ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
Ari Yang Meminta


__ADS_3

Flashback....


Ketika Nana sedang asik memakan bubur yang ada dihadapannya, Ari terus saja sibuk dengan Hp canggihnya.


Bukan Tanpa alasan Ari melakukan itu,tapi dia sedang melihat-lihat konten dewasa di hp nya. dan itu adalah pengalaman pertama baginya.


Nana tidak mengetahui apa yang suami nya lakukan dengan Hp canggihnya,karena Ari Menonton konten dewasa itu tanpa Suara yang terdengar.


Apa benar seperti ini cara orang dewasa bercinta,apa senikmat itu.di lihat dari ekspresi mereka,seperti nya menyenangkan.ucap hati ari dengan sesekali melirik istrinya yang sedang memakan buburnya dengan lahap.


Ari terus saja melihat konten dewasa yang menurutnya begitu bermanfaat untuknya.


Akan aku lakukan seperti apa yang ada di video ini,kalau pun dia menolak.akan aku paksa dia,sampai dia mau melakukanya.ucap hati Ari.


Setelah melihat konten dewasa itu,Ari menjadi lebih agresif kepada istrinya.dan di dalam pikirannya, Ari harus melakukan hubungan suami istri dan mempraktekan nya dengan Nana.yang tidak mengetahui keinginan suaminya itu.


Flashback of.....


Mendengan bisikan itu,Nana seketika mendorong Tubuh Ari dengan kencang nya dan itu berhasil.Dekapan yang di berikan suaminya itu kini sudah berakhir.


Ari yang mendapatkan dorongan dari istri mungilnya itu hanya tersenyum kecut,karena Nana secara tidak langsung sudah menolak keinginannya.


"Kenapa Hoon,apa kamu menolak ajakan ku?" Tanya Ari dengan seringai di wajah tampannya.


"T-tuan Ari,olahraga seperti A-apa yang tuan maksud.dan tuan memanggil Nama saya dengan sebutan Hoon?" balik tanya nana penasaran.


Nana bukannya tidak mengerti dengan apa yang suaminya maksud,tapi Nana hanya ingin memastikan kalau suami nya sedang mempermainkan nya lagi.


"Olahraga di atas ranjang Hoon, dan sekarang.aku akan memanggil mu dengan sebutan Hoon, singkatan dari kata Honey."


Mendengar apa yang suaminya ucapkan,Nana seketika membulatkan mata sipitnya untuk kesekian kali.


Dia bilang olahraga di atas ranjang,dan tadi dia memanggilku dengan sebutan Hoon. ya tuhan,apa yang sedang terjadi dengan tuan Ari.kenapa dia jadi berubah begini.


Tanya hati nana dengan raut wajah yang nampak ketakutan.


"Tuan,anda pasti sedang mempermainkan saya kan?"


Ari menggelengkan kepala."No Honey."


Nana melihat suaminya pada pagi hari ini lain dari pada biasanya,tidak ada tuan Ari yang selalu menampakan kekejaman di setiap hari nya.tapi yang nana lihat suaminya begitu agresif,bahkan Ari berkata dengan lembutnya yang mana membuat nana merinding ketakutan.


Perlahan-lahan Nana memundurkan langkahnya, dengan kepala yang menggeleng tanda dia menolak ajakan suaminya itu.


Ari yeng melihat pergerakan istrinya dan gelengan kepala yang di tunjukan kepadanya, hanya bisa menyeringai.karna menurut Ari, sekuat apapun istrinya itu menolak.itu tidak akan berarti apa-apa,karena pagi hari ini Nana akan menjadi miliknya.


"Mau kemana, honey? Godanya dengan langkah yang di buat pelan untuk mengejar istrinya.


"Tuan Ari,saya mohon jangan seperti ini. saya benar-benar belum siap,dan ini masih pagi tuan.!"Jawab nana dengan langkah mundurnya yang semakin cepat.


"Tapi aku sudah siap,dan kamu juga harus siap."singkatnya.


Di lantai satu rumah itu begitu menyeramkan pikir Nana,karena dia seperti seorang perempuan yang terjebak dengan seorang laki-laki yang sengaja menculiknya untuk melecehkan dirinya.


Ya Tuhan tolong aku dari Tuan Ari,aku benar-benar belum siap. Doa hati Nana.


Mereka benar-benar seperti anak kecil yang sedang bermain siapa yang pertama tertangkap,dialah yang akan mendapat hukuman.

