ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
BENARKAH ITU


__ADS_3

Seperti rencana awal,Ari meminta kedua temannya untuk datang ke kantor Atmaja.


Bukan tanpa alasana Ari meminta Aldy dan Kevin untuk datang,karna dirinya ingin bertanya tentang jenis-jenis mobil kepada kedua temannya.


Terutama Aldy,selain dirinya seorang pengusaha.Aldy juga begitu hoby mengoleksi mobil,dan baru-baru ini temannya itu membeli satu buah mobil sport keluaran terbaru.


Jadi Ari ingin meminta pendapat sekaligus makan siang bersama,selama ini ketiganya sudah sangat jarang bertemu.terlebih dirinya yang sibuk dengan kehamilan Nana.


Tok.... tok... "Tuan muda."ucap Jaka di depan pintu berlapis kaca,tempatnya ruang kerja tuan muda Ari.


Ari:"Masuk."sahutnya yang masih sibuk menatap beberapa laporan di atas meja.


Sekertaris Jaka dengan cepat membuka pintu.


Ari melirik Jaka lewat ekor matanya"Ada apa.?"tanyanya dingin seperti biasa.


Jaka berdiri sopan di depan meja kerja sang tuan muda."Sebentar lagi makan siang,anda mau pesan apa tuan.?"tanya Jaka seperti biasa,ketika Ari memilih makan siang di kantor.


Ari:"Tunggu Aldy dan Kevin,aku takut mereka meminta makan siang di luar."ujarnya tanpa melihat sang sekertaris.


Jaka:"Baik tuan muda."membungkuk dan berlalu pergi meninggalkan Ari yang terus saja sibuk dengan laptopnya.


.


.


Di dapur Nana baru saja selesai menata makan siang untuk ia bawa ke kantor suaminya.


Siang itu Nana memasak tiga jenis makanan, dan semuanya kesukaan Ari.


Nana:"Yun,bisa tolong saya.?"pintanya sopan.


Pelayan Yuni kebetulan lewat di depan Nana, sepertinya Yuni baru saja keluar dari dalam kamarnya yang tidak jauh dari area dapur.


Yuni:"Bisa Nona."sahutnya.


Yuni:"Tolong sampaikan ke Bagus,antarkan saya ke kantor Atmaja.dan ingat jangan katakan apa-apa ke tuan Ari,saya ingin membawa makan siang dan ini kejutan."pinta Nana kepada Yuni mengingat Dirinya di larang berbicara dengan kedua security.


Yuni diam sejenak,pasalnya dirinya ketakutan jika mengingat peraturan yang di buat tuan muda Ari dan Nana melihat itu.


Nana:"Kamu tenang saja,tuan Ari tidak akan marah.sudah sampaikan sana."tatapan matanya seolah memohon.


Yuni:"Tapi Nona,nanti di mobil anda akan berdua dengan pak Bagus.saya takut Tuan muda marah."ucapnya dengan raut wajah khwatir.


Nana tersenyum dan mendekati Yuni"Emmm kalau begitu kamu ikut ya,biar saya tidak berduaan dengan Bagus.bagimana Yun.?"kembali menatap penuh harap.


Yuni seolah takut mengiakan permintaan Nana,tapi ia tidak kuasa ketika matanya menatap sang majikan mengelus perutnya. seolah memberi isyarat ini keninginan sang calon Baby.


Yuni:"Baik Nona,saya akan berbicara dengan pak Bagus."jawaban itu membuat Nana merubah ekpresi wajahnya.


Nana:"Terimaksih,Yuni."ucapnya senang.


"Saya permisi nona."perlahan Yuni melangkah meninggalkan Nana yang kembali sibuk menata Lunchbox berukuran sedang.


.


.


Waktu terus berputar,dan sebentar lagi makan siang datang.


Ari masih saja sibuk dengan banyaknya laporan,pria tampan itu sampai melupakan waktu.dan di tengah Pekerjaannya Ari mendengar seseorang mengetuk pintu kerjanya.


Mata tajamnya melirik siapa yang sudah membuyarkan konsentrasinya.


Ari menyeringai melihat kedua sahabatnya yang sudah lama tidak ia temui.


"Kau masih sibuk saja,calon Daddy."ledekan itu berasal dari pria tampan yang selalu ceria siapa lagi kalau buka Kevin.


