
Setelah kepergian sekertaris jaka,Ari memulai pekerjaan sebagai CEO di perusahaan sang Ayah.dan di tengah aktifitasnya,pikirannya meminta untuk mengecek keadaan sang istri.
Tanpa pikir panjang tangannya mulai menyentuh hp canggihnya.
Ari:"Sedang apa kamu honey.?"gumamnya.
Tangannya begitu lincah bermain di depan layar hpnya,dan ketika aplikasi Cctv di rumahnya tersambung.matanya terus menatap keberadaan istrinya yang tengah lahap menyantap tumpukan pancake.
Ari tersenyum dan menggelengkan kepalanya, ketika mengingat tadi sang istri menolak sarapan.tapi sekarang Calon ibu itu seperti orang kelaparan.
Ari:"Honey kamu tuh yah."gumamnya dengan tawa kecilnya.
Lamanya Ari memperhatikan kelakuan istrinya yang tengah duduk di area meja makan,sampai pada akhirnya Ari melihat sang istri menangis di depan pelayan.
Ari:"Kamu kenapa menangis honey.?"seketika berdiri dari dudukunya.
Matanya terus menatap layar hpnya di mana sang pelayan tengah memenangkan istrinya.
Melihat Nana menangis tanpa sebeb membuat Ari panik.
Ari:"Lebih baik telepon mommy,dan meminta datang ke rumah."pikirannya.
Tak lama Ari mematikan aplikasi yang tersambung dengan Cctv,dan beralih mencari kontak sang mommy.
Dengan tidak sabar Ari terus menghubungi mommy kei sampai akhirnya"Mom.!"sapanya.
Mommy:"Ada apa son.?"tanyanya.
Ari:"Mom Bisa datang ke rumah sekarang,istri Ari saat ini tengah menangis.dan Ari tidak tahu apa sebabnya.?"ujarnya panik.
Mommy:"Baik,mommny sekarang ke sana."seketika merasa panik.
Ari:"Terimakasih mom,nanti Ari menyusul."
Mommy:"Baik sayang hati-hati."
Ari:"Mommy juga hati-hati"
tut... tut.... panggilan terputus.
Sejenak dirinya merasa tenang,tapi ketika mengingat istrinya menangis membuat Ari berjalan keluar untuk meminta Sekertarisnya mengantarkan dirinya pulang.
Ruang kerjanya dan juga ruangan Sekertaris Jaka tidak terlalu jauh,hanya tertutup satu tembok dan kaca besar.
Tak lama Ari membuka pintu kerja sang sekertaris.
Ari:"Jak-
Pria tampan itu menghentikan kalimatnya, ketika dirinya mendapati Seketaris jaka tengah berbicara dengan seseorang lewat sambungan telepon.
Dan ketika dirinya berniat melangkah meninggalkan ruang kerja sekertaris Jaka,Ari seketika mengerutkan keningnya mendengar sang sekertaris memanggil si penelpon dengan sebutan Lusi.
Lusi mana yang dia maksud.?"tanya hati Ari.
Sekertaris Jaka tidak menyadari seseorang tengah terdiam di depan pintu kerjanya,karna tubuhnya membelakangi pintu masuk.
__ADS_1
Ari mendengar hampir semua pembicara sekertarisnya dengan seseorang bernama Lusi.
Awalnya Ari menganggap yang di maksud Jaka Lusi lain dan bukan sepupunya,tapi dirinya merasa yakin kalau yang tengah berbicara dengan Jaka adalah Lusi sepupunya.pasalnya Jaka mengatakan perjodohan di antara Lusi dan Marco.
Itu alasan dia mengerem dengan mendadak, ternyata selama ini Lusi dan Jaka menjalin hubungan.kenapa aku tidak tahu itu.! pikir hati Ari.
Ari terus diam di depan pintu dan telinganya begitu sigap menangkap semua pembicara sang sekertaris,sampai-sampai dirinya melupakan Nana.
Cukup lama Ari mendengar pembicaraan yang terdengar menegangkan itu,hingga akhirnya Jaka memutuskan sambungan telepon dengan sangat menyakitkan untuk di dengar.
Jaka kamu sudah tertangkap basah,sekarang kita lihat apa dia bisa menghindar dari pertanyaanku.gumam hati Ari.
.
.
Ari:"Ada hubungan apa kamu dan Lusi.?"ucapnya di depan pintu.
Jaka yang tengah mengacak-acak rambutnya Prustasi,seketika diam membisu mendengar suara dingin itu.
Apa tuan muda mendengar pembicaraan aku dan Lusi.?tanya hati Jaka.
Dengan ragu Jaka memutar tubuhnya"Tuan muda."sapanya gugup.
Ari melangkah masuk menghampiri sang sekertaris dengan tatapan tajam.
Ari:"Ada hubungan apa kamu dan Lusi.?"tatapan matanya seolah meminta penjelasan.
Sekertaris jaka hanya diam dengan pandangan kosong,bahkan tubuhnya seolah kaku.
Ari:"Jelaskan Jaka.!"ucapnya dengan nada tinggi.
Aku sudah tertangkap basah,apa lagi yang harus aku tutup-tutupi.gumam hati Jaka.
Perlahan Jaka berjalan menghampiri sang tuan muda yang tengah berdiri tegak,dengan pandangan mata membunuh.
