
Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 14:05 sore waktu setempat.
Dan di kamar mewah itu menunjukan dua mahluk hidup yang masih sibuk dengan urusan ranjang mereka.
"Tuan sudah,saya sudah lelah." ucap Nana dengan suara yang terdengar pelan tak berdaya.
"Sebentar lagi." jawab Ari di sela urusan dunianya.
Nana hanya bisa menghela nafas dengan kasar,jujur nana merasa lemas tak berdaya. Ari seolah tidak puas dengan aktifitas barunya itu.
Tapi Ari tidak tega melihat Wajah istrinya yang sudah nampak pucat,dengan terpaksa Ari melakukan pelepasan. dan Ari membuang Cairan berharganya di luar Area sensitif istrinya.
Mereka bergulat di atas ranjang kurang lebih 5 jam lamanya, tapi Ari melakukan jeda di setiap aktifitas nya.Nana hanya bisa pasrah dengan apa yang suaminya lakukan.
"Makasih Hoon, kamu memang yang terbaik." ucap ari. Setelahnya mencium bibir mungil Nana.
"Janji tidak akan di tinggal?" tanya Nana.
Ari yang sedang tertidur dengan mendekap tubuh polos istrinya seketika tersenyum.
"Aku udah bilang,tidak akan meninggalkan kamu Honey." jawab Ari berbarengan dengan sisi lain tangannya yang mencubit gemas hidung Nana.
Nana pun tersenyum senang karena suaminya masih menepati janji untuk tidak meninggalkan dirinya,setelah Nana memberikan kehormatan kepada Suami tampaknya itu.
Setelah itu,Nana merubah posisi tidur nyamannya.dan berniat untuk bangun karena Nana merasa di bagian sensitifnya terasa lengket,dan itu benar-benar tidak nyaman.
"Mau ke mana?" Tanya Ari, melihat istrinya beranjak dari dekapan yang ia berikan.
"Mau ke kamar mandi, rasanya tidak nyaman di bagain bawah saya." jawab Nana malu-malu.
"Butuh bantuan.?"
"Tidak, terimakasih." tolak Nana.
Nana pun berniat berdiri dengan balutan selimut yang menutup tubuh polosnya.
Tapi ketika akan melangkah,tiba-tiba Saja Nana merasa perih dan nyeri di bagian sensitifnya.
"Auu, kenapa sakit sekali!"
Ari yang tengah memperhatikan pergerakan istrinya seketika beranjak dari posisi tidur nyamannya,karena melihat Nana yang mengerang menahan sakit.
"Kenapa? Apa yang sakit?" Tanya Ari khawatir.
"I-ini nya sakit!" Jawab Nana dengan pandangan mata yang mengarah ke bagian bawah tubuhnya.
Ari pun mengikuti arah mata Nana.
"Ini yang sakit?" tanya Ari dengan tangan yang mengarah ke bawah tubuh Nana.
Nana seketika mengangguk malu.
"Mungkin lecet Hoon, karena junior ku sudah mengoyaknya." Kembali menggoda Nana.
__ADS_1
Nana memandang suaminya tidak percaya. "Ya, juniornya benar-benar tidak tau diri." jawab nana kesal. Ada katanya tersembunyi di sana. Ari yang Nana maksud.
"Sudahlah, jangan menyalahkan juniorku. Ini salah mu, kenapa mempunyai surga dunia yang memabukkan! Aku baru tau ternyata pernikahan itu begitu nikmat." Kata Ari asal.
"Sekarang tuan menyalahkan saya? Nana nampak kesal.
Ari hanya mengangguk untuk memberi jawaban.
Sebenarnya, Ari tidak bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Ia hanya sedang menggoda Nana, karena Ari sangat senang melihat istrinya kesal atau jengkel akan sikap jahilnya.
"Tuan, benar-benar menyebalkan."
"Sudah cukup berdebat ya dan jangan di perpanjang lagi. Sekarang kamu mau aku bantu ke kamar mandi atau berjalan sendiri? Atau kamu masih mau bergulat lagi dengan ku?" Goda Ari lagi
"T-tidak mau, saya lelah dan saya bisa jalan sendiri."
"Ok, mari kita lihat. apa kamu bisa berjalan ke dalam kamar mandi itu sendirian." Di ambang ranjang Ari melipat kedua tangannya.
Nana tidak menjawab, ia hanya mengerutkan bibir nya karena kesal suaminya begitu menyebalkan.
Nana mulai beranjak, Perlahan melangkah
Aduh, sakit sekali. Kenapa bisa sesakit ini.
Ketika Nana beranjak dengan perlahan,Ari tidak sengaja melihat noda merah yang nampak jelas terlihat di selimut putih yang menutup tubuh Nana.
"Hoon, kamu berdarah" Tanya Ari khawatir. mata yang melirik bercak merah itu panik.
Nana ikut melihat objek yang di maksud. "Benarkah! di mana?"
"Oh, benarkah."
