ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
SEPERTI INI KAH RASANYA.


__ADS_3

Ada rasa kesal dalam hatinya karena istrinya kini tengah tidur,dan di pastikan malam ini mereka tidak akan berolahraga.


Ari meraih remote yang ada di depan meja yang berbentuk oval.dan berukuran mini,dia mematikan tv yang berukuran besar itu.


Dengan perlahan Ari membawa tubuh Nana yang tengah tertidur.


"Badan mu ringan sekali." ucap Ari lembut. Tak lupa juga ia tersenyum manis.


Ari terus melangkah menapaki tingginya anak tangga,dengan Nana yang tengah tertidur di atas gendongannya.


maafkan aku tuan ari. lirih hati Nana.


Nana memang benar-benar tertidur,tapi ketika Ari mengangkat tubuhnya nana membuka mata.tapi detik berikutnya,nana menutup kembali matanya.


Nana takut akan keinginan suaminya yang meminta berolahraga malam,yang berdurasi delapan jam itu.


*Ya tuhan maafkan aku,karena sudah membohongi suamiku.aku belum siap kalau harus meladeni keinginan nya malam ini, delapan jam itu bukan durasi yang sebentar itu sangat lama.dan aku tidak sanggup.tadi sore saja aku kelelahan,terlepas dari benar atau tidaknya durasi delapan jam yang tadi sore dia katakan,tapi itu pasti akan lama.tuan ari tidak bisa mengontrol keinginannya itu.gumam hati nana yang tengah berada di gendongan Suaminya.


Ceklek*...


Pintu kamar mereka terbuka,karena Ari tengah membukanya.dengan perlahan Ari membaringkan tubuh Nana di atas ranjang yang berhias kasur empuk berukuran besar.


"Good night, honey. "Ari berbisik dan mencium bibir istrinya yang mungil itu.


Ari menyelimuti Nana dengan selimut yang tebal dan berwarna abu-abu muda polos.


Setelah itu Ari beranjak masuk ke dalam kamar mandi.karna dia akan membersihkan luar tubuhnya sebelum menyusul istrinya.


Dirasa suaminya sudah di telan pintu kamar mandi.


Nana membuka matanya dengan perlahan, dan melihat kearah kamar mandi.nana mendengar suara gemericik Air di dalam sana.


"Aku berharap, malam ini bisa secepatnya berlalu." ucap Nana pelan.


Tak lama Nana benar-benar menutup mata sipitnya dan kembali menyambung tidurnya.


Kini ari sudah selesai dengan urusannya,dia bahkan sudah mengganti bajunya dengan baju tidur berwarna coklat tua senada dengan celana panjangnya.


Setelah itu, Ari beranjak naik ke atas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di samping Nana.


Dengan perlahan Ari mendekat ke tubuh istrinya yang tertutup selimut tebal,dan Ari menarik tubuh nana secara perlahan untuk masuk kedalam dekapan hangatnya.


Perlahan-lahan Ari mulai menutup matanya, tapi tangan Ari yang ada di dalam selimut tebal itu, tidak diam begitu saja.tangan itu sedang asik memainkan gunung istrinya.


Tapi itu tidak berlangsung lama,karena Ari benar-benar sudah mengantuk.dan dia kini sudah terlelap dengan posisi tangan yang masih di atas gunung istrinya.


Malam ini mereka tertidur dengan nyenyak, apalagi nana yang tertidur pulas di dalam dekapan suami bulenya.


Satu bulan telah berlalu.......


Tak terasa satu bulan lamanya masa pernikahan mereka.


Ari dan nana begitu bahagia dengan pernikahan mereka,bahkan ari sudah lebih baik memperlakukan istrinya.


Dan kedua orang tua Ari sudah mengetahui kepindahan mereka,sesekali Ari dan nana mengunjungi kedua orang tuanya di mansion mewah itu.


Setiap harinya kemesraan mereka semakin tumbuh ,walupun nana masih malu-malu untuk mengungkapkan rasa bahagianya.


Ari bahkan lebih manja dengan istrinya.setiap hari sebelum berangkat bekerja,Ari selalu meminta nana untuk memberi ciuman di bibir. dan nana selalu menurut akan permintaan itu.


Bukan itu saja,Ari bahkan selalu meminta di suapi ketika makan.dan itu sudah menjadi kebiasaan atau tepatnya kewajiban untuk nana.


