
Nana mengejar Ari ketika melihat tangan Marco merogok saku jasnya,ia berpikir kalau pria tampan itu akan melukai sang suami.
"ayang."Tegur Nana ketakutan seraya berjalan menuruni tangga.
Ari terus berlari menghampiri Marco,tapi di tengah langkahnya hp yang ada di dalam saku celananya bergetar menandakan ada panggila masuk yang mana membuat ia berhenti.
Marco menyeringai ketika Ari berhenti berlari, dan merogok saku celananya."Seperti dugaanku."gumamnya kesal.
Rara sendiri begitu terkejut dan membulatkan matanya,melihat tangan Marco berhias hp miliknya.
"Marco,Itu hpku.!!"Ucap Rara bingung.
Marco menatap Rara penuh selidik "Ini hpmu bukan.?"tanyanya kesal seraya menunjukan hp milik Rara.
Jadi yang Marco ambil dari dalam saku jasnya adalah hp milik Rara.
Kenapa hp Rara bisa ada di Marco..?Jawabannya adalah ibu dari Rara sendiri yang memberikan benda pipih itu kepada Marco.
Tadi setelah Rara pergi Marco datang berkunjung kerumahnya,tapi ketika ia sampai Rara sudah tidak ada.dan ibu dari Rara memberikan hp milik calon istrinya yang tertinggal di atas meja.
Rara sampai melupakan hpnya ketika keluar Rumah untuk pergi kerumah mommy Kei.
Terus bagaimana Marco bisa tahu keberadaan Rara?ternyata Marco meminta seseorang untuk mengikuti gerak-gerik Rara ketika di luar rumah,selama satu minggu terakhir.
Dan ketika ia tahu kalau Rara datang kekediaman tuan Surya membuat Marco murka,di tambah lagi Marco melihat satu panggilan terakhir Rara dengan Nomor telepon yang di beri Nama My Prince.!!
Keteledoran Rara yang membuat kesalah pahaman ini terjadi.
.
.
"Berikan."pinta Rara kesal,dan berusaha mengambil hp miliknya dari tangan kekar Marco.
Mata tajam Marco menatap Rara"Diam."pintanya ketus.
Nana yang saat ini berdiri di samping Ari merasa heran,ketika ada panggilan dari nomor tanpa nama"Nomor telepon siapa yank.?"Pertanyaan Nana membuat Ari tersentak,pasalnya ia tahu kalau itu panggilan dari Rara.
Ari:"Ini Nomer-
"Lihat Ari,di hp calon istriku Nama kontakmu adalah my prince.apa kau percaya.!!"Sergah Marco cepat,wajahnya menunjukan ketidak sukaan.
__ADS_1
Rara diam seribu bahasa,ketika Macro mengatakan hal yang sangat memalukan untuk di dengar.
"Kembalikan hpku Marco."pinta Rara cepat.
"Diam."ucap Marco dengan mata tajamnya.
Ari Menatap Rara tidak percaya,setelah ia tahu kalau nama kontaknya di hp Rara dengan sebutan itu.
Nana sendiri merasa tidak nyaman dengan ucapan Marco,dalam diam Nana bertanya sebesar itukah cinta Rara kepada Ari suaminya.
Tapi Nana tidak mau ambil pusing dengan semua itu,karena yang terpenting adalah kejujuran sang suami.penjelasan Ari di desa menurutnya sudah cukup,kalau masalah nama kontak sang Suami di hp Rara itu bukan keiningan Ari,melainkan ulah Rara sendiri.
Marco mengakhiri panggilan itu setelah ia selesai membuktikan,kalau nama kontak di hp Rara adalah Ari Atmaja wijaya sodara dari Lusi mantan calon istrinya.
Ternyata mereka pernah menjalin hubungan, cih.geram hati Marco.
Ari menatap kedua orang yang tidak jauh dari dirinya"Pergilah Marco,dan bawa dia."Pintanya kesal seraya mengarahkan telunjuknya kearah Rara.
Rara menjadi salah tingkah,apalagi melihat Nana.rasa bersalah kembali menyelimuti hatinya.
Aku benar-benar bodoh,kenapa aku harus memberi nama Ari dengan sebutan itu.bodoh Rara kamu bodoh.kesal hati Rara kepada dirinya sendiri.
"Kenapa Ari,aku bahkan belum mendengar kisah kalian di masa lalu.bagaimana kalau kalian ceritakan kisah percintaan kalian,agar aku dan.."Marco menggantungkan kalimatnya, karena saat ini matanya menatap Nana"Istri cantikmu bisa tahu,bukan begitu.!!"Tutur Marco dengan tatapan cerah kearah Nana.
Nana seketika menunduk tak kala Marco menatap dirinya intes.
wow dia cantik sekali...lihat tubuhnya.tunggu... kenapa waktu aku datang tempo hari tidak melihat dirinya?batin Marco penuh tanya.
Rara melihat tatapan Marco yang terus menatap Nana seolah terpesona,dalam diam Rara mengepalkan tangannya.
Kenapa semua orang seperti ingin jatuh cinta dengan Nona Nana,kenapa.tanya batin Rara kesal.
Ari benar-benar murka mendengar pujian yang Marco arahkan untuk istrinya,di tambah lagi mata Marco terus menatap Nana"Jangan tatap istriku..!"Suara serak itu tidak di perdulikan Marco.
"Kenapa,istrimu memang cantik.!"jawab Marco seolah menantang.
