ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
TUJUH BULANAN


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat,dan tak terasa kini sudah musim kemarau di musim ini juga kehamilan Nana menginjak usia 7bulan.


Sudah tiga bulan lamanya perseteruan antara Ari dan Marco masih saja berlangsung,dan yang menjadi permasalahannya adalah. Marco selalu mencari cara untuk bertemu dengan Nana tanpa tau apa maksud dan tujuan.


Tapi selama Marco berusaha selama itu juga rencananya selalu gagal,karna benar apa yang di pikiran Marco kalau Ari akan menjaga ketat sang istri.


Ari sendiri tidak bisa membalas kelakuan Marco,karna Nana selalu melarang.calon ibu itu beralasan kalau itu tidak penting,selama dirinya dan si baby baik-baik saja selama itu juga Ari di larang berurusan dengan Marco.


Bukannya Nana membela Marco,tapi ia tak mau terjadi sesuatu kepada suaminya. mengingat Marco juga sangat ahli dalam bergulat,jadi kemungkinan besar keduanya akan kembali berkelahi seperti waktu itu.


Mendengar ucapan dari istrinya membuat Ari tidak bisa menolak,dan membiarkan masalah yang terjadi tiga bulan lalu hanya akan menjadi kenangan pahit.


Tapi kalau sampai Marci macam-macam lagi, Ari tidak akan segan-segan bertindak.


.


.


Marco sendiri sudah merasa kalah dan berpikir untuk apa dia mengejar seorang yang bukan miliknya,apalagi tanggal pernikahan antara dirinya dan Rara sudah di tentukan, yaitu lima bulan yang akan datang.


Jadi Marco akan melupakan rasa cinta sesaatnya kepada Nana,dan lebih memilih mengenal Rara si calon istri.


Rara sendiri merasa senang setelah tahu upaya Marco untuk mendekati Nana gagal, dan ia juga sudah menerima rencana pernikahan dirinya dan Marco.walaupun di dalam lubuk hatinya belum ada rasa cinta,tapi Rara akan berusaha.mungkin dengan begitu Marco tidak akan mengganggu rumah tangga Ari dan Nana.


Walupun ini sangat berat tapi aku akan Menjalaninya.Ari,Nona Nana semoga kalian selalu bahagia sampai maut memisahkan, semoga aku dan Marco bisa seperti kalian. dengan rasa cinta yang di paksakan mudah-mudahan seiring berjalannya waktu,cinta itu bisa tumbuh.....Rara Reindra......


.


.


Di mansion terlihat ramai dengan banyaknya pelayan yang tengah sibuk mempersiapkan untuk acara tujuh bulanan,Nona Nana Atmaja istri dari Ari Atmaja wijaya.


Acara itu tidak terlalu meriah,hanya keluarga dan kerabat saja karna itu keinginan Nana.


Semuanya nampak sibuk karna acara akan di selenggarakan sore Nanti,jadi pagi ini para pelayan mulai bekerja ekstra.


Nana sendiri sudah datang kemansion sang mertua kemarin dengan pengawalan yang sangat ketat pastinya.


Memang terdengar berlebihan,tapi mengingat kelakuan Marco membuat Ari tidak mau ambil resiko.


Acara itu di langsungkan pada Hari minggu tempatnya hari ini,supaya semua keluarga bisa datang begitupun rombongan keluarga yang ada di Negara B(Belgia)


Lamanya penerbangan yang memakan waktu kurang lebih 22Jam lamanya,membuat keluarga baru bisa sampai Negera A siang nanti.


Nana sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Lusi,wanita cantik sepupu dari suaminya.seperti sekarang,istri dari tuan muda Ari sudah bangun Pagi-pagi buta,yang mana membuat Ari kesal.pasalnya ini hari minggu waktunya untuk dirinya bermalas-malasan.


"Honey."Suara serak khas orang baru bangun tidur terdengar jelas di terlingan Nana yang tengah sibuk di depan cermin.


Nana memutar tubuhnya seraya mengukir bulan sabit."Morning,daddy."Sapanya lembut sambil mengusap perut buncitnya yang tertutup gaun berwarna biru muda.


Ari bukannya memberi jawaban,ia malah berjalan menghampiri sang istri yang tengah duduk di atas kursi kecil di depan meja rias.


Nana tersenyum ceria ketika sang suami langung duduk di bawah lantai"Ayang, bangun."pintanya tidak enak.


Ari kembali diam tidak mendengarkan permintaan Nana,ia malah mengangkat kedua tangannya dan mendatar di atas perut buncit sang istri.


"Morning jagoan,daddy."sapa Ari lembut kepada calon anaknya yang sudah di pastikan berjenis kelamin laki-laki.


Kali ini Nana hanya diam tak memberi respon seperti sebelumnya,mungkin Ia merasa nyaman ketika perutnya yang sudah membuncit itu di usap Ari.


"Yank."tergur Nana lembut seraya merapihkan rambut sang suami yang terlihat berantakan.


"Morning honey."sapa Ari yang masih sibuk mengelus purut Nana.


"Morning."Sahut Nana berhias senyuman.


Nana:"Ayang,ha-


"Honey lihat,dia berkerak."ucap Ari antusias melihat pergerakan si calon baby.


Nana seketika diam dan dengan cepat menundukan kepalanya,ketika Ari berkata ada pergerakan dari dalam perutnya.


Ari dan Nana sama-sama diam,keduanya nampak asik menatap pergerakan anaknya. apalagi Nana,ia merasakan geli ketika si calon baby bergerak aktif.


"Sayang,sebentar lagi kamu akan melihat indahnya dunia."tutur Nana lembut.


Ari hanya mengangguk tanpa berpaling dari perut sang istri."Aku sudah tidak sabar."sahutnya dengan mata menatap wajah Nana,yang belum tersentuh polesan mak-up.


Nana menatap suami lembut."Sebentar lagi kita akan menjadi orangtua,yank.?Ungkapnya tidak percaya,jika mengingat usianya yang masih sangat muda.

__ADS_1


"Kamu senang.?"Tanya Ari seraya merubah posisinya dan saat ini ia berdiri.


Nana mengangguk cepat"Aku sangat senang."Jawabnya singkat tapi penuh makna.


Perlahan Ari menarik tangan Nana lembut, dan membawa keatas tempat tidur.


Nana sudah merasakan ada hal yang tidak beres,di tambah lagi tatapan mata Ari yang terkesan memohon.


Di sisi ranjang Nana duduk berhadapan dengan suami bulenya."Ayang mandi yah.?"Pintanya untuk mengalihkan keinginan Ari.


Ari menggelengkan kepalanya tanda menolak."Ini masih pagi honey,dan acarnya juga masih lama jadi.!!"kata-katanya menggantung karena Ari berniat mencium bibir Istrinya.


Nana seketika menghindar yang mana mambuat Ari membuka mata"Kenapa, hon.?"Tanyanya bingung.


Sebelum menjawab,Nana mendorong tubuh suaminya pelan."Ayang,di luar semua orang pasti sedang sibuk dan mommy juga pasti sibuk jadi..aku harus keluar."Dalih Nana untuk menyakinkan suaminya.


Ari menatap Nana penuh selidik"Honey.!!"Tegurnya dengan suara lembut.


Nana mendesah pelan"Ayang,aku sudah mandi.lihat,bajuku juga sudah cantik.masa harus mandi lagi."jawabnya dengan wajah di tekuk.


"Lagian mau apa Pagi-pagi sudah mandi dan pakai baju ini,toh acaranya juga masih lama."tutur Ari untuk mengingatkan sang istri.


Nana bukannya tidak ingat acaranya yang akan di gelar nanti Sore,hanya saja ia merasa sudah sangat bersemangat apalagi nanti ada Lusi.


Di tolak pun tak ada gunanya.grutu hati Nana.


"Tapi jangan lama yah."Suara lembut Nana membuat Ari merubah ekpresinya yang tadi murung karna kesal,kini berganti dengan senyuman kebahagiaan.


