Kesayangan Sang Pewaris

Kesayangan Sang Pewaris
102. Sesi di kantor


__ADS_3

...Warning!!?...


...Adegan dalam episode kali ini mengandung unsur dewasa dan tanpa ada niatan menjelekkan suatu unsur tertentu yang sedang viral!! Ini hanyalah karangan fikti belaka yang author rangkum dalam haluan yang hakiki, jadi harap bijaklah dalam membaca!!...


...°Happy Reading°...


Grael langsung mengerti arti dari senyuman Erlangga, dia menepuk dada sang suami sembari berkata, "Dasar mesum! Dah akh, lepasin, bahaya kalau sampai ada yang melihat, nanti aku dibilang ganjen ... anak sekolah merayu CEO, nanti masuk berita jadi heboh!"


"Ide bagus, aku juga ingin mencoba melakukan saat kamu masih pakai seragam!" Erlangga langsung tertantang ketika ingin melakukan sesi bercinta di kantor bersama anak SMK yang tidak lain adalah istrinya sendiri.


"Kak, jangan gila deh kamu! Aaah!" Grael mencoba melepaskan dirinya dari dekapan sang suami ketika Erlangga mulai mencumbunya.


"Aku menagih janji kamu, El! