
Satu minggu berlalu....
Di dalam sebuah kamar yang masih terlihat mewah,di huni tiga mahluk tuhan dan yang satunya masih berbentuk gumpalan darah di dalam rahim wanita cantik bermata sipit. dengan kulit putih bersih.
Entah kenapa wanita itu menjadi lebih cantik, mungkin karena perawatan mahal atau dia selalu bahagia.
Bagaimana dia tidak bahagia,saat ini hidupnya terasa sempurna karena mempunyai suami bule yang setiap harinya terlihat tampan saja.kekayaan yang berlimpah,perhatian yang tidak ternilai dari semua anggota keluarga Atmaja,terutama dari suaminya yang pagi ini tengah berada di dalam selimut tebal dengan posisi tubuh tingginya berada di samping istrinya.dia tengah mengelus perut Nana yang masih rata.
Nana perlahan membuka matanya,seketika dia tersenyum lebar mendapatkan rasa geli di atas perutnya.
Sekedar info,Tuan muda Ari selalu mengelus perut istrinya setiap kali Nana membuka matanya dikala pagi datang.
Sekarang malah Ari yang selalu bangun terlebih dahulu,dan langsung meringsek masuk ke dalam selimut mengubur tubuhnya.
Nana Perlahan membuka selimut,dan mendapati tangan suaminya tengah mengelus perutnya yang tertutup baju tidur berbahan lembut.
Nana:"Yank."suara lembutnya membuat suaminya menatap Wajah polos dirinya.
Ari:"Pagi hon."Sahutnya manja dengan suara serak khas orang baru bangun tidur,bahkan rambut hitamnya bercabang tak terarah tapi tidak membuat ketampannya pudar.
Nana membalas dengan tersenyum,dan dengan cepat menyibak selimut yang tadi menutup tubuhnya dan suaminya.
Ari:"Bagaimna tidurnya.?"bertanya dengan merubah posisinya ke sisi tubuh Nana.
Nana:"Tidurku sangat nyenyak,bahkan aku kembali bermimpi.!"jawaban itu membuat Ari menatap istrinya intes,dia tidak suka istrinya memimpikan seorang pria tampan seperti kemarin malam.dan itu membuat Ari kesal padahal itu hanya sebuah mimpi.
Aku tidak mau bertanya dia bermimpi apa, pasti dia mau bilang pria tampan itu lagi.dan kalau aku tahu siapa pria jelek itu,aku akan menghajarnya.tapi ini di dalam mimpi siapa yang akan aku hajar.pikir batin Ari.
Melihat wajah suaminya yang teolah tidak perduli,membuat Nana tersenyum geli.
Nana masih ingat betul kemarin pagi ketika suaminya bertanya akan mimpinya,dan tanpa ragu Nana menyebutkan kalau dia bermimpi bertemu pria tampan.mendengar penuturan dirinya membuat Ari menekuk wajah tampanya,dan itu berhasil membuat Nana tertawa di pagi itu.
Nana:"Tidak ingin tahu aku bermimpi apa.?"mengoda suaminya yang tengah bersandar di bahunya.
Ari:"Tidak,itu hanya sebuah mimpi yang tidak berguna.!"jawabnya ketus.
Mendengar jawaban itu membuat Nana memasang wajah konyolnya,dia senang melihat ekpresi suaminya seperti kemarin.
Nana:"Benar tidak mau dengar."suaranya terdengar kesal dan itu berhasil membuat Ari menarik nafasnya pelan.
Ari:"Baik-baik katakan,pagi ini kamu mimpi apa."sahutnya dengan mencium pipi Nana gemas.
Nana kembali tertawa tanpa mengeluarkan suara"Pagi ini mimpiku sangat indah,bahkan pria yang kemarin hadir dalam mimpiku sama sekali tidak berarti."Sahutnya senang.
Ari memutar bola matanya malas."Terus."saking kesalnya Ari sampai merekatkan gigi putihnya menahan rasa kesal.
Bukannya menjawab,Nana malah merubah posisinya dan kini menatap wajah tampan suaminya.
Ari menarik alisnya curiga"Ada apa? apa pagi ini pria di dalam mimpimu lebih tampan dari yang kemarin."Jawabnya tenang tapi hatinya sudah sangat marah.
Ingat Istrimu tengah hamil,jadi harus bisa menahan emosi.orang hamil selalu benar, ingat itu Ari.ucap hati Ari ketika mengingat ucapan mommy kei dan dokter Wulan yang mengatkan,kalau orang hamil itu sangat sensitif dan banyak maunya.
Mengingat itu membuat Ari kehilangan jati dirinya di depan istrinya,dan mungkin di depan orang banyak di kemudian hari.
Nana dengan cepat menggelengkan kepalanya tanda jawaban suaminya salah.
Ari tersenyum ceria melihat gelengan itu"Lantas kamu ber mimpi apa,kalau tidak memimpikan pria jelek."tanya Ari dengan wajah kesal di akhir kalimatnya.
__ADS_1
Nana:"Pria tampan yank."sahutnya sedih.
Ari tidak tahan melihat wajah istrinya yang imut seperti anak kelinci.
