
Sore itu di mansion terlihat sibuk dengan berbagai persiapan,meja-meja di tata sedemikian rupa,dekorasi bercorak biru cerah menambah keramaian di dalamnya.bukan hanya itu,langitnya pun seolah ikut mewarnai kecerian yang di rasakan semua penghuni mansion tuan Surya.
"Tak terasa.sudah lima bulan tuan muda dan Nona Nana tinggal di kota orang,sekarang mereka akan kembali,aku sangat senang. apalagi,nanti di sini akan semakin ramai."Ucap salah satu pelayan yang tengah merapihkan beberapa alat makan..
Temannya mengangguk membenarkan."Ya,bayinya pasti sangat tampan,eh,itu berarti bayi mereka bukan usia tiga bulan lagi dong,tapi lima bulan.kan,lahirnya di usia tujuh bulan."Wanita dengan pakayan serba hitam bercorak putih itu menghentikan pekerjaanya,karena ia terlihat kebingungan."Itu gimana ngitungnya.?"Tambahnya.
"Emm,aku juga bingung.mungkin,yang dua bulannya tidak di hitung,"pikirannya.
"Mungkin,"Kedunya malah diam di tengah pekerjaan yang menunggu,dan di tengah kebingungan yang melanda,mata mereka menatap keatas tangga yang di lapisi marmer putih bersih.
Mata para pelayan terus mengikuti langkah kaki sang nyonya besar,wanita bule itu tengah berlari menuruni tangga,terlihat jelas senyuman kebahagiaan terpang-pang nyata di wajah cantiknya,suara ketukan alas kaki beradu dengan marmer terdengar merdu di telinga orang-orang yang mendengarnya.
"Mommy,hati-hati,"Suara itu berasal dari pria muda yang ada di bawah tangga.
"Apa mereka sudah datang,Azllan.?"Ternyata itu adalah mommy Kei,yang sudah terlihat cantik dengan busana yang melekat di tubuhnya.
"Sebentar lagi,mereka sampai mom."sahut Azllan sembari mengulurkan tangan untuk menyambut sang mommy.
"Di mana Daddy,?"Tanya mommy Kei sembari menatap area mansion.
"Daddy,sudah di luar mom."Sahut Azllan seraya menggandeng mommy Kei.
"Daddy...daddy,tadi bilangnya mau nunggu mommy."ucapnya kesal.
azllan tidak menanggapi umpatan sang mommy,dirinya hanya tersenyum manja.
"Apa semuanya sudah selesai.?"Mommy Kei bertanya kepada wanita yang ada di dekat pintu luar.
"Sudah Nyonya,semua sudah selesai."Jawab sang kepala pelayan sopan.
Mommy Kie mengangguk sambil memperhatikan keadaan,dirinya memindai setiap juru ruangan,melihat apa semuanya benar-benar sudah selesai seperti kata kepala pelayan.setelah di rasa sesuai dengan apa yang di harapkan,Mommy kei kembali berjalan keluar untuk menemui sang suami.
Kepala pelayan membungkuk hormat ketika kedua majikannya berjalan."Jangan sampai ada yang terlewat."Gumamnya pelan,dan langsung berlari untuk mencari apa ada yang kurang.
Hari ini adalah hari yang paling di tunggu semua keluarga,pasalnya sang tuan muda akan membawa istrinya dan putra semata wayangnya pulang dari kota,yang lima bulan terakhir menjadi tempat tinggal keluarga kecil itu,dan Mommy Kei membuat acara penyambutan yang cukup meriah,sebenarnya ini bukan hanya rencana Mommy Kei saja.tapi,Ari juga meminta hal yang sama tanpa di ketahui Nana,bisa di katakan ini kejutan.
"Daddy."Mommy Kei menegur tuan Surya yang ada di luar teras bersama Aldy dan Kevin.
"Tante."Sapa keduanya sopan,ketika melihat kedatangan Mommy kei.