Ari sudah kehilangan batas kesabaran mendengar ucapan dari Marco."Kau ingin mati rupanya.!!!"Ucapnya penuh amarah.
Marco hanya mengangkat bahunya penuh percaya diri."Ari...Ari istri di puji orang seharusnya kau senang."sahutnya santai.
Pujian Marco untuk Nana adalah kesalahan yang sangat fatal,akibatnya bisa-bisa mansion akan gaduh.
__ADS_1
Sedari tadi tak ada yang memisah keduanya,kemana para pelayan dan security semua seolah menghilang.
Ternyata Security yang berjaga di depan gerbang tidak menatuh curiga ketika Marco datang,mereka tahu siapa itu Marco Abraham.sedangkan para pelayan memilih diam semuanya tidak berani mendekat.
Terus di mana mommy Kei.?Wanita paruh baya itu tengah menikmati sorenya di ruang baca yang ada di belakang mansion,jadi ia tidak akan tahu kejadian yang saat ini terjadi.
Sebelum Ari menuruni anak tangga yang berjumlah tujuh itu,perlahan ia menatap istrinya lembut."Honey sekarang kamu kekamar ya,nanti aku akan menyusul."pintanya lembut.
Nana menggelengkan kepalanya tanda menolak"Ayang aku mohon kamu jangan emosi,hiks... hiks... aku takut kamu terluka aku mohon jangan berkelahi."lirihnya dengan isak tangis.
Ari:"Aku akan baik-baik saja,cepat kekamar."pintanya seraya mengusap lembut perut buncit Nana,seolah memberi isyarat ini tidak baik untuk si calon baby.
Marco seketika sadar kalau istri Ari sedang mengandung,tapi entah kenapa itu tidak mempengaruhi rasa kagumnya.
Nana tidak bisa menolak,dengan berat hati ia berjalan menaiki tangga menuju kamar"Lindungi suamiku tuhan."gumamnya yang saat ini berjalan pelan.
Marco terus memperhatikan Nana kagum,dan tanpa ia sadari Rara juga memperhatikan dirinya kesal.
Ari berjalan dengan tangan yang tengah melonggarkan dasi berwarna hitam penuh amarah"Marco apa kau tahu,aku paling tidak suka dengan pria yang menatap istriku di sengaja ataupun tidak,apalagi memuji kecantikannya."ucapnya santai tapi menyimpan kemarahan.
Marco menyeringai mendengar ucapan Ari, dan seketika ia menatap Ari yang tengah berjalan menghampiri dirinya.
"Kenapa kau sangat marah,aku bahkan tidak marah ketika matamu menatap calon istriku."sahutanya serya berjalan menghampiri Ari.
Rara sendiri merasa kebingung,melihat dua pria tampan yang sama-sama di bakar emosi.
"Aku harus meminta tolong."Ucap Rara yang langsung berlari keluar mansion.
Berbarengan dengan itu,kepala pelayan diam-diam berlari kearah belakang mansion untuk menemui Mommy Kie"Ya tuhan aku harus cepat."gumamnya ketakutan.
Kini Ari dan Marco tengah berdiri saling berhadapan,tatapan mata keduanya mengisyaratkan rasa amarah.apalagi Ari, kemarahan di wajahnya bak gunung berapi yang siap mengeluarkan semburan Larva panas kearah Marco.
"Kau tidak akan keluar dengan keadaan sempurna lagi."Suara itu berasal dari Ari yang sudah kehilangan kesabaran.
Marco bukannya takut,ia malah tersenyum kecut mendengar ancaman yang Ari arahkan kepadanya."Aku tidak takut."jawabnya santai.
Dan Seketika Marco membisikan sesuatu di telinga Ari."Ari,bagaimana kalau kau memberikan istrimu.dan aku akan memberikan Rara."Bisikannya.
Ari mengepalkan tangannya mendengar bisikan Marco"Kau akan mati."ucapnya marah, dan langsung melayangkan pukulan di wajah tampan Marco.
.
__ADS_1
.
Note:"Hemmzz hai semuanya aku mau banyak bercerita,empat hari yang lalu ada salah satu Raider yang Pc aku,dia bilang kalau aku sudah meniru nama pemeran utama wanita begitupun latar belakang dari salah satu Novel pavoritnya.seketika aku shok.terus aku tanya Novel yang Mana,dia kasih tahu aku dan itu Novel milik author yang sudah terkenal,bahkan aku juga pernah baca.jujur ya aku sedih dan sampai ga up.dan yang bikin aku down dia minta aku untuk ganti Judul jangan ada"gadis desanya"dan Nama pemeran utamanya juga.ya alloh mau di ganti gimana,sedangkan epsnya sudah lebih dari 160 😥😥sedangkan untuk judul aku bingung harus ganti dengan nama apa,Ok baiklah kalau itu maunya,tapi aku tanya balik siapa yang duluan buat ini Novel.kalau dari tanggal dan bulan Novelku yang duluan terbit gitu aja sih. dan dia menghilang begitu saja,emmm aku suka heran ada aja orang yang kaya gitu nie yah Novel ini mah belum banyak yang tahu. yang like aja di bawah seribu,yang komen aja masih bisa dihitung pakai jari tangan,apalagi ngarepin vote sekarang mah udah ga minta deh udah ga berani,karna kalau ada yang like,komen,atau Vote mungin eps ini bagus,jadi janganlah berkata demikian,sok sedih.....Sekian....