Nana melihat kearah belakang tubuhnya, dan benar saja di sana aja bercak merah yang nampak jelas terlihat.
"Benarkan, kamu berdarah. Apa kamu tidak apa-apa Hoon? apa perlu kita ke rumah sakit!"ucap Ari dengan raut wajah yang nampak ketakutan.
Melihat kekhwatiran di wajah suaminya, Nana ingin sekali membalas balik menjahili Suami bulenya itu. tapi Nana tidak tega.
"Tidak usah tuan,saya baik-baik saja.ini hal yang wajar di alami semua perempuan ketika pertama kali melakukan hubungan itu."jawab Nana malu.
Ari pun mengerti dengan apa yang Nana maksud,dia hanya mengangguk paham.
"Pasti sakit, mari aku bantu." ucapnya lembut.
"Tidak, terimakasih."
Ari pun tidak memperdulikan penolakan Nana, dan dengan cepatnya.Ari mengangkat Tubuh nana yang berbalut selimut tebal.
sedangkan Ari, dirinya masih bertelanjang dada. hanya bagian bawanya yang sudah tertutup celana pendek.
"Kan ngeri ya kalau juniornya tidak tertutup sesuatu, nanti kemana-mana lagi.😂
"Tuan, turunkan saya."pinta Nana.
__ADS_1
"Sudah diam-lah, atau aku akan mendobrak kembali surga mu itu." jawab Ari.
Seketika itu Nana menggelengkan kepala lalu memilih diam dan menerima perlakuan Ari.
Kini Nana sudah berada di dalam kamar mandi yang berukuran besar,dan terlihat nyaman.
"Mau aku bantu membersihkan tubuhmu?"
"T-tidak, terimakasih." jawab Nana malu.
Ari mengangguk patuh. "Baiklah Hoon."
Tak lama, Ari beranjak keluar dan meninggalkan Nana untuk menyelesaikan urusan mandinya.
Ari diam sejenak di atas ranjang empuk itu, dan pikirannya kembali mengingat pergulatan hebat yang mereka lakukan tadi.
"Ini benar-benar luar biasa, istriku ternyata menyimpan harta karun yang luar biasa nikmatnya." Bergumam semangat.
Kini Nana sudah selesai dengan urusan mandinya, dan sudah mengganti baju juga. lagi-lagi Nana terlihat cantik dengan gaun berwarna kuning muda yang mana membuat kulit putih Nana terlihat lebih bercahaya di sore hari yang indah ini.
sore ini cuaca sudah berganti dengan awan yang berwarna biru terang, hujan yang tadi pagi menghiasi kota besar A sudah menghilang dengan damai. Dan menggantinya dengan awan yang nampak cantik di atas langit.
Nana tengah duduk di depan balkon kamar mereka, Nana begitu menikmati sore damai nya itu. Karena suami bulenya tengah asik didalam kamar mandi dan masih belum menampakan batang hidungnya yang mancung itu.
"Sore ini begitu indah." ucapnya dengan senyum yang mengembang di wajah cantiknya.
Ya Tuhan, sekarang tuan Ari begitu lembut kepada ku.dan dia sudah tidak berbicara kasar lagi,aku harap sikapnya akan terus seperti ini.harap hati Nana.
Di tengah santainya yang tenang itu, mata Nana tak sengaja melihat Ada seorang laki-laki tampan yang ada di sebrang rumah mereka. laki-laki itu tengah tersenyum kearah dirinya.
Nana mengerutkan dahi ketika laki-laki misterius itu tersenyum padanya.
"Siap laki-laki itu, kenapa dia tersenyum sendiri.apa dia sedang melihat ke arah ku.?"
Laki-laki tampan itu tengah berdiri di balkon rumahnya,dan dia sedang bersantai seperti apa yang Nana lakukan
Laki-laki tampan itu terus saja tersenyum ke arah Nana,bahkan dia melambaikan tangan nya.
Dengan tidak sadar,.Nana mengangkat Tangannya berniat untuk membalas lambaian tangan laki-laki tampan itu.
Beebarengan dengan itu,Ari sudah selesai dengan urusan mandinya dan mencari Nana.
Dengan santai Ari melangkah kearah balkon yang terbuka dan meyakini Nana ada di sana.
Dan benar saja,orang yang dia cari sedang berdiri menikmati sore yang nampak cerah.
ketika Ari akan memeluk istrinya,pandangan mata belo-nya menangkap laki-laki di sebrang rumah mereka.
Bahakan Ari melihat laki-laki itu tersenyum kepada Nana,dan detik berikutnya.Ari melihat laki-laki itu melambaikan tangan ke arah istrinya.
Dengan kesal Ari menghampiri Nana yang sudah bersiap membalas lambaian laki-laki tampan itu.
Tanpa di duga, Ari menarik telinga nana seperti anak kecil yang sedang berbuat ulah.
__ADS_1
"Auu sakit." pekik Nana karena telinganya di tarik oleh Ari.