
Di dalam toko yang di khususkan menjual pakayan bayi dan Anak terlihat sepi,hanya ada dua pelanggan dan para pegawai.padahal toko itu selalu ramai dengan pelanggan kelas atas.
Seperti kata Ari,toko yang ia dan Nana datangi tidak akan menerima pelanggan dan itu terbukti."Sepi."gumam Nana.
Tapi sedari tadi Ari terus menekuk wajah tampannya,hanya Nana yang nampak berseri-seri menatap isi toko,apa yang sebenarnya terjadi.ada apa dengan tuan muda Ari Atmaja wijaya.?
"Ayang,ini bagus tidak.?"Tanya Nana,sambil mengakat dua buah baju tidur berbeda warna tapi satu model.
Ari yang tengah duduk di atas sofa seolah acuh dengan pertanyaan sang istri."Bagus."sahutnya malas.
Nana seketika mendesah kesal dan berjalan menghampiri sang suami.
"Masih marah.?"Tanya Nana yang saat ini ikut duduk,mata sipitnya menatap wajah tampan suaminya penuh rasa bersalah.
.
.
Flashback....
Ari mulai panik,melihat Nana yang nampak kesakitan."Honey,kita kerumah sakit sekarang.!"ajaknya dengan raut wajah khwatir.
Nana menggelengkan kepalanya pelan, dirinya masih merasakan rasa sakit,dan di dalam benaknya ia bertanya.apa ini waktunya ia melahirkan,tapi usia kandungannya masih 7bulan.!!!
Dan ketika prasangka itu datang.di waktu bersamaan Nana merasakan perutnya seperti ingin buang gas.
Ari sendiri seketika ikut diam melihat reaksi Nana"Hon,ada apa.?"bertanya dengan usapan di perut sang istri.
Nana bukannya memberi jawaban,ia malah menatap suaminya penuh tanya.
"Ayang,sepertinya aku-
"Apa,katakan ada apa.?"Tanya Ari yang langsung merubah ekpresi wajahnya pucat,ia sudah berfikir yang tidak-tidak dengan kehamilan Nana.
"Sepertinya aku ingin."Sejenak Nana menggantungkan kalimatnya"Kentut.!!"tuturnya malu.
Ari seketika bersandar lemas mendengar ucapan Nana"Honey,"suaranya terdengar kesal.
Dan hidung mancung itu mengendus aroma sedap yang memenuhi dalam mobil."Astaga, honey."Ucap Ari yang langsung keluar dari dalam mobil.
Nana hanya cengengesan merasa malu akan ulahnya"Maaf.."sahutnya tidak enak,karena untuk pertama kalinya ia kentuk di depan suaminya.bahkan sampai mengekuarkan aroma,di tambah lagi ia sudah membuat Ari panik.
"Aku pikir mau melahirkan ternyata hanya ingin kentuk...tapi,kenapa rasanya sakit sekali. apa mungkin perutku kram!."Gumam Nana yang masih duduk santai di dalam mobil, tanpa menghirukan aroma gas dari dalam tubuhnya.
Flashbackof....
Mengingat itu membuat Nana tak kuasa menahan tawa."Itu sangat lucu."ucapnya di sela tawanya.
Ari menatap istrinya dengan tatapan tajam"Itu tidak lucu."sahutnya ketus,dan rasa kesal masih menggelayut di dalam pikirannya.
Bagiamana Ari tidak kesal,tadi di mobil ia sudah berpikir yang tidak-tidak ketika Nana menjerit karena rasakan sakit di perutnya.tapi ternyata sang istri hanya ingin kentut saja."Menyebalkan."tambahnya.
__ADS_1
"Ayang,jangan marah aku tadi benar-benar merasakan sakit.sumpah."tutur Nana yang sudah tidak tertawa.
"Tapi tidak harus berlebihan juga honey,aku benar-benar panik,apa kamu tahu.aku tadi sangat ketakutan melihat-
"Bagaimana ketika aku melahirkan nanti,apa kamu akan sanggup melihatnya.?"Nana memangkas ucapan suaminya seraya menggenggam tangan Ari erat.
Ari hanya diam,dirinya merasa lemas ketika otaknya merekam adegan.dimana sang istri berjuang melahirkan buah hati mereka nantinya.
Dan seketika Ari memeluk Nana erat."Aku mohon jangan membuat aku khwatir,aku mohon."tutur Ari yang tengah membayangkan Nana melahirkan.
Nana:"Maaf,aku tidak akan mengulanginya lagi.ini yang terakhir."sahutnya pelan.
Keduanya berpelukan,tanpa tau beberapa pasang mata menatap kemesraan mereka.
"Nona Nana,sangat beruntung."ucap salah satu pegawai wanita yang ada di antara baju bayi.
"Itu benar."Sahut temanya yang merasakan iri dengan kemesraan Ari dan Nana.
.
.
Lusi terus menolak panggilan telepon dari Jaka,rasa kesal akan kejadian semalam membuat ia memutuskan untuk mogok bicara kepada Jaka.
"Ya tuhan,di saat aku sangat mencintai seseorang.kenapa ada saja yang mengganggu.Jenia,kenapa kamu harus hadir dalam mimpiku dan Jaka,kenapa."gumam Lusi sambil memukul bantal,guna menuntaskan rasa kesal dan marahnya ketika mengingat Jenia.
Setelah itu Lusi menatap asal kamar,matanya mulai berkaca-kaca"Tuhan,jangan sampai itu terjadi.biarkan aku dan Jaka hidup berdua saja tanpa adanya orang lain,hanya itu keinginku aku mohon kabulkan do'aku."lirihnya penuh harap.
Tring....."ugh"suara dari hpnya membuyarkan lamunan gadis berparas cantik itu.Seketika Lusi menundukan kepalanya ketika hpnya berbunyi menandakan ada pesan masuk,dan matanya melihat nomor tanpa Nama yang sudah mengirimnya pesan"Pesan dari siapa ini.?"Tanya Lusi heran.
"Apa maksudnya,siapa orang yang sudah berani mengirim pesan ini.apa jangan-jangan Jenia.?Tapi itu tidak mungkin,untuk apa Jenia mengirim pesan seperti ini.dia kan sudah tahu kalau ak-
Lusi menghentikan kalimatnya,karena saat ini otaknya terus berpikir.sampai dirinya membulatkan kedua mata seraya menggelang-gelengkan kepala."Jenia,apa pesan ini di tujukan untuk dia.!!"pikir Lusi tidak percaya."Aku harus menemuinya untuk memastikan."Tambahnya seraya berlari masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh.
Saking semangatnya,Lusi sampai melupakan untuk menghubungi nomor yang sudah mengirimnya pesan.
Kalau sampai itu terbukti,ini akan sangat menguntungkan untukku dan Jaka.senang hati Lusi,dan bibir tipis itu tak berhenti mengukir bulan sabit.
.
.
Nana membulatkan matanya tidak percaya,ketika melihat harga Stroller yang saat ini ada didepan dirinya."30 juta,apa ini benar.kenapa mahal sekali.?"Gumamnya gugup,ekspresi wajah saja terlihat ketakutan.
Berbarengan dengan itu Ari datang di ikut satu pegawai yang membawa keranjang,di lihat dari isi keranjang Ari sepertinya baru saja membeli beberapa pakayan untuk jagoannya.
Tadi setelah drama selesai,Nana mengajak Ari untuk melanjutkan mencari kebutuhan si calon baby,dan tanpa di duga Ari begitu bersemangat mencari kebutuhan jagoanya. apa saja yang menurutnya bagus pasti ia beli tanpa melihat harga.
Berbeda dengan Ari,Nana mencari baju berharga murah.walupan tak ada baju yang berharga dengan keinginannya.karena itu, sedari tadi ia hanya berjalan-jalan tak jelas di dalam toko.
"Kenapa,hon.?"Tanya Ari yang ikut membungkuk mengikuti sang istri di depan stroller berwarna putih kombinasi abu muda.