"Aku tahu."jawab Ari cepat,seraya mendong tubuh Nana untuk ia tidurkan.dan terjadilah yang harus terjadi.


.


.


"Ingat,jangan ada yang kurang."pinta Mommy Kei kepada chef yang bertugas di bagian makanan


"Baik,Nyonya."Jawab shef sopan.


Mommy Kei mengangguk dan berjalan keluar dari dalam dapur."Daddy,kemana sih kok belum turun."tanyanya heran,mengingat ini sudah jam sebelas.dan sebentar lagi keluarga dari negara B(Belgia)sudah di perjalanan menuju mansion.


Berbarengan dengan itu,Nana turun seorang diri karna sang suami masih tidur.setelah olahraga singkat,Ari memilih melanjutkan tidurnya.sedangkan Nana buru-buru membersihkan tubuh mengingat rombongan keluarga dari negara B sebentar lagi datang.


"Mommy."Tegur Nana yang tengah berjalan menuruni tangga.


"Sayang pelan-pelan."Pinta mommy Kei cepat, seraya menghampiri Nana.wajahnya terlihat khwatir.


"Tenang mommy,Nana baik-baik saja."jawab Nana pelan.


"Hati-hati,sayang."saat ini mommy Kei menuntun Nana turun.


Nana hanya tidak bisa membantah dengan sikap perhatian yang di berikan sang mommy mertua.


Setelah selesai menuruni tangga berkat bantuan mommy Kei,Nana seketika menatap takjub ruang bawah mansion yang sudah berubah.


"Mommy,ini sangat cantik."ucap Nana tidak percaya,karna ruang keluarga sudah berubah dengan banyaknya bunga dan ornamen lainnya.membuat ruangan itu menjadi lebih cantik.


Mommy kei yang merancang semuanya,dari mulai bunga dan tema warna yang di ambil. berhubung calon cucunya berjenis kelamin kaki-laki,jadi Mommy Kie berpikir kalau warna biru adalah warna yang pas.


"Kamu suka,sayang.?"tanya mommy Kei antusias.


"Sangat mom,Nana sangat suka."jawab Nana lebih antusias.


"Sukurlah,mommy lega."Ucap mommy Kei seraya mengusap perut Nana"Cucu mommy, ini semua untukmu.sehat-sehat di dalam ya, kita semua menunggu kedatanganmu sayang."tuturnya senang.


Nana tersenyum melihat mommy Kei,dan tanpa sadar matanya mengeluarkan buliran bening.


Sayang,mereka sangat baik bukan.kita sangat beruntung,terimakasih tuhan atas segalanya. dan semoga ketika aku melahirkan nanti, engkau memberi kemudahan.ucap hati Nana dengan tangis kebahagiaan.


Mommy Kei menatap sang menantu bingung"Sayang,kenapa kamu menangis.?"tanyanya khwatir.


"Ini air mata kebahagian,mom."jawab Nana sambil mengusap pipinya yang basah.


"Kamu bahagia,sayang.?"tanya mommy Kei.


Nana mengangguk cepat"Nana hiks...hiks...sangat bahagia,terimakasih mom."jawabnya penuh haru seraya memeluk sang mommy mertua.


Keduanya berpelukan di tengah kesibukan para pelayan.


"Mommy yang seharusnya berterimakasih karena adanya kamu mampu merubah putra mommy,dan kamu juga menjadi pelengkap keluarga Atmaja.mommy bahagia sayang."ungkap mommy Kei senang,jika mengingat Kehadiran Nana mampu berubah sipat keras sang putra.

__ADS_1


"Oh iya sayang,di mana suamimu.?"Tanya mommy Kei seraya melonggarkan pelukannya.


"Di masih tidur,mom."jawab Nana sambil mengusap pipinya.


"Anak itu,sebentar lag-


"mommy..!!"suara nyaring itu membuat mommy Kei menghentikan kalimatnya,dan dengan cepat berbaik di ikuti Nana.


