ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
BLACK SWIT


__ADS_3

Lusi:"Kakak."menepuk pundak nana pelan.


Nana Menatap lusi"tidak lusi,aku tidak mau."kembali menolak ajakan lusi dan berlalu pergi.


Lusi diam sejenak dengan menatap Nana yang tengah berjalan masuk ke dalam mansion.


Apa aku harus mengatakan yang sebenarnya, ya tuhan tapi aku benar-benar bingung.lusi sadarlah,mau sampai kapan kamu menyembunyikan ini semua.lebih baik Kakak ipar tau masalah ini sekarang.gumam batin lusi.


Lusi:"Kak tunggu.!"barbalik dengan cepat.


Nana seketika itu juga berhenti dan membalikan tubuhnya.


Nana:"Tidak lusi,kalau kamu mau pergi silahkan.tapi aku tidak mau."ucapnya tegas.


Lusi menghela nafasnya dan mulai berjalan dengan hati yang tidak karuan.


Lusi:"Kak,kamu harus tahu ini semua.?"ucapan itu membuat Nana mengerutkan dahinya.


Nana:"Ada apa,lusi.?"menatap sepupu suaminya penuh selidik,pasalnya lusi hanya diam dengan mata yang mulai memerah.


Dan Lusi mulai menceritakan permasalahan yang terjadi tiga tahun silam,juga rencana jenia yang meminta dirinya untuk menjebak Nana.


Ketika bercerita lusi tidak bisa menatap Nana, dia hanya menundukkan kepalanya.dengan air mata yang membasahi pipi mulusnya.


Lusi:"A-aku terpaksa melakukan perintah jenia,hiks... hiks... karena dia mengancam akan menyebarkan Video itu hiks... hiks..maafkan aku kak hiks.. ."menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.


Nana hanya diam kebingungan,dia tidak tahu harus apa.di sisi lain lusi sudah membocorkan rahasia tiga tahun yang selalu dia jaga bersama jenia.


Tapi di sisi lain,Nana juga kecewa dengan sikap lusi yang sudah ikut terlibat untuk menjebaknya.


Nana:"Jadi kamu sudah tidak suci lagi.!"ucapan itu membuat lusi mengangguk.


Nana menghela nafasnya kasar,dan perlahan menarik tubuh lusi untuk dia peluk memberi kekutana.


Lusi:"Hiks... hiks.... Maafkan aku kak,waktu itu aku benar-benar bingung hiks.... hiks....maaf. hiks.... hiks...."hanya itu yang bisa lusi ucapkan di dalam pelukan Nana.


Untuk Saat ini Nana tidak bisa marah akan sikap lusi,karena kalau dia ada di posisi lusi dia juga akan melakukan hal itu untuk menjaga rahasianya.


Ya tuhan,kalau sampai suamiku tahu dia pasti marah besar.ternyata kejadian kemarin ulah jenia dan lusi,apa yang harus aku lakukan.?"bingung batin nana.


Tanganya terus menepuk pundak lusi yang tengah menangis di dalam pelukannya.


Jaka,ini alasan aku dulu pergi meninggalkanmu.aku sudah tidak perawan lagi.batin lusi.


Nana:"Sudahlah lusi,yang terjadi biarlah terjadi.aku sudah memaafkanmu,dan aku juga mengerti."mengangkat tubuh tinggi lusi.


Lusi:"Terimaksih kak hiks... hiks... kamu baik sekali."menatap nana penuh kekaguman.


Nana:"Sekarang kita pergi."ajakan itu membuat lusi mengangguk.


Lusi:"Tapi kak,aku takut kakak Ari marah.!"wajahnya berubah memucat,ketika mengingat Ari sepupunya dan kelurga besar Atmaja.


Nana:"Ini resiko lusi,dan kamu harus menghadapi itu.percayalah,mereka pasti mengerti."menarik tangan lusi dan mengusapnya.


