ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
DUA EPS TERAKHIR.


__ADS_3

Ari terheran ketika melihat area bawah mansion karena di sana tidak ada anggota keluarganya,matanya hanya melihat pelayan yang sibuk di sisa kerja mereka.


Ari:"Mommy dan daddy,di kamar.?"


Kepala pelayan yang tengah berjalan seketika berhenti,ketika tuan mudanya bertanya.


"Betul,tuan muda."sahutnya sopan.


Ari mengangguk paham"Lusi dan Azllan.?"bertanya dengan menatap Area mansion.


"Mereka juga berada di kamar(kamar masing-masing)."jawab sang kepala pelayan.


Ari:"Panggil daddy dan mommy."titahnya langsung di jawab angggukan dari kepala pelayan,dan perlahan pergi menaiki tangga mansion.


Ari menarik nafasnya pelan,dia berjalan ke arah kamar lusi yang letaknya tidak jauh dari area ruang keluarga.


.


.


Lusi tengah berdiri di depan jendela kamarnya,matanya menatap langit malam.


Lusi:"Om dan tante sudah pulang,dan sebentar lagi mereka akan mengetahui semuanya.ya tuhan,apa mereka akan menerima kenyataan bahwa aku sudah tidak suci lagi.?"lirihnya dengan linangan air mata kesedihan.


Tak lama lusi mendengar suara ketukan pintu kamarnya di ketuk seseorang.


Kakinya berjalan ke arah pintu dengan tangan mengusap pipinya yang basah.


Ceklek...."Kakak.!"Gaket lusi.


Ari:"Ikut kakak.?"ajakan itu membuat lusi diam dan menatap sepupunya heran.


Ari:"Mereka harus tahu,lusi.!"ucapnya pelan.


Lusi:"Baik kak,lusi mengerti."sahutnya yang tengah berdiri di depan pintu kamarnya.


Ari tersenyum"Kakak tunggu di depan(ruang keluarga)"


Lusi mengangguk dan kembali menutup pintu kamar setelah Ari pergi.


Ya tuhan,apapun yang akan terjadi kendepannya aku akan menerima dengan ikhlas.batin lusi yang tengah memakai jubah tidurnya.


.


.


Ari tengah duduk menunggu semuanya datang,tak lama ari merasakan geratan di saku celananya.dengan cepat tangannya merogok hpnya.


Ari:"Jaka.?"Matanya menatap panggilan dari sekertarisnya,dan dengan cepat tangannya menggeser ikon hijau.


Ari tahu kalau Sekertarisnya menelpon di luar jam kerja,pasti ada hal yang penting dan tidak bisa di kirim lewat email.


Ari:"Ada apa.?"tanyanya ketus.


Jaka:"Tuan muda,laki-laki yang waktu itu bersama nona di hotel.dia sudah sadar.!"


Ari menyeringai mendengar kabar yang di bawa sekertarsi jaka.


Ari:"Apa dia membuka mulutnya.?"


Jaka:"Dia memberitahukan semunya, termasuk siapa dalang dari penjebakan itu."jelasnya.


Ari:"Siapa yang sudah membayarnya.?"tanyanya penasaran.


Jaka:"Tuan samuel dan putrinya,adalah dalang dari rencana penjebakan itu tuan."


Penuturan sekertaris jaka membuat Ari mengepalkan tangannya,bahkan rahangnya mengeras sempurna.


Ternyata tua bangka itu juga terlibat,tidak bisa di percaya.kesal batin Ari.


Jaka:"Tuan,apa yang harus saya lakukan dengan laki-laki itu.?"


Ari:"Awasi dia,dan jangan biarkan dia lolos jaka.!"titahnya.


Jaka:"Baik tuan."


Tak lama panggilan itu terputus.


Ari meletakan hpnya di atas meja,dan kembali menarik nafasnya kasar.


Ari:"bapak dan anak sama saja bere**seknya, tidak bisa di percaya."geramnya


Ari terus bergulat dengan hati dan pikirannya, sampai dia mendengar suara langkah kaki menuruni anak tangga.


"Son."tegur mommy kei menatap putranya.


Ari tersenyum melihat kedua orangtuanya yang saat ini duduk di depannya.


Ari:"Maaf,Ari mengganggu istirahat daddy dan mommy."ucapnya tidak enak.


