ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
MENEMUKAN MU


__ADS_3

Dengan penuh semangat,Ari menjalankan mobilnya keluar dari mansion dengan cepat. di susul mobil Aldy,kevin dan sekertaris jaka.


Hujan Semakin lebat saja,bahkan angin tak kunjung pergi membuat Aldy dan kevin membawa mobil mereka secara pelan.hanya Sekertaris jaka yang terus membawa mobilnya dengan cepat,dia takut tuan mudanya mendapatkan masalah.


Mata tajamnya melihat jalan lebar dengan penuh konsentrasi,karena air hujan membuat kaca depan mobilnya mengganggu konsentrasinya.


Tapi itu tidak menjadi masalah,karena tekadnya membuat Ari bersemangat setelah mengetahui lokasi istrinya.


Ari:"Tunggu aku,honey."lirihnya panik dengan tetap berkonsentrasi melihat jalan.


.


.


Setelah mengisi perutnya,gadis malang itu kini tertidur di atas kursi kayu dengan posisi meringkuk kedinginan.isakan sisa tangisannya masih terdengar.


Nana menangis setelah dia memakan roti tanpa selai itu,dia merasa hidupnya begitu menyedihkan.kedatangannya ke kota suaminya membuat dia memingat siapa dia, dan sekarang dia bagaikan gelandangan di pinggiran kota besar A.dan nana mengingat hinaan seorang pelayan butik tempo hari,yang mengatakan dirinya hanya seorang gembel.


Nana menangis sampai dia memutuskan untuk berbaring di atas kursi kayu yang agak basah itu,dan tanpa sadar dia menutup matanya dengan pelan.dia merasa lelah dengan nasib hidupnya.


Angin kencang yang membawa tetesan hujan menyapu tubuh mungkilnya,tapi nana sudah tidak perduli lagi.bahkan dengan bajunya yang sudah mulai basah pun nana tidak perduli,dia hanya menutup mata dan berharap malam yang berhias hujan dan angin,bisa cepat berlalu.


.


.


Seketaris jaka berada tepat di belakang mobil tuannya,kecepatan mobil Ari tidak membuat jaka takut.dia terus mengekor di belakang.


Jaka:"Ya tuhan,lindungi nona muda."doanya, wajahnyanya sama khwatirnya.


Aldy dan kevin menyusul di belakang mobil Sekertaris jaka.


Ari terus menambah kecepatan mobilnya, lokasi istrinya dan juga mobilnya tidak terlalu jauh.dan itu membuat Ari bersemangat.


Ari:"Tunggu honey,Sebentar lagi aku sampai."raut wajahnya sekilas tenang karena dia akan bertemu dengan istri tercintanya.


Tuhan,lindungi istriku.jaga dia sampai aku datang.gumam hati Ari.


Mata belonya menatap hpnya dan juga jalan yang basah karena guyuran hujan deras.


.


.


Malam semakin larut,dan hujan masih enggan untuk berhenti.jalannan yang basah hanya sesekali di lewati kendaraan beroda empat, kendaraan bermotor sedari tadi tidak ada yang berani melintas.mungkin sang penegendaran lebih memilih berteduh ketimbang harus menerjang derasnya hujan.


Dan itu membuat orang-orang tidak melihat gadis malang,yang tengah tertidur di depan sebuah toko kecil.


Dari arah lain,langkah kaki seseorang mendekati toko kecil itu.matanya terus menatap dengan lekat.


Langkah cepatnya kini menjadi lambat setelah sampai di depan toko,yang nana sendiri tengah tertidur di atas kursi di depan toko.


Nana tidak menyadari ada seseorang yang tengah berdiri di depannya,hujan deras mambuat langkah kaki orang itu tidak terdengar.


"Wah,dia cantik sekali.tubuhnya begitu kecil, apa dia gelandangan?tapi kalau dia gelandangan,kenapa kulitnya putih dan tidak kotor.Emmm tapi bajunya begitu lusuh,apa yang bisa aku ambil.dia sepertinya dia tidak membawa barang berharga."gumamnya dengan sesekali menatap nana dan ke adaan sekitar.


Jadi orang yang tengah berdiri di depan nana, adalah seorang pria dewasa sepertinya dia bukan pria baik-baik.


Kedaan hujan dan sepinya jalan membuat pria itu lebih leluasa menjalankan aksi jahatnya.


Dirasa kondisi aman,pria itu semakin mendekatkan tubuhnya dengan nana yang tengah tertidur dengan nyenyak.


Mata pria itu menatap papper bag yang di peluk nana dengan erat, pria itu berpikir di dalam papper bag itu ada barang berharga yang di bawa calon korbannya.


