ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
INI TIDAK LUCU


__ADS_3

Dengan cepat Ari beranjak bangun dari duduknya,yang mana membuat kedua temanya begitu terkejut dengan pergerakan Ari.


Aldy:"Ri.!"Tegurnya pelan.


Kevin hanya diam memperhatikan.


Ari:"Apa yang sudah aku lakukan,kenapa aku ada di sini."Guamamnya dan dia bertingkah seperti orang yang baru saja tekena sihir.


Aldy berdirinya dan menjajarkan tinggi tubuhnya dengan Ari.


Aldy:"Kau kenapa Ri,apa yang barusan kau katakan.? "penepuk pelan pundak Ari.


Ari tak menjawab pertanyaan aldy,dia hanya diam.otaknya seperti tengah berfikir.


tak lama dia merogok saku celananya.


Aldy dan kevin saling tatap penasaran.


Ari dengan cepat menghidupkan hpnya yang sudah setengah hancur karena ulahnya sendiri.


Aldy:"Ri,hp mu kenapa.kok bisa buruk begini.?"matanya menatap hp temannya dengan penasaran.


Tapi Ari kembali diam,tidak menanggapi perkataan Aldy.dia malah sibuk mencari kontak Istrinya.


Kontak nana sudah dia dapat,dan dengan cepat hpnya berpindah ke sisi lain telinganya.


Ari:"Angkat honey.!"perasaanya tidak karuan.


Aldy kembali duduk setelah mendengar gumaman yang dia dengar.


Lamanya dia menelpon istrinya,tapi tidak ada respon sama sekali.dan dengan cepat dia melangkah keluar ruang kerja Aldy,Ari sampai melupakan kedua temannya yang diam seperti patung di posisi duduknya.


Kevin:"Selalu seperi ini,sungguh menyebalkan."kesalnya melihat kepergian Ari.


Aldy merasa khwatir dengan Ari dia terus menatap kevin.


Aldy:"Vin,apa kita susul dia.?"meminta jawaban.


Kevin:"Tidak perlu,dia bisa menyelesaikan masalah rumah tangganya sendiri."sahunya santai.


Sebentar aldy dan kevin diam,tapi dengan cepat keduanya saling tatap dan mengangguk secara bersamaan.


"Kita susul."ucapnya serentak,dan mereka beranjak dari duduknya.


.


.


.


Ari mengendarai mobil miliknya dengan kecepatan tinggi,dia ingin cepat-cepat sampai rumah dan memeluk istrinya yang kini tengah menangis di atas rajang.pikir ari.


Ari:"Tunggu hon,aku akan datang.maafkan aku honey,aku tidak bisa berpikir dengan jernih.ahhhh kenapa aku bisa bod**oh begini, maafkan aku honey.maaf."gumamnya yang tengah membawa mobil membelah jalan besar kota A.


Wajahnya terlihat khwatir dan hatinya begitu tidak tenang,pikirannya terus terbayang wajah terakhir istrinya yang menangis dengan pilu. dan itu membuat ari menambah kecepatan mobilnya,dia bahkan mengabaikan tatakrama jalan.


.


.

__ADS_1


.


Di dalam mobil online yang nana pesan begitu nyama,dan bersih.tapi itu tidak membuat nana takjub.dia hanya diam dengan pandangan kosong menatap langit sore yang mulai gelap karena hujan sebentar lagi akan turun,terihat dari gumpalan awan hitam di atas langit sore kota besar A.


Kemana aku akan pergi,ya tuhan beri aku petunjuk.dan tolong aku.pinta hati nana dengan pandangan mata yang terus menatap luar jendela mobil.


Sang Driver mobil online sesekali menatap kaca yang ada di atas Kepalanya.


"Ade,orang mana.?"tanya sang Driver.


Nana seketika tersadar dari lamunannya dan matanya menatap orang yang membawanya.


Nana:"Sa-saya,orang desa nyonya."Jawab nana sopan.


"Panggila saja saya,bu ita."sautnya pelan dengan mata yang tetap pokus melihat jalan.


Nana:"Baik bu ita,nama saya Nana Amalia."Memperkenalkan dirinya tanpa berjabat tangan.


Ibu itu:"Namanya unik sekali."tersenyum.


Nana juga tersenyum ceria,dia merasa orang-orang yang mengetahui namanya selalu berkata seperti itu.


Nana:"bu ita,apa tidak apa-apa saya bayarnya dengan uang tunai.masalahnya hp saya mendadak mati."ucapnya bohong.


Ibu ita:"Tidak apa-apa de,bayar pakai uang tunai juga."jawabnya pelan.


Nana mengagguk senang dia merasa lega.


Ibu ita:"Ade kerja di rumah mewah itu.?"Pertanyaan itu membuat nana salah tingkah.


Ya tuhan apa yang harus Aku katakan.bingung hati nana.


Ibu ita:"Tapi kalau saya perhatikan,wajahmu seperti memenantu orang terkaya di kota ini de.?"Sesekali menatap nana lewat kaca spion di atas kepalanya untuk memastikan.


Nana:"Ah 😄😄😄 ibu,ada-ada saja."tertawa pelan sejenak dia melupakan rasa sedihnya.


Ibu ita:"Benar de,itu loh menantunya tuan Surya Atmaja Wijaya.yang mempunyai kerajaan bisini di mana-mana,apa ya nama perusahaannya?."otaknya tengah berfikir dengan keras.


Pernihakan Ari dan Nana dulu sampai di siarkan di semua tv berita,koran dan majalah bisnis.jadi wajar rakyat biasa mengetahui hal itu.


Nana hanya diam dalam duduknya,detak jantungnya seolah ingin berhenti setelah mendengar nama tuan surya daddy mertuanya.