Daddy:"Tidak apa-apa,son."sahutnya yang tengah duduk bersebelahan dengan istrinya.


Mommy:"Oh ya,Nana sudah tidur.?"bertanya dengan menatap area mansion mencari menantunya.


Ari"Dia sudah tidur mom."jawaban itu membuat mommy kei mengagguk dan menghentikan pergerakan matanya.


Daddy:"Selamat ya son,sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah."


Ari:"Terimakasih dad,dan itu artinya.daddy dan mommy sebentar lagi akan menjadi opa dan oma."ucapan itu membuat tuan surya dan mommy kei saling tatap


Mommy:"Mommy bahagia."bergantian menatap suaminya dan putranya.


Ari tersenyum melihat kedua orangtuanya, yang begitu bahagia mendengar kabar kehamilan istrinya.


Ari:"Daddy,mommy.ada hal penting yang mau ari sampaikan.?"


Mommy kei dan tuan Surya secara bersamaan kembali saling tatap curiga.


Dan ketika Ari akan membuka mulutnya,dari arah belakang lusi datang.


Lusi:"Maaf."ucapnya berbarengan dengan mendudukan tubuhnya di kursi tunggal.


Ari tersenyum melihat kedatangan lusi,hanya mommy kei dan tuan surya yang kebingung.di hati mereka ada perasaan yang tidak enak, pasalnya putranya memanggil meraka tapi sekarang ada lusi.


Di ruang keluarga itu menciptakan rasa yang bercampur dari keempatnya,terutama lusi.dia bahakan tidak bisa menatap om dan tantenya,yang lusi lakukan adalah menundukan kepalanya.


Ari:"Daddy."menatap lekat tuan surya."Apa daddy tahu,kalau kolega sekaligus teman yang daddy bangga-banggakan itu.ternyata dia begitu licik,dan putrinya juga sama liciknya."ucapnya menuh rasa amarah.


Tuan surya diam mendengar ucapan putranya,keningnya mengkerut tanda dia tidak mengerti.sama halnya dengan tuan surya,mommy kei pun melakukan hal yang sama.


Hanya lusi yang tidak bergeming.


Daddy:"Apa yang kamu katakan son,daddy tidak mengerti.!"


Mommy:"Betul,mommy juga tidak mengerti."tambahnya.

__ADS_1


Ari diam sejenak,mungkin yang barusan dia katakan tidak akan membuat kedua orangtuanya percaya.yang akan ari lakukan adalah berbicara dengan pelan dan mengontrol emosinya.


Perlahan ari menarik nafasnya,dan kembali menceritakan kebusukan tuan samuel beserta putrinya.dari mulai rencana menjebak istrinya,membayar hendri,sampai akhirnya Ari memberitahuan kalau Lusi juga di jebak oleh Jenia.yang mengakibatkan sang sepupu kehilangan kesuciannya.


Mendengar penjelasan dari putranya, membuat tuan surya mengepalkan tangannya marah"Daddy tidak percaya,kalau dia dan putrinya seberani itu.daddy sudah salah menilai samuel."ucapan itu membuat mommy kei mengangguk setuju.


Mommy:"Daddy,mommy tidak tahu harus bagaimana menghadapi keluarga Areab. mereka begitu licik,untung saja dulu daddy membatalkan rencana konyol itu."jawabnya kesal.


Tuan Surya bergantian menatap istri dan putranya,tatapannya menytiratkan rasa bersalah.


Daddy:"Daddy minta maaf,daddy tidak tahu kalau samuel dan Jenia begitu licik.ini tidak bisa di biarkan."menepuk pelan tangan istrinya.


Ari tersenyum karena kedua orangtuanya mau percaya dengan kebenaran apa yang dia ucapkan.


Ari:"Daddy,kita harus putuskan kerja sama kita dengan perusahana milik Tuan Samuel."usulnya.


Daddy:"Kamu benar Son,kita harus membuang Money Grup dari perusahan kita."sahutnya setuju.


Ari mengagguk dan tersenyum melihat kedua orangtuanya.


Tak lama,mommy kei menatap Lusi yang sedari tadi diam seolah tidak terlihat.


Perlahan mommy kei beranjak bangun dari duduknya,yang mana membuat tuan surya melepaskan genggaman tangannya.