Ari:"Kalian datang."Sapanya yang masih duduk di kursi kerjanya.


Kevin dan Aldy masuk ke dalam ruang kerja sang sahabat dengan penuh semangat, mengingat ketiganya sudah jarang berjumpa.


Ari perlahan berjalan mendekati kedua sahabatnya.


Aldy:"apa kabar kamu,Ri."sapanya berbarengan dengan pelukan layaknya seorang teman.


Ari:"Seperti yang kau liat."ada ucapan bangga di sana.


Setelah menyapa Aldy,Ari melakukan hal yang sama kepada Kevin.


Kevin:"Bagaimana kabar istimu dan juga calon baby kalian.?"tanyanya tanpa ragu.


Ari menatap tajam mendengar Kevin menanyakan kabar istri cantiknya.


Kevin:"Hey.ayolah jangan marah,aku hanya bertanya."menepuk pundak Ari ketakutan.


Aldy hanya tersenyum dalam diam melihat ketakutan Kevin.


Untung aku tidak bertanya,Ari ya tetap saja Ari.gumam hati Aldy.


Ari:"Keduanya baik."sahutnya singkat.


Kevin mengagguk-anggukan kepalanya pelan.


Ari:"Kalian belum makan siang.?"bergantian menatap kedua temannya.


Aldy dan Kevin secara bersamaan mengangguk membenarkan pertanyaan Ari.


Aldy:"Makan siang di sini saja Ri,aku lelah kalau harus pergi ke luar."pintanya malas dan menundukan tubuhnya cepat ke atas sofa.

__ADS_1


Kevin:"Sependapat."ujarnya dan mengikuti jejak Aldy.


Ari:"Ok."ucapnya singkat.


Perlahan Ari kembali perjalan ke arah meja kerjanya untuk menghubungi sekertaris Jaka.


.


.


Bagus begitu sabar menunggu Nona mudanya dan pelayan Yuni,yang tengah bersiap-siap untuk pergi ke kantor Atmaja.


Sebenarnya Bagus menolak keinginan majikannya itu,tapi mendengar bujukan dari Yuni membuat Bagus mengalah dan bersedia mengantarkan Nona Nana.


Cukup lama Pria bertubuh tegap itu menunggu di depan mobil,sampai akhirnya Bagus bergegas membuka pintu belakang mobil untuk Nonanya.


Bagus:"Silahkan Nona."berdiri di samping mobil dengan menundukkan kepalanya.


Nana:"Teriamakasih."tersenyum ramah.


Setelah Nana Masuk,Bagus menutup pintu mobil dengan hati-hati.


Yuni sendiri mendudukan tubuhnya di depan tepatnya di samping Bagus.


Di perjalanan Nana merasa gugup,tidak di pungkiri dirinya merasa ketakutan sekaligus gelisah.dan otaknya secara otomatis mengingat kejadian tempo hari.


Tidak,tidak sekarang kan sudah berbeda. ayang pasti ga akan marah,berfikir positif Nana.gumam hati Nana.


.


.


Sambil menunggu sekertaris Jaka datang membawa makan siang,ketiga pria tampan itu begitu Asik berbincang riang.


Ari:"Oh iya Aku penasaran,bagaimana kalian bisa-


Kevin:"Aku tahu maksud kamu,Ri."ucapnya cepat mengingat ke mana arah pertanyaan itu.


Kevin menatap Aldy"Jesalkan Al."


Aldy menarik nafasnya kasar"Kenapa harus aku,kamu saja."ujarnya ketus.


Kevin:"Baik-baik adik ipar."menggoda Aldy penuh semangat.


Aldy memutar bola matanya malas.


Kevin kembali menatap sahabanya yang terlihat menunggu tidak sabar.


Kevin:"Waktu itu aku dan Aldy baru pulang dari cafe,dan di perjalanan kami melihat ada dua wanita cantik tengah berdiri di pinggiran jalan.mereka benar-benar cantik ya ga Al"menatap Aldy dengan senyum kudanya."dan setelah itu kita baru sadar kalau mereka kembar."


Ari menatap bingung"So.?"


Kevin:"Akhirnya aku dan Aldy menolong mereka,ternyata mobil yang di bawa keduanya kehabisan bensin.dari situ kami menjadi dekat hingga merencanakan untuk menikah."