Benarkah itu,daddy orang terkaya di disini.itu artinya tuan Ari juga orang kaya,ihhh nana apa yang kamu pikirkan.dari dulu juga kamu sudah tau keluarga itu orang kaya,tapi aku tidak tahu kalau mommy dan daddy orang terkaya di sini.oh ya,mommy.maafkan nana mom,nana sayang mommy.nana juga sayang daddy. batin nana,dan tak terasa air matanya kembali memaksa keluar.tapi dengan cepat nana menghapusnya dan membernarkan maskernya agar bu ita sang driver online tidak curiga.


Ibu ita:"Oh ya,ibu ingat. Atmaja Grup saya sampi lupa, maklum sudah tua.ade tahu anaknya tuan surya semuanya tampan,Tuan Ari.dan siapa itu satu lagi anaknya,saya lupa lagi."kembali berpikir.


Ibu ita tanpa sadar sudah membuat nana kembali menangis dalam diam,nama tuan Ari yang di sebut dengan suara lantang berhasil mencabik-cabik hati nana.


Ya tuhan kuatkan aku,jangan biarkan aku lemah aku harus kuat.batin nana.


Di sepanjang perjalanan,bu ita terus bercerita tentang keluarga Atmaja.nana hanya mengangguk ketika mendengar bu ita bercerita tentang keluarga suaminya,tapi itu tidak berlangsung lama.karena nana langsung mengalihkan pembicaraan.


.


.


Hari sudah mulai gelap,faktor utama bukan karena akan turun hujan.tapi memang matahari sudah mulai lelah untuk tetap tegap berdiri di jam 18:30 sore waktu setempat.


Jarak kantor Aldy memang lumayan jauh,dan itu membuat Ari membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Mobil yang di bawanya berhenti tepat di depan gerbang rumahnya,kaca mobil Ari buka untuk memudahkan matanya melihat depan teras rumahnya yang terlihat sepi dan gelap.


Ari:"Kemana orang-orang,dan kedua secu-


Dia berhenti berbicara,otaknya kini tengah mengingat kejadian yang sebenarnya.


Ari:"Sial,kenapa aku jadi lupa.mereka semua aku liburkan."memukul kemudi dengan kesal.


Tak lama dia turun dan membuka gerbang yang di kunci,Ari tidak curiga karena saat dia pergi.ari menguci gerbang dengan tanganya, di bahkan membawa kunci gerbang dan pintu rumah.


Setelah gerbang terbuka Ari masuk dengan cepat,dia sampai melupakan mobilnya dan gerbang yang masih terbuka.yang ada di dalam pikirannya saat ini adalah memeluk erat istrinya dan meminta maaf.


Ketika pintu rumahnya terbuka,Ari tidak berlari dia berjalan dengan perlahan.karena dalam rumah mewahnya begitu gelap tanpa cahaya sinar lampu yang selalu menyala di setiap malam datang.


Tanganya merayap menyusuri ratanya ding-ding yang begitu kokoh,untuk mencari remot pengatur lampu yang ada di sisi lain ruang tamu.


Setelah remot di dapat,seketika itu juga lampu menyala menerangi seisi penjuru rumah mewah miliknya.


Langkah kakinya kini menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Ceklek.....Pintu kamar Ari buka dengan pelan, tapi lagi-lagi matanya tidak bisa melihat isi kamar mewahnya.


Ari:"Honey."memanggil istrinya dengan langkah pelannya,untuk menghidupkan pengatur lampu yang ada di sisi pintu kamar.


Kini matanya dapat melihat isi kamarnya dengan baik,karena lampu yang ada di atas langit-langit kamar sudah kembali hidup.


Matanya menyapu semua isi kamar yang di rasa hanya kesunyian,tidak ada tanda-tanda makhluk hidup yang terlihat.


Ari berjalan dengan detak jantung yang memburu,perasaannya tidak enak di rasa.dia masuk ke dalam kamar mandi tapi tidak ada sosok yang dia cari.


Ari:"Honey,honey.kamu di mana.?aku pulang hon."memanggil istrinya di setiap langkah cepatnya.


Keresahan hatinya semakin menjadi di rasa, setelah matanya menatap meja kotak berukuran sedang di dalam kamarnya,yang di atasnya terdapat secarik kertas,dan sebuah cincin pernikahan yang begitu mungil,dan di sisi kertas itu ada apa hp istrinya.


Ari perlahan berjalan menghampiri meja itu, matanya tak lepas dari ketiga benda di atas meja.seketika dia meringsek duduk di bawah lantai alih-alih di atas sofa.


Detak jangtungnya semakin berdebar di rasa, dengan ragu tangan yang mulai bergetar itu mengayun di udara.untuk mengambil cincin pemberian dirinya,atau tepatnya pemberian mommy kei.karena dulu Yang mempersiapkan semua pernikahan Ari dan nana adalah mommy kei.


Ari:"Honey,ini tidak lucu."Gumamnya dengan mata yang terus menatap cincin di tangnnya.


Tak lama dia menatap sebuah secarik kertas berwarna putih yang sudah di lipat dengan baik.


Ari kembali mengayunkan tangannya ke atas udara.dengan lemas dia membuka lipatan kertas yang di yakini itu adalah surat dari istrinya.


ISI SURAT


TUAN ARI


.


.


.


Note:"Tenang hari ini kita up dua eps ga boong kok,semalam aku tertidur dengan nyenyaknya sampai melupakan naskah yang sudah siap aku kirim.maaf ya semuanya.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa vote,maaf jika ada kata-kata yanh tidak pada tempatnya.


__ADS_2