
Seperti terapi pada sebelumnya,Dokter wulan akan meminta Nana berbaring di dua tempat yang berbeda.dan yang saat ini Nana lakukan,dia tengah berbaring di ruang USG.
Dokter wulan tersenyum ketika tangannya, tengah memegang alat yang bermain di atas perut rata Nana.
Ari begitu penasaran dengan hasil yang akan di ungakapkan,dokter wulan.
Lusi dan jaka sendiri tengah menunggu Ari dan Nana di luar,mereka tidak di ijinkan ikut masuk.hanya Ari saja yang di perbolehkan masuk itupun Ari yang memaksa.
Keduanya hanya diam,tidak ada yang berbicara.lusi sendiri kebingungan akan memulai kalimat yang pas berbicara dengan jaka,begitu juga dengan jaka.dia hanya sibuk dengan hpnya untuk mengusir rasa canggung di antara mereka.
Aku ingin memberi tahu kamu jaka akan niat jahat jenia,tapi dia sudah mengancam aku agar aku tidak meminta tolong kepada siapapun,karena kalau jenia tahu aku membocorkan rencana jahatnya.maka rekaman video itu akan tersebar,dan membuat keluarga Atmaja malu.batin lusi dengan menatap sekertaris jaka yang tengah duduk di kursi tunggu lainnya.
Setelah pemeriksaan terakhir Nana lakukan, dokter wulan meminta kedua pasutri itu untuk ikut ke ruangannya.
Lusi tersenyum ketika matanya menatap Nana,yang di gandeng suaminya keluar dari ruang USG.
Lusi:"Bagaimana hasilnya,kakak ipar.?"ucapnya pelan yang kini ikut berjalan di samping Nana.
Nana:"Belum tahu lusi,doakan.mudah-mudahan hasilnya bagus."jabawanya penuh harap.
Lusi mengagguk dan tersenyum di tengah langkahnya.
Ari tidak memperdulikan dua wanita yang kini tengah berbicara,dia hanya pokus berjalan dengan menggandeng tangan Nana erat. bahkan sesekali Ari mencium tangan istrinya.
Lusi yang melihat itu merasa bersalah,betapa sepupunya itu begitu mencintai wanita bertubuh mungil yang kini menjadi istrinya.
Betapa jahatnya aku yang akan memisahkan mereka,ya tuhan.kalau nanti aku berhasil menjebak kakak ipar,mudah-mudahan kakak Ari tidak menyakiti Kakak ipar.do'a hati lusi di tengah langkahnya.
Kini Kedua pasutri itu tengah duduk di ruangan dokter wulan.
Lusi yang berdiri di sisi Nana hanya diam, mendengarkan keterangan dokter wulan.
Dokter:"Jadi selamat ya Nona,rahim anda sudah benar-benar baik-baik saja."ucapnya dengan menatap kertas putih di atas mejanya.
Nana seketika tersenyum dan menatap suami bulenya.
Nana:"Yank."ucapnya pelan,dengan Air mata yang keluar dengan sendirinya.
Ari mengagguk dan memeluk Nana.
"Kamu sudah baik-baik saja,honey."bisik Ari dan di jawab angggukan oleh Nana.
Lusi yang ada di sisi Nana,perlahan mengusap bahu istri dari sepupunya itu. seolah memberi selamat.
Dokter:"Nona,mulai hari ini anda tidak perlu meminum obat penyubur rahim lagi.kalau ada sisa,di buang saja."ucapnya dan di balas mengaguk oleh Nana.
.
.
.
Money Grup....
Perusahan yang bergerak di bidang mesin pesawat itu seperti biasa selalu sibuk dengan laporan,dan laporan.
Perusahan itu di pimpin oleh tuan samuel, selaku persedir Money Grup.
Sedangkan Anak pertamanya atau tepatnya Kakak jenia,yang bernama Jams Areba sebagai CEO di perusahan itu.
Tapi Jams saat ini tengah berada di Negara M,untuk mengurus anak Money grup.
Di dalam ruangan yang begitu besar dan yang pasti mewah,terdapat tiga laki-laki.yang satu berumur di atas lima puluh tahun(tuan samuel),sedangkan sisanya sekitar tiga puluh tahun(sekertaris tuan samuel).dan dua puluh delapan tahun(laki-laki tampan).
Tuan samuel tengah duduk berhadapan dengan seorang laki-laki tampan,yang akan di jadikan jenia sebagai alat untuk menjebak Nana.
