
Lift yang membawa Nana terus saja naik dengan ke adaan Normal, tapi di dalam Lift itu menyebarkan bau sesuatu yang terbakar.
Kening Nana mengkerut dengan hidung mengendus. "Kenapa baunya semakian Tercium ya?"
Tanpa menaruh curiga sedikitpun pada Lift yang membawa tubuhnya, Nana malah bersenandung ria. Merasa senang bisa meniki benda ajaib ini sendirian tanpa bantuan siapa pun.
Kenyataannya, ketika Nana memasuki Aprtemen. Ada seorang pelayan yang menawarkan bantuan.
Pelayan itu melihat Istri dari pemilik Apatremen tempatnya bekerja dengan membawa kantong belanjaan yang lumayan banyak.
Tapi Nana dengan tegas menolak bantaun dari pelanyan itu alasannya "Aku pasti bisa."
"Kenapa lama sekali, tombolnya sekarang menyala di angka 30!" Nana terheran dan mulai panik. sampai rasa panik itu semakin nyata ketika Lift tiba-tiba berhenti bergerak.
Nana diam sejenak, merasa heran melihat tombol yang ada di sampingnya serantak menyala.
"Uuh.. Kenapa ini? apa ada yang salah?" Katanya panik di tambah lift tidak bergerak.
"Ya tuhan, ini kenapa berhenti? pintunya tidak mau terbuka!"
Dalam keadaan panik Nana merasakan Lift mulia bergerak turun alih-alih naik. sampai kecepatan semakin terasa.
"Aaaaaaaa!" Nana berteriak. "Tuan Ari!"
.
.
Ari yang tengah menunggu kepulangan Nana nampak begitu tidak sabar. dirinya terus menatap pintu Apertemen yang masih tertutup rapat dan belum Menampakan orang yang di tunggunya.
Dengan minuman di tangan Ari terus menunggu Kepulangan istrinya itu.
20 menit berlalu. Ari mengendus kesal dan beranjak bangun membawa wajah ketus. "Kenapa dia lama sekali? Apa mungkin mobil mommy terjebak Macet?" pikirnya.
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 18:12 waktu setempat, dan Nana belum kembali.
"Mereka pergi kemana? Kenapa lama sekali?" Grutunya kesal sambil menyambar ponsel yang ada di atas meja. sibuk sebentar dengan benda itu.
"Awas saja kalau dalam waktu 10 menit dia tidak kembali aku akan memberinya hukuman! Enak sekali membuat aku menunggu." Ari mengoceh disaat ponselnya bertengger di lain sisi telinga.
Tapi di dalam lubuk hati. Ari benar-benar merasa khwatir akan istrinya yang belum kembali.
Nana tak bisa di hubungi pun Mommy Kei. Ari menyerah dan kembali duduk mungkin mereka pergi kelain tempat pikirnya.
Wakti terus berjalan dan kini jam sudah menunjukan pukul 18:24 waktu setempat, lebih dua menit dari perkiraan Ari yang menebak Nana akan pulang.
Ari mendesah hebat "Aku telepon Mommy saja.!" Sekali lagi Ari menghubungi sang ibu.
Ari pun menelpon Mommy key.
Tu...tut.........Telpon tersambung.
"Hallo, Son." Suara Mommy Kei terdengar disebrang sana.
"Mommy, kenapa lama sekali? tadi mommy bilang akan cepat pulang." Si tuan muda merengek melupakan statusnya yang sekarang sudah menjadi seorang suami.
"Mommy sekarang sudah di Mansion Son! dari satu jam yang lalu! mommy sudah mengantar istri mu pulang. Kenapa? apa istri mu belum sampai?"
Ari terpaku ditempatnya. "Belum, Mom?"
"What? Cepat kamu cari Nana. Mungkin dia tersesat. Son!"
Ari menutup sambungan telepon dengan tergesa lalu keluar Apartemen.