Dan masalah ranjang,Ari selalu meminta jatah kepada istrinya.setiap malam mereka selalu bergulat di atas ranjang walaupun durasinya tak selama dulu.


Nana bahkan sudah tidak memanggil Ari dengan sebutan tuan seperti biasanya,Ari sudah melarang nana untuk memanggilnya dengan sebutan itu.


Sekarang Nana memanggil Ari dengan sebutan sayang,awalnya nana menolak dan merasa tidak nyaman.tapi karena Ari memberi ancaman Nana pun menerima dan membiasakan memanggil Ari dengan sebutan itu.walaupun pada awalnya merasa canggung tapi karena berjalanya waktu nana bisa menyesuaikan dengan panggilan baru itu.


.


Pagi ini cuaca begitu cerah.secerah hati pasangan suami istri yang semalaman memadu kemesraan mereka.


Ceklek......


Nana membuka pintu kamar mereka,karena ini sudah pagi dan ini waktunya nana membangunkan Suaminya yang masih terlelap di balik selimut tebal.


Dengan perlahan nana mendekat ke arah ranjang,dan mendudukkan bokong nya di sisi ranjang.


"Yang bangun, ini sudah pagi. Sarapan nya sudah siap." ucap Nana lembut dengan tangan yang mengayun di pundak Ari.


Ari dengan perlahan membuka matanya dan mulai mengumpulkan kesadarannya.


"Bangun."


"Peluk."pinta Ari manja.


Nana menggeleng. "Bangun dulu,nanti di peluk. ini sudah jam 7 pagi."


Ari menggeleng juga "Ga mau,peluk dulu"


Dengan menghela napas, akhirnya nana mengalah dan detik berikutnya Ari mendapatkan keinginannya itu.


"Kiss." pinta Ari di sela pelukan mesra mereka.


"Banyak maunya ya kamu, bule!" sahut Nana kesal.


Tapi Nana tidak ingin berdebat dan membuang waktu,akhirnya ari kembali mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Makasih." Ari tersenyum penuh kemenangan.


Nana mengendus kesal. "Ayo,sekarang mandi."


.


Ari mulai menggerakkan tubuh. "Hoon, nanti gosokin punggung akunya agak kerasnya. kayanya punggung aku ada kumannya,rasanya gatal." ucap Ari manja.


"Masa, coba lihat merah tidak punggungnya." sahut Nana dengan tangan yang menyibak baju sang suami.

__ADS_1


"Bagaimana, merah kan?" tanya Ari.


"merah,tapi tidak terlalu jelas." jawabnya.


"Tapi gatal honey,rasanya tidak nyaman."


"Ya sudah jangan mengeluh lagi,ayo mandi." titahnya.


Dengan perlahan,Nana menarik tangan suaminya dan membawa Ari kedalam kamar mandi.


Ari bahkan seperti anak kecil yang di perlakukan ibu nya untuk mandi sebelum berangkat ke sekolah.


Urusan mandi pun Ari tidak melakukannya sendiri,sekarang urusan mandi nana lah yang berperan.bukan Tanpa alasan nana mau memandikan Ari.


karena itu adalah keinginan Ari,ya walupun pada awalnya nana merasa risih.tapi dengan berjalanya waktu nana sudah terbiasa dengan tubuh suaminya yang nampak luar biasa bentuknya.


"Sarapan ku pagi ini,apa Hoon?" tanya Ari.


"goreng tepung!" Nana menjawab dengan tangan yang tengah menggosok punggung suaminya


Ari tersenyum kecut. Merasa lucu dengan apa yang di katakan Nana.


"Goreng tepung,maksudnya?"


"Diem dong yang, ini sebentar lagi selesai." sahut Nana yang melihat suaminya akan membalikan tubuhnya.


"Goreng tepung apa honey?"ulangnya.


"Nanti saja lihat sendiri aku lupa namanya.tapi bahanya dari tepung." jawabnya.


"Ok." sahut Ari.


.


Setelah Acara mandi yang menyenangkan dan penuh tawa itu,kini Ari sudah terlihat tampan dan gagah dengan stelan baju kerja yang sudah di siapkan oleh Istri tercintanya.


"Kursi keci ku di mana yang?" Nana terheran-heran karena kursi kecilnya tidak nampak terlihat.


"Itu di belakang tubuh mu."


Nana memutar tubuhnya,dan benar saja kursi kecil itu ada di belakangnya.


