
Ari:"Apa seenak itu Ice Creamnya.?"
Nana seketika mengangguk senang."Terimakasih ayang."ucapnya dengan mulut yang sibuk melahap satu potong Ice Cream.
Ari tersenyum dan mengusap bibir Nana yang terlihat blepotan seperti anak kecil.
Tadi ketika Ari mendapatakn satu pesan dari Sang istri,dirinya dan Sekertaris jaka langsung tancap gas menuju supermarket terdekat. karna Nana meminta di belikan Ice Cream rasa vanilla.
Sebenarnya Nana minta di belikan mommy Kei,tapi mommy mertuanya itu tidak bisa datang ke rumahnya.karna ada urusan mendadak dan mommy Kei juga meminta salah satu pelayan di mansion untuk membelikan Ice Cream keinginan menantunya,tapi Nana menolak.
Hingga pada akhirnya,sang suami lah yang harus rela bolak-balik kantor dan rumah. untung saja kedua tempat itu bisa dia jangkau.
Ari:"Mommy tidak bisa datang.?"
Nana:"Katanya ada urusan yang ga bisa di tinggal."
Ari mengangguk-anggukan kepalanya,dan kembali menatap sang istri tercinta.
Ari:"Hon,aku pergi ya.!"
Nana seketika merubah ekpresi wajahnya sedih,dan Ari melihat itu.
Perlahan Dirinya merubah posis duduknya yang tadi berada di depan istrinya.
Ari:"Mau ikut.?"tawarnya.
Nana:"Emm tidak mau,pergilah."jawaban itu membuat Ari tersenyum kecut,pasalnya mood sang istri begitu cepat berubah.
Ari:"Yakin.!"
Nana mengangguk sebagai jawab,dirinya kembali sibuk dengan Ice Cream lainya.
Ari:"Baiklah aku pergi ya,kalau ada apa-apa telepon aku."ucapnya dengan ciuman di kening Nana.
Nana:"Hati-hati ayang."
Ari:"Ok."
Seperti ini ternyata menghadapi istri yang tengah hamil,Aldy dan kevin kalian akan merasakan apa yang aku rasakan.gumam hati Ari di setiap langkahnya keluar rumah.
Jaka yang tengah menunggu sang tuan muda di dalam mobil,dengan cepat mengakhiri panggilan telepon dari sang pacar yang jauh di sebrang sana,dan membuka pintu mobil karna tuan mudanya sudah keluar rumah.
Aku ingin cepat-cepat mengakhiri ini,rasanya tidak nyaman.batin Jaka.
Jaka:"Silahkan tuan."sambutnya di samping pintu mobil.
Ari masuk tanpa mengucapkan apa-apa,dan sikap seperti ini membuat Jaka minder sekaligus malu.melihat perbedaan di antara dirinya dan kakak sepupu sang pacar.
Tak lama mobil kembali melaju,meninggalkan rumah mewah tuan muda Ari.
Ari:"Jaka,kita sudah sangat terlambat."lirihnya.
Jaka mengerti tuannya meminta dirinya menambah kecepatan."Baik tuan."jawabnya.
.
.
Di sebuah Negara yang terkenal dengan keindahan lautnya,tepatnya negara B.
Negara di mana Lusi dan kedua orangtuanya tinggal.
Lusi terlihat lebih cantik,mungkin karna dirinya selalu bahagia.pasalnya laki-laki yang lima tahun lamanya dia tinggalkan kini kembali kedalam pelukannya.
Tapi dalam dua minggu terakhir,Lusi belum memberi tahukan kebenaran tentang dirinya yang sudah tidak suci lagi kepada kedua orangtuanya.
__ADS_1
Dirinya masih belum bisa mengatakan itu semua,dan Lusi malah sibuk dengan perannya sebagai mahasiswi.
Tapi Lusi bertekad akan memberi tahukan semuanya,dia tidak mau kedua orangtuanya tahu dari orang lain.di tambah lagi Jenia sang mantan sahabat juga berada di Negara B.
Sejenak dirinya merasa khwatir mendengar Jenia tinggal di Negaranya tapi apa hak dia mengusir orang yang sudah di usir orangtuanya tanpa tau apa sebabnya.
Kabar terusirnya Jenia juga sampai ke negara B,aib itu membuat perusahan Money Grup yang ada di negaranya mengalami keterpurukan.tapi hal itu tidak berlangsung lama,karena tuan Samuel Areba sudah mengkonfimasi kalau putrinya akan kembali ke rumah,dan akan di jodohkan dengan laki-laki pilihan tuan Samuel.
Lusi sendiri tidak mengetahui penyebab Jenia di usir,entah apa yang terjadi dirinya tidak mau memikirkan hal yang tidak penting,dan Lusi malah menganggap itu sebuah hukuman untuk Jenia.
Di dalam kamar Lusi terlihat gelisah dan ketakutan,karena hari ini dia sudah bertekad akan memberitahu rahasia yang lima tahun lama ya dia sembunyikan.
Lusi:"Ya tuhan aku takut,tapi aku ga bisa seperti ini terus.mommy dan daddy harus tahu ini semua."gumamnya.
Lamanya dia berpikir,akhirnya Lusi menganggukkan kepalanya tanda dia sudah yakin dengan keputusannya.
Kakinya berjalan keluar kamar dan menuruni anak tangga.