Lusi melirik mommy kei yang saat ini menarik tangannya,dan mendudukan tubuhnya untuk duduk di samping mommy kei.


Mommy:"Lusi,kenapa kamu merahasiakan ini semua.?"bertanya dengan memeluk tubuh lusi memberi ketenangan.


Bukannya menjwab,lusi malah menangis di dalam pelukan mommy kei.


Mommy:"Keluarkan semuanya,jangan di tahan."ucapan itu membuat tubuh lusi bergetar,dia mengeluarkan unek-uneknya yang selama lima tahun ini dia pendam sendirian.lewat tangisan dia membuang semua rasa marah,kesal,rasa bersalah, ketakuatan yang luar bisa akan kebenaran tentang dirinya,dia keluarkan tanpa sisa.


Ari dan tuan surya diam menyaksikan kesedihan lusi,meraka hanya menatap lusi sendu.


Cukup lama lusi menangis di dalam pelukan tantenya,sampai akhirnya dia mulai tenang dan memmy kei melonggarkan pelukannya.


Mommy kei menatap wajah cantik lusi yang begitu menyedihkan.


Mommy:"Sudah lebih tenang.?"mengusap pipi mulus lusi.


Tanpa membuka mulutnya,lusi hanya menganggukkan kepalanya.


Mommy kei mungkin kecewa mendengar kabar keponakannya sudah tidak suci lagi,tapi di posisi ini dia juga tidak bisa marah atau memukul keponakannya.karena dia di jebak oleh temannya sendiri.


Mommy kei tersenyum getir dan mengusap pelan pipi mulus lusi yang basah.


Mommy:"Kamu jangan takut,kita semua akan menerima kenyataan ini,dan tante yakin. daddy dan mommy mu juga akan menerimanya."ucapnya memberi ketenangan.


Lusi:"Tante ter-terimaksih,karena mau menerima kenyataan ini hiks... hiks...."jawabnya terbata-bata.


Mommy:"Itu tidak di sengaja lusi,mereka akan mengerti percayalah."mengusap pelan punggung keponakannya.


Lusi tersenyum getir mendengar ucapan dari mommy kei.


Terimkasih ya tuhan,tante dan om surya mau menerima kenyataan ini.terimaksih.dan mudah-mudahan,mommy dan daddy juga bisa menerima keadaanku.senang batin lusi.


Semuanya tersenyum lega,karena satu persatu permasalahan sudah di ketahui.


Daddy:"Son.!"ucapan itu membuat Ari mengalihkan pandangannya,yang tadi menatap mommynya dan keponakannya.


Ari:"Ya dad."


Daddy:"Besok suruh Sekertaris mu untuk menghubungi Samuel."


Ari:"Baik Dad."sahutnya dengan menganggukkan kepalanya.


Daddy:"Jaga istrimu."


Mommy kei dan lusi mengangguk ke arah Ari.


Lusi:"Selamat ya kak,sebentar lagi kakak akan menjadi seorang Ayah."


Ari:"Terimakasih lusi."sahutnya dengan mengacak-acak tambut Lusi.


Tak lama Ari berjalan menaiki anak tangga meninggalkan kedua orangtuanya dan sepupunya.


.


.


Mommy:"Lusi,tiga hari lagi kamu dan Azllan harus kembali."menatap manik lusi.


Lusi diam sejenak,di hatinya masih ada rasa takut ketika nanati bertemu dengan kedua orangtuanya.


Dan Mommy kei melihat itu."kamu jangan takut,Tante dan om akan pergi bersamamu untuk bertemu mommy dan daddy mu,betul kan Dad."melirik sang suami seolah meminta persetujuan.


Tuan surya hanya tersenyum dan mengaggukkan kepalanya.


Daddy cape mom.gumam batin daddy surya.


Lusi:"Terimakasih om,tante."bergantian menatap mommy kei dan tuan Surya.


.


.


Ari perlahan naik ke atas tempat tidur yang di atasnya terdapat istrinya.


Dia tersenyum melihat Nana yang tertidur pulas,bahkan ketika Ari melingarkan tangannya ke atas perut istrinya tidak membuat Nana bergerak.


Ari:"Selamat malam,calon mommy."ucapnya pelan dengan mengecup kening Nana.


Tak lama Ari mulai menutup matanya dengan mendekap tubuh istrinya.