Kevin:"Haha iya,karna Aku yang mendapatkan Kakak dari pacarnya Aldy."ucapnya semangat.


Aldy:"Diam kau."sahutnya kesal jika mengingat sahabatnya kelak akan menjadi kakak iparnya,yang membuat Aldy sedikit risih adalah.Kevin tidak pantas menjadi kakaknya iparnya,pasalnya sikap dan kelakuan Kevin lah paktor utama.


Tapi Karna rasa cintanya kepada adik dari pacar Kevin,membuat Aldy menerima kenyataan pahit itu.


Ari seketika tertawa renyah mendengar cerita yang sudah lama ingin ia dengar.


.


.


Bagus:"Sudah sampai,Nona."ucapnya pelan.


Nana:"Kalian tunggu di sini,saya akan masuk."pintanya yang langsung di jawab anggukan dari Yuni dan Bagus.


Bagus bergegas ke luar untuk membukakan pintu belakang mobil"Silahkan Nona."


Nana tersenyum ramah ke arah Bagus tapi sayang pria itu kembali menundukan kepalanya sopan.


"Terimakasih"ucap Nana dan perlahan keluar dari dalam mobil.


Beberapa pegawai seketika membungkuk hormat ketika Istri dari tuan Ari melewati mereka..


"Selamat datang Nona."itulah yang selalu Nana dengar di setiap langkahnya.


Nana hanya membalas dengan anggukan kepala di sertai senyuman ramah.


Setelah melewati loby,Nana meminta kepada security untuk mengantakan dirinya ke lantai di mana sang suami berada.ia bukan tidak berani masuk kedalam Lift sendirian,hanya saja sekarang di dalam rahimnya terdapat buah hati yang harus ia jaga.jadi Nana tidak mau membuat masalah.


Berkat bantuan security,akhirnya Nana sampai di lantai sepuluh tempat kerja sang suami.


Di lantai itu semua orang selalu membungkuk ketika melihat dirinya,sebenarnya Nana merasa risih.tapi wanita cantik itu tidak bisa berbuat apa-apa,selain membalas dengan senyuman.


Sebelum masuk ke dalam ruangan kerja sang suami,Nana terlebih dahulu menghampiri meja berukuran cukup besar.


Orang yang menghuni meja besar itu,perlahan berdiri dari duduk malasnya ketika wanita yang di yakini nyonya Atmaja mendekati dirinya.


"Selamat datang Nyonya."ucapnya sopan.


Nana:"Apa tuan Ari ada dalam.?"


"Tuan tengah bersama tuan Aldy dan tuan Kevin,Nyonya."ucap wanita yang menjaga meja resepsionis.


Nana diam sejenak raut wajahnya begitu kebingung,perlahan matanya menatap tangan kananya yang tengah menenteng sebuah kotak makan siang.

__ADS_1


Bagaimana ini apa dia akan marah seperti waktu itu,tapi aku sudah di sini.sekarang keadaanya sudah berbeda bukan,Aldy dan kevin sebentar lagi akan menikah.ya benar,dia pasti tidak akan marah.bilang saja ini keinginan babay nya maaf ya sayang mommy jadi bawa-bawa kamu.pikir hati Nana.


"Anda ingin masuk nyonya."ucapnya gugup melihat istri dari atasanya itu hanya diam.


Nana seketika sadar dari lamunannya"Ya saya akan masuk."


"Baik nyonya."


Nana:"Maaf apa Sekertaris Jaka ada.?"menatap sekeliling.


"Sekertaris Jaka ada di ruangannya,mau saya panggilkan.?"


Nana:"Tidak perlu ."tolaknya dengan cepat.


Wanita itu mengangguk"Baik nyonya."


Perlahan Nana melangkah menghampiri pintu kerja sang suami,perasaan hatinya lebih mendominasi rasa takut.


.


.


Aldy:"Sudah cukup membicarakan hubungan aku dan Kevin,sekarang katakan.bagaiman rasanya mempunyai istri yang tengah hamil."ucapnya tiba-tiba.


Ari seketika menarik nafasnya pelan ketika mendengar pertanyaan dari Aldy.


Kevin melirik Aldy bingung.


