
Ari melangkahkan kakinya berniat untuk keluar dari rumah barunya,dan menghampiri Rumah yang berada di sebrang rumahnya.
Dengan angkuhnya Ari berjalan tergesa-gesa, dan ingin segera sampai di rumah yang dia maksud.
"Awas saja kalau aku melihat batang hidungnya,akan aku patahkan tangganya itu.dia sudah berani tersenyum dan melambaikan tangan kotornya itu ke pada istriku,awas kau." kesal Ari dengan langkah lebarnya.
Kini Ari sudah sampai di depan rumah yang dia maksud,rumah itu tidak jauh berbeda dengan rumahnya.karna memang tempat tinggal mereka di kompleks yang sama.
Ting..tong.... ting..tong......
Suara bel yang ada di sisi gerbang itu begitu nyaring terdengar, karena Ari menekannya secara berulang-ulang.
Ceklek.....
Pintu rumah itu terbuka,dan menampakan seorang perempuan bertubuh pendek yang di yakini dia adalah pelayan di rumah itu.pelayan itu menghampiri Ari yang tengah berada di luar gerbang majikannya.
"Maaf Tuan,Cari siapa:?" Tanyanya si pelayan.
Ari:"Buka gerbangnya,apa kamu tidak lihat aku akan bertamu di rumah majikan mu ini. tidak sopan."sahut Ari kesal.
Pelayan itu merasa aneh dengan sikap laki-laki tampan yang ada di hadapannya.
"Maaf Tuan, majikan saya sudah pergi baru saja." jawab si pelayan yang usianya masih nampak muda. mungkin usianya tidak jauh beda dengan istrinya.
"Bohong, cepat buka gerbangnya." Katanya tek percaya.
"Maaf tuan, saya tidak berbohong. majikan saya memang sudah pergi.lihat, mobilnya sudah tidak ada tuan" jawab pelayan itu dengan sisi tangan lainya yang menunjuk garasi. Letaknya ada di depan rumah.
Ari pun melihat ke arah garasi itu, dan benar saja. Garasinya kosong tidak ada mobil di sana.
"Baik,aku akan percaya.tapi awas kalau kamu bohong,jam berapa majikan mu pulang.?"tanya Ari.
"Biasanya jam 21:30 malam.majikan saya pulang tuan,apa ada pesan untuk majikan saya.?"
"Ya, sampaikan kepada majikan mu itu. jangan tersenyum,atau melambaikan tangan nya kepada istriku.kalau dia masih melakukan itu,aku tidak akan segan-segan memberinya pelajaran.sampaikan itu,kamu mengerti."jelas Ari.
pelayan itu begitu ketakutan melihat laki-laki yang tengah memberinya perintah.
"B-baik tuan,saya akan sampaikan pesan tuan."jawab nya gugup.
Ari pun beranjak meninggalkan rumah itu,dan dia masih merasa kesal karena orang yang dia cari tidak menampakan batang hidungnya.
"Bisa-bisanya dia menghilang, awas saja kalau aku melihat keberadaannya.akan aku beri dia pelajaran.dan kenapa orang miskin seperti dia bisa tinggal di kompleks ini,lihat saja mobil nya hanya satu. menyedihkan."
.
.
Setelah Ari pergi untuk mengusir laki-laki yang dia yakini sudah menggoda istrinya.
Nana bergegas ke arah dapur yang ada di lantai satu rumah. Ia akan memasak makan malam seperti perintah sang raja.
"Kenapa dia begitu berlebihan, sampai mau mengusir laki-laki yang tidak bersalah itu" ucap Nana di sela memasak.
Sore ini, Nana memasak beberapa jenis masakan. Tapi dalam porsi sedang, karena nana takut kalau masak dalam porsi banyak tidak akan habis dan itu akan mubasir nantinya.
.
.
Ari kini sudah berada di depan rumah. Segera masuk untuk menegakan hati yang panas.
__ADS_1
Hatinya masih saja kesal karena ia tidak menemukan laki-laki yang sudah menggoda istrinya.
Dengan perlahan-lahan, Ari melangkah ke arah dapur karena dia mendengar suara keributan di sana.
"Dia pasti di dapur?" Pikir Ari.
Dan benar saja,istrinya tengah memasak makan malam.
Ari begitu menikmati pemandangan tubuh mungil istrinya yang nampak menggoda,dan membangunkan jiwa lelakinya.
Dengan posisi berdiri di belakang Nana,Ari terus saja memperhatikan gerak-gerik istrinya yang nampak lincah memasak.
Nana begitu sibuk dengan dunia barunya,dan tidak memperhatikan keberadaan Ari yang tidak jauh dari tempatnya memasak.
Ari sudah tidak sabar lagi melihat istrinya yang begitu menggoda,dan dengan perlahan Ari menghampiri Nana.
Tanpa di duga,Ari memeluk Tubuh Nana dari Arah belakang.dan merekatkan kedua tangannya di depan perut Nana.
Seketika itu Nana merasa kaget bukan main, karena suaminya tengah memeluknya dari arah belakang.
"T-tuan." Nana merasa ada radar bahaya dalam posisi ini.
Ya Tuhan tolong jangan sampai dia berbuat yang tidak-tidak lagi. ucap hati Nana berbarengan dengan menelan air liur dengan kasar.
"Apa yang kamu masak Hoon?" Tanya Ari.
"S-semur daging." jawab Nana gugup.
Ari mengangguk. "Ok, cepatlah. suamimu ini sudah sangat lapar." Ucap Ari lembut.
Ari terus saja memeluk tubuh nana.dan sesekali memberi ciuman di belakang leher mulus istrinya.
Apa yang ari lakukan membuat Nana tidak berkonsentrasi untuk menyelesaikan masakannya.
"Lakukanlah urusan mu Hoon, jangan hiraukan aku. Anggap saja aku tidak ada."
Cup.. cup..
Ari tak berhenti menghujani Nana dengan ciuman di belakang leher.
Astaga, Bagaimana bisa aku tidak menghiraukan keberadaannya. Jelas-jelas dia sedang memelukku. Dan bibirnya itu, benar-benar tidak bisa diam.bisa-bisa masakan ku ini tidak matang dengan benar.
Nana hanya bisa Menghela napasnya dengan kasar, membiarkan Suaminya menggelayut di belakang tubuhnya.percuma saja memerintah suaminya itu untuk berhenti dari aktifitasnya,karena itu tidak akan berhasil.
Acara masak makan malam itu begitu dramatis,dan sensual.bagaimana tidak seperti itu,Nana memasak dengan suami tampannya yang terus menempel seperti anak monyet yang baru lahir.
Malam pun tiba......
Ari dan nana tengah memakan makana yang tadi nana buat dengan penuh perjuangan.
"Hoon, semur daging nya enak."
"Terimakasih, dan Diam! kita sedang makan." Sahut Nana lembut.
"Itu kan dialog ku honey."jawab Ari manja.
"Sssuuut."
Entahlah, Ari hanya mengangguk patuh.
Dia benar-benar sudah berani ternyata, sekarang dia sudah memerintah ku. baiklah, aku akan mengalah. Dia benar-benar menggemaskan.
__ADS_1
Teguran yang Nana berikan kepada dirinya tidak membuat Ari marah,dia malah senang karena istrinya sudah mengingatkan akan peraturan yang selalu Ari lakukan ketika di atas meja makan.
Acara makan malam pun sudah di selesaikan dengan baik.
Kini kedua manusia itu tengah bersantai di ruang keluarga yang nampak nyaman.
Ari dan Nana tengah duduk di atas sofa, Sofa baru itu begitu nyaman di rasakan oleh mereka.
"Hoon, mendekat-lah." titahnya dengan tangan yang merentang di atas udara.
Tanpa menolak,nana pun mendekat dan menerima rentangan tangan Ari.