Koridor dan luasnya Apartemen Ari lalui dan terus mengacak-acak rambutnya mendapati Nana tidak ada di area Apartemen.
"Kemana Gadis desa itu? apa dia sengaja ingin menghindari ku? awas saja kalau nanti aku berhasil menemukannya." Katanya marah disaat kaki panjang itu terus berlari.
Dengan langkah yang pasti, Ari mencari di setiap Lorong Apartemen sesekali bertanya kepada para pekerja yang berlalu lalang.
"Kemana gadis itu, apa dia masih di Loby? Mungkin dia tidak tau caranya menggunakan Lift! tapi tidak mungkin! pasti dia juga akan meminta bantuan pelayan di loby"
Di tengah pencarian yang melelahkan itu Ari tiba-tiba berhenti berlari. pemandangan didepan mata membuatnya teralih dan medekati para petugas yang tengah berkerumun sibuk di lantai 20. tepat di depan Lift.
"Ada apa ini?"
Suara tegasnya membuat para pekerja menoleh. menatap si pemilik Apartemen.
Salah seorang petugas mendekati Ari dengan kepala sedikit menunduk.
"Maaf Tuan Ari anda pasti terganggu atas keributan ini." Ucap si petugas tidak enak apalagi melihat wajah galaknya.
__ADS_1
Ari masih menatap Lift tertutup itu. "Memangnya ada apa? Apa Liftnya rusak? kenapa banyak alat yang berserakan disini?"
Petugas itu tersenyum canggung sambil mengangguk pelan. "Betul Tuan, saya mendapatkan laporan dari staf Apartemen."
"Laporan apa?" Tanya Ari lagi.
"Ada seorang wanita masuk kedalam lift ini tuan. tanpa memperhatikan papan peringatan." terang si petugas.
Ari memutar bola matanya. "Kenapa ada penghuni bodoh di Apartemenku ini!"
Si penjaga hanya diam dan undur diri meninggalkan Ari yang juga bersiap pergi. merasa malas mendengar ocehan si tuan muda.
Sedangkan orang-orang yang ada di area itu hanya diam tidak berani untuk menjawab. mereka tau siapa Tuan Ari itu yang memang sangat Arrogan dan kejam.
Ari bersuara sebelum pergi mencari Nana yang ia yakini ada di loby lantai dasar. "Cepat bereskan kekacawan ini, dan keluarkan Per-
Ucapannya menggantung secara tiba-tiba, pikiranya pun buyar seketika. Ari mengingat istrinya yang belum kembali.
Ari:"apa kamu bilang,ada seorang wanita yang masuk ke dalam lift yang rusak ini.?"
Petugas:"Betul Tuan."
Ari:"Sejak kapan.?"
Petugas:"Kurang lebih Satu jam yang lalu Tuan."
Ari pun diam sejenak,dengan beberpa petugas yang berusaha menyelamatkan orang terjebak di dalam lift itu.
Ari pun tidak tinggal Diam,dia langsung merogok sakunya dan mengeluarkan benda Pipihnya.
Dengan perasaan yang tidak karuan,Ari menggubungi Nomor istri nya.
Salah satu petugas yang sedang berusaha membuka pift itu pun, mendengar sesuatu dari dalam lift.
Petugas:"Teman-teman,sepertinya Telpon Nona itu berbunyai."Teriaknya.
Mendengar Petugas berteriak menyebutkan Hp si pemilik yang terjebak itu berbunyi, sontak saja membuat Ari mendekat kearah lift itu. dan benar saja,Itu suara Hp istrinya.
Ari:"Tidak mungkin itu Hp nya,ini pasti hanya kebetulan saja."harap nya.
Dan Ari pun dengan Ragu-ragu kembali mencoba menelpon istrinya, untuk memastikan kalau yang di dalam itu bukan Hp dari istrinya.
Dengan Ragu,Ari mendekatkan Telinga nya ke Arah lift itu.untuk memastikan dan berdoa agar suara hp itu tidak berbunyi.