Dia sampai melupakan kegiatan rutin yang hampir setiap malam mereka lakukan.


.


.


Sang Surya(Matahari)kembali menyapa penduduk bumi dengan sinarya yang membuat manusia selalu tersenyum di pagi hari,dan mengucap rasa sukur karena masih bisa bertemu dengan hari baru.


Pagi ini Semua anggota keluarga tengah memakan sarapan mereka dengan tenang.


Mommy kei tersenyum melihat putranya yang sibuk membawa namapan berisi sarapan untuk Istrinya.


Ya,Nana tidak turun dia masih betah di dalam kamar.kenapa Nana tidak turun? ya alasanya karena dia masih belum bisa melihat adik iparnya yang tampan itu.


Mommy:"Son,biar pelayan saya yang bawa sarapan untuk istrimu."menegur putranya yang tengah sibuk menungakan susu hangat untuk Istrinya.


"Ari bisa."menjawab tanpa melihat sang mommy.


Semuanya mengangguk dan tidak bisa berbuat banyak ketika Ari sudah berbicara.


Aku harus meminta saran dari kakak ipar, bagaimana menaklukan laki-laki seperti kakak Ari.tapi jaka tidak seperti kakak Ari.Lusi sibuk dengan pikirannya sendiri di tengah sarapannya.

__ADS_1


Ari meniki anak tangga dengan membawa Nampan menuju kamarnya,meninggalkan semua anggota keluarga di ruang makan.


Nana yang tengah duduk di depan meja riasnya melirik pintu kamar yang terbuka.


Nana:"Yank."menatap suaminya lewat pantulan cermin.


Ari tersenyum dan meletakan nampan berisi sarapan di atas meja,dan berjalan kearah istrinya yang tengah menyisir rambutnya.


Ari:"Sini sarapan dulu."mengecup kening Nana.


Nana tersenyum dan mengangguk ketika tangannya di tarik suami bulenya.


Ari:"Makan yang banyak,supaya Dedenya sehat."mengusap lembut perut rata Nana.


Nana:"Baik bos."sahutnya manja.


Ari tersenyum dan menyuapi Istrinya penuh kasih sayang.


Nana hanya diam menerima perlakuan dari suaminya.


Ari:"Nanti siang aku jemput."ucapnya yang tengah menyuapi istrinya.


Nana hanya mengangguk untuk memberi jawaban.


Ari terus menyuapi istrinya di sisa waktunya pergi bekerja.


Hari ini bersiap-siap lah,tuan samuel.batin Ari.


.


.


Tuan Samuel terus tersenyum bangga ketika mendengar Sekertaris jaka menghubungi sekertarisnya,dan memberitahukan kalau dirinya di minta untuk datang ke Perusahaan Atmaja grup.


Surya:"Atur kembali jadwalku,karena nanti jam Sembilan pagi kita akan pergi ke perusahaan Atmaja grup."


Sang Sekertarsi yang tengah berdiri di depan Tuannya seketika mengangguk paham.


Samuel:"Kau boleh pergi."mengibaskan tanganya.


Sang sekertaris kembali mengangguk dan membungkuk hormat.


Setelah kepergian sekertarisnya,tuan samuel menyeringai dan menyandarkan kepalanya di atas kursi kebanggannya.


Samuel:"Kau sudah tidak sabar ternyata surya,untuk menjadi besanku."gumamnya senang.


.


.


Tak terasa Waktu menunjukan pukul 08:45 waktu setempat,dan di waktu itu juga tuan samuel datang ke perusahaan Atmaja grup.


Dia berjalan dengan santai,bahakan dia terus tersenyum di setiap langkahnya ke arah ruang kerja sang presedir Atmaja grup.


Tuan samuel yang terhormat di kagetkan dengan pintu kaca yang di buka oleh laki-laki tampan,yang terlihat rapih dengan setelan jasnya.


"Selamat datang,tuan Samuel."membungkuk memberi hormat.


Samuel:"Terimakasih Sekertaris jaka."sahutnya ramah dan perlahan masuk melewati Jaka.


Tuan samuel tersenyum melihat ada dua laki-laki yang berbeda usia,tengah duduk saling berhadapan di area meja kerja sang Presedir.