Mendengar ucapan itu membuat lusi tersenyum dan menghapus pipinya yang basah.


Kakak ipar benar,aku harus berani.semarah apapun mereka dan rasa kecewa yang besar mereka terhadapk nanti,aku akan terima. walaupan pada akhirnya aku di buang,aku akan menerima kenyataan itu.pemikiran itu membuat lusi tenang.


Lusi:"Kakak benar,aku akan menerima kenyataan baik buruknya nanti di depan."


Nana tersenyum dan kembali memeluk tubuh lusi"Semangat lusi."ucapnya pelan


Lusi:"Terimakasih,kak."


Nana kembali melepas pelukannya dan mengajak lusi untuk pergi menyusul Ari suaminya.


Keduanya berjalan ke arah mobil mini Cooper milik tuan surya.


Lusi:"Kakak,kita harus cepat.sebelum jenia berbuat yang tidak-tidak."ucapnya yang tengah membawa mobil.

__ADS_1


Nana:"Santai saja,lusi."sahutnya tenang.


Lusi mengagguk dan kembali pokus menatap jalan.


.


.


.


Di sebuah ruangan yang terlihat cukup besar, dengan minum yang sudah tersedia di atas meja bundar.tengah duduk seorang wanita cantik.


Ya,wanita itu adalah jenia.malam ini dia terlihat cantik dan seksi dengan baju mini dres,yang mana menampakan paha mulusnya dan juga dadanya.


Jenia:"Malam ini akan menjadi malam yang spesial untuk ku,dan calon suamiku."bergumam dengan penuh semangat.


Di atas meja sudah terdapat dua minuman yang dia pesan untuknya dan juga Ari,padahal jenia belum tahu minuman apa yang di sukai ari,tapi dengan pedenya dia di memesan anggur berkualitas bagus.


Tapi jenia mencampurkan sesuatu di dalam minuman itu,dan juga percaya kalau Ari akan meminumnya.


Malam ini,kamu akan menjadi miliku.senang batin jenia.


Ketika sedang asik berhayal,jenia menatap pintu hitam yang tadi tertutup,kini terbuka dan menampakan pemandangan yang luar biasa.


Ari masuk dengan tatapan mata yang di buat ramah dan senyuman yang menggoda.


Demi kebenaran,aku harus melakukan ini.gumamnya di tengah langkahnya.


Jenia:"Hai."sapanya gugup.


Perlahan Ari duduk dengan bantuan pelayan.


Ari:"Sudah lama.?"menatap jenia yang tangah tersenyum.


Jenia:"Tidak,Aku juga baru datang."menatap Ari kagum.


Aku datang dari jam lima sore,kamu tahu.batin jenia.


Honey jangan marah,semua ini aku lakukan untuk menjebak wanita bar-bar ini(jenia).batin Ari


Ari terus berbicara dengan tenang,mulai dari menanyakan kabar orang tua jenia.dan juga sekolah jenia di luar negeri,Begitupun sebaliknya.jenia menanyakan hal yang sama kepada Ari.


Jenia:"Di minum."menatap gelas yang ada di sisi Ari..


Ari:"Nanti saja,aku masih ingin sadar dan mengobrol denganmu."ucapan itu membuat pipi jenia memerah.


Cepat akhiri ini,aku sudah tidak tahan melihat dirinya dengan pakayan itu.batin ari.


Jenia:"Bagaimana kabar istrimu.?"ucapnya malas.


Ari:"Dia di rumah,dan sepertinya dia baik-baik saja."menjawab dengan ekpresi darat untuk meyakinkan jenia.


Jenia tersenyum puas,melihat wajah dingin Ari ketika membicarakan istrinya.


Dia pasti sangat membenci istrinya,aku tidak boleh membuat mutnya berubah.lebih baik membahas yang lain saja.batin jenia.


Ari merasa haus dan perlahan mengangkat gelas yang sudah terdapat anggur di dalamnya.