Seketika itu pun Ari membuang Hp nya,dan tangan nya yang berusaha membuka Paksa lift yang tertutup rapat itu.
Ari:"Cepat buka lift Sia**an ini,istri ku yang terjebak di dalam lift ini."bentaknya.
Semua pekerja pun seketika membulatkan kedua mata mereka,dan tidak membuang waktu lama lagi mereka membuka paksa pintu lift itu.
Ari:"Cepat buka,kalau terjadi sesuatu dengan istri ku.kalian semua akan menerima akibatnya.!"ancam nya.
Semua para pekerja itu pun menelan salvirnya dengan kasar,dan menambah tenaga mereka untuk mengeluarkan Istri sang pemilik Apartemen.
Dengan pikiran yang tidak karuan,Ari terus mengacak-acak rambutnya.dan tidak berhenti memerintah para petugas itu untuk membuka paksa pintu lift yang di dalam nya ada istrinya.
Hp Ari yang entah Ada di mana mengeluarkan Suara,tanda ada seseorang yang menelponnya.
Ari yang tengah khawatir menunggu Lift itu terbuka seketika terdiam,dan mencari hp nya yang mengeluarkan Suara.
Setelah mendapat kan hp yang tadi dia lemparkan ke sembarangan Arah itu,Ari pun melihat Ada panggilan masuk dari istri nya.
Tak membuang waktu lama,Ari pun menggeser Ikon Hijau yang tertera di layar Hp nya.
Isi percakapan..........
Telpon Ari:"Hey Gadis Bo**oh,Apa kamu tidak apa-apa. tunggulah,para petugas sedang membuaka pintu lift nya."
Telpon Nana:"T-tuan Arri,mmaaf."
Telpon Ari:"Kumohon besabarlah,sebentar lagi pintunya Akan terbuka.kamu harus terus terjaga,aku tidak akan meninggalkan mu."
Telpon Nana:"Dii dalaam siinii,ssessak Ttuan."
Tut..tut....telpon pun terputus...
Telpon Ari:" Halo..halo..kumohon terjagalah.
Sambungan telpon pun terputus dengan sendirinya,yang mana membuat Ari menjadi lebih panik di buat nya.
berbarengan dengan terputusnya panggilan telpon di antara mereka,para petugas itu berhasil membuka paksa pintu lift.
__ADS_1
lift pun terbuka,menampakan sesosok Tubuh mungil yang sedang dalam keadaan meringkuk.dengan kantong belanjaan di sekelilingnya.
Ari pun mendekat,dan tanpa ragu memasuki lift itu.dengan Tatapan sendu,Ari melihat Tubuh mungil Istrinya yang sedang meringkuk dengan Air mata yang membasahi pipi mulusnya.
Tanpa membuang waktu lama,Ari mengangkat Tubuh Nana yang sudah tidak sadarkan diri.keluar dari dalam lift rusak itu.
Dengan langkah yang pasti,Ari membopong tubuh Nana untuk mencari pertolongan.
Dari arah depan Apartemen, Ari melihat Ada mobil Ambulance yang sudah terparkir. dengan petugan medis yang sudah siap menyambut mereka, dengan Satu buah tandu di tangan mereka.
Karna ketika para petugas mengeluarkan Wanita yang tadi tidak di ketahui identitasnya, salah satu pelayan menelpon Rumah sakit terdekat untuk datang ke Apartemen untuk berjaga-jaga.
Ari:"Cepat tolong istri ku."perintah nya.
dengan Raut wajah yang nampak kusut,Ari meletakan Tubuh Nana di atas tandu.
Seorang perawat wanita pun memberikan pertolongan kepada Nana,yang tidak sadarkan diri.
Dengan alat bantu pernapasan yang melekat di Area wajahnya,Nana pun di di bawa masuk ke dalam mobil Ambulance untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif lagi di rumah sakit.yang tidak telalu jauh jaraknya dari Apartemen itu.