"Kalian,sudah datang?"
"Sudah,tante."Keduanya menjawab kompak.
Mommy Kei tersenyum ramah dan berjalan mendekati ketiganya di ikuti Azllan.
"Calon istri kalian kenapa tidak datang.?"Tanya Mommy kei yang saat ini ikut duduk bersama sang suami dan kedua sahabat putranya,sedangkan Azllan pergi setelah mendapatkan telepon dari seseorang.
"Mereka ada urusan mendadak tante,nanti mereka akan menyusul."Jawab Aldy.
Mommy kei mengangguk pelan."Oh begitu."Sekarang mommy Kei menoleh kearah sang suami."Apa Lusi belum memberi kabar.?"
"Sudah mom,Lusi bilang sebentar lagi sampai."Azllan datang dan memberi jawaban atas pertanyaan Mommy Kei.
"Ya mom."Tambah tuan Surya.
Sembari menunggu kedatangan Ari dan Nana,semunya berbincang membahas berbagai hal.hanya Azllan yang diam mendengarkan."Membosankan."gumam pria tampan itu mendengar topik prihal bisnis dan bisnis.
.
.
"Kakak ipar,sekarang semakian gembuk saja."Seru Lusi yang tengah duduk bersebelahan dengan Nana,dirinya di minta Nana untuk menemani.sedangkan Ari duduk di depan bersama Jaka entahlah apa tujuan Nana.
"Benarkah itu Lusi.?"Ucap Nana yang sedang memberi Asi kepada Baby Arion.
"Honey,di mataku kamu tetap cantik."Ari yang duduk di depan memutar kelapanya kebelakang."Lusi,aku malah melihat kamu yang terlihat gemuk."Ledekan itu membuat Jaka yang sedang mengemudi tertawa renyah.
Lusi manyun mendengar suara tawa dari Jaka."Sayang,kamu ih."Rengeknya kesal.
Ari ikut tertawa bersama Jaka."Maaf,maaf aku tidak sengaja."Ucap Jaka di sisa tawanya.
"Suttt jangan berisik,nanti Arion bangun."pinta Nana pelan,karna sang putra terus bergerak merasa bising mendengar tawa dari keduanya.
"Tau ih,kalian suka sekali menghina orang."Lusi menepuk kepal Ari dan Jaka bergantian.
"Lusi,itu tidak sopan."Kata Ari dan Jaka secara bersamaan.
Lusi dan Nana malah cekikikan merasa Lucu dengan rengekan kedua pria tampan itu..
"Jaka,bagaimaan perusahaan selama aku pergi,?"Tanya Ari dengan suara pelannya.
"Semua dalam kondisi baik,Tuan."sahut Jaka tanpa menatap Ari.
"Besok atur jadwalku,aku akan kembali bekerja."Pinta Ari tidak sabar,terlihat jelas dirinya sudah sangat merindukan suasana kantor Atmaja grup.
__ADS_1
"Baik,Tuan."jawab Jaka singkat.
Akhirnya,aku bisa kembali santai.senang hati Jaka.
"Honey,apa tidak apa-apa aku masuk kerja lagi.?"Tanya Ari yang lagi-lagi memutar kelapanya ke belakang.
"Tidak apa-apa yank,kan aku ada Lusi,ada mommy juga."jawab Nana
"Betul,Kakak Ari kerja aja.tenang,kakak ipar nanti Lusi yang temenin."Sela Lusi di tengah pembicaraan Ari dan Nana.
Ari melirik Lusi intes."Oh ya,kapan kalian akan menikah,aku belum mendengar apa-apa.?"Kini Ari mengganti topik pembicaraan.
Mendengar penuturan tuan mudanya,Jaka langsung merubah ekspresi wajahnya begitupun Lusi dan Ari melihat itu.
"Kenapa kalian malah diam.?"Tanya Ari lagi.