Samuel:"Kau bersedia membantu putri ku, hendri.?"pertanyaan itu membuat laki-laki yang bernama hendri menatap tuan samuel.
Hendri:"Apa yang bisa saya lakukan,tuan samuel.?"tanya balik hendri,yang mana membuat tuan samuel menyeringai.
Samuel dengan pelan menceritakan rencana putrinya,untuk menjebak istri dari Ari atmaja anak dari tuan surya Atmaja.
Hendri menatap tuan samuel tidak percaya, dia tahu siapa itu Ari atmaja.
Hendri:"Apa tuan meminta saya melakukan itu.?"tanyanya penasaran,raut wajah tampan terlihat ketakutan.
Sameul:"Kenapa,kau takut.Akan aku bayar berapapun yang kau inginkan.!"tawarnya.
Mendengar penuturan tuan samuel,membuat hendri yang berprofesi sebagai model itu sedikit tertarik.
__ADS_1
Hendri:"Berapapun.?"tanyanya penasaran.
Tuan samuel mengaguk membernarkan.
Hendri:"Lima miliyar.!"ucapnya singkat.
Samuel:"Deal.?"jawabnya berbarengan dengan mengulurkan tangannya ke arah Hendri.
Keduanya seketika berjabatangan sebagai tanda kesepakatan.
Untuk mu sayang,daddy sudah menemukan laki-laki yang cocok.batin tuan samuel.
Tak lama Tuan samuel menerangkan tugas yang harus di lakukan hendri.
.
.
.
Mobil hitam yang membawa Ari dan Nana, jangan lupa lusi dan sekertaris jaka.kini tengah melaju meninggalkan Rumah sakit.
Seperti biasa,hanya ada suara tawa dan bisikan di arah belakang mobil.
Ari:"Lusi,kau tau tempat indah untuk Honeymoon.?"pertanyaan itu membuat lusi menengok ke arah belakang.
Lusi:"Memangnya kalian belum melakukan itu.?"ucapan itu di jawab kompak berupa gelengan kepala dari Nana,dan Ari.
Lusi:"Kakak ari,kamu benar-benar keterlaluan."menatap Ari yang tengah mendekap Istrinya.
Ari:"Sudah carikan saja."pintanya sedikit kesal,mendengar ucapan sepupunya itu.
Nana:"Kamu kan sibuk yank.?"kini Nana ikut bergabung.
Ari:"Akan aku luangkan waktu untukmu, honey."jawabnya lembut yang mana membuat Lusi kembali menatap jalan.
Ya tuhan,mereka belum pergi Honeymoon. tapi dua hari lagi jenia akan memisahkan mereka.bingung batin lusi.
Di sepanjang jalan,hanya ada tawa dan bisikan dari arah belang.sedangkan di depan hanya ada keheningan.dan lusi hanya diam pikirannya begitu kacau.
Mata jaka sesekali melirik lusi yang tengah bersandar,dengan mata menatap asal jalan yang ada di sampingnya.
Tapi jaka tidak bisa bertanya akan diamnya lusi,dia kembali menatap jalan dan menjalankan mobil tuannya ke arah mansion.
.
.
Ari dan Nana tengah menuruni anak tangga, mereka begitu bahagia terlihat dari cara mereka berjalan dengan bergandengan tangan.
Nana:"Kemana lusi.?"tanyanya kepada salah satu pelayan yang tengah menungkan Ari mineral kedalam gelas kaca berukuran sedang.
"Nona lusi,masih di dalam kamarnya. Nona."jawabnya sopan.
Ari perlahan duduk tapi Nana masih berdiri di pinggir meja makan.
Ari:"Panggil,lusi."ucapnya tegas dan di jawab angggukan oleh pelayan.
Tapi sebelum pelayan pergi melakukan perintah suaminya,terlebih dahulu Nana meminta agar dia saja yang memanggil lusi.
Ari mengagguk,dan perlahan Nana berjalan ke arah kamar lusi yang memang ada di lantai bawah mansion.
.
.
"Jenia,mereka belum pergi Honeymoon.apa kamu tega"ucap lusi yang tengah berdiri dengan hp di sisi telinganya.
Ya,lusi tengah menelpon jenia di dalam kamarnya.dia sampai melupakan makan malam.
"Itu kabar yang bagus,lusi."senang jenia di sebrang sana.