Dengan memegang pergelangan Tangan istri nya yang tidak sadarkan diri itu,Ari terus memerintah kepada supir ambulance yang membawa mereka agar bergegas menuju rumah sakit.
Rumah Sakit.......
Selang beberpa menit, ambulance yang membawa Nana pun kini sudah sampai di Rumah sakit yang terlihat besar.
Nana pun di bawa ke Ruang IGD untuk mendpatkan pertolongan pertama.
Ari selalu ada di samping istrinya yang belum membuka matanya sipitnya.
Matanya seketika membulat tajam,melihat seorang perawat laki-laki yang terlihat tampan mendekat,dan memegang tangan Nana
Ari pun tidak tinggal diam,dia langsung menarik tangan Nana yang akan di sentuh perawat Tampan itu.
Ari:"mau apa kau.?"tanya Ari dengan tatapan tajamnya.
Perawat itu pun di buat heran,akan laki-laki yang ada di sampingnya.
Perawat tampan:"Maaf Tuan,saya hanya akan memasangkan jarum infus di tangan Nona ini."jawab nya,dengan senyum yang menghias wajah tampanya.
Ari:"Jangan Coba-coba menyentuh Istri ku."
Perawat Tampan:"Tidak Tuan, saya hanya ingin memasangkan jarum infus saja."ulangnya.
Ari:"Alasan,panggil teman perawatmu yang berjenis kelamin perempuan."titahnya.
Perawat tampan itu pun mengangguk,dan tidak ingin meladeni tinggkah konyol laki-laki tampan yang ada di hadapannya.
Tak lama,Datanglah seorang perawat wanita yang telihat cantik.mendekat ke arah Ari,dan Nana.
Perawat itu pun tersenyum,dan tidak membuang waktunya dia langsung memasangkan jarum infus ke tangan Nana.
Ari tidak memperdulikan keberadaan perawat cantik itu, dia hanya pokus akan istrinya yang belum membuka matanya.
Perawat:"Nona ini tidak apa-apa Tuan,dia hanya syok saja.dan untuk mengetahui ke adaan nona,sebentar lagi dokter akan datang untuk memeriksa."jelasnya.
Ari:"Sukurlah,dan cepat panggil dokter mu."
Perawat:"Baik Tuan,saya permisi."
Perawat itu pun berlalu pergi,karna urusannya sudah selesai.
Tuan itu tampan sekali,nona itu sangat beruntung.ucap hati perawat cantik itu.
Ari terus saja memandang Wajah istrinya yang terlihat pucat,bahkan Ari sangat terganggu dengan alat pernapasan yang menutup hidung,dan bibir mungil istrinya.
Ari:"Bangunlah Gadis Bo**oh,apa kamu tidak ingin melihat wajah tampan ku ini."ucap pelan Ari dengan tangan yang terus menggenggam kuat pergelangan tangan istrinya.
Ketika sedang asik memandang kecantikan istrinya,seorang perawat lain datang memberi tahukan.kalau istri nya harus di pindahkan ke ruang rawat inap di RS itu.
Ari pun mengangguk, dan meminta agar istrinya di rawat dengan baik.dan ruang inap nya pun harus yang berkelas, jangan yang biasa-biasa saja pintanya.
Kini Nana tengah berada di dalam ruangan yang nampak besar,bahkan di dalam nya begitu rapih dan berkelas.
Ruangan inap itu begitu nyaman,dengan beberapa fasilitas yang sudah tersedia di sana.terdiri dari Sofa,televisi,Lemari es yang sudah tersaji cemilan, minuman,dan buah-buahan segar di dalamnya.
Dan Nana pun sedang di periksa oleh seorang dokter perempuan pastinya,karna itu adalah permintaan Ari.
Ari:"Bagai mana kondisinya,dan kenapa dia belum membuka matanya.?"Tanya nya penasaran.
Dokter:"Begini Tuan.
__ADS_1
💞💞💞💞💞
SELAMAT MEMBACA.