ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
ARI VS MARCO


__ADS_3

Ari seketika tersadar,dan menatap tangan Nana yang tengah ia genggam erat"Honey."tegurnya ketakutan seraya mengusap tangan Nana lembut.


Nana:"Sakit tahu."sahutanya dengan ekspresi wajah ketus.


"Iya maaf."tutur Ari yang saat ini mengelus punggung tangan Nana,dan keduanya sampai melupakan Rara.


Rara yang ada di dekat mommy Kei hanya diam tak bergerak melihat pemandangan di depan matanya,tidak di pungkiri dirinya merasa cemburu melihat perhatian Ari kepada istrinya.


Ingat Rara tujuanmu kesini hanya untuk meminta tolong,ingat itu.Gumam hati Rara.


Mommy Kei tersenyum ceria melihat perhatian yang di berikan putrnya kepada Nana sang menantu.


Dan seolah meledek,mommy Kei melirik Rara yang ada di sampingnya.


Kalian..gumam hati Mommy Kei seraya berjalan menghampiri keduanya anaknya.


Lima menit sebelum Ari dan Nana datang, Rara bertamu kemansion.dan mommy Kei tidak mungkin mengusir Rara,jadi dengan terpaksa Mommy Kei mengajak Rara masuk.


Tapi baru juga Rara dan Mommy Kei duduk kedua anaknya datang.


"Son,kenapa kamu malah menyakiti Nana..?"Tanya Mommy Kei ketus.


"Ari tidak sengaja,Mommy."Jawab Ari pelan.


Nana menatap mommy Kei."Sekarang tidak apa-Apa kok,mom."Tambahnya.


Mommy Kei mengangguk pelan."Bagaimana di desa,apa kamu senang.?"Tanya mommy Kei cepat.


Sebelum menjawab,Nana melirik Rara yang masih diam"Nana senang mom,ho Iya mommy kita sampai melupakan Nona Rara."Ungkapnya.


Rara membalas tatapan Nana dengan senyuman"Nona Nana."Sapanya pelan.


Nana mengangguk di selipi senyuman yang terlihat canggung.


Ari dengan cepat menarik tangan istrinya untuk ia bawa ke kamar"Mommy,Ari dan Nana mau istirahat dulu."pintanya seraya berjalan menaiki tangga bersama Nana,tanpa memperdulikan adanya Rara.


Mommy Kei hanya mengangguk"Pergilah, Son."titahnya.


Nana sendiri tidak bisa berbuat banyak ketika tangannya terus di tarik sang suami, sebenarnya dirinya juga merasa penasaran akan kedatangan Rara.tapi ia tidak berani bertanya apalagi melihat wajah ketus Ari.


Rara merasa kebingung melihat Ari dan Nana berjalan menaki tangga.


Dia tidak perduli padaku,dia bahkan tidak menegurku..Ari kamu jahat sekali.lirih hati Rara sedih.


"Ari.!!"Suara Rara membuat Ari dan Nana berhenti.


Mommy Kei menatap bingung."Rara."ucapnya pelan.


Bukan hanya mommy Kei,Nana juga menatap suaminya bingung.


Rara perlahan berjalan mendekati tangga."Ari, kedatanganku kesini hanya-


"Pergi.!!!"Sergah Ari dengan suara nyaring.


Nana tersentak mendengar suara suaminya, bukan hanya Nana mommy Kei dan Rara juga terkejut.


"Son tidak usah berteriak,biarkan Rara melanjutkan ucapannya."pinta Mommy Kei pelan.


Nana mengusap lembut tangan suaminya"Mommy benar yank,tidak apa-apa aku tidak marah.biarkan Nona Rara berbicara siapa tahu penting."tuturnya lembut.


Ari menatap istrinya sendu,sebenarnya ia takut Nana akan marah karena adanya Rara. tapi sang istri justru sebaliknya.


Sebelum berbaik,Ari mendesah kesal."Katakan.?"pinta Ari dengan ekspresi wajah datar.


"Aku datang kesini hanya ingin meminta tolong,hanya itu."Jawab Rara gugup.


Nana merasa kasihan melihat Rara,ia seketika membanyangkan kalau dirinya ada di posisi Rara.


Ada apa dengannya,kenapa harus meminta tolong kepada suamiku.?tanya hati Nana.


Ari mengerutkan keningnya mendengar ucapan dari Rara"Aku tidak bisa membantu."ungkapnya alih-alih bertanya kenapa Rara meminta tolong.


"Ayang."Nana menggelengkan kepalanya tanda tidak suka dengan sikap suaminya.

