
Jenia:"Aku di mana.?"ucapnya pelan.
Perlahan jenia mulai menggerakan tubuhnya, dan kepala yang masih terasa pusing.
Jenia:"Kenapa aku sini.?"menatap area kamar yang bercat gold bercampur putih bersih.
Wanita cantik itu terus menatap asal kamar, yang dia sendiri tidak tahu kenapa dia ada di sini.?dan siapa yang membawanya.otaknya terus mengingat kejadian semalam,dan berhenti ketika kejadian di luar cafe Black swit.
Semalam aku keluar cafe,dan setelah itu aku tidak ingat lagi.terus sekarang aku di sini.pikir jenia dan terus menatap area dalam kamar.
Dia belum menyadari,bahwa semalam sesorang telah merenggut kesuciannya.
Dan ketika dia ingin beranjak bangun dari tidurnya,jenia merasakan nyeri di bagian bawahnya.dan yang membuat jenia kaget,dia tidak mengenakan sehelai bajupun,tubuhnya malah tertutup selimut tebal.
Jenai:"Hah.di mana bajuku.?"perasaannya sudah tidak enak dan rasa takut yang luar biasa.
Di tengah kebingungan nya,jenia merasa ada sesuatu yang bergerak dan itu membuat jenia diam,tubuhnya seolah kaku dan sulit untuk di gerakan.
Dengan cepat jenia memutar kepalanya,matanya membulatkan sempurna ketika menatap seorang pria tengah terlelap dalam keadaan bertelanjang dada.
Jenia:"Si-siapa dia,dan.dan!!"ucapnya terbata-bata dengan perasaan takut yang luar biasa.
Pria yang saat ini ada di samping jenia, perlahan membuka matanya dan dia mulai menggerakan tubuhnya yang terasa kaku.
Jenia hanya diam,matanya terus memperhatikan gerak-gerik pria di sampingnya.
"Pagi,cantik"Sapanya dengan senyuman di wajah tampannya.
Jenia masih diam,tubuhnya seperti batu.dia hanya mengerjapkan matanya cepat.
Pria itu menyeringai melihat wanita cantik yang semalam sudah dia gagahi dengan sempurna,hanya diam menatap dirinya.
Pelahan pria itu mendekat ke arah jenia yang tidak bergerak.
Melihat pria asing itu mendekatinya,membuat jenia menutupi tubuh polosnya.
Pria itu kembali menyeringai dan menatap jenia"Tidak udah kamu tutupi cantik,karena semalam kamu dengan suka rela memperlihatkan tubuhmu kepadaku."ucapan itu membuat jenia menggelengkan kepalanya.
Jenia:"Tidak,itu tidak benar.tidak,aku tidak percaya,dan kamu siapa.?"bertanya dengan posisi tidak aman pasalnya pria itu begitu dekat dengannya.
Mendengar pertanyaan dari jenia membuat pria itu beranjak bangun,dan melangkah memunguti bajunya yang berserakan di lantai.
"Kamu tidak ingat padaku.?"balik bertanya dan mulai memakai pakaiannya.
Jenia terus memperhatikan pria di depannya tanpa berniat menjawab,pasalnya dia sama sekali tidak mengenal pria yang saat ini tengah memakai jasnya.
Jenia:"Siapa kau,dan apa yang kau lakukan padaku.?"
Pria itu kembali tersenyum dan mulai mendekati ranjang"Aku adalah Ari"ucapnya pelan.
Jenia menatap tajam pria di dekatnya"Tidak, kamu bukan Ari."sahutnya kesal.
"Bukannya semalam kamu memanggil namaku Ari,dan kamu sampai merelakan tubuhmu kepadaku."
Jenai membuang tatapan tajamnya dan menggelangkan kepalanya"tidak,kamu pasti bohong aku tidak percaya."matanya mulai berkaca-kaca.
Pria itu mulai berjalan meninggalkan jenia yang saat ini tengah menunduk di atas ranjang.
Tapi sebelum dia memegang pegangan pintu Kamar hotel,dia membalikan tubuhnya"Terimakasih untuk semalam,dan kalau kamu hamil.kamu bisa menghubungi nomorku,aku simpan kartu namaku di dekat meja."ucapnya pelan dan berlalu pergi meninggalkan jenia yang Tengah kebingungan di atas ranjang.
Jenia mulai mengangkat kepalanya,dan menatap pintu yang sudah tertutup kembali.
Jenia:"Dia pasti berbohong,ya.tidak mungkin itu terjadi,aku masih suci dan kesucianku hanya untuk Ari."bergumam dengan linangan air mata.
Jenia kembali menatap tubuhnya yang tertutup selimut"Tapi kenapa aku tidak memakai bajuku,apa yang sebenarnya terjadi.!"
Tak lama jenia menatap meja yang ada di sisinya,Metanya melihat sebuah kertas berukuran sedang.
Jenia dengan ragu mulai mengambil kertas itu dan membacanya.
Jenia:"Marco abraham."otaknya terus mengingat siapa pria yang bernama marco.
Saat ini jenia tengah menatap sebuah kertas, yang di dalamnya terdapat nama nomor telepon,alamat email,dan nama perusahaan. kertas yang di yakini sebagai kartu nama itu seketika dia rem**s dengan kuat dan jenia membuangnya asal.
Jenia:"Marco,aku tidak akan membuat hidupmu senang.kau tidak tahu siapa aku,dan aku tidak percaya dengan semua omong kosongmu."geram jenia jika mengingat wajah pria yang bernama marco itu.
Dan ketika jenia ingin mengangkat tubuhnya, dia merasa di bagain bawahnya kembali merasakan sakit.
Jenia:"Auu sakit."pekiknya dan kembali menggerakan tubuhnya pelan,dia menutup tubuh polosnya dengan selimut.
Tak lama jenia menatap setitik darah di atas kasur yang tadi dia tiduri.
Jenia:"Darah apa itu,dan kenapa bis-
kalimatnya menggantung ketika mengingat ucapan marco yang mengatakan"terimakasih untuk semalam,dan kalau kamu hamil.kamu bisa menghubungi nomorku"Seketika jenia meringsuk duduk di bawah lantai dengan menutup mulutnya.
Jenia:"Tidak mungkin,ini tidak mungin. tidakkkk."berteriak tidak percaya dengan pipi yang mulai basah.
Jenia begitu shok dengan keadaannya saat ini,tidak bisa di pungkiri jenia mulai sadar kalau dirinya sudah tidak suci lagi.dia terus mengangis histeris sampai telinganya mendengar suara dari dalam tasnya.
Perlahan jenia merangak mendekati tasnya yang ada di bawah lantai.
"Daddy.!!"tanganya bergetar hebat ketika mengangkat hpnya.
Tak ingin membuat daddynya khwatir,jenia menggeser ikon hijau dan meletakan hpnya di sisi lain telinganya.
.
.
Nana tengah menuruni anak tangga mansion, dan matanya menatap lusi yang tengah duduk tenang di area meja makan.
Lusi yang tengah meminum teh,tersenyum ceria menatap istrinya dari sepupunya berjalan menghampiri dirinya.
Lusi:"Selamat pagi kak."sapanya penuh semangat.
Nana tersenyum"selamat pagi juga, lusi."sahutnya lembut.
Nana tidak ikut bergabung dengan lusi,dia hanya berdiri yang mana membuat lusi mengerutkan keningnya.
Nana:"Semalam,apa sepupumu memarahimu lusi.?"tanyanya gugup.
Lusi tersenyum dan mendekati nana.
Lusi:"Awalnya aku di marahi kak,tapi setelah kakak Ari tahu yang sebenarnya.dia tidak marah lagi,dia bahkan mau memaafkan aku. dan nanti kakak Ari juga mau membantu aku untuk menghadapi semua keluarga termasuk daddy dan mommy ku."jawaban itu membuat nana tersenyum dan memeluk lusi.
__ADS_1
Nana:"Aku senang mendengarnya lusi,dan ingat.kedepannya kalau kamu ada masalah jangan ragu untuk meminta tolong ok,jangan di pendam sendiri.terlebih masalah seperti ini."permintaan itu di jawab anggukan dari lusi yang tengah di peluk nana.
Tak lama nana mengongarkan pelukan dan kembali tersenyum ceria.
Luis:"Di mana kakak Ari.?"bertanya dan kembali mendudukkan tubuhnya.
Nana:"Dia mas-.
Ucapnya menggantung ketika mendengar suara yang cukup tinggi dari tangga mansion.
"Honey."suara itu berhasil membuat nana dan lusi menatap laki-laki tampan yang tengah berjalan.
Nana:"Aku di sini."sahutnya pelan.
Lusi hanya tersenyum melihat tingkah kedua pasutri itu.
Aku berharap,nanti bisa seperti mereka.tapi hanya denganmu jaka hanya denganmu.harap hati lusi dengan terus menatap sepupunya.
Nana:"Sudah bangun,yank."tegurnya yang tengah berdiri di samping lusi.
Ari perlahan menghampiri istrinya dan menarik tangan nana pelan.
Ari:"Tadi mommy telepon,dan mommy juga bilang saat ini mereka tengah berada di dalam pesawat."
Penjelasan itu membuat nana tersenyum baghagia"benarkah itu yank,mommy akan pulang."pertanyaan itu di jawab anggukan kepala dari Ari.
Berbeda dari nana yang begitu bahagia mendengar mommy kei akan pulang,lusi tertunduk lemas dan kebingung.