"Tadi Kenapa tidak terlihat ya?" ucapnya berbarengan dengan tangan yang meraih kursi kecil itu.


Ari tidak menjawab,dia hanya diam mematung di depan istrinya.


"Maju sedikit." titah Nana.


Ari mengikuti perintah istrinya.


Nana saat ini tengah memasangkan dasi di kerah kemeja suami tampannya itu.


"Honey, mau liburan?" tanya Ari yang tengah di pasangkan dasi.


"kemana?" sahut Nana.


"Kamu maunya kemana.!"balik tanya ari.


"Hey, jawab dulu mau liburan kemana.?"ulang Ari.


"Kemana saja,asal jangan ke tengah laut.karna aku tidak bisa berenang."sahut nana.


"Ok nanti kita bicarakan lagi,dan aku akan mencari waktu yang pas agar kita bisa pergi."


"Ok, sudah ayo kita keluar sebentar lagi jam 8 nanti kamu terlambat pergi ke kantornya."sahut nana lembut.


"Rasanya badan ku lemas honey,aku ingin di rumah saja." ucap Ari manja.


Ari seolah enggan untuk pergi,dia masih belum puas menghabiskan waktunya dengan Nana.


"Setiap hari selalu seperti ini,sudah ayo nanti terlambat." sahut Nana.


Dengan malas Ari mengangguk dan mengikuti istrinya dari belakang,karena Nana lagi-lagi menarik tangannya.


.


Sementara itu di lantai bawah rumah mereka, ada dua pelayan yang tengah sibuk dengan pekerjaan mereka.


Sudah Satu bulan lamanya ke dua pelayan itu bekerja di rumah Ari,dan nana.


Mereka sangat senang bekerja dengan majikan seperti nana,karena nana sangat baik dan ramah.bahkan nana selalu membantu pekerjaan mereka.bukan hanya itu,untuk upah saja Majikan nya selalu menambahkan uang yang cukup besar di dalam amplop mereka.


Tapi kedua pelayan itu tidak terlalu suka dengan majikan yang satunya.


Bukan tanpa alasan mereka tidak menyukai suami dari majikan perempuannya itu.


Tapi sikap arogan,dan keangkuhannya yang membuat mereka tidak nyaman.Ari bahkan belum pernah mengeluarkan satu kata pun kepada mereka,Ari seolah menganggap mereka tidak ada.


Tapi mereka merasa aneh karena majikan laki-lakinya itu begitu baik,dan manja kepada istrinya.tapi kepada orang lain sikapnya kembali kepada asalnya. yaitu arogan, sombong dan sejenisnya.


.


"Selamat pagi semuanya."sapa nana.


"Pagi Nona,tuan."jawabnya dan tak lupa membungkuk memberi hormat.


"Kalian,sudah sarapan?"


"Sudah Nona muda."sahut kedua pelayan itu.


"Syukurlah lanjutkan pekerjaan kalian. dan berhati-hatilah."ucap nana dengan senyum yang nampak di wajah cantiknya.


"Baik Nona muda."


Nana dan Ari melangkahkan kaki mereka ke arah meja makan yang sudah nampak makanan,dan minuman hangat di sana.


"Hoon,ini namanya pancake bukan goreng tepung." ucap Ari dengan mata yang melihat makanan yang tadi di maksud istrinya.

__ADS_1


"Ya itu nama nya,aku lupa." sahut nana dengan tersenyum kecut.


"Kamu bisa buat ini,belajar dari mana.?"tanya Ari penasaran.


"Lihat di buku masakan,mudah-mudahan kamu suka ya."harapnya.


"Masakan kamu pasti aku suka,cepat suapi aku."


Tak lama Nana memindahkan beberapa pancake itu ke piring lainya,dan menuangkan madu ke atas pancake itu.


"Aaaa. Buka mulutnya."titah nana.


Ari membuka mulutnya,dan mulai mengunyah pancake itu.


"Enak Hoon."sahut Ari senang.


"Terimakasih,sudah diam dan buka mulutnya."


Ari lagi-lagi mengangguk akan perintah Nana,mereka sarapan dalam diam seperti biasa.


Dari kejauhan,kedua pelayan perempuan itu nampak senang melihat kemesraan kedua majikan mudanya itu.


"Mereka benar-benar serasinya, nona muda nana seperti seorang pawang yang menaklukan seekor singa jantan." ucapnya pelan.