Ari:"Ya,pria tampan."jawabnya dengan tersenyum kuda.
Dia sampai lupa,kalau aku juga pria tampan.keluh batin Ari.
Sekali lagi Nana tersenyum"Dengar ini baik-baik."menatap suaminya serius.
Pagi ini kedunya masih belum beranjak dari atas ranjang,inilah kegiatan mereka setelah Nana hamil.
Ari begitu penasaran dia sudah tidak sabar ingin mendengar mimpi istrinya.
Nana:"Aku bermimpi,kamu berlari dengan riang bersama seorang anak kecil di sebuah taman yang sangat indah."bercerita dengan menutup matanya mengingat betapa bahagianya dia alam mimpi.
Mendengar penuturan istrinya,membuat Ari tersenyum ceria dan dengan cepat mendekap tubuh Nana.
Ari:"Berusahalah untuk selalu memimpikan itu,dan jangan lagi-lagi bermimpi pria lain aku tidak suka."Ucapnya pelan.
Nana membalas pelukan suaminya"Aku akan berusaha walupan itu sulit,karena mimpi itu bukan kita yang mengatur."sahutnya.
Ari:"Aku berharap nanti malam bisa memimpikan pria yang selalu datang di mimpimu itu"
Nana:"Terus,apa yang akan ayang lakukan.?"menjawab dengan malas.
Ari perlahan melonggarkan pelukan hangatnya dan menatap manik istrinya.
Ari:"Akan aku patahkan semua anggota tubuhnya yang sudah berani menyentuh istriku."jawaban itu membuat Nana"Hahahah yank kamu ada-ada saja,itu kan hanya mimpi."
Nana tidak mampu menjawab ucapan suaminya,yang dia lakukan hanya tertawa renyah dan mulai beranjak bangun berniat untuk membuka gordeng.
Ari:"Hon ingat ya,kalau pria itu datang kedalam mimpiku akan aku hajar wajahnya."ucapnya penuh semangat.
Nana:"Baik-baik,lakukan nanti malam sekarang aku mau mandi."
Perlahan berjalan ke arah kamar mandi.
Ari:"Tunggu."dengan cepat mengejar istrinya.
Kini keduanya tengah berdiri di depan cermin dengan sikat gigi yang menari di dalam mulut mereka.
Ari:"Hon."menatap istrinya lewat pantulan cermin.
Nana:"Emmm."
Ari:"Hari ini cek kandungan kamu yang pertama."
Nana menghentikan aktifitas tangannya,dan membalas tatapan suaminya.
Nana:"Aku sampai lupa."menepuk jidatnya.
Ari terkekeh melihat tingkah istrinya"Nanti siang kita pergi."
Nana mengangguk sebagai jawaban,dan kembali menggosok giginya bahkan keduanya saling seonggol di depan cermin.
Di tengah aktifitasnya,Ari dengan cepat menghentikan tanganya.dan memberi tatapan tajam ke arah istrinya.
__ADS_1
Ari:"Tadi ketika aku bertanya,apa pria di dalam mimpimu lebih tampan dengan pria yang pertama.kamu menjawab tidak.?"
Nana:"Betul sekali."menjawab tanpa dosa.
Ari:"Berarti aku tidak tampan.?"metanya menatap penuh harap.
Nana:"Kammuuuu ttaammppaannnn, kabuuur."dengan cepat berlari meinggalkan suaminya.
Ari:"Honeyyy awas ya."
.
.
Atmaja grup.....
Di dalam ruangan yang terlihat luas,tengah duduk seorang pria paruh baya tapi masih terlihat gagah.matanya menatap pria berjas hitam dengan penuh selidik.
mereka adalah Tuan Surya dan Jaka sang Sekertaris CEO atmaja,yang tidak lain adalah Tuan muda Ari atmaja wijaya.
Surya:"Sekertaris Jaka.?"suaranya begitu berwibawah.
Jaka:"Saya tuan."menundukan kepalanya tanda hormat.
Surya:"Saya harap,Ceo Ari besok sudah kembali bekerja.karena banyak pekerjaan yang tidak bisa di wakilkan."ucapnya penuh penekanan.
Jaka:"Baik tuan,saya mengerti."jawabnya sopan.
Tuan muda ini sudah satu minggu,dan anda masih belum kembali ke kantor.kenapa kehamilan nona malah membuat anda malas bekerja.bingung batin Jaka.
Surya:"pergilah."titahnya pelan.
Jaka:"Saya permisi tuan."membungkuk dan berlalu pergi meninggalkan Tuan Surya.
Surya:"Dulu waktu mommy mu mengandung kamu,daddy tidak pernah bolos kekantor.tapi kamu dengan seenaknya cuti."gumamnya dengan menatap jendela yang mengkilap.
Samar Tuan Surya tersenyum,mengingat tingkah putrnya yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah.
Daddy mengerti kamu ingin menjadi suami siaga,tapi kamu belum tahu bagaiman menghadapi wanita hamil son.daddy cuma mau bilang,selamat berjuang.gumam hati daddy Surya.
.
.
Siang pun datang......
.
.
Note:Eh votenya donk 😂😂😂
.
.
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.
__ADS_1