Nana yang tengah tersenyum tak sengaja menatap lusi yang hanya diam tak bersuara.
Nana menggerakan tubuh suaminya yang tengah menahan rasa kantuknya.
Merasa tubuhnya di sentuh,Ari menatap istrinya heran dan mengikuti tatapan istrinya.
Ari mengangguk dan menghampiri lusi.
Ari mengusap pundak lusi."kamu jangan takut, ada kakak."
Lusi mengangkat kepalanya dan menatap sepupu tampanya.
Lusi:"Terimakasih kak."menjawab dengan tersenyuman lega.
Nana tersenyum melihat kebaikan suaminya.
Aku tidak tahu ternyata dia bagitu baik,jika berhadapan dengan keluarganya.kagum batin nana.
Tak lama Ari meminta istrinya untuk masuk kembali kamar meninggalkan lusi.
Mata lusi terus menatap kedua pasutri yang tengah menaiki tangga mansion,bahkan senyumnya terus terukir di wajah cantiknya.
Lusi:"Kakak Ari terlihat begitu mencintai kakak ipar,hebatnya kakak ipar bisa menaklukan pria keras seperti kakak Ari."kagumnya dan kembali meminum teh miliknya.
.
.
Di kamar Nana terlihat tengah menyiapkan baju kerja untuk suaminya.
Ari sendiri barada di dalam kamar mandi,dia sedang menuntasakan panggilan alam.dan dengan terpaksa nana menunda niatnya untuk memandikan suami bulenya itu.
Ceklek.... mata nana menatap pintu kamar mandi yang terbuka,dan menampakan seorang pria tampan tengah berdiri.
Nana:"Sudah.?"
Ari mengangguk"Aku mau mandi."pintanya menja.
Nana tersenyum dan berjalan menghampiri suaminya.
.
.
.
Malam hari datang...
Seperti biasa,ketika makan malam datang semuanya akan diam dan hanya suara alat makan saja yang terdengar.
Nana dan lusi saling lirik dalam diam, entahlah apa yang ada di dalam pikiran mereka.
Ari sendiri hanya pokus dengan makanan nya, dan tidak memperhatikan istrinya dan sepupunya.
Tak lama mereka di kejutkan dengan kedatang kepala pelayan.
"Tuan muda."sapanya sopan.
Ari tidak menjawab,dia hanya berdehem untuk memberi jawaban.
Nana dan lusi kembali saling lirik tanpa membuka mulutnya.
"Maaf tuan muda,tapi di luar.mobil tuan besar sudah masuk mansion."
Ari mengangguk dan mengibaskan tangannya memberi isyarat.
Seolah mengerti,Kepala pelayan mengagguk dan membungkuk hormat"Saya permisi."
Nana tersenyum dan memakan makannnya dengan capat.
Ari:"honey."tegurnya pelan.
Nana:"Aku sudah kenyang."manjawab dengan mulut yang penuh dengan makanan.
Lusi hanya tersenyum geli melihat tingkah konyol kakak iparnya itu.
Ari ikut tersenyum dan dia juga mengakhiri makan malamnya di ikuti lusi.
Ari:"Ayo kita sambut mommy,dan daddy."menatap istrinya dan sepupunya.
Nana dan lusi mengangguk.
di luar mansion terdapat satu buah mobil mewah,dan tak lama keluarlah pria bertubuh tinggi di ikuti seorang wanita bule.
"Selamat datang tuan besar,nyonya."sapa kepala pelayan dengan membungkuk memberi hormat.
"Terimakasih."sahut mommy kei.
__ADS_1
Daddy:"Ayo mom."mengajak istrinya.
Mommy:"Daddy,putra kita.?"membalikan tubuhnya dan menatap putra bungsunya.
Mommy:"Son,kamu mau bareng sama mommy.?"
"Mommy duluan saja,aku akan memberi mereka kejutan."sahut laki-laki muda berparas menawan yang berada di dalam mobil.
Mommy kei mengangguk dan mengangkat kedua jempolnya.
Mommy:"Ayo dad."menggandeng suaminya.
keduanya terus berjalan dan mata mereka menatap pintu masuk mansion.
Mommy:"Mereka menyambut kita, dad."tersenyum haru melihat ari,nana dan lusi.
Tuan surya hanya mengangguk dan terus berjalan.
Ari,nana dan lusi melangkah menghampiri mommy kei dan daddy surya.
Mommy:"Sayang."berlari menghampiri menantunya terlebih dahulu.
Nana:"Mommy,aku kangen mom."ucapnya di dalam pelukan hangat mommy mertuanya.
Ari hanya tersenyum kecut melihat mommy kei lebih memilih memeluk istrinya terlebih dahulu dari pada dirinya,tapi dia tidak mau ambil pusing karena mommy kei memang begitu menyayangi istrinya.