Jaka:"Duduk tuan."pintanya.
tanpa menjawab,Tuan muda berjalan ke arah sofa yang tidak jauh dari dirinya.
Jaka mengikuti majikannya dan mendudukan tubuhnya gugup.
Ari:"Cepat jelaskan,aku tidak ada waktu."pintanya dingin.
Jaka:"Baik Tuan."jawabnya pasrah.
"Lima tahun yang lalu,saya dan Lusi bertemu di salah satu supermarket.dan pertemuan itu lima bulan sebelum saya bekerja sebagai sekertaris anda,dari perkenalan singkat itu kami menjalin hubungan tanpa saya tahu kalau Lusi Sepupu anda.dan selama ini hubungan kami baik-baik saja,sampai pada akhirnya Lusi memutuskan kembali kenegaranya dengan alasan ingin melanjutkan pendidikannya sebagai mahasiswi,saya mendukung keputusan itu. hingga dia meminta saya untuk tidak menunggu dirinya.selama ini saya sudah berusaha melupakan sepupu anda,tapi saya tidak berhasil tuan.saya selalu memikirkan dirinya hingga lima tahun lamanya perasaan itu tetap sama.dan perasaan itu semakin nyata ketika Lusi kembali dengan status sebagai sepupu anda tuan,saya benar-benar malu ternyata Lusi adalah keluarga Atmaja. setelah mengetahui kebenaran itu saya berusaha mudur walupun itu sulit,dan ternyata alasan Lusi memutuskan hubungan. bukan karena ingin melanjutkan pendidikannya,tapi dia mengatakan dirinya sudah tidak suci lagi.maafkan saya yang sudah lancang tuan,tapi ini kebenaran yang harus anda ketahui."ungkapnya dengan menudukan kepalanya gugup.
Ari mengela nafasnya kasar mendengar penuturan Sekertaris jaka.
Ari:"Sejak Kapan hubungan kalian kembali terjalin.?"
Jaka:"Waktu Nona pergi memeriksa kandungannya,tapi tuan tenang saja.sekarang saya dan sepupu anda sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi."sahutnya.
Ari menatap penuh tanya"Apa kamu tidak mencintai sepupuku,jaka.?"pertanyaan itu membuat jaka mengangkat kepalanya.
__ADS_1
Jaka:"Maaf tuan,say-
Ari:"jawab saja,Jaka."
Ini jebakan atau apa,tuan muda sulit di tebak ternyata.pikir hati Jaka.
Jaka:"Saya mencintai sepupu anda.sangat, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa tuan, perbedaan di antara kami begaikan bumi dan langit.saya memilih mudur dan merelakan Lusi menikah dengan tuan Marco."ucapnya sedih.
Ari dengan cepat berdiri dan mencengkam jas milik Jaka.
Ari:"Aku tidak butuh sekertaris pengecut seperti dirimu,Jaka."menatap penuh amarah.
Jaka hanya diam ketika jasnya di cengkaram oleh sang tuan muda.
Apa maksudnya,kenapa aku tidak mengerti semua ucapan tuan muda.bingung hati Jaka.
Jaka:"Saya tidak mengerti dengan ucapan anda tuan muda.?"ucapnya gugup.
Ari:"Aku tanya sekali lagi,apa kau tidak mencintai sepupku."tanyanya penuh penekanan.
Jaka:"Saya sangat mencintai Lusi,tapi sekarang dia akan menikah dengan tuan Marco."
Ari:"Itu baru rencana,dan kamu sudah menyerah.?"
Jaka:"Saya hanya orang biasa tuan."
Ari:"Apa orang biasa tidak berhak jatuh cinta dan hidup bahagia.!"
Jaka kembali diam mendengar ucapan sang tuan muda Ari,hingga akhirnya Jaka tersenyum penuh arti.
Ari seolah mengeri dengan senyuman itu,dia pun menyingkirkan tangannya yang tadi mencengkram kuat jas Sekertaris Jaka.
Ari:"Kamu tenang saja,saya akan membantu hubungan kamu dan Lusi sampai kalian menikah."ucapan itu membuat Jaka tersenyum getir,ternyata ketakutannya selama ini salah.tuan muda Ari tidak seperti apa yang di bayangkan.
Jaka:"Terimakasih tuan muda, terimakasih."membungkuk penuh rasa hormat.
Ari:"Sudah jangan berlebihan,dan jangan berterimakasih dulu.karna tugas kita belum selesai Jaka."
Jaka mengangguk paham.
Terimakasih tuhan sekarang aku bisa tenang, Karna tuan muda tidak marah.terimakasih *sekarang** tinggal bertemu dengan kedua orangtua Lusi*.batin Jaka.
Ari:"Sekarang kita lakukan misi pertama, Jaka."ucapnya lantang.
Jaka mengangguk"Kita akan bertemu kedua orangtua Lusi tuan.?"tanyanya gugup.
Ari menggelengkan kepalanya,yang mana membuat Jaka mengerutkan keningnya.
Ari:"Misi pertama kita adalah,pulang ke rumah.karna istriku tengah menangis."
Misi pertama Nona Nana,aku pikir bertemu kedua orang tua Lusi.gumam hati Jaka.
.
.
__ADS_1
Note:"Satu eps lagi kisah Jaka ya,seterusnya kita pokus ke Ari dan Nana setelah itu kita otw Jaka.
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.