ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
RUSUH


__ADS_3

"Selamat ya,Nona Nana."Ucap Jenia seraya mengulurkan tangannya ke arah Nana.


"Terimakasih,Nona Jenia,"Jawab Nana sambil menjabat Tangan jenia.


"Maaf,saya tidak membawa apa-apa.tadi Ja-


"Tidak apa-apa,ini juga hanya acara sederhana,tidak usah repot-repot."Sahut Nana cepat.


Jenia membalas dengan senyum canggung, dalam diam ia merasa malu datang ke acara 7bulanan Nana,tapi ketika ia di undang dirinya tidak bisa menolak.


Mungkin kita bertanya-tanya,kenapa Jenia bisa di undang.padahal beberapa bulan lalu gadis cantik itu sudah membuat kekacawan di dalam hidup Nana dan Ari,bahkan berimbas pada rumah tangga mereka yang baru seumur jagung.


Sebenarnya Jenia Areba gadis yang baik,dia hanya salah mengartikan rasa cintanya kepada Ari.sampai menghalalkan segala cara untuk mendapatkan pangerannya.


Tapi semenjak kesuciannya di renggut oleh Marco,dia menjadi pribadi yang baik.di tambah lagi ada satu kejadian yang membuat dirinya perpikir untuk mengikuti takdir yang tuhan gariskan,dan melupan rasa cintanya kepada Ari.


Dan mengenai Kebejatan Marco,Jenia belum mau membicarakan permasalahan itu kepada siapapun.bahkan semua keluarga tidak tahu kalau Marco Abraham yang sudah merenggut kehormatannya,karna semenjak kejadian mengerikan itu,dirinya tidak hamil.entahlah, mungkin itu suatu keajaiban dari tuhan,karna kalau dia sampai mengandung mungkin ia tak akan ada di posisinya saat ini.


Bagaimana,apa Ari dan Nana memaafkan Jenia.jawabannya adalah iya,kedunya sudah tidak mau melihat kebelakang,kalau mereka tidak memberi maaf,Jenia pasti tidak akan datang ke acara itu bukan.


Sebenarnya Ari tidak ingin memberi maaf atas kelakuan Jenia,tapi lagi-lagi Nana sang istri Meminta dirinya untuk tidak memperlakukan Jenia buruk,karna ada satu hal yang mengharuskan Ari mengikuti ucapan Nana.


Masa lalu biarlah menjadi kenangan jangan di ungkit lagi,apalagi sekarang Jenia sudah berubah pikiran Nana.


"Mari,Nona Jenia."Ajak Nana.


Jenia mengangguk dan mengikuti langkah Nana menuju keluarga lainnya.


"Kemana mereka,kenapa dia tidak memperdulikanku."gumam Jenia kesal,dan mata cantik itu terus menjelajahi area mansion yang sudah di sulap bak acara mewah.


"Jenia."Sapa mommy Kei.


Seketika Jenia membuang pandangannya yang sedari tadi menatap asal"Tante Kei."Sahutnya gugup.


.


.


Lusi menarik Jaka berjalan cepat kebelakang Mansion,yang mana membuat Jaka tidak bisa menolak.


"Sayang,kenapa kita ke sini.?di depan semua keluarga sedang berkumpul."Tanya Jaka dengan suara lembutnya.


"Aku tidak akan membiarkan Jenia menggangu kita."Sahut Lusi ketus.


Jaka hanya tersenyum geli melihat tingkah calon istrinya.


"Kamu cemburu.?"pertanyaan Jaka membuat Lusi berhenti dan berbalik,manik matanya menatap Jaka intes.


"Bagaimana aku tidak cemburu,kalau dia akan men-


"Suutt jangan katakan itu lagi,bukannya kamu sudah setuju.?"Sergah Jaka seraya menutup mulut mungil Lusi.


Lusi menyingkirkan tangan Jaka yang ada di mulutnya"Aku tahu,tapi aku tidak suka dia datang kesini."Ucapnya ketus dan bibir yang di tekuk.


Jaka bukannya ketakutan melihat Lusi merengek,ia malah menarik cepat tubuh sang kekasih"Dengar,yang mengundang dia datang bukan aku tapi Nona Nana,ingat ini kan acaranya."tuturnya.

__ADS_1


Lusi menjawab dengan anggukan"Kamu hanya milik ku."ucapnya penuh semangat.


"Aku tahu."jawab Jaka seraya mencium puncak kepala Lusi.


Keduanya berpelukan mesra di belakang Mansion,atau lebih tepatnya di dekat taman yang sangat indah.


Apa aku bisa melewati ini semua.?tanya batin Jaka.


.


.


"Ya tuhan,ayang,masih belum bangun juga.di bawah keluarga sudah datang."Ucap Nana tidak percaya,karna jam menunjukan pukul satu siang dan Ari masih terlentang di atas ranjang.


Mendengar suara nyaring Nana membuat Ari mengerjabkan kedua matanya"Honey."suaranya seperti robot yang belum di isi batre.


"Ayo cepat bangun,ini sudah siang."pinta Nana yang sedang berdiri di depan lemari pakayan.


Ari mendesah kesal,pasalnya ia sudah melupakan acara penting"Aku bangun."


Nana berjalan kearah ranjang setelah mendapatkan baju untuk di kenakan sang suami.


"Ayo cepat bangun."Ulang Nana kesal,pasalnya Ari hanya duduk di atas ranjang alih-alih masuk kekamar mandi.


"Iya,ini udah bangun."Jawab Ari yang masih di kuasai rasa kantuk.


Nana menghela nafasnya kasar melihat suaminya yang masih duduk."Ayang, bangun..!"Suara nyaring itu membuat Ari lari tunggang-langgang kearah kamar mandi.