__ADS_1
Nana tersentak mendengar suara lembut sang suami."Ah... tidak."Sahutnya sambil berdiri tegak.
Ari menatap stroller itu seolah tidak tertarik."Yang ini jelek,pilih yang lain saja."ucapnya santai.
Mendengar ucapan dari suaminya membuat Nana mendekati Ari,dan berbisik."Toko ini sepertinya ingin memeras kita deh yank,coba lihat harga kereta bayi ini."Nana menujuk label harga yang tertera di stroller itu"Masa kereta bayi seperti ini 30 juta apa tidak salah.bajunya saja mah-
"Kamu,sini."Titah Ari kepada pegawai toko.
Nana seketika berhenti berbisik,karena Ari bersuara."Ayang,jangan."pintanya,tapi hanya di jawab senyuman dari Ari.
Pewagai yang di panggil Ari datang dengan tergesa-gesa"Saya,tuan."ucapnya sopan.
Sebelum memberi perintah,Ari menatap Nana yang tengah berbicara tanpa bersuara.
"Istri saya bilang,dia ingin stroller yang harganya paling mahal yang di jual toko ini.dan pakayan berbahan bagus,jangan lupa. perlengkapan lainnya jangan yang murah,itu kata istri saya."Titah Ari kepada pegawai toko tanpa ragu.
"Baik tuan,akan kami persiapkan."sahut pegawai itu senang.
Nana menatap kosong suaminya seraya menggelengkan kepalanya tidak terima"Ti-tid-
"Ayo honey kita istrirahat,nanti kamu lelah. biarkan mereka saja yang mencari pakayan untuk jagoan kita."Ari menarik tangan istrinya kearah sofa,tanpa memperdulikan ekspersi wajah Nana yang masih tidak percaya dengan sikap sang suami.
"Ayang,kamu ih."Nana duduk di samping suaminya.
"Sudah,duduk saja."sahut Ari yang saat ini bersandar di bahu Nana.
"Kereta tadi saja 30juta,apalagi kamu meminta yang pal-
"Honey."tegur Ari menghentikan kalimat Nana.
"Apa.?"Tanya Nana seraya melirik suaminya.
Ari mendesah pelan"Siapa nama suamimu.?"
"Ari atmaja wijaya."jawab Nana cepat..
Ari mengangguk."Untuk seorang Ari Atmaja wijaya,itu tidak ada apa-apanya ingat,siapa suamimu."Ada kebanggaan di setiap kalimat yang ia lontarkan.
Nana memutar bola matanya malas,ketika Ari berucap tentang siapa dirinya."Bukan hanya itu,seorang Ari Atmaja wijaya adalah pria pemaksa,matanya seperti burung hantu, hidungnya seperti-
"Honey."rengek Ari tidak terima.
Nana seketika tertawa renyah melihat tingkah suaminya"Baik-baik tuan muda,nona buncit ini minta maaf."
Ari ikut tertawa mendengar ucapan Nana."Honey...honey..bentuk tubuhmu seperti kodok hahah."Tanpa sadar terucap begitu saja.
Nana dengan cepat berhenti tertawa"Apa..aku seperti kodok.?"ucapnya dengan nada suara tinggi.
Ari mendangah"Memang aku mengatakan itu.?"wajahnya terlihat polos tanpa dosa.
.
__ADS_1
.
Note:"Yang merasa bingung dengan status Jaka,Lusi dan Jenia.kita lihat nanti di S3 ya,di sana akan ada Marco dan Rara juga,sabar semunya kita selesaikan S2 dulu.tenang aku sudah merangkai S3 akan seperti apa,yang sudah bosan dengan ISTRU KU GADIS DESA.aku minta maaf.memang begini ceritanya,aku akan terus melanjutkan cerita ini sampai Tamat.karena masih ada beberapa raidar yang setia membaca dan menunggu cerita recehku ini,terimakasih juga untuk saran dan masukannya terimakasih.😇😇😇