Di ruang lain kedua pasutri yang terlihat tengah duduk tenang dengan mata menatap buku tebal,keduanya di kejutkan dengan pintu yang terbuka lebar.
"Lusi.!"tegur wanita cantik yang di yakini sang mommy.
Lusi tersenyum canggung dan berjalan menghampiri kedua orangtuanya.
Di hari libur kedua orangtua Lusi selalu berada di ruang baca di rumahnya seperti hari ini.
Lusi:"Mom,dad."bergantian menatap kedua orangtuanya gugup."Lusi mau mengatakan sesuatu.?"
Daddynya yang tadi diam perlahan menutup bukunya dan menatap putri cantiknya.
"Katakan Lusi.!"pinta sang Daddy.
Ya tuhan bantu aku.batin Lusi.
Lusi menarik nafasnya dalam"Sebenarnya Lusi.
.
.
Malam datang......
Ari dan Nana tengah duduk tenang di ruang makan.
Seperti biasa ketika makan malam datang keduanya akan tenang,hanya sendok dan garpu saja yang mengeluarkan suara.
Ari begitu menikmati makan malamnya,bukan tanpa alasan.karna hidangan yang terjadi di atas meja makan adalah kreasi sang istri.
Sebelumnya mereka hanya makan masakan para pelayan,karena Nana belum bisa stabil dengan dirinya.tapi sekarang istrinya sudah kembali seperti dulu walupan belum sepenuhnya.
Setelah makan malam selesai,keduanya duduk di atas sofa ruang keluarga.
Ari:"Mommy dan Daddy belum juga datang.?"ucapnya dengan usapan di punggung istrinya.
Nana yang tengah bersadar di dada sang suami hanya menggelengkan kepalanya.
Tadi di kantor,sang presedir Atmaja yang tidak lain adalah daddy Surya.mengatakan kalau dirinya dan sang istri akan datang ke rumah anaknya.
Jadi Ari dan Nana tengah menunggu kedatangan kedua orangtuanya.
Nana:"Yank.!"panggilan lembut.
Ari:"Katakan honey."jawabnya cepat,dirinya tahu sang istri menginginkan sesuatu.
Nana menatap suaminya penuh harap."Bisa kita jalan-jalan ke mall.?"
__ADS_1
Ari:"Memangnya mau beli apa.?"tanyannya malas.
Nana berbinar mendengar pertanyaan itu.
"Tadi di tv ada iklan baju tidur,aku mau beli. boleh.?"pinta Nana dia bahkan mengedipkan matanya cepat.
Ari menarik nafasnya pelan,dia bukan marah karena permintaan istrinya yang tidak ternilai itu.tapi ada hal lain yang membuat dirinya seolah enggan untuk menurutinya.
Tapi saat ini Ari tidak bisa menolak, mengingat sang mommy selalu mengingatkan.ketika ibu hamil meminta sesuatu selama itu masih dalam batas wajar, sebaiknya di kabulkan jangan di tentang.
Ari:"Baik,besok sore kita pergi."jawaban itu membuat Nana tersenyum ceria.dia bahkan menghadiahkan satu kecupan lembut di bibir Ari.
Ari:"Ini hadiah.!"tersenyum ceria.
Nana mengangguk malu dan kembali menyandarkan tubuhnya di depan dada sang suami.
Setiap hari saja kamu seperti ini,maka aku pun akan mendapatkan keuntungan.senang hati Ari
Nana kembali pokus menatap layar tv di depan mereka,hanya Ari saja yang sibuk menghujani puncak kepala Nana yang tengah menonton drama kesukaannya.
Tak lama palayannya memberi tahukan kalau tuan besar dan sang istri sudah datang.
Ari mengajak Nana untuk menyambut kedua orangtua mereka.
Nana:"Mommy."sapanya.
Mommy Kei tersenyum dan memeberi pelukan hangat untuk menantu kesayangannya itu.
Mommy:"Apa kabar sayang.?"
"Nana baik mom."
Setelah itu giliran daddy Surya yang memberi pelukan hangat kepada kedua anaknya.
Mommy:"Son,apa kamu sudah membeli Ice Cream rasa Vanilla.?"
Ari:"Mommy tenang saja,semua isi kulkas penuh dengan Ice Cream."jawabnya.
Nana tersenyum malu.
Nana:"Mom,dad ayo masuk.di sini dingin."ajaknya.
Keduanya mengangguk dan mereka pun masuk kedalam rumah.
Saat ini Keempatnya tengah duduk tenang di ruang keluarga.
Mommy:"Son,tadi tante Tamara menghubungi mommy.dan Lusi juga sudah memberitahukan kebenaran itu.!"ungkapnya.
Ari dan Nana saling tatap.
Ari:"Bagaimana respon mereka..?"tanyanya cemas.
Mommy:"Awalnya mereka shock dan sedih, tapi akhirnya mereka bisa menerima setelah tahu alasanya."jawaban itu membuat Ari dan Nana tersenyum bahagia,mereka takut kedua orangtua Lusi akan mengusir sang sepupu.
Ari:"Ari tahu,om dan tante bisa menerima kebenaran itu."
Mommy:"Dan Tante tamara juga bilang,kalau Lusi akan di jodohkan dengan anak dari tuan Damian Abraham."
Ari:"Maksud mommy Marco.?"
.
.
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.
__ADS_1