ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
UCAPAN SELAMAT DARI KEDUA SAHABAT


__ADS_3

Dua hari telah berlalu,dan semenjak kejadian di restoran mewah itu luka yang ada di paha Nana sudah membaik.tapi tidak dengan rasa kecurigaan yang Nana rasakan.


Dalam hatinya masih merasa ketidak nyamannya akan sikap sang suami kepada pelayan cantik di restoran itu,tapi Nana terus melawan dan berpikir positif.


Dalam kurun dua hari Ari belum mau memberitahukan siapa itu Rara kepada Nana, dan ketika Nana bertanya Ari selalu berkelit. bahkan pria tampan itu berkata tidak mengenal si pelayan restoran.


Ari juga berkata kalau dia tidak marah akan kejadian itu karna merasa kasian,Nana hanya mengangaguk setuju walupan dalam hatinya masih tetap tidak dapat menerima alasan itu. apalagi ketika Ari memarahi suster sedangkan kepada pelayan restoran tidak.!!entahlah Nana hanya bisa menerima dan berusaha mempercayai suaminya.


Walupun rasa curiga masih menyelimuti dirinya akan sikap sang suami,tapi itu tidak mengurangi kewajibannya sebagai seorang istri.seperti saat ini Nana tengah berdiri di depan gerbang karna suaminya akan pergi bekerja.


"Love you honey"Ucap Ari manja.


Nana tersenyum malu karna ada orang lain di sekitarnya"Tooo,hati-hati ya."sahut Nana tak kalah manja.


Ari tersenyum ceria dan melambaikan tangannya ketika mobil perlahan berjalan.


"Cepat pulang ya."teriak Nana karna mobil yang di kendarai Sekertaris Jaka tengah berjalan meninggalkan dirinya.


"Siap hon."jawab Ari penuh cinta.


Nana tersenyum dan terus melambaikan tangannya,sampai mobil mewah itu menghilang dari pandangannya.


.


.


Ari seketika menyandarkan tubuhnya malas, dan mendesah penuh ketakutan.


Bagaimana ia tidak takut,karna sekali lagi Ari sudah berbohong dengan mengatakan tidak mengenal pelayan restoran yang sudah menumpahkan sup panas di tubuh istrinya. mengingat itu membuat Ari mengutuk dirinya sendiri.


Kenapa aku berkata tidak mengenal Rara.apa susahnya sih bilang kalau dia temanku,Ari kamu bodoh,bagaimana kalau istrimu tahu siapa Rara.!!tapi siapa yang akan memeberi tahunya tidak ada yang tahu kalau aku pernah punya perasaan cinta,ya tidak ada yang tahu..tapi mommy tahu.!apa mungkin mommy akan memberi tahu istriku,tidak tidak itu tidak akan terjadi.Nana tidak tahu siapa Rara,dan mommy juga hanya satu kali bertemu dengan Rara.mommy pasti sudah tidak mengingat dia,ya aku yakin.ok tenang Ari ini akan baik-baik saja,tenang. ucap hati Ari dengan rasa takutnya dan rasa tenang.


Sesekali Jaka melirik sang tuan muda yang ada di belakang,suara desahan penuh arti membuat Jaka berpikir kalau majikanya sekaligus calon Sepupunya itu tengah ada masalah.tapi masalah dengan siapa karna tadi kedua majikannya terlihat baik-baik saja, dan kalau masalah perusahaan itu juga tidak mungkin.perusahan Atmaja juga tidak ada masalah,entahlah Jaka hanya diam pria itu tidak berani bertanya.


.


.


"Nona,anda baik-baik saja.?"Tanya Yuni yang tengah berdiri di samping Nana.


Nana seketika menoleh ke arah Yuni yang ada di dekat sofa ruang keluarga"Kenapa Yun.?"Nana balik bertanya karna tidak mendengar apa yang di ucapkan Yuni,dirinya sedang sibuk melamun.