Jenia tersenyum ketika tangan Ari mengangkat gelas yang sudah dia campur dengan obat.


Ayo minum lah,dan jadilah miliku malam ini.harap hati jenia.


Tapi ketika gelas itu menyentuh bibirnya,Ari kembali meletakan gelas itu di atas meja.


Ari:"Aku mau minum air putih saja."mengangkat tangannya memanggil pelayan.


Jenia mengangguk dan tersenyum getir, pasalnya rencana yang dia buat belum berhasil.


Sabar jenia sabar,sebentar lagi dia akan meminumnya.hanya butuh waktu.gumam hati jenia.

__ADS_1


Setelah minum air putih,Ari kembali berbicara santai dengan wanita yang sudah tidak sabar ingin cepat-cepat melahapnya.


Jenia:"Aku permisi ke toilet sebentar.!"ucapnya di sela-sela obrolan.


Ari:"Silahkan."


Jenia berdiri dan berjalan ke luar ruangan, tanpa membawa hpnya yang dia letakan di atas meja.


Ari tidak menyadari keberadaan hp itu,sampai dia mendengar suara yang keluar dari hp jenia.


Ari:"Dia lupa membawa hpnya.!"menatap hp jenia.


Tak ingin membuang waktu,ari mengambil hp itu dan melihat satu buah pesan dari lusi.


Pesan dari lusi.?tanya hati Ari.


Dengan cepat Ari membuka hp itu,tapi sayang hp jenia memakai kata sandi dan itu membuat Ari kesal.


Ari:"Tidak mungkin aku membuat dia mabuk terlebih dahulu."berbicara dengan berusaha membuka kode rahasia.


Ari terus mencoba membuka hp jenia dengan kata-kata romantis,tapi hasilnya nihil.sampai pada akhirnya Ari mengetik Namanya.


Dan klik,hp jenia bisa dia buka.


Ari:"Wanita itu sudah gi*a,kata sandinya saja dia memakai namaku."ucapnya pelan.


Ketika hp itu hidup,dengan cepat Ari membuka pesan yang di yakini dari lusi.


Isi pesan


Jenia.aku sudah tidak butuh rekaman Video itu lagi,karena aku sudah memberitahukan semuanya kepada kakak ipar.dan juga tentang jebakan yang kemari kamu rencanakan,aku sekarang sudah tidak takut lagi jenia.


Tangannya mengepal dengan sempurna, matanya kini kembali memperlihatkan tatapan membunuh.


Ari:"Lusi,kamu juga terlibat.ini benar-benar tidak bisa di percaya."berkata dengan suara sedikit bergetar menahan amarah.


.


.


.


Lusi kembali meletakan hpnya,ketika selesai mengirim pesan kepada jenia.


Nana:"Lusi,lampunya sudah hijau."menatap lamu yang ada di sisi jalan.


Lusi:"Ya kakak."seketika itu juga menjalankan mobilnya.


setelah cukup lama membawa mobil tuan surya,akhirnya Nana dan lusi berhenti di sebuah bangunan yang lumayan besar.


Nana:"Ini tempatnya,lusi.?"


Lusi:"Benar kak,seperti yang jenia katakan."


Nana mengangguk dan membuka pintu mobil,di ikuti lusi.


Nana:"Black swit."menatap tulisan yang ada di atas bangunan itu.


Lusi:"Ayo kakak ipar kita masuk, sekarang."ajakan itu di jawab anggukan oleh nana.


Keduanya terus berjalan berniat untuk masuk kedalam cafe Black swit,tapi ketika mereka akan membuka pintu cafe,dari arah belakang sesorang menarik tangan lusi.


Lusi:"Kamu.?"menatap penuh tanda tanya.


.


.


Note:" Ga di gantungkan,heheh.Besok lagi ya,jangan lupa vote.

__ADS_1


Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.


Baca juga Novelku yang lainnya"Takdir Hidupku"klik aja profilku


__ADS_2