Nana seketika tertawa renyah melihat tingkah suaminya"Cepat ya mandinya."pintanya sambil duduk di pinggir ranjang.


"Cerewet."jawab Ari yang sudah masuk kedalam kamar mandi.


Di tengah kesendiriannya,Nana kembali mengelus perut buncitnya"Sayang,dua bulan lagi kamu datang kedunia ini.besok kita belanja ya."ucapnya senang,pasalnya besok adalah hari yang paling di tunggu.kerena Ari sang suami akan membawa dirinya berbelanja kebutuhan si calon baby.


.


.


Acara 7bulanan pun tiba,dan sekarang semua keluarga sudah berkumpul.acara itu terasa ramai dengan hadirnya semua orang tersayang,keluarga dari dua belah pihak semua datang.hanya keluarga Nana saja yang tidak ada tapi itu tidak mengurangi kemeriahan acara.


Bukan hanya keluarga besar dari tuan Surya dan mommy Kei,sahabat Ari juga datang. siapa lagi kalau buka Aldy dan Kevin, keduanya datang bersama calon istri mereka yang sama-sama cantik.


Tapi kecantikan semunya tak ada yang bisa mengalahkan si empunya acara.siapa lagi kalau bukan Nona muda Nana Atmaja,yang saat ini tengah berdiri bersama sang suami, yang terlihat gagah dengan stelan jas senada dengan gaun yang di kenakan Nana.


Keduanya berdiri untuk menyampaikan sepatah kata,kepada semua tamu yang datang.


Diam-diam Jenia menatap kedua pasutri itu kagum,samar ia tersenyum melihat keserasian antara Ari dan Nana.


Aku ingin seperti mereka,yang bisa hidup tanpa adanya.suara hati Jenia terusik,karna Lusi yang duduk di samping Jaka menatap dirinya intes.


"Jaga matamu.!"ucap Lusi ketus.


"Apa sih Lusi,ga jelas banget."Sahut Jenia tak kalah ketus.


"Matamu itu jangan mentap kakak Ari."sangka Lusi seraya menatap Jaka.

__ADS_1


Jenia juga menatap Jaka yang saat ini duduk di antara dirinya dan Lusi.


"Tidak,aku tidak menatap Ari.Lusi,jangan mengada-ada iya."tutur Jenia kesal.


Lusi:"Alah bohong,aku-


"Diam,apa kalian tidak bisa diam."Pinta Jaka kepada Lusi dan Jenia,suaranya terdengar pelan tapi penuh penekanan.


Melihat Jaka marah membuat Lusi dan Jenia mengangguk patuh,tapi tatapan mata keduanya terus mengirim pesan ketidak sukaan.


"Awas kau."ucap Lusi tanpa mengeluarkan suara kearah Jenia


"Aku tidak takut."sahut Jenia yang juga tidak mengeluarkan suara.


Jaka mendesah kesal melihat keduanya masih saja beradu mulut.


Ya tuhan tolong.batin Jaka seraya menatap kearah Ari dan Nana,ia tidak mau memisahkan ketegangan antara Lusi dan Jenia.dirinya memilih mengabaikan kedua wanita cantik itu.


.


.


Semua keluarga terus memperhatikan pasutri yang tengah berdiri di atas panggung kecil."Mereka sangat serasi."Itulah yang mereka katakan.


"Selamat sore semuanya."Sapa Ari dan Nana kompak.


"Sore"Sahut semunya tak terkecuali Lusi dan Jenia yang masih bersitegang.


"Terimakasih karena semuanya sudah mau datang keacara 7bulanan kehamilan istri Ari, kami berdua merasa senang karena sebentar lagi jagoan kecil akan hadir di Tengah-tengah keluarga Atmaja."tutur Ari penuh semangat, bahkan senyuman ramah terlihat jelas di wajah tampannya.


"Nana mau meminta doa dari semuanya,agar nanti ketika persalinan semua di lancarkan."tambahnya gugup,pasalnya ini pertama kalinya ia berbicara di depan banyak orang.


Dan di tengah pidato itu,semua keluarga menatap karah belakang atau lebih tepatnya tempat duduk Lusi Jaka dan Jenia,karna saat ini kedua wanita itu tengah bersitegang.Ari dan Nana sampai menghentikan pidato.


"Tolong berhenti."pinta Jaka yang ada di antara keduanya.


Tapi Lusi dan Jenia tidak memperdulikan Jaka,mereka terus mengeluarkan kata-kata seperti."Jaka milik ku."ucap Lusi sambil menarik tangan kanan Jaka.


Jenia tidak mau kalah,dia juga menarik tangan kiri Jaka"Dia Milik ku."sahut Jenia.


Menjadi bahan rebutan,Jaka hanya bisa menghela nafas dan tersenyum canggung kesemua keluarga Atmaja.


"Aku mohon berhenti."ulang Jaka yang masih saja tidak di dengar Lusi dan Jenia.


Semuanya tidak ada yang memisahkan,yang mereka lakukan hanya tertawa seperti melihat pertunjukan.apalagi wajah tampan Jaka yang sudah kesal dan menahan rasa malu,karena ulah Lusi dan Jenia acara 7bulanan majikannya sejenak di hentikan.


"Mereka kenapa tidak bisa akur."gumam Ari yang masih berdiri di atas panggung di temani Nana.


"Apa Sekertaris Jaka akan baik-baik saja.?"tanya Nana seraya menatap persaingan sengit antara Lusi dan Jenia.


Ari hanya mengangkat kedua bahunya."Aku tidak tahu."


.


(2)S2

__ADS_1


.


Note:"Eps ini gambaran S3.


__ADS_2