__ADS_1


"Kemari honey, aku benar-benar sudah tidak bisa menahannya! juniorku bahkan sudah sesak di dalam celana ku!" ucap Ari dengan pandangan mata yang mengarah ke bagian tengah tubuh tingginya itu.


Nana yang mendengar ucapan suaminya itu lagi-lagi menggelengkan kepala, raut wajahnya menampakan ketakutan yang berlipat ganda.


"J-junior." Tanyanya gugup.


Ari mengangguk. "Yes, Honey, junior ku ini sudah tidak bisa menahannya lagi. "jawab ari dengan tangan yang mengusap-usap bagian luar celana mahalnya itu penuh kebahagiaan. Dirinya seperti orang mabuk dan sinting.


Nana benar-benar bingung harus berbuat apa, karena di dalam rumah itu hanya ada mereka berdua.tidak ada siapa-siapa lagi yang bisa menolong nya,dan itu otomatis dia harus melawan keinginan suaminya itu sendiri.


Ayo berfikir Nana,gunakan otakmu ini.tuan Ari benar-benar sudah di kuasai oleh nafsunya. dan kamu seperti seekor ayam yang ada di kandang buaya,ya tuhan aku benar-benar takut.apa yang harus aku lakukan,aku tau aku ini istrinya.tapi aku belum siap menyerahkan kehormatan ku kepada tuan Ari,karena aku takut tuan Ari akan meninggalkan ku begitu saja setelah mendapatkan keinginannya itu,bantu aku.


Doa yang dia panjatkan dalam hatinya berhenti begitu saja,karena pergerakan nya terhenti dengan sendirinya.


Nana pun membalikan Tubuhnya,dan melihat ada sebuah pintu yang tadi dia masuk kedalam rumah mereka.


Tanpa berfikir panjang lagi,Nana pun langsung membuka pintu itu berniat untuk keluar dari dalam rumah itu.


Tapi sayang seribu sayang,Suaminya itu berkerak cepat dan menghentikan aksinya Kaburnya.


"Mau kemana hah? kamu tidak bisa pergi. karena aku tidak akan mengizinkannya."ucap ari dengan suara lembut.


"T-tuan, saya mohon jangan lakukan itu. Saya belum si-


Kalimatnya menggantung, pasalnya Ari dengan sigap menutup bibir istrinya dengan bibirnya yang lagi-lagi memabukkan.


"Uummm! Tuan." ucap Nana di sela ciuman panas mereka.


Ari tidak memperdulikan penolakan istrinya itu, karena pikirannya sudah di kuasai oleh nafsu lelakinya yang memburu.


Ya tuhan, apa yang harus aku lakukan? apa aku harus menyerahkan kehormatan ku hari ini kepada tuan Ari.bagaimana pun dia suami ku, tapi bagaimana kalau nanti dia akan meninggalkan ku begitu saja.ucap hati nana di sela ciuman panas mereka.


Ari begitu rakus mencium bibir istrinya, bahkan ari seolah sedang mengunyah bibir mungil nana yang sekarang sudah nampak memerah,dan basah di area bibinya.karna ari tidak memberi jeda, malah dia semakin menggila saja.


Di tengah ciuman panas itu,Ari mengangkat tubuh Nana ala-ala pengantin yang membawa istrinya untuk melakukan malam pertama. bahkan tautan di antara mereka tidak berhenti.


Ari berjalan menyusuri tingginya anak tangga dengan menggendong Nana, dan ciuman yang masih berlangsung menggila.


Ditengah langkah kakinya menyusuri anak tangga yang akan membawa mereka ke lantai atas,tepatnya kamar utama yang sudah di pastikan tempat tidur mereka.


Nana tiba-tiba menyudahi ciuman panas itu, karena nana merasa nafasnya sudah menipis. dan harus menarik kembali oksigen kedalam paru-parunya.


Seketika itu pun Ari mengentikan langkahnya, dan memandang istrinya yang telah menyudahi tautan di antara mereka.


"Ada apa? kenapa di lepas?" tanya Ari dengan raut wajah yang sudah memerah menahan nafsu lelakinya.


"T-tuan Ari, turunkan saya. Saya bisa jalan sendiri!"


"No! " Menolak sebegitu singkat.


Dan tanpa membuang waktu lama, ari kembali mendaratkan ciuman panas itu dengan langkah kakinya yang lagi-lagi menyusuri anak tangga yang berwarna putih bersih itu.


Nana terus saja memberi perlawanan,tapi apa daya.kekuatanya kalah telak dengan nafsu Suaminya yang sudah di atas ubun-ubun, bahkan doa yang dia panjatkan kepada tuhan tidak ada yang di dengar oleh nya.


