
Nana:"Ayo yank,aku ingin Ice Cream rasa jagung."menggoyang-goyangakan pundak suaminya.
Ari:"Tadi beli tidak.?"menatap Nana dengan rasa kantuk yang luar biasa.
Nana:"Aku lupa."jawanya.
Ari:"Mau ikut ke dapur,atau tunggu di sini.?"
Nana:"Ikut."sahutnya manja.
Ari tersenyum dan dengan cepat menarik tangan istrinya keluar kamar menuju dapur yang terlihat gelap.
Nana:"Yank takut."wajahnya menampakan rasa takut.
Ari yang tengah berjalan dengan mendekap tubuh istrinya hanya bisa diam,dirinya begitu lelah.
Keduanya berjalan melewati ruang keluarga dan ruang makan,yang terpisah dari area dapur.
Nana:"Yank,lampunya kok ga di hidupkan.aku takut."
Ari:"Kamu takut."tanyanya setengah sadar.
Nana mengagguk yang sebenarnya sang suami tidak melihat itu,Ari perlahan mencari stopkontak untuk menghidupkan area makan dan dapur dengan hati-hati.dirinya tidak mau membuat keributan yang akan membangunkan ketiga pelayannya.
Setelah lampu di area dapur hidup,perlahan Ari dan sang istri yang terus bermanja di sisinya berjalan ke arah lemari es berukuran besar.
Ari membuka pintu lemari es,dan setelah itu giliran Nana yang maju untuk mencari Ice Cream jagung yang sudah membuatnya dan sang suami terbangun.
Cukup lama Nana mencari Ice Cream jagung, tapi selama itu juga dia tidak menemukannya.
Di mana Ari,dirinya tengah duduk di kursi dekat meja makan para pelayan.dan ini adalah pengalaman pertamanya dia duduk di tempat para pelayan mengisi perut mereka.
Ari mendengar suara yang membuat telinganya tidak nyaman,dan itu ulah sang istri yang Tengah mengacak-acak lemari Ice atau lebih tepatnya prezzer tempat menyimpan makan yang di bekukan.
__ADS_1
Apa dia tidak menemukan Ice Cream itu, sehingga membuat suara gaduh.gumam hati Ari.
Perlahan Ari manarik nafasnya,dan mulai berjalan menghampiri istrinya.
Ari:"Honey,Ice Creamnya tidak ada.?"bertanya dengan tangan yang juga sibuk mencari es Cream rasa jagung ke inginan istrinya.
Nanal:"Ada,itu."menunjuk lima Ice Cream yang terbungkus rapih di dalam kresek berwana-warni.
Ari mengerutkan keningnya heran,dia bahkan mengambil Ice Cream yang di tunjuk istrinya.
Ari:"Terus kamu cari apa,ini Ice Creamnya."menatap heran.
Nana:"Aku mau rasa yang lain,yank."jawaban itu membuat Ari membulatkan kedua matanya.
Ingin rasa lain katanya,ya tuhan kuatkan aku.lirih hati Ari.
Ari kembali meletakan Ice Cream rasa jagung yang jelas-jelas tadi di inginkan Nana,tapi sekarang istrinya malah sibuk mencari sesuatu yang Ari sendiri tidak mengetahui apa yang ada di dalam otak sang istri.
Nana:"Ok."jawabnya tanpa melihat wajah tampan suaminya yang tengah menahan rasa kesal.
Ari kembali mendudukkan Tubuhnya malas di tempat tadi,dan sekarang matanya sudah tidak merasa kantuk lagi.
Ari:"Hon,masih lama.?"menatap penuh rasa kesal.
Nana:"Sebentar lagi,yank."sahutnya.
Ari mengangguk-anggukan kepalanya pasrah.
Tak lama Nana menghampiri suaminya yang tengah duduk dengan melipat kedua tangannya di depan dada.
Ari menaikan sebelah alisanya,ketika menatap kedatangan istrinya dengan membawa beberapa bungkus Ice Cream.
Nana:"Lihat ini,ayang."menatap suaminya tanpa ada rasa bersalah.
__ADS_1
Ari tidak mempu menjawab,dia hanya tersenyum kecut dengan tingkah istrinya.
Kini Nana ikut duduk di kursi dekat suaminya.
Ari:"Mau di makan di sini.?"tanyanya.
Nana:"Ia."sahutnya yang sibuk me**lati satu potong Ice Cream,rasa Coklat bertabur potongan kacang almon.
Ari mengangguk dan kembali menatap istrinya yang tengah sibuk dengan urusanyanya.
Nana:"Ayang ga mau.!"tawarnya.
Ari:"Kamu saja."tolaknya halus.
Nana mengagguk dan kembali menyantap Ice Cream yang sudah mulai habis.
Ari begitu sabar menunggu istrinya menghabiskan bungkusan Ice Cream yang berjumlah lima buah itu.
Di tengah urusanya dengan Ice Cream yang terakhir,Nana mulai tersenyum yang mana membuat Ari menatap istrinya intes.
Ari:"Kenapa hon.?"tanyanya lembut.
Nana:"Sepertinya kalau kentang di jadikan Ice Cream,rasanya pasti enak."ucapnya masih dengan tersenyum geli.
Ari tidak berniat menanggapai dia hanya tersenyum kecut mendengar ucapan itu.
Kenapa tidak sekalian saja timun di jadikan Ice Cream,kamu pasti bilang rasanya juga enak.sahutnya dalam hati.
.
.
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.
__ADS_1