__ADS_1


Jujur dalam hatinya Nana tidak merasa marah ketika Rara datang,tadi ia hanya terkejut saja.


Menurut Nana ucapan suaminya di desa sudah membuat dirinya percaya.


"Hanya kamu yang bisa membantu aku."lirih Rara pelan.


"Katakan apa yang membuat kamu datang kemari,dan cepatlah karna aku dan istriku ingin beristirahat."Ucap Ari ketus.


Samar Rara tersenyum mendengar ucapan Ari,walaupan suaranya tidak enak di dengar.


"Aku mau minta tolong,bantu aku untuk membatalkan rencana pernikahan aku dan-


"Apa..!!!membantu kamu menggagalkan rencana pernikahan dirimu,apa aku tidak salah dengar..!!"Ucap Ari tidak percaya.


"Iya."jawab Rara pelan.


Mommy Kei dan Nana menatap Rara bingung"Membatalkan pernikahan.?"tanya mommy Kei seraya mendekati Rara.


Rara seketika menangis"Aku hiks...hiks..ingin mencari calon suamiku seorang diri,tanpa ada paksaan dari orang lain hiks...hiks..."lirihnya penuh kesedihkan.


Mommy Kei merasa kasihan dengan keadaan Rara."Sudah Rara mungkin pria itu jodohmu, kamu harus percaya pilihan orang tua itu pasti baik."tutur mommy Kei dengan usapan di punggung Rara alih-alih memberi pelukan.


"Tante Rara tidak mau di paksa hiks..hiks..."Jawabnya cepat,dan sekarang matanya menatap Ari yang tengah diam di atas tangga."Aku mohon Ari,tolong bantu aku."ucapnya seolah memohon.


Ari hanya menyeringai mendengar permintaan Rara"Dengar,semua yang dipaksakan belum tentu buruk.apa kamu tahu, dulu aku dan istriku juga menikah karna aku yang memaksa.tapi lihat sekarang hasilnya, kami saling jatuh cinta.jadi aku sarankan terima saja pernikahan itu."jawaban Ari membuat Nana tersenyum bahagia.


Ayang aku cinta kamu.senang hati Nana dan menggenggam tangan suaminya erat.


Ari melirik Nana lembut."Aku bahkan sangat mencintainya,dia segalanya bagiku."ungkapnya lembut.


Nana tersipu malu mendengar kata-kata Ari,ingin sekali ia bernyanyi sangking senangnya tapi itu tidak mungkin dirinya lakukan.


Mommy Kei terlihat bahagia dengan kemesraan anaknya.


Son,mommy tahu kamu sangat mencintai Nana.mommy tahu itu.gumam hati Mommy Kei senang.


Rara menatap Ari tidak percaya,pasalnya yang ia dengar malah gombalan Ari untuk istrinya.


"Jadi sekarang lebih baik kamu pulang dan terima pernikahan itu,percayalah tuhan akan bersama orang baik.kamu gadis yang baik dan tuhan pasti akan memberi jodoh yang baik juga."tutur Ari tanpa berpaling dari wajah istrinya.


Rara tersenyum kecut seraya mengangguk-anggukan kepalanya"Mungkin kamu benar, baik aku akan menerima kenyataan itu. mungkin dengan menerima pernikahan ini semua akan baik-baik saja."jawabnya dengan tatapan mata yang terlihat kosong.


Semuanya tersenyum mendengar ucapan Rara"Itu bagus Rara kamu harus percaya."ucap mommy Kei seolah memberi semangat.


"Terimakasih Tante,maaf Rara sudah mengganggu."sahutanya tidak enak.


Mommy Kei membalasnya dengan senyuman"Tidak apa-apa,Rara."


Ingin sekali Nana mengatakan sesuatu kepada Rara,tapi ia tak berani karna Ari terus menatap dirinya.


"Terimakasih Ari,maaf aku sudah mengganggu."ucap Rara.


"Pulanglah dan jangan pernah kembali lagi, urus urusanmu sendiri jangan pernah libatkan aku."pinta Ari tanpa ada rasa kempati.


Rara mengangguk sebagai jawaban, sejujurnya ia merasa sakit hati mendengar ucapan Ari.tapi dirinya bisa apa,Ari sudah menolak membantu dirinya.bahkan ia tak bertanya siapa pria yang akan menjadi calon suaminya.


"Nona Rara semangat,percaya kepada tuhan."Suara lembut itu berasal dari Nana.


Rara menatap Nana kagum."Terimakasih, Nona."


"Tante,Rara permisi."pamit Rara.