Pasrah! ya, hanya itu yang Nana bisa lakukan saat ini. memang ari tidak mengancam nya dengan berbagai kata-kata yang kasar,atau pisau yang ari bawa di balik baju nya untuk mengancam dirinya agar mau menyerahkan kehormatannya itu.tapi hatinya seolah berkata terima dan diam,karena dia adalah suami mu.itu yang ada di dalam hati,dan pikirannya.


Nana bukannya tidak menikmati ciuman panas itu,hanya saja dia masih merasa bingung dengan perubahan sikap Suaminya yang berubah secara tiba-tiba.

__ADS_1


Tak terasa perjalanan panjang itu kini sudah berakhir,dan Ari dengan pelan membuka pintu kamar mereka yang nampak luas dan berkelas.


Cepokkkk Cepokkk.


Suara itu begitu menggema di dalam kamar yang berwarna Abu-abu tua. Kamar utama tepatnya mereka saat ini.


Di samping ranjang, Ari masih mengendong nana.bahkan ciuman itu masih berlangsung, ari seolah enggan untuk menyudahinya.karna menurutnya itu begitu nikmat,dan memabukkan.


Setelah dirasa sudah cukup puas,Ari pun meletakan tubuh Nana di atas ranjang empuk yang berhias seprai berwarna putih polos tanpa corak warna di seprai itu.


Nana diam sejenak dengan sisi punggung tangan kanannya yang mengusap bibir basahnya.


"Pagi ini, kamu adalah milikku. Dan lihatlah bagaimana aku melakukannya." Bisik Ari dengan senyum menakutkan.


Nana menelan ludahnya begitu cepat. Karena suaminya nampak agresif dan menakutkan.


Tanpa membuang waktu lama, Ari dengan tidak Malunya mulai menanggalkan pakaiannya satu persatu.


Nana yang melihat apa yang suaminya lakukan benar-benar tidak bisa berfikir jernih, yang ada hanya ketakutan yang besar. karena ini akan menjadi pengalaman pertamanya.


Ya tuhan, baiklah. Aku tidak akan melawan,aku akan memberikan apa yang suamiku kubinginkan.aku harus terima,dan ihklas.ya, betul Nana.kamu harus memberikan kehormatan mu kepada suamimu.ucap hati Nana.


Ada rasa aneh di hatinya saat ini,Nana tidak merasa takut lagi karena fikirnya.Ari adalah suaminya,terlepas dari apa alasan dia menjadi istri dari laki-laki tampan yang saat ini sedang menanggalkan baju mahalnya itu. Nana akan menyerahkan kehormatan yang selama ini dia jaga.


Dengan malu-malu,Nana pun mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk karena malu melihat suaminya yang sedang membuka baju nya.


"Tuan Ari, saya akan memberikan Apa yang tuan inginkan." ucap Nana malu.


Ari yang sedang sibuk dengan pakaiannya seketika terdiam dari aktifitasnya,dan memandang senang istri yang ada di hadapannya.


"Terimakasih hoon, aku akan melakukannya dengan perlahan."


Nana hanya mengangguk malu mendengar kata-kata manis dari suaminya.


Dengan sekali tarikan, Ari menanggalkan pakaian.


Posisinya Ari berdiri sudah menanggalkan pakaiannya. Dan saat ini tubuh indahnya sudah tidak tertutup sehelai benang.


Nana seketika membulatkan kedua mata tidak percaya, bahkan untuk menelan air liur saja ia tidak bisa. karena untuk pertama kali Nana melihat tubuh indah yang bahkan tanpa goresan di sana.


Tapi ketika sedang asik melihat pemandangan yang ada di hadapan matanya, Nana tidak sengaja melihat benda Asing yang sudah terbentuk dengan sempurna. bahkan terlihat luar biasa.


Dengan polosnya Nana bertanya. "I-itu!"


Tangannya menunjuk bentuk yang di maksud.


Ari tersenyum penuh arti. "Katakan Halo. Hoon, Namanya junior! "


Nana diam mematung melihat bentuk suaminya yang menakutkan.


Apa aku tidak salah lihat,Kenapa bisa sepanjangg dan sebesarr itu. Aku pasti akan terluka! oh tidak.


"Kamu siap?" Ari siap meluncur dengan keadaan tubuh tak berkain.


"Juniornya sangat menakutkan, saya pasti akan mati!" jawab Nana tidak sadar, matanya bahkan berkaca-kaca.


SELAMAT MEMBACA.😆

__ADS_1


__ADS_2