"Maaf Nona,apa anda baik-baik saja.?"ulang Yuni.


"Ah saya tidak apa-apa,Yun."sahut Nana seraya mengukir bulan sabit di bibirnya.


"Kalau anda butuh sesuatu,panggil saya Nona."Ucap Yuni sopan.


Nana mengangguk pelan,dia tidak mungin bercerita tentang masalah rumah tanggannya kepada Yuni.bukan karna Yuni pelayan tapi Nana merasa tidak baik jika harus mengumbar masalah rumah tangga kepada orang lain,cukup tuhan saja yang tahu itulah yang selalu Nana lakukan.


"Terimakasih,Yuni."jawab Nana sopan.


Yuni mengangguk dan membungkuk tapi sebelum kakinya berjalan,Nana membuka suaranya."Yun,apa mommy tidak menelpon.?"Tanya Nana yang masih duduk di atas sofa.


Yuni membalikan tubuhnya cepat"Nyonya tadi menelpon,ketika Nona mengantarkan tuan muda Ari."


"Apa yang mommy katakan.?"Tanya Nana antusias.


"Beliau akan datang nanti siang, Nona."Jawaban Yuni membuat Nana mengangguk pelan,sesungguhnya ibu hamil itu sudah sangat ingin bermanja dan memakan makanan yang selalu di bawa sang mommy mertua.


Karna selama dua hari ini mommy Kei tidak dapat berkunjung atau membawa makanan untuk menantunya,wanita paruh baya itu tengah sibuk dengan acara amal.dan masalah luka di paha Nana sang mommy tidak mengetahuinya,Ari dan Nana sepakat untuk menutup mulut.


"Baiklah Yun."ucap Nana pelan.


Yuni mengangguk dan kembali berjalan meninggalkan Nana seorang diri.


Nana mendesah,pikirannya benar-benar tidak karuan"Ya tuhan hilangkan pikiran jelek tentang suamiku,aku harus percaya dia tidak mungkin berbohong.ya ingat Nana dia sudah berubah."lirih Nana yang terus berusaha percaya akan sikap suaminya,tapi kepercayaan itu hilang tak kala Nana mengingat suster yang mendapatkan ocehan dari sang suami.


"Ahhhhhhh."Nana menenggelamkan wajahnya di atas tumpukan bantal sofa,dia merasa frustrasi akan sikap suaminya.tidak di pungkiri Nana merasa kesal dan cemburu, mungkin hormon dalam dirinya membuat Nana bersikap seperti itu.

__ADS_1


.


.


Di dalam restoran bernuansa modaren, terlihat ramai dengan banyaknya para pelanggan.tapi di lihat dari segi penampilan restoran itu,sudah di pastikan yang datang orang berduit karna restoran itu menyajikan makanan dan minuman berharga pantastis.


Seperti saat ini ketika makan siang datang,semua tempat makan pasti ramai tak terkecuali restoran yang tengah di kunjungi Ari.


Pria tampan itu berjalan masuk kedalamnya, dan matanya menatap meja yang sudah di duduki kedua sahabatnya.siapa lagi kalau bukan Aldy dan Kevin.


Melihat Ari membuat Kevin melambaikan tangannya di ikuti Aldy.


Tadi sebelum makan siang datang,Kevin Meminta Ari untuk makan siang di luar.dan Ari menyetuhui ajakan itu,hanya saja Ari meminta makan siang di dekat gedung Atmaja grup,dan di pilihlah satu restoran yang ada di sebrang perusahannya.


"Hai Ri."Sapa Aldy seraya memberi pelukan seperti biasanya di ikuti Kevin.


"Kalian sudah dari tadi.?"Tanya Ari yang tengah duduk berhadapan dengan kedua sahabatnya.


Aldy:"Baru sepuluh menit kita sampai iya ga Vin."Jawabnya dan menatap Kevin.


"Ya betul."sahut Kevin yang tengah membuka buku pesanan.


Ari mengangguk dan meletakan kacamata yang tadi menutupi mata belonya.


