ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
CUKUP SAMPAI DI SINI.


__ADS_3

Ciitttt....


Ari:"Jaka,apa yang kau lakukan.!"ucapnya kesal,ketika merasakan sang sekertaris mengerem dengan mendadak.


Jaka:"Maaf tuan,di depan ada kucing lewat."dalihnya.


Ari:"Di tengah jalan raya.!"sahutnya seolah tidak percaya jawaban sekertaris Jaka.


Jaka:"Maaf tuan,saya akan berhati-hati."memutar kelapanya ke arah belakang untuk memeriksa ke adaan sang tuan muda.


Ari:"Berhati-hatilah,untung saja aku memakai sabuk pengaman.kalau tidak bisa kau bayangkan sendiri."ujarnya ketus dengan membenarkan posisi duduknya.


Jaka:"Anda baik-baik saja tuan.?"tanyanya khwatir.


Ari:"Aku baik-baik saja,dan berhati-hatilah. karna kalau kamu tidak hati-hati,istriku bisa menjadi janda diusianya yang masih muda."jawaban itu membuat jaka merinding ketakutan.


Jangankan istri anda saja yang akan menjadi janda,saya pun tidak akan pernah merasakan bagaimana hidup dengan seseorang yang di sebut istri"ingin sekali Jaka berkata seperti itu,tapi dia tidak berani.bahkan hatinya saja seolah enggan untuk mengkritik.


Jaka hanya mengangguk dan kembali menjalankan mobil dengan kecepat sedikit tinggi.karna di belakang,mobil lainnya terus membunyikan klakson.


Ketika membawa mobil Jaka merasa dadanya sesak dan tubuhnya bergetar hebat mendengar ucapan dari tuan Ari,yang mengatakan 'Marco Abraham calon suami Lusi' hal itu membuat dia seperti orang bodoh.


Lusi apakah itu benar yang di katakan tuan muda,aku bahkan menerima kekurangan dan kelebihan dirimu dengan semua kekuatanku. tapi sekarang kamu malah akan menikah dengan pria lain,apa sebodoh itu diriku di matamu.sedih hati Jaka.


Setelah mendengar kebenaran yang dia sendiri belum mengetahui dari sang kekasih, membuat Jaka kebingunan dan sakit hati.


Ari sendiri tidak menaruh curiga akan perubahan yang terjadi di wajah sang sekertaris,karna dia berada di belakang.di tambah lagi tuan Ari malah sibuk dengan hpnya,etahlah apa yang sedang dia lihat.


Jaka kembali pokus menatap jalan raya, dirinya berusaha tenang dan bekerja profesional walupun hatinya dan otaknya seolah mati.


Ari:"Jaka.!"panggilanya tanpa mengangkat kepalanya.


Jaka:"Saya tuan."sahutnya berusaha tenang.


Ari:"Apa menurutmu Marco Abraham pria yang baik,aku tidak mau kalau Lusi hidup dengan pria yang tidak berguna."tanyanya penuh penekanan.


Jaka:"Tuan Marco pria yang baik tuan,karna selama perusahannya dan Atmaja Grup menjalin kerja sama,dia selalu koofratip.dan sampai kerja sama itu berakhir,semua dalam kondisi baik-baik saja."jawabnya tenang,tapi lain dengan hatinya yang sudah mendidih meminta di luapkan.


Ari:"Ya aku masih ingat itu.baguslah,dengan begitu aku tidak perlu repot-repot menyelidiki kehidupannya."ucapnya lega.


Jaka hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanpa berniat menjawab,dirinya lemah seketika dan merasakan desakan di dalam pikirannya untuk segera mengetahui dari sang kekasih.dan meminta penjelaskan apa yang di katakan tuan muda Ari itu benar.


Ari:"Jaka,jam tiga sore aku harus sudah ada di rumah.maka dari itu kurangi jadwalku."


Jaka:"Baik tuan."jawabnya seolah tidak bertenaga,bahkan ketika tuan muda Ari memerintah hatinya selalu saja mengkritik. tapi saat ini dia tidak berselera,dan membiarkan sang tuan muda melakukan apapun keinginannya.


.


.


Nana:"Aku kenyang."gumamnya.


Dari arah belakang,Yuni menghampiri Nana karna beberapa detik yang lalu nona muda meminta di bawakan ice Cream rasa cokelat


"Nona ini ice Cream anda."ucap yuni dan membawa satu buah ice Cream di atas nampan.