Kini mereka tengah duduk dengan posisi Ari yang bersandar di belakang sofa biru itu. sedangkan Nana,dia tengah berada di pangkuan Ari.bahkan Ari mendekap tubuh Nana.
"Hoon,besok aku akan bekerja.apa kamu tidak apa-apa aku tinggal.?"ucap Ari manja dengan sesekali mencium puncak kepala Nana.
"Saya akan baik-baik saja,bukankah besok ada pelayan yang akan datang.?"
Pergi saja,aku akan sangat bahagia tuan Ari. senang hati nana.
"Ya memang, tapi apa kamu tidak akan kesepian aku tinggal.!"tanya Ari lembut.
"Saya ok Tuan, bekerjalah dengan rajin. bukankan sore hari tuan sudah pulang,jadi saya tidak akan kesepian.lagipula,pelayan akan pulang ketika sore datang."
"Baiklah,aku akan cepat-cepat pulang honey.aku takut kamu akan kesepian,dan merindukan ku." Katanya.
Nana yang tengah berada di pelukan Ari seketika mengerutkan keningnya,karan sikap Ari yang begitu manja seperti anak kecil.
Ya tuhan,Kenapa sikap nya jadi begini.tadi sore dia begitu pemarah karena laki-laki itu.oyah,laki-laki itu.bagaimana sekarang,apa tuan Ari benar-benar mengusirnya.tanya hati nana.
Nana ingin sekali bertanya prihal laki-laki itu, tapi nana takut suaminya marah dan menjadi monster seperti tadi sore.
"Baik tuan,saya akan menunggu tuan."jawab nana lembut.
cukup lama mereka berada di posisi yang menurut ari menyenangkan,tapi tidak dengan Nana.
Mereka diam sejenak,dan tidak membicarakan sesuatu hal penting lainya. atau ancaman yang selalu ari berikan.karna saat ini,mata mereka tengah asik menikmati Drama romantis yang tersaji di dalam Tv yang berukuran besar.
Aku benar-benar mengantuk,padahal ini baru jam 9malam.tapi mata ku ini sudah tidak bisa menahannya.Gumam hati nana.
Nana sudah tidak bisa menahan kantuk yang menyerang matanya,dan dengan perlahan. nana menyenderkan kepalanya ke dalam dada bidang Ari.
.
kini nana benar-benar sudah tertidur diatas pangkuan Suaminya.
Ari yang tengah asik melihat Drama romantis, seketika melihat ke arah istrinya yang tengah tertidur di atas pangkuannya.
"Lihat,orang yang suka dengan acara seperti ini malah tertidur.dan sekarang,aku yang menonton orang-orang yang berkulit pucat itu." Ari menggerutu sekaligus gemas.
Dengan senyum yang mengembang di wajah, Ari semakin mempererat pelukannya. Lalu membawa tubuh Nana kedalam dekapan.
Ari merasa bahagia dengan apa yang saat ini terjadi dalam hidupnya.
Kehadiran Nana yang pada awalnya adalah sebuah umpan agar daddy-nya memberikan kekuasan,akan semua kerajaan bisnisnya yang saat ini sudah dia dapatkan.
Tapi Ari merasa nyaman dengan gadis lugu yang saat ini sudah menjadi istrinya,dan ari bersumpah akan selalu menjaga istrinya dengan semua kekuatan yang dia punya.
Aku akan merubah sikap kasar ku kepada mu honey, kamu adalah milikku dan akan selalu menjadi miliku.akan aku singkirkan orang-orang yang ingin mengambil mu dari sisiku, aku tidak akan bisa hidup tanpa mu. berjanjilah kamu akan selalu berada di sisi ku. ucap hati ari berbarengan dengan hujanan ciuman di atas kepala nana.
Ketika sedang asik menghujani istrinya yang tengah tertidur,Ari teringat akan sesuatu yang sangat penting.
__ADS_1
"Astaga! Olahraga malam kita bagaimana honey. Delapan jam ku yang berharga."