Surya:"Selamat datang,Tuan Samuel."sapanya dan berdiri di ikuti sang Ceo Ari Atmaja wijaya.


Tuan samuel dengan cepat berjalan mendekati kedua pria tampan yang berbeda usia itu.


Samuel:"Tuan surya,apa kabar."tangannya mengayun di udara berniat menyalami sang presedir.


Surya:"Silahkan duduk,Tuan Samuel."


Alih-alih menerima jabatangan koleganya, Tuan Surya malah berjalan ke arah sofa meninggalkan tuan Samuel yang masih berdiri menatap tanganya yang tidak di sambut.


Dia memiringkan kepalanya dan kembali meletakan tangannya di sisi tubuhnya.


Ada apa ini.? tanya batin tuan Samuel.


Ari menyeringai melihat Kebingung Tuan Samuel dan dia mengikuti Daddy yang tengah duduk tenang di atas sofa.


Tuan samuel tidak mau ambil pusing dengan perlakuan koleganya sekaligus temannya itu, dia malah tersenyum dan ikut bergabung duduk.


Surya:"Tuan Samuel,kita langsung saja."raut wajahnya berusaha menahan amarah.


Samuel:"Katakan,tuan Surya."sahutnya seolah tidak sabar.


Surya:"Mulai detik ini,saya memutuskan kerja sama antara Atmaja grup dan Money Grup."ucapnya lantang.


Ucapan itu membuat Tuan samuel membulatkan kedua matanya tidak percaya


Samuel:" Apa saya tidak salah dengar.?"menatap tidak percaya.


Surya:"Apa yang anda dengar semunya benar."sahutnya santai,tapi percayalah.Daddy surya sudah sangat muak melihat wajah koleganya itu.


Samuel:"Ada apa tuan Surya?kenapa tiba-tiba anda ingin memutuskan kerja sama ini.?"pertanyaan itu membuat Ari ingin menjawab,tapi sang Daddy melirik dirinya memberi isyarat untuk diam.


Sebelum menjawab pertanyaan itu,tuan Surya menarik nafasnya pelan.


Samuel:"Mari kita bicara sebagai teman, bukan sebagai kolega Samuel."ucapnya penuh penekanan.


Tuan samuel mengerutkan dahinya"Katakan.!"


Surya:"Aku tidak menyangka,kamu dan putrimu bisa melakukan hal selicik itu.dan serendah itu Samuel."geramnya.


Tuan Samuel masih diam tidak bergeming, yang mana membuat Tuan Surya meradang.


Surya:"Kau masih belum mengerti,atau pura-pura tidak mengerti Samuel.?"menatap penuh amarah.


Samuel:"apa yang kau maksud Surya,aku tidak mengerti."sahutnya bohong tapi dalam hatinya dia sudah menebak arah pembicaraan Tuan Surya.


Mendengar jawaban Tuan Samuel,membuat Ari mengepalkan tanganya.dia sudah ingin menghajar pria tua bangka itu,tapi dia terus mengingat ucapan daddynya ketika menunggu Tuan Samuel datang,yang mengakatakan'Kalau ingin menangakap rubah,jangan pakai pistol.pakai kecerdasan dan ketenangan.percayalah,kalau kamu sudah mendapatkan itu semua.dengan cara apapun,si rubah itu akan kamu dapatkan dan akan takut padamu.'Mengingat itu membuat Ari diam dan menjernihkan pikirannya.


Daddy benar,aku harus tenang menghadapi rubah licik ini.batin Ari.


Surya:"Maksudku adalah,kamu dan Putrimu sudah menjebak Menantuku.dan anakmu juga sudah menjebak keponakan ku sampai dia kehilangan kesuciannya."ucapan yang menggelegar itu,cukup menyentak batin tuan Samuel sampai ke ulu hatinya.


Dia tidak berkutik mendengar suara mengelegar dari Koleganya.


Jenia,rencana mu ternyata gagal.dan sekarang apa yang harus daddy lakukan.bingung batin tuan Samuel.


.


.


Note:"Eps kedua menuju tamat ini panjang banget ya,dan maaf kemaren aku ga bisa up ya karena lagi sibuk hehe.yang sudah setia menunggu terimakasih.


Jangan lupa ikutin terus cerita ISTRI KU GADIS DESA detik-detik terakhir.

__ADS_1


Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.


__ADS_2