Dia kembali memastikan keadaan sekitar,dan ketika kondisi kembali di rasa aman.dengan cepat tangannya berniat untuk menarik papper bag itu.tapi niatnya dia urungkan, karena matanya seketika melihat sesuatu yang berkilau di balik baju nana,tepatnya di leher calon korbannya.


Apa itu?apa gadis ini memakai kalung mahal, ya dia pasti memakain kalung yang mahal. pasalnya kilauwannya sampai mendubus bajunya."pikir dan gumam pria itu.


Nana perlahan terbangun dari tidurnya,dia merasa ada seseorang yang berbicara tapi samar di dengar.


Ketika matanya membuka dengan sepenuhnya,dia begitu terkejut dengan adanya seorang pria bertubuh agak berisi di depannya.seketika nana berniat untuk berdiri tapi pria jahat itu tidak membiarkan itu terjadi.

__ADS_1


"Diam,jangan bergerak.atau kamu akan kehilangan nyawamu."Ancaman itu berhasil membuat nana diam ketakutan.


Nana panik.dia ingin berteriak meminta tolong,tapi ke adaan di sekitanya begitu sepi. dan mungkin orang akan menyangka nana tengah bersama ayahnya.


Ya tuhan,tolong aku dari orang jahat ini.tuan Ari,aku takut.tanpa sadar hatinya menyebutkan suaminya.


Pria itu merogok saku jaketnya yang terlihat basah,nana meringsuk ketakutan dengan memeluk papper bag dengan erat.


Pria itu mengambil sebilah pis*u berukuran kecil,dan dia mulai mengancam nana.


"Serahkan barang berhargamu nona,kalau tidak.pis*u ini akan melukai dirimu."berbicara dengan pelan dan pis*u yang dia sembunyikan di sisi tubuhnya.


Nana terus menatap pis*u itu ketakutan,rasa takutnya sama seperti ketika Tuan Ari suaminya,membawa pis*u dan memaksa dirinya men**uk dadanya.


Melihat calon korbannya hanya diam, membuat pria itu kesal.dengan cepat dia mengamil papper bag yang tengah nana peluk.


Seketika nana terkejut dengan tarikan papper bag miliknya.


Nana:"Jangan tuan,itu hanya roti dan air minum saya."lirihnya memohon.


Pria jahat itu terus mengobrak-abrik isi papper bag nana,dia membuang wadah plastik berisi lembaran roti dan juga botol plastik ke sembarang arah,membuat nana berniat untuk memungut roti dan air minumnya.tapi pergerakan nana di cegah dengan tajamnya pis*u yang di arahkan kepadanya.


Kini di dalam papper bag itu,menyisakan satu buah dompet kecil,dia mengambilnya dan membuang papper bag nana keluar toko yang.mana membuat nana panik.


Nana:"Jangan di ambil tuan,it-


"Diam,jangan banyak bicara."memberi ancaman.


Nana ingin menangis dan berteriak meminta tolong,tapi lagi-lagi situasi disekitarnya begitu sepi,dan malam semakin larut.


Ya tuhan,tolong aku.tolong.batin nana.


Pria itu memasukan dompet nana dengan cepat,dan seketika dia menarik tubuh mungil nana.


"Serahkan kalungmu,sekarang. cepat."menatap nana dengan tajamnya pis*u.


Mata sipitnya membulat ketika pria di depanya meminta kalungnya.


Nana baru sadar kalau dia ternyata memakai kalung permberian dari suaminya,dia sampai lupa tidak melepasnya ketika pergi dari rumah.


Pria itu sudah tidak bisa sabar,dia menarik kalung nana dengan cepat.


Nana tersadar ketika tangan pria itu menarik kalungnya dengan cepat.


Nana:"Ah ka-kalung ku,tuan jangan di ambil tuan.itu kalung ku."Wajahnya terlihat panik.


Pria jahat itu tidak memperdulikan ucapan korbannya,dia malah tersenyum bahagia ketika tangnnya yang lain berhasil mendapatkan barang berharga.


tak lama dia berlari,tapi nana dengan cepat menarik jaket pria jahat itu.


Nana:"Tuan,kembalikan kalung itu tuan.saya mohon."tanganya masih menarik jaket pria itu.


Melihat jaketnya di tarik,mata pria itu menatap nana marah.dan dengan cepat tangannya yang sedari tadi berhias pis*u,dia ayunkan di udara.dan berhasil melukai pergelangan tangan nana.


Seketika nana melepaskan tarikan jaket pria yang sudah mengambil dompet,dan juga kalungnya.


Nana:"Hiks... hiks... sakit,Auu tanganku sakit."tangan kirinya terluka akibat sayatan yang cukup dalam.