"Kita pesan sekarang.?"Tanya Kevin yang langsung di jawab anggukan dari Ari dan Aldy.


Setelah selesai memesan,ketiganya berbincang.


Aldy"Ri,apa benar Sekertaris Jaka-


Aldy diam ketika Ari mengangkat tangannya, memberi isyarat agar berhanti bertanya."Aku tidak mau membicarakan masalah dia"ucap Ari tanpa ekspresi.


"Tapi apa Lusi mau menerima keputusan itu.?"Tanya Aldy penasaran.


Ari mendesah kesal"Kau ini,aku sudah bilang tidak ingin membahas masalah mereka. terserahlah Lusi menerima atau tidak aku tidak perduli."matanya menatap Aldy kesal.


Hanya Kevin yang diam tak ingin ikut membuka mulutnya,dia tengah sibuk dengan hpnya entah apa yang dia lihat,tapi Kevin bisa mendengar pembicaraan kedua sahabatnya.


Tidak mau membicarakan hubungan Sekertaris Jaka dan Lusi tapi dia memberi jawaban ketika Aldy bertanya,Ari Ari semenjak menikah kamu menjadi berubah. bukan hanya takut istri,kamu juga menjadi lembek.gumam hati Kevin yang berisi hinaan untuk sahabatnya.


Tak lama makanan pun datang,Ketiganya menyantap makan siang dengan tenang tidak ada yang berani mengobral ketika makan. karna Aldy dan Kevin sudah mengerti ketika Ari makan bersama mereka.


Makan siang itu berakhir dengan cepat,itulah tujuan kita untuk diam ketika makan.bukan hanya perut yang kenyang tapi kita juga menghemat waktu.


Sesaat ketiganya diam terutama Ari,dalam hatinya dia sudah ingin bertanya kepada Aldy dan Kevin tentang Rara.


"Al.!"Tergur Ari ragu.


Aldy dan Kevin menatap Ari."Ada apa.?"Tanya Aldy penasaran.


Kali ini Kevin mematikan hpnya dan ikut bertanya"Ya ada apa,Ri.?"


Sebelum menjawab,Ari sempat diam dia tidak ingin gegabah terlihat dari cara dirinya menatap sekitar restoran.dan hal itu membuat Aldy Kevin mengangguk,keduanya mengerti Ari pasti takut ada istrinya.


Setelah di rasa aman,Ari kembali menatap kedua sahabatnya yang tengah menahan tawa.


"Aku mau bertanya.?"Ari kembali menatap sekitar restoran,dan dengan bodohnya Aldy Kevin melakukan hal yang sama.


Kevin:"Tidak ada istrimu Ri,sudah tenang saja."ucapnya geram.


Aldy hanya tersenyum kuda melihat tingkah Ari di tambah lagi ucapan dari Kevin.


Ari mengangguk"Dengar."Untuk kesekian kalinya,Ari menatap restoran yang mana membuat Kevin menepuk jidatnya karna kesal.


"Ari sudahlah cepat katakan,disini tidak ada istrimu aku akan mengawasi sekitar.ayo cepat katakan."Ucap Kevin tidak sabar dan mulai menatap dalam restoran terutama pintu masuk.


Ari kembali mengangguk seperti orang bodoh"Aku ingin bertanya."ucapnnya menggantung karna dirinya membali menatap restoran.


Kevin mengerutakan keningnya Prustasi di ikuti Aldy,keduanya seketika menatap Ari marah.

__ADS_1


"Ari.!!!!!"ucap Aldy dan Kevin secara bersamaan.


Ari tersentak"Apa kalian masih ingat Rara.!!"keluar begitu saja karna terkejut.


Aldy menatap Kevin bingung"Kenapa memangnya.?"Tanya Aldy penasaran.


Ari menghela nafasnya pelan"Dia ada di negara ini."


Kevin:"Kenapa memangnya,kalau dia ada di negara ini.?"merubah posisi duduknya.