"Ya betul mudah-mudahan tidak ada badai yang akan menghancurkan kemesraan mereka,walaupun tuan Ari itu terlihat jahat.tapi dia begitu menyayangi nona nana."jawab pelayan itu.


Kedua pelayan itu kembali bergulat dengan pekerjaan mereka.


.


Setelah menyelesaikan sarapan yang penuh dengan kemesraan itu,kini Ari tengah bersiap untuk kembali bekerja seperti biasa.


"Hati-hati di rumah,aku akan cepat pulang."


"Kamu juga hati-hati ya,kerja yang rajin ok."sahut Nana.


"Aku pergi honey." pamit Ari.


"Hati-hati yang." ucap Nana dengan ciuman di bibir ari seperti biasa dia berikan.


Sekertaris jaka sudah siap di posisinya.


"Silakan, tuan." ucap Jaka dengan tangan yang ada di pintu mobil mewah itu.


Ari kini sudah berada di dalam mobil,dan melambaikan tangannya ke arah Nana.


"Saya permisi,Nona muda." Jaka undur diri dan tak lupa membungkuk ke arah Nana.


"Silakan, berhati-hatilah sekretaris jaka."


jaka mengangguk sopan. "Baik nona."


Tak lama mobil itu melaju meninggalkan Nana yang masih dia mematung,menyaksikan kepergian suaminya yang sudah menghilang di balik jalan yang nampak berbelok-belok.


"Bule manja itu sudah pergi,sekarang aku bebas."


Dengan senang nana masuk kedalam Rumahnya,dan melangkahkan kakinya ke arah meja makan yang nampak berantakan.


Ketika Nana mengambil piring kotor bekas suaminya, Nana melihat hp ari tertinggal di atas meja.


"Astaga, hpnya tertinggal.bagaimana ini?"


Nana diam sejenak, apakah Nana harus mengantarkan hp suaminya ke kantor Ari.


"Aku antar saja hp ini ke kantornya, sekalian aku bawakan bekal makan siang.dia pasti akan senang."


"Tapi aku kan belum pernah ke kantornya,emm coba nanti aku hubungi sekertaris jaka saja."


.


Di lain tempat,Ari sudah sampai di kantornya. seperti biasa dia akan bertingkah angkuh,dan arogan.


Tak lama Ari mendudukkan Bokongnya di kursi kerjanya, ia bahkan belum menyadari hp nya yang tertinggal.


"Hari ini,apa ada pertemuan yang penting sekertaris jaka.?"tanya Ari.


Dengan posisi berdiri di hadapan tuanya, sekertaris jaka melihat map yang di yakini isinya adalah jadwal dari taun muda Ari.


"Ada tuan,nanti jam 10 pagi anda akan pertemuan dengan pak samuel dari perusahan Money Grup."terang jaka.


"Ada lagi."


"Setelah itu,anda akan bertemu dengan ketiga teman anda tuan."


Mendengar itu,ari beranjak dari duduknya.


"Maksud mu, kevin, aldi dan raihan?" tanya Ari untuk memastikan.


"Betul tuan,mereka telah mengubungi saya dan meminta bertemu dengan anda. nanti siang mereka akan datang."jelas jaka.


Mau apa mereka kesini,apa mereka mau menanyakan prihal pernikahan ku.tapi itu tidak mungkin.tanya hati Ari.


"Memang nya,raihan sudah kembali dari negara C?" tanya Ari.


Semenjak Ari menikah,Ari sudah tidak bertegur sapa atau bertemu dengan ketika temanya itu.karna ari begitu sibuk dengan pernikahan nya,terakhir mereka bertemu adalah ketika Ari menikah,dan dari saat itu mereka sudah tidak bertemu. apalagi dengan raihan,Ari sudah lama tidak melihat temannya yang satu itu.


"Sudah tuan,satu minggu yang lalu tuan Raihan sudah kembali."jawab jaka.


"Baiklah,kau boleh pergi."


Sekertaris jaka membungkuk,dan meninggalkan tuanya di dalam ruang kerjanya.


"Bagaimana ini,aku tidak boleh terlihat seperti seorang suami yang tergila-gila kepada istrinya.nanti mereka akan menghinaku,itu tidak boleh terjadi."ucap Ari kesal.


.


**Note:Udah ganti covernya,terimakasih manga and novelton sudah mengganti cover novel receh saya ini.saya suka.😃

__ADS_1


Note:maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.


SELAMAT MEMBACA. 😆**


__ADS_2