meminta dirinya untuk mendekat.
Tanpa ragu Jaka mulai berjalan mendekati mobil mewah itu dengan keyakinan hatinya.
Aku hanya ingin memastikan saja. gumam hati Jaka di setiap langkahnya.
Perlahan Jaka mendekati mobil itu dan aksinya menjadi tontonan orang-orang.
Jaka membulatkan kedua matanya,melihat siapa yang ada di dalam mobil ringsek itu.
Jaka:"Tuan.!!"ucapnya penuh ketakutan, pasalnya orang yang dia panggil tuan terlihat berlumuran darah segar.
Jaka mendekat dan membuka pintu mobil dengan hati-hati.
Dengan wajah panik,Jaka mengeluarkan tubuh tinggi pria itu.
Di atas aspal Jaka menidurkan pria itu dan meminta beberapa orang untuk membantu.
Jaka:"Tuan anda baik-baik saja?tunggulah, sebentar lagi ambulancenya datang."ucapnya memberi ketenangan.
Pria tua itu perlahan membuka matanya yang tertutup darah segar.
Bibirnya yang tertutup rapat,perlahan terbuka dan Jaka melihat itu.
"Seekertariss Ja-jaka."ucapnya penuh perjuangan.
Jaka:"Ya ini saya tuan,saya mohon anda jangan banyak bicara dulu."pintanya.
pria itu mengelengkan kepalanya pelan,dan dengan penuh perjuangan tangannya mencengkram jas milik Jaka di sisa tenanganya.
"Berjanjilah Seketaris Ja-jaka uhuk...uhuk...."
Jaka:"Apa yang anda katakan tuan.?"tanyanya bingung.
"Me-menikahlah,dengan putriku."dan setelah mengatakan itu,dirinya menutup mata meninggalkan Sekertaris Jaka yang diam tidak bersuara.
Menikahi putrinya,apa aku tidak salah dengar.bingung hati Jaka.
"Ambulancenya datang pak."tegur pria yang ada di belangkang Sekertaris Jaka.
.
.
Note:"Udah ya cerita Jaka kita Hiatusin dulu, kita pokus ke Ari dan Nana.
__ADS_1
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.