"Ayang,nanti saja di rumah."Tutur Nana yang memecah keheningan di dalam mobil."Sepertinya,Lusi dan Sekertaris Jaka ingin memberi kita kejutan."Nana mengelus tangan Lusi,yang mana membuat Lusi tersenyum hambar.
Ari sendiri hanya mengangguk dan melirik Jaka.Ada apa dengan mereka,kenapa aku merasa ada yang di sembunyikan?akan aku cari tahu,apa ini ada hubungannya dengan Jenia.pikir Ari curiga.
Jaka menarik nafas pelan merasakan sesak mendengar pertanyaan spontan dari sang tuan muda.
Aku harus mengambil keputusan,tidak mungkin aku menikahi keduanya.batin Jaka penuh kebimbangan.
Jaka melirik sang kekasih yang tengah berbincang dengan Nana,samar ia tersenyum melihat tawa Lusi.terlihat jelas senyuman itu hanya pengalihan saja.Lusi,kamu wanita yang baik.apa kamu pantas mendapatkan pria seperti aku.lirih hati Jaka.
Lusi mengelus pipi Baby Arion yang tengah tertidur di dalam dekapan Nana sambil berbincang riang,tapi otaknya terbagi tak jelas,ucapan Ari terasa menggelitik di dengar olehnya.
Ya tuhan,aku mohon biarkan aku bersama Jaka,aku akan membuktikan kalau Jenia sudah tidak perawan lagi.batin Lusi penuh keyakinan.
Di dalam mobil itu keempatnya terus berbincang dengan perasaan yang tidak karuan,hingga akhirnya Nana tersenyum bahagia ketika melihat gerbang tinggi mansion mewah milik mertuanya.
"Sayang kita sudah sampai,"Ucap Nana girang sambil menatap baby Arion yang masih saja menutup mata.
"Honey jangan berisik nanti dia bangun."Kata Ari untuk menggoda sang istri.
Nana tidak mendengar ucapan suaminya, dirinya terlalu senang."Aku kembali."
.
.
"Daddy,itu mereka."Mommy Kei beranjak bangun,di ikuti semuanya."Cucu mommy,"katanya yang langsung berjalan cepat.
"Mommy,pelan-pelan,"Cegah Tuan Surya yang juga mengukuti langkah sang istri di ikuti Azllan,sedangkan Aldy dan Kevin diam di posisinya."Al,mana hadiahmu?"Tanya Kevin seraya memperhatikan Aldy.
Kevin mengangguk-anggukan kepalanya pelan."Aku malah lupa tidak bawa apa-apa."ungkapnya malu.
Aldy melirik Kevin seolah mengejek."Ari,pasti akan membunuhmu."sahutnya santai dan berjalan mengikuti tuan Surya meninggalkan Kevin seorang diri.
"Bilang saja aku lupa."Kevin berbicara sendiri dan ikut berjalan gontai.
"Sayang,"Mommy Kei tersenyum haru ketika Nana turun dengan membawa sang cucu.
"Mommy,"Nana juga tersenyum penuh haru seraya mencium pipi mommy Kei."Nana,rindu mommy."
"Mommy juga merindukan kamu sayang,apa lagi pria tampan kecil ini."keduanya berpelukan kilat karena mommy Kie langsung menggendong baby Arion.
Ari dan Nana bergantian memeluk kedua orang tuanya,setelah itu Ari memeluk kedua sahabat yang sudah sangat ia rindukan."Dimana,Raihan.?"Tanya Ari.
"Nanti dia datang,tadi dia bilang mau nemenin Gladis cek kedokter,katanya Gladis pingsan."Aldy yang menjawab.
"Mungkin Gladis hamil."Seru mommy Kei.
Semunya mengamini kabar baik itu,walupun hal itu belum terbukti kebenarannya.
"Dia tampan."ucap Kevin yang saat ini berdiri di dekat mommy Kie."Kenapa dia selalu tidur."