"Hati-hati,Rara."sahut mommy Kei.


Rara mengangguk pelan,dan kini matanya menatap kedua pasutri yang masih berdiri di atas tangga."Ari,Nona Nana saya permisi. maaf sudah mengganggu."tutur Rara tidak enak.


Ari diam tanpa ekspresi,hanya Nana yang membalas"Tidak apa-apa Nona Rara,hati-hati."


Rara berjalan lemas pandangan matanya telihat kosong"Tuhan apa ini takdirku."lirihnya sedih.


.


.

__ADS_1


"Ayo honey kita istirahat."ucap Ari setelah Rara pergi.


"Ayo."Sahut Nana manja.


Mommy Kei kembali berjalan untuk melanjutkan kegiatannya.


"Ada-ada saja."gumam Mommy Kei di tengah langkahnya.


Rara berjalan berniat pulang dengan hati yang tidak karuan,keinginanya untuk meminta tolong tak ia dapat."Apa aku harus menerima Pernikahan ini.?"lirihnya sedih.


Dan ketika kakinya melangkah mendekati pintu keluar mansion,tiba-tiba datang seorang pria tampan.


"Ke-kenapa dia datang ke sini.?"Tanya Rara tidak percaya.


"Kenapa,kamu takut.?"jawab pria tampan itu santai.


Rara diam kebingungan,melihat pria yang dikatakan ibunya akan menjadi calon suaminya.


"Marco,kenapa kamu datang kesini.?"Tanya Rara gugup.


Pria yang di yakini Marco hanya menyeringai mendengar pertanyaan dari Rara,dan Marco seketika menyeret Rara masuk kedalam mansion"Mana itu si Ari Atmaja wijaya,dia pria yang selalu kamu damba-dambakan..cih!! setelah si Lusi sekarang dia yang mau mengagalkan hidupku."geram Marco jika mengingat bagaimana keluarga Atmaja sudah mempermalukan harga dirinya.


Rara seketika tersentak dengan perlakuan Marco,apalagi mendengar ucapannya"Apa yang kamu lakukan,lepaskan aku ini rumah orang.lepaskan."pinta Rara yang sebenarnya sia-sia saja.


Marco tidak bergeming ia terus masuk kedalam mansion.


.


.


"Ari Atmaja wijaya,berhenti."Pinta Marco cepat,ketika melihat Ari dan Nana yang sudah selesai menapaki tangga.


Ari dan Nana berhenti ketika suara bariton Marco mengisi gendang telinganya.


"Ayang,itu siapa.?"Tanya Nana cepat,ketika melihat sosok pria gagah yang ada di lantai bawah mansion dengan Rara di sampingnya.


Nana tidak tahu wajah Marco karna ketika pertemuan tempo hari,ia tak di ajak..ya alasanya Ari tidak memberi ijin.


Ari membalikan tubuhnya malas"Marco."ucapnya tidak percaya,ketika melihat pria yang dulu akan menjadi calon suami Lusi.


Dan Ari mengambil kesimpulan,kalau calon suami Rara adalah Marco.terlihat dari cara Marco menggenggam tangan Rara erat.


"Turun.!!"pinta Marco seolah menantang.


Ari seketika mengepalkan tangan,rahangnya bahkan kaku menahan rasa marah.


"Tidak ada yang pernah memberi perintah kepadaku."jawabnya kesal.


Nana merasa ketakutan dengan situasi saat ini"Ayang aku takut."lirihnya dengan tangan yang bergetar.


Ari menatap lembut istrinya."Sekarang kamu masuk ya,ini tidak akan lama."pintanya seraya mengecup pipi Nana.


Nana mengangguk dan perlahan berjalan, berniat masuk kedalam kamar.tapi Marco kembali bersuara."Berhenti.!"Pintanya cepat.


Nana berhenti ketakutan"Ayang,aku takut."ucapnya pelan.


Ari menatap geram Marco."Bereng*k,kau sudah berani mengeluarkan suaramu kepada istriku.awas kau."Ucapnya penuh amarah,dan dengan cepat berlari menuruni tangga.


Melihat Ari turun,Marco melepaskan genggaman tangan Rara.dan seketika ia merogok saku jasnya seperti ingin mengeluarkan sesuatu.


"Marco.!!"ucap Rara ketakutan.


.


.


Note:Ayo tebak Marco mau ngeluarin apa dari saku jasnya,yang bisa nebak Nanti aku langsung PC deh.


.


.


Note:Visual Marco dan Rara aku up di GC ya.

__ADS_1


__ADS_2