Kevin:"Apa kau lelah Ri.?"pertanyaan itu langsung di jawab angggukan kepala dari Ari.


Aldy:"Ya,memang seperti itu wanita hamil. tingkahnya pasti aneh dan banyak maunya."ujarnya lemas.


Ari mengerutkan dahinya."Kau tau.?"


Aldy:"Aku tidak bodoh,semua wanita hamil pasti seperti itu,apa ucapan ku salah."menatap penuh selidik.


Aldy tersenyum penuh Arti."Coba kamu ceritakan,seperti apa rasanya menghadapi istri yang sedang hamil.?"


Ari diam sejenak,otaknya seperti tengah berpikir.


Akan aku kerjai mereka.usul hati Ari.


Sebelum menjawab,Ari menarik nafasnya kasar dan merubah wajahnya sendu.


Ari:"Aku benar-benar lelah menghadapi sikapnya,kalian tahu."menatap dengan tatapan kosong"Dia benar-benar membuat aku seperti robot.setiap keinginannya harus di turuti,dan dia tidak pernah berhenti mengunyah.ketika tengah malam dia pasti bangun karena lapar,bukan hanya itu bajuku saja dia pakai.dan yang lebih parah lagi, mobilku kotor dengan remah makanan.dan yang terakhir dia makan mie di dalam mobil,coba kalian banyangkan"keluhannya itu membuat kedua temanya diam dengan wajah tanpa ekspresi seolah tidak percaya.


Kevin:"Separah itu."masih diam mematung.


Ari yang tengah menutup matanya mengangguk.


Sekilas Kevin menatap Aldy."Al,aku tidak sanggup kalau harus seperti itu."


Aldy:"Kakak ipar kamu harus kuat."menggoda Kevin penuh semangat,padahal lain di dalam hatinya Aldy merasa ketakutan.apa nanti ia akan merasakan apa yang di rasakan Ari.


Kena kalian,padahal itu sama sekali tidak menyeramkan.tapi malah sebaliknya.


.


.


Nana merasa tubuhnya bergetar hebat,ketika mendengar hampir semua keluh han yang di lontarkan suaminya.


Di depan pintu kerja sang suami Nana hanya diam,kakinya seperti sulit untuk di gerakan. rasa sakit seketika menjalar memenuhi hati dan pikirannya.


Nana:"Ternyata selama aku hamil aku sudah menyusahkan dirinya,aku benar-benar tidak tahu diri.kenapa aku tidak sadar."gumamnya pelan,linangan Ari mata begitu deras membasahi pipinya.


Perlahan Nana menutup pintu berlapis kaca itu,dengan lemas dia berjalan.


Sekertaris Jaka yang baru saja keluar dari ruangannya merasa terkejut,melihat Nona mudanya berada di kantor Atmaja.


Setengah berlari Jaka menghampiri istri dari tuannya.


Jaka:"Nona anda di sini.?"bertanya seraya membungkukkan tubuhnya.


Alih-alih menjawab pertanyaan sekertaris Jaka,Nana malah berlari kecil dengan mendekap kotak makan siang yang setia ada di tangannya.


Jaka mengerutkan keningnya"Nona muda, tunggu Nona."sektika Jaka berlari,tapi sayang Nana sudah masuk ke dalam Lift.


Apa yang terjadi dengan Nona.bingung hati Jaka.


Tak ingin membuang waktu,Jaka berlari ke arah ruang kerja tuan Ari.


.


.


Ari yang tengah berekting sedih untuk mengerjai kedua temannya,dengan cepat menatap Sekertaris Jaka.


Ari:"Tidak bisakah kamu mengetuk pintu dulu, dan kenapa dengan nafasmu itu seperti habis di kejar-kejar hantu saja,dan mana makan siangnya.?"semua pertanyaan itu hanya di jawab gelengan kepala dari Jaka.


Jaka:"Tadi saya melihat Nona muda tuan,dan ketika saya mendekat.Nona malah pergi dan sepertinya nona juga menangis Tuan."


Mendengar ucapan dari Jaka,membuat Ari membulatkan kedua matanya."Dia,d-di sini."


Jaka:"Nona sudah keluar tuan muda."


Aldy:"Ri jangan-jangan istrimu."


.

__ADS_1


.


Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.


__ADS_2