"Jenia aku mohon,biarkan mereka pergi Honeymoon dulu.kasihan kakak ipar."pinta lusi.
"Dengar lusi,aku tidak bisa membuang waktu ku lagi.dan jangan lupa kirim nomor wanita kampung itu"
" Untuk apa,jenia.?"
"Kirim saja,aku tunggu."ucapnya cepat,bahkan jenia mematikan sambungan telpon itu.
__ADS_1
Lusi:"Jenia,jenia."memanggil-manggil jenia, dan perlahan menatap hpnya.
Tak lama lusi me**as hpnya."kenapa dulu aku bisa berbuat hal yang memalukan seperti itu sekarang aku harus bagaimana."gumam lusi ketika mengingat kejadian tiga tahun yang lalu,dan jejaknya saat ini di yakini ada di genggaman tangan jenia.
Tok.... tok... "lusi,mari makan malam.?"ucap Nana di balik pintu kamar lusi.
Mendengar pintunya di ketuk dan terdengar suara seseorang memanggil namanya, membuat lusi merapihan rambutnya yang terlihat agak berantakan akan ulahnya.
Perlahan kaki jenjang lusi mendekat ke arah pintu.
Ceklek.... "Kak."ucapnya gugup,ketika melihat Nana tengah tersenyum kearahnya.
Apa kakak ipar mendengar percakapan ku dengan,jenia.?"tanya hati lusi.
Nana:"Mari makan malam lusi,sepupumu tengah menunggu."ajaknya dengan menarik tangan lusi.
Lusi mengangguk dan berjalan di samping Nana.
Kayanya kakak ipar tidak mendengarnya.batin lusi.
Kini ketiganya tengah berkumpul dan mulai menyantap makan malam mereka.
.
.
.
Dua hari kemudian.....
Nana tengah duduk santai di dalam kamarnya,siang ini tidak ada kegiatan yang nana lakukan.
Lusi sendiri pergi dan belum kembali,tadi lusi berpamitan kepada Nana kalau dirinya ada urusan di luar.
Nana:"Coba ada mommy."gumamnya pelan.
Tak lama hp Nana yang ada di atas meja berbunyi,menandakan ada panggilan masuk.
Tangan mungil Nana dengan cepat mengambil hp miliknya,dan dia melihat ada panggilan dari Nomer yang tidak dia kenal sebelumnya.
Nana:"Nomor siapa ini.?"tanyanya heran.
Tanpa membuang waktu lagi,tangannya menggeser ikon hijau dan meletakan hpnya di sisi lain telinganya.
Sambungan telpon.....
Nana:"Hallo.?"
"Ini dengan istrinya,tuan Ari Atmaja."ucap seorang wanita.
Nana:"Betul,ini saya istrinya.kenapa dengan suaminya saya.?"sahutnya gugup.
"Segera datang ke hotel X nona,karena saya melihat suaminya anda bersama seorang wanita.
Nana:"Apa anda yakin,suami saya tengah bekerja.dan anda bisa tahu nomer telpon saya dari mana.?"
"Sudah nona,anda jangan bertanya lagi,cepat datang ke hotel X.Kalau tidak suami anda."si penelpon tidak melanjutkan kalimatnya.
Nana:"Kalau tidak apa,nyonya.?"tanyanya panik.
"saya sarankan anda cepat datang,nanti saya kirim alamatnya.dan saya sarankan anda jangan mengubungi suami anda,karena nanti dia bisa berbohong."
Nana masih diam,otaknya tengah berfikir apa orang ini benar-benar melihat suaminya bersama seorang wanita.
"Nona cepat datang,suami anda sudah masuk kedalam hotel."
Nana:"Baik,saya akan datang.ini deng-
Nana tidak melanjutkan kalimtnya,karena si penelpon terlebih dahulu memutuskan panggilan.
"Aku harus cepat-cepat pergi."ucap Nana dengan menyambar tas miliknya.
Yank,apa itu kamu.?.gumam hati Nana di tengah larinya.
Saat ini Nana tidak berpikir seseorang tengah menjebaknya,dia hanya memikirkan suaminya yang tengah bermesraan dengan seorang wanita di dalam hotel.
.
.
__ADS_1
Note:"Jeng jeng jeng hayo siapa di sini yang mulai greget manjah,tunggunya kelanjutanya besok lagi ok.😆😆 yang bilang Nana bo**oh dan sejenisnya silahkan.
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.