Nana:"Emmm untukmu saja yuni,aku sudah kenyang.lihat aku memakan tumpukan pancake,dan sekarang aku benar-benar kenyang."jawabnya dengan memperlihatkan piring kosong yang menyisakan saus madu disana.


Sang pelayan tersenyum canggung mendengar Penutura majikannya.


Tadi aku lewat nona minta di bawakan Ice Cream,tapi sekarang sudah kenyang katanya. dan juga tadi ketika bersama tuan muda nona menolak sarapan,tapi sekarang malah semua pancakenya dia habiskan.ibu hamil itu memang sulit di tebak,dan juga Nona sangat jarang muntah.ketika meminum susu hamil saja dia tidak muntah,benar-benar unik.gumam hati yuni.


Yuni:"Baik Nona,saya simpan saja ice Creamnya."


Nana:"Jangan,kamu makan saja.itu untukmu yuni,makan lah."pintanya seolah memaksa.

__ADS_1


Yuni seketika mengangguk patuh,dan itu membuat dirinya mengingat kejadian kemarin pagi tentang kesalah pahaman di dapur.


Yuni:"Nona.!"tegurnya gugup.


Nana tengah menji*ati saus madu yang menempel di atas piring,dengan cepat melirik yuni di depan dirinya.


Nana:"Ada apa,katakan saja."pintanya.


Yuni:"Tentang kemarin pagi saya ingin menjelaskan-"


Nana:"Oh ice Cream itu."sahutnya cepat.


Yuni:"Benar nona,sebenarnya saya dan kedua teman saya tidak memakan ice Cream milik nona.malah kemarin pagi saya ingin menyampaikan,kalau saya sudah membuang kemasan iec Cream dengan jumlah banyak."terangnya.


Nana:"Benarkah itu yuni,jadi kemarin itu aku sudah salah menuduh,oh ya tuhan."seketika wajahnya berubah Sedih.


Yuni tidak menganggukkan kepalanya,dia hanya tersenyum canggung.


Walupun itu benar,aku tidak mungkin mengangguk.aku ini hanya pelayan, sedangakan beliau adalah majikanku. setidaknya nona tidak salah paham lagi.batin yuni.


Yuni:"Baik nona,saya permisi ke dapur dulu."membungkuk dan membalikan tubuhnya.


Nana:"Hiks.... hiks.... Yuni maafkan saya,hiks... hiks.... saya sudah menuduh kamu."ucapnya terbata-bata dan jangan lupa tangisannya.


Sang palayan seketika berhenti dari langkahnya dan kembali membalikan tubuhnya.


Yuni:"Nona anda jangan menangis,saya tidak apa-apa nona."menghampiri Nana dengan raut wajah ketakutan.


Ya tuhan bagaimana ini,kalau tuan muda tahu aku bisa mati.apalagi di sini ada Cctv aduh aku harus bagaimana.bingung hati Yuni


.


.


Setelah sampai kantor Atmaja grup,seperti biasa Jaka akan mengantar sang tuan muda ke dalam ruangannya dan memenuhi semua kebutuhan majikannya


Ari:"Lakukan pekerjaan mu."titahnya.


Jaka:"Baik tuan."


Sekertaris Jaka mengangguk dan berjalan keluar dari dalam ruang kerja Ari.


Setelah dia sampai di ruang kerjanya yang memang tidak jauh dari ruang kerja tuan Ari, dengan cepat tangannya merogok hp miliknya yang ada di dalam saku celananya.


Jaka:"Kamu harus menjelaskan ini semua, Lusi."gumamnya dengan gerak tangan di atas layar hpnya.


.


.


Tok.... tok.... Lusi sayang,buka pintunya."pinta nyonya Tamara di depan pintu kamar Lusi.


Tak lama pintu terbuka."Ada apa Mom.?"tanya Lusi seolah malas berbicara dengan sang mommy.


Nyonya Tamara perlahan memeluk tubuh putrinya.


"Maafkan Daddy dan mommy sayang,kita melakukan ini semau demi kebahagiaan kamu.percayalah,Marco pria yang baik setidaknya temuilah dia."terangnya.


Lusi melonggarkan pelukan dari mommynya dan menatap lekat wajah rentanya.


Lusi:"Kalau Lusi sudah bertemu dengan pria yang bernama Marco itu,dan Lusi tidak suka. apa Lusi juga bisa menolak perjodohan ini mom.?"tanyanya penuh harap.


Nyonya Tamara hanya diam,dia malah tersenyum dan seolah enggan menjawab pertanyaan Lusi.


Lusi:"Jawab mommy."kedua tangannya mengusap pelan pergelangan tangan sang mommy.