"Bayi memang suka tidur,Vin."Sahut Aldy yang juga ikut mendekati mommy Kei."Selamat datang Arion."Aldy mengatakan itu seraya menatap Ari.
"Cepatlah kalian menikah."Kata Ari seolah meledek.
"Tunggulah,sebentar lagi itu akan terjadi."Jawab Kevin pede.
"Ya...ya...nanti kalian akan menikah.sekarang Ayo,semuanya kita masuk,"Ajak mommy kei seraya membawa baby Arion.
Semua mengangguk dan berjalan beriringan sedangkan Nana masih diam."Ayo honey."Ari menarik tangan Nana.
Bukannya menjawab,Nana malah menitikan air matanya sambil menatap sekitar mansion."Ayang,aku tidak menyangka bisa melihat rumah mewah ini lagi."Tuturnya penuh rasa syukur.
Ari menarik tubuh Nana untuk ia peluk."Dengar,tuhan itu baik.kamu masih harus merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya."ucap Ari dengan usapan di pipi sang istri."Kamu kan baru kasih aku satu anak jadi-"Ucapnya menggantung.
"Ayang,ih sempet-sempetnya."Nana mencubit perut Ari cukup kencang.
"Auu,sakit tahu."Ari mengusap perutnya dengan wajah menahan rasa sakit"Honey,sakit."Rengekan itu tidak membuat Nana berbaik,dirinya terus berjalan masuk kedalam mansion seorang diri."Lagian orang lagi sedih."
__ADS_1
Ari mengejar Nana dengan tawa kecilnya"Gitu aja marah."
"Selamat datang Nona tuan,muda."Seru semua pelayan yang berjejer di depan pintu.
Nana langsung tersenyum ramah ketika meliihat semua pekerja yang berjumlah cukup banyak itu."Kalian apa kabar.?"Tanya Nana.
Ari sendiri baru saja datang dan itu membuat Nana melirik tajam.
"kami baik Nona."Jawab sopan semua pelayan.
"Saya senang bisa kembali kerumah ini."tambahnya
"Ayo honey,kita masuk."Ajak ari manja.
Nana kembali melirik sang suami"Ya sudah saya masuk dulu."
"Silahkan Nona."Semua pelayan membungkuk hormat ketika Nana dan Ari masuk.
"Tuan Ari,masih saja dingin."Tutur salah satu pelayan.
"Sipat itu akan susah hilang,tuan Ari baik itu ketika di perintah Nona Nana saja."Sahut satu temannya tanpa ekspresi.
"Ayo semuanya,kita kembali bekerja."Titah sang kepala pelayan.
Nana diam membatu melihat isi ruangan yang terlihat cantik dan elegan."Wah ini."Ucapnya tidak percaya.
Ari memeluk Nana dari belakang"Ini perayaan untuk menyambut kamu dan Arion."Jawab Ari sambil mengecup tangan Nana lembut.
Nana tidak berpaling,dirinya merasa senang melihat ruangan depan di sulap seperti sebuah tempat pesta.bahakan rasa marahnya seketika hilang."Ini semua kamu yang.
"Aku dan Mommy,daddy juga."Sergah Ari.
"Terimakasih,aku seperti orang penting saja."suaranya bergetar.
Ari membalikan tubuh Nana pelan."Honey,ini juga sebagai perayaan Wedding anniversary kita yang pertama,memang seharusnya kita melayakan hari itu empat bulan lalu.tapi aku berpikir itu bukan waktu yang pas,jadi aku buat semua ini."Ungkap Ari.
Nana menatap sang suami sendu mendengar penuturan dari Ari membuat ia diam tidak bergerak,dirinya merasa benar-benar menjadi wanita yang paling beruntung."Hiks...hiks...terimakasih,aku bahkan tidak mengingat hal ini hiks...hiks...terimakasih."Nana memeluk Ari erat."Aku tidak berpikir bisa hidup seperti ini,hiks..hiks...terimakasih kamu sudah menjadikan aku wanita paling beruntung di dunia ini,terimakasih ayang hiks...hiks..."ucapnya terbata-bata.