Dengan posisi meringsuk,nana menangis karena rasa sakit di pergelangan tangannya, bahkan tubuhnya yang terkena air hujan menabah penderitaan dirinya.


Gadis malang itu tengah duduk di atas basahnya jalan,dia menagis dengan menatah derasnya darah segar yang keluar dari sayatan di pergelangan tangannya.


Nana:"Hiks... ya tuhan tolong aku,hiks... sakit, sakit.nenek jemput Nana nek,sakit nek.hiks.. hiks.."tangisnya pecah seketika.


.


.


.


Ari terus mencari keberadaan istrinya,dan seketika dia melihat hpnya.signal yang di kirimkan kalung istrinya tidak jauh dari mobilnya.dan signal itu membawanya kesebuah gang kecil pertokoan.

__ADS_1


Tanpa ragu Ari turun dari mobilnya,dan melihat keadaan gang sepi serta gelap .


Ari:"Honey,apa kamu di situ.?"tanyanya penasaran,dan tidak ingin membuang waktu. Ari memutuskan untuk masuk ke dalam gang sepi itu,tak lama Sekertaris jaka sampai dan dia bergegas turun melihat pergerakan tuan mudanya yang masuk kedalam gang sempit.


Hujan tak mengurungkan niat dan tekat Ari, begitupun Sekertaris jaka.


Dengan perlahan Ari melangkah maju dan tak membutuhkan waktu lama,Ari sudah sampai di titik di mana signal yang di kirimkan kalung istrinya.


Dia heran pasalnya tidak ada tanda-tanda istrinya di sana,tapi ketika sibuk mencari. telinganya mendengar seseorang tengah berbicara.


Ari mendekat ke arah suara itu,dia bersembunyi di balik gang kecil lainya.


"Rejeki nomplok ini,gadis malang itu ternyata mempunyai barang seindah ini.lihat kilawaunya,kalau di jual pasti mahal ini."itulah yang ari dengar dan dengan cepat dia menghampiri sang pemilik suaranya itu.


Brukkk.Suara tendangan yang ari berikan mengenai punggung pria itu,karena ari datang dari arah belakang pria itu.


Ari dengan cepat mencekal pergerakan pria itu dengan kakinya,pria itu kesakitan dan berniat untuk berdiri.


"Siapa kau,berng**ek."Ucapnya kesal.


Ari:"Di mana,istriku.?"membetak dengan tekanan yang di berikan kakinya di punggung pria itu.


"Auu,siapa yang kau maksud.?"kenyataannya pria itu belum mengerti dengan perlakuan orang yang tengah menyerangnya.


Ari:"Kalung yang kau ambil itu milik istriku,di mana dia.katakan."Dengan cepat kembali memberi penekana di bawah kakinya.


Sekertarsi jaka datang dan menghentikan tuan mudanya.


Jaka:"Tuan,tenangkan diri anda.lepaskan dia, kalau tidak dia bisa mati."menyentuk pundak tuannya.


Ari:"Diam jaka,dia sudah menyakiti istriku. cepat katakan di mana istriku"tanyanya penuh emosi.


"D-dia,ada di toko depan."jawabnya dengan bersusah payah menahan rasa sakit di punggungnya.


Ari:"Kalau kau melukai istriku,awas kau."ancamnya.


Ari seketika berlari meninggalkan Sekertarisnya yang sekarang mengambil alih, dan dengan keadaan basah jaka menghubungi kantor polisi.


Tak lama Aldy dan kevin sampai di dekat mobil sekrtaris jaka.


Aldy turun terlebih dahulu di susul kevin, derasnya hujan tidak membuat keduanya takut.


Ari yang melihat kedatang kedua sahabanya, perlahan menghentikan larinya.


Ari:"Kalian,bantu sekertarisku."pintanya dan tak lama dia berlari.


Aldy:"Ri,kamu mau ke mana.?"terikan aldy tidak membuat Ari berhenti.


Kevin:"Sudah Al,mungkin dia menemukan istrinya."


Aldy mengangguk dan mereka masuk kedalam gang yang tadi ari keluar dari sana.


.


.


Ari terus berlari di tengah derasnya air hujan, matanya terus menatap toko-toko yang sudah tutup dan keadaan yang begitu sepi.


Ari:"Honeyy,hon.kamu di mana."Dia berteriak-terik di sekitaran toko.


Ketika sedang berlari di tengah guyuran Air hujan,langkah cepatnya seketika berheti. dengan pandangan mata yang mulai berkaca-kaca dadanya seketika merasa sesak.


.


.


.


Noet:" kita istirahatin tangannya dul ok,jangan lupa vote, vote. ok.maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.


Ciee yang di gantung.😆

__ADS_1


__ADS_2