__ADS_1


"Ini sudah malam tidur lah,dan mommy juga mau bilang kalau satu minggu lagi kita akan kenegara A.untuk bertemu keluarga Abraham, tepatnya di rumah tante kamu(mommy Kei)."terangnya untuk mengalikan pembicaraan.


Mendengar itu membuat Lusi melepakan tangannya yang tadi mengusap tangan mommynya.


Matanya menatap kepergian sang mommy meninggalkan dirinya yang tengah diam di depan pintu kamar.


"Mereka benar-benar egois,secepat ini. bahkan aku belum mengakatan apa-apa tapi mereka sudah mengambil keputusan.!"geramnya dan dengan cepat menutup pintu kamar.


Di atas ranjang Lusi hanya diam,matanya terus mengeluarkan air mata kesedihan.dan untuk kesekian kalinya benda canggihnya bergetar.


Gadis cantik itu hanya melirik lewat ekor matanya tanpa berniat mengangkat panggilan itu,dirinya benar-benar kebingungan menghadapi permasalahan yang menimpa hidupannya.


Jaka kenapa tuhan seolah tidak mengijikan kita untuk bersama,kenapa hidupku tidak seperti Kakak ipar(Nana)apa aku bisa hidup denganmu setelah kedua orangtuaku pergi dari dunia ini,kenapa tuhan.aku sangat mencintainya.lirih hati Lusi.


Lamanya Gadis itu termenung selama itu juga Hpnya terus bergetar.


Perlahan tangannya memungut hpnya,dan matanya kembali berkaca-kaca ketika di depan layarnya terdapat nama My love(Jaka)


Tak ingin membuat sang Kekasih curiga,Lusi akhirnya menggser ikon hijau.


Lusi:"Pagi sayang."sapanya mengingat di Negara sang Kekasih ini sudah pagi.


Jaka:"Apa itu benar.?"


Lusi merasakan dekat jantungnya berdetak kencang,mendengar ucapan dari Jaka yang seperti timah panas.padahal dirinya belum mengakatan apa-apa.


Tenang Lusi,mungkin ucapannya tidak mengarah ke permasalahan itu.ucap hati Lusi.


Lusi:"Apa yang kamu katakan heh.?"tanyanya tenang.


Jaka:"Berhenti membuat ku seperti orang bodoh Lusi,aku tahu rencana pernikahan kamu dan Tuan Marco.aku tahu Lusi."ujarnya penuh amarah.


Mendengar itu membuat tangan sang dara bergetar hebat,pipinya kembali basah dan lidahnya kaku.


Mommy pasti sudah mengatakan ini kepada tante Kei.pikir Lusi.


Jaka:"Kenapa Lusi,kenapa.ini alasana kamu tidak memberitahukan hubungan kita kepada orangtua mu.?"


Lusi:"Maafkan aku hiks... hiks... Sayang,ini benar-benar di luar dari dugaanku.aku juga menolak perjodohan ini,tapi mommy dan daddy hiks... hiks.... aku mohon maafkan aku."penjelasan itu membuat Jaka sedikit mengntol amarahnya,tapi tidak dengan hatinya.


Jaka:"Lusi dengarkan aku,mungkin keputusan ini adalah yang terbaik.aku juga tau diri.kita tidak akan bisa hidup bersama,aku akan mudur.!"ucapnya sedih.


Lusi:"Aku mohon jangan mengatakan itu sayang,aku benar-benar mencintaimu. bersabarlah,aku akan menyelesaikan ini semua."berusaha meyakinkan.


Jaka:"Mau sampai kapan Lusi aku harus bersabar?sekarang aku sadar siapa aku,dan aku minta lupakan ini semua.walaupun itu sulit tapi setidaknya berusahalah.selamat tinggal."


tut... tut.... panggilan terputus.


Lusi:"Sayang sayang hiks... hiks... tidak tidak."mere*as hpnya dan menangis sejadi-jadinya.


Ya tuhan ini tidak adil.lirih hati Lusi.


.


.


Jaka mengacak-acak rambutnya"Kenapa jadi begini.!"gumamnya setengah sadar.


"Ada hubungan apa kamu dan Lusi.?"suara itu membuat Jaka menelan salvirnya.


.


.


Note:"Rencananya mau bikin cerita Jaka,tapi kita selesaikan konfliknya sini dulunya.buat bahan ceritanya,dan mungkin eps selanjutnya akan pokus ke kehidupan Ari dan Nana.

__ADS_1


Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.


__ADS_2