Ari mengelus punggung Nana penuh kelembutan."Aku sudah berjanji kepada tuhan,kalau aku akan membahagiakan kamu honey,aku hanya minta tetaplah di sampingku sampai kita tua nanti."jelasnya.
Nana mengangguk cepat dan mencium pipi sang suami cukup lama."I love you,ayang."
"I love you to."Sahut Ari"Sekarang bantu aku menjaga Arion."Ucapnya penuh makna.
Nana mengangguk cepat dan kembali memeluk Ari."Aku akan menjaganya dengan semua kekuatanku."
Dari kejauhan semua orang menatap kedua pasutri itu dengan rasa kebahagian,senyuman tulus terlihat jelas di tunjukan oleh mereka tak terkecuali Mommy Kei."Arion,Oma sangat senang mempunyai menantu seperti mommymu,dia wanita yang sepesial."Ucapnya dengan linangan air mata kebahagia.
"Daddy setuju."Tambah daddy surya.
Sedangkan yang lain hanya diam menyaksikan kemesraan Ari dan Nana."Aku ingin seperti mereka."
Jaka melirik orang yang ada di sampingnya sendu,merasa di tatap Lusi menoleh."Aku ingin Seperti mereka."Lusi mengulang ucapannya.
Jaka tidak menjawab,dirinya malah pergi meninggalkan Lusi."Aku tahu,kamu pasti akan menjadi milikku Jaka."Lirih Lusi dengan tatapan mata mengikuti langkah lebar Jaka.
Oh tuhan,kenapa ini harus terjadi.aku sangat mencintai Lusi,tapi di sisi lain amanat tuan Samuel membuat aku tidak berdaya,aku harus bagaimana.lirih batin Jaka merasa muak dengan semua permasalahan yang masih belum ada solusinya.
Ari melonggarkan pelukannya,dan mengajak Nana untuk memenui semua keluarga."Kita harus meniup lilin."kata Ari sumringah.
"Tiup lilin.?"Nana tersenyum ceria melihat tumpukan kue nan cantik yang baru saja di bawa masuk para pelayan."Ayang."
"Ayo,sayang tiup lilinnya,"terika mommy Kei.
Keduanya mendekati meja yang di tengahnya terdapat kue cantik dengan hiasan cream bermotif bunga mawar merah,sungguh menawan."Ini sangat indah."Kata Nana kagum.
"Honey,make A wish dulu."titah Ari di jawab anggukan dari Nana,dan kedunya saling menutup mata.di tengah-tengah semua keluarga yang ada.
Tuhan,semoga rumah tangga kami selalu harmonis.dan semoga kami bisa menjadi orang tuan yang baik untuk Arion,tuntun kami tuhan.do'a hati Nana.
Tuhan,tidak henti-hentinya aku mengucapkan terimakasih kepada-Mu,karna-Mu aku bisa melangkah kedepan dengan istri dan juga anakku.semoga kami selalu bersama jangan pisahkan kami.seutas do'a Ari panjatkan di lubuh hatinya.
Suara tepuk tangan bergemuruh,setelah Ari dan Nana meniup lilin dengan angka Satu sesuai hari ulang tahun pernikahan mereka. semua keluarga dan kerabat mengucapkan selamat kepada keduanya.
.
.
Visual Baby Arion....
__ADS_1
Kalau poto yang terakhir itu ketika Baby Arion sudah di bawa ke kota A.bayi mungil yang dulu lahir prematur kini tumbuh menjadi bayi tampan dan Normal seperti bayi pada umumnya,mungkin asupan nutrisi dan pengamanan yang sangat ketat dari kedua orangtuanya membuatnya bisa sehat.