"Azllan."ucap Mommy Kei senang,karna putra bungsunya datang bersama keluarga lainnya.


Azllan berlari menghampiri mommy Kei yang sudah sangat dia rindukan,pasalnya sudah lebih dari lima bulan tak bertemu.


"Putra mommy."ucap mommy Kei yang tengah memeluk Azllan.


"Mommy,Azllan rindu Mommy,"sahut Azllan senang.


"Mommy juga merindukan mu sayang."tuturnya.


Nana yang ada di samping mommy Kei dan Azllan tersenyum haru."Azllan,selamat datang."sapa Nana pelan.


Azllan menatap Nana heran."Kakak sudah tidak mual lagi melihat wajah Azllan.?"tanyanya bingung,karna terakhir kali Azllan datang kakak iparnya itu langsung mual.


"Tidak,sekarang sudah tidak mual lagi."jawab Nana berhias senyuman.


Setelah itu Nana mulai menyapa keluarga yang lain,terdiri dari tante dan om,serta beberapa kerabat lainnya.dan ketika Nana menyapa semuanya,ia merasa heran.pasalnya Lusi tak terlihat.


"Tante Tamara,Lusi di mana.?"tanya Nana kepada mommy nya Lusi.


"Oh Lusi,ada di luar bersama Jaka Nan. sebentar lagi masuk."Jawabnya.


Nana mengangguk"Baik tante."


Dan benar saja,Lusi datang di ikuti Sekertaris Jaka."Lusi.."Tegur Nana senang.


Lusi tersenyum ceria setelah melihat kakak iparnya."Kakak."


Lusi berlari menghampiri Nana penuh semangat."Kakak apa kabar,ya tuhan sekarang perutnya makin besar ya kak.""tutur Lusi yang terus menatap perut Nana,dan reaksinya sama seperti anggota keluarga lain.


"Ya kan sekarang sudah 7bulan,Lusi."sahut Nana.


lusi hanya cengengesan merasa malu akan ucapannya sendiri"Oh ya kak,kakak Ari mana.?"Tanyanya heran,dan matanya menjelajahi dalam mansion.


"Kakakmu masih tidur Lusi,tapi nanti juga turun."jawab Nana singkat.


Lusi kembali mengangguk paham,ia tahu kalau kakak sepupunya selalu bersikap seperti itu,walupun itu acara penting.


"Jaka."Sapa Nana kepada pria tampan yang ada di samping Lusi.


"Nona."balik Sapa Jaka singkat..


Lusi menatap Jaka tidak percaya"Sayang, biasakan panggil kakak ipar saja.sebentar lagi kamu kan akan menjadi anggoga keluarga ini."jelasnya..


"Itu benar,jadi biasakan yah."Tambah Nana.


Jaka hanya tersenyum canggung"Baik"


Nana dan Lusi saling Tatap mendengar jawab singkat dari Jaka.


"Oh iya Lusi,apa kamu akan lama di sini.?"tanya Nana antusias.


"Sepertinya begitu kakak,Lusi juga mau bertemu dengan orang Tua Jaka."jawabnya.


Nana tersenyum bahagia"Benarkah itu Lusi."


"Benar kakak,Lusi akan menemani kak-


"Hai semuanya,!"Suara pelan itu,membuat semua keluarga menatap wanita cantik yang tengah berjalan dari pintu masuk.


Jaka tersenyum melihat siap yang datang di ikuti Nana dan semua keluarga,hanya Lusi yang memasang wajah ketusnya.


Jenia,kenapa dia datang.apa dia juga di undang,menyebalkan.kesal hati Lusi,dan seketika menatap sang pangerannya siapa lagi kalau bukan Jaka.


"sayang,ayo."ajak Lusi kepada Jaka.


Jenia merasa kesal melihat tingkah Lusi,tapi ia berusaha untuk tenang.


Lusi awas ya..batin Jenia yang saat ini berjalan mendekati Nana.


.

__ADS_1


.


(1)S2


__ADS_2