Aldy mengangguk setuju dengan pertanyaan Kevin.


"Tidak ada masalah,tapi dua hari yang lalu aku pergi kesebuah restoran dengan istriku. dan di sana dia menjadi pelayan,apa kalian tahu saking terkejutnya dia sampai menumpahkan sup panas di tubuh istriku."Ucap Ari pelan.


Aldy dan kevin membulatkan matanya tidak percaya dengan ucapan Ari,tapi bukan karna Rara yang menjadi pelayan.melainkan Rara sudah menumpahkan sup panas di tubuh Nana.


"Terus bagaimana kondisi Istrimu,Ri.?"Tanya Kevin khwatir begitupun Aldy.


Ari:"Dia baik-baik saja."jawabnya.


Aldy dan kevin membuang nafas karna lega.


"Terus kamu apakan si Rara,apa kamu meminta manager di sana untuk memecatnya..?"Tanya Aldy.


Ari:"Tidak,aku malah memaafkan kejadian itu."penuturan Ari membuat Aldy dan Kevin saling tatap.


"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi aku merasa aneh saja ketika kamu mau memaafkan kejadian itu.ya aku tahu itu tidak di sengaja,tapi yang kita tahu kamu selalu mempermasalahkan kesalahan orang lain di sengaja atau pun tidak,tapi barusan kamu bilang memaafkan kejadian itu.Ri dia sudah menumpahkan sup panas apa kamu sadar."Aldy berbicara dengan suara naik turun.


Ari diam dia tidak menanggapi ocehan Aldy.


Aku memaafkan kejadian itu,karna merasa kasian saja.gumam hati Ari.


Kevin menatap Ari penuh kecurigaan"Jangan-jangan kamu punya perasaan lebih ya ke si Rara.?"Ucapan Kevin membuat Ari terbatuk-batuk.


"Ti-tidak itu tidak benar."Ari mengelak.


Aldy:"Ri,apa benar yang di maksud Kevin.?"


Awalnya Ari mengelak,tapi dia tidak bisa membohongi.


"Dulu memang iya aku mempunyai perasaan suka tapi itu dulu sekarang sudah tidak,di hatiku hanya ada istriku saja.dan masalah kejadian itu aku tidak bisa marah,karna aku melihat dia dalam posisi kesusahan,walupan aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi."penuturan Ari membuat Aldy dan kevin mengangguk sejuta,waluapun mereka merasa kecewa karena dulu tidak mengetahui rahasia itu.


"Terus apa yang membuat kamu sedih, Ri.?"tanya Kevin yang melihat Ari diam dengan wajah ketakutan.


"Ketika istriku bertanya siapa palayan di restoran itu,aku bilang tidak kenal.!!"ucap Ari ketakutan.


Mendengar jawaban Ari membuat Aldy dan Kevin berdiri secara bermasaan.


"Selamat berjuang ya Ri,ingat jangan menghubungi aku karena aku mau liburan."ucap Aldy.


"Betul sekali,kalau ada apa-apa ingat jangan hubungi aku,karena aku juga mau liburan.jadi persiapan mentalmu dan selamat berjuang.."Kevin menyalami Ari,dan keduanya berjalan dengan tergesa-gesa meninggalkan Ari yang hanya diam seperti orang id*ot.


"Vin matikan hp,aku tidak mau lagi terlihat dalam urusan rumah tangganya.kali ini biarkan dia menyelesaikan masalahnya sendiri."Ucap Aldy yang tengah berjalan di samping Kevin.


"Akan aku matikan hpku,salah sendiri dia tidak mau mengakui siapa itu Rara.sekarang dia yang pusing."sahut Kevin.


.


.


Ari menatap kepergian kedua sahabatnya dengan tatappan bingung sekaligus kesal.


"Mereka bukan teman yang baik sekarang aku harus bagaimana..!"lirih Ari seraya membenturkan kepalanya kebawah meja.


.


.


maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2