Ari:"Daddy."
Daddy:"Son."sahutnya dan perlahan memeluk putranya tanpa ada rasa canggung.
Mommy kei dan tuan surya bergantian menyapa dan memeluk nana dan lusi.
Kelimanya begitu asik saling sapa dan menyakan kabar masing-masing.
Sampai suara langakah kaki seseorang, menghentikan suara tawa dan ucapan mereka.
"Selamat malam."sapa laki-laki bertubuh tinggi dan berparas tampan itu.
Mommy kei,tuan surya hanya tersenyum melihat tingkah anak bungsunya.
Ari begitu terkejut dengan kedatang adiknya, dan Dengan cepat Ari menghampiri adiknya yang sudah lebih dari satu tahun ini tidak dia temui.bahkan ketika dia dan nana dulu menikah sang adik tidak bisa datang karena kesibukan di dunia pendidikan.
Ari:"Apa kabar de? ."
Sang adik yang saat ini tangah di peluk kakaknya hanya tersenyum haru.
"Aku baik kak."sahut sang adik.
Tak lama Ari melonggarkan pelukannya.
"Kakak,apa kabar.?"
Ari:"kakak baik."
Ari masih tidak percaya,adiknya bisa pulang ke negaranya.dan sekarang adiknya semakin tampan.
Ari:"Ayo,kakak akan mengenalkan kamu sama kakak iparmu."ajakkan itu di jawab anggukan dari adiknya.
Keduanya berjalan dan saling rangkul.
Mommy kei,tuan surya dan lusi hanya tersenyum melihat kedua laki-laki tampan yang tengah berjalan menghampiri mereka.
Sedangkan nana tidak bisa tersenyum,dia hanya diam dengan ekspresi wajahnya sulit di artikan.
Mommy:"Putra kita sudah besar ya, dad."ucapan itu membuat tuan surya mengangguk dan tersenyum bahagia.
Terimakasih tuhan,aku benar-benar bahagia.senang batin tuan surya.
Tak lama,Ari dan dan adiknya ikut bergabung. dan Ari tersenyum ke arah istrinya yang sedari tadi diam.
Ari:"Ini istri kakak de."ucapnya penuh semangat dengan rangkulan yang di berikan untuk istrinya.
Sang adik tersenyum menatap wanita mungil yang di yakini kakak iparnya.
"Kakak ipar."sapanya berbarengan dengan ayunan tangan berniat untuk menyalami.
Dan ketika nana akan menyambut tangan sang adik ipar,nana malah menutup mulutnya.
"Ueeee. ueeeee."perutnya merasa mual,dan dengan cepat berlari masuk ke dalam mansion.meninggalkan semua keluarga termasuk sang adik ipar yang tengah kebingungan melihat sikap kakak iparnya.
Melihat istrinya masuk dengan menutup mulutnya,membuat ari panik dan mengejar nana"Honey kamu kenapa."ucap Ari di setiap langkah cepatnya mengejar nana.
Sisanya hanya diam kebingung,tidak ada yang berbicara.hanya mommy dan tuan surya yang tersenyum penuh arti.
Mommy:"Daddy,mommy masuk duluan ya."
Daddy:"Ya mom."
Mommy kei mengangguk dan berjalan dengan cepat dia ingin menyusul kedua anaknya.
Tak lama,tuan surya menepuk pundak anak bungsunya yang tengah berdiri di samping lusi.
Daddy:"Daddy,masuk son."
Sang putra mengangguk dan menatap kepergian daddynya.
Kini di depan teras mansion menyisakan dua orang,yaitu.lusi dan"Azllan,mungkin tangan mu bau.kakak ipar sampai mual begitu."ucapnya dengan menahan tawa.
Pria muda yang bernama azllan itu hanya diam tidak menanggapi ucapan konyol dari lusi,dia malah mengendus tangannya untuk memastikan kalau tangannya tidak bau.
Lusi seketika tertawa terbahak-bahak melihat sikap konyol azllan,dan berlalu pergi masuk ke dalam mansion.
Azllan terus mengendus tangannya."Tidak bau,tapi kenapa kakak ipar sampai mual begitu.?"azllan kebingungan dan memiringkan kepalanya.
Azllan:"Ada-ada saja,masa orang ganteng di bilang bau."gerutunya dengan melangkah masuk kedalam mansion.
.
.
**Note:"Satu eps lagi nantinya,eps ini panjang buuaanget tahu jadi jangan bilang sedikitnya 😂😂
Info:"Bebarapa eps lagi ISTRI KU GADIS DESA akan aku tamatkan nie,kalian sedih ga sih.? jawabannya pasti ga😂😂😂 udah itu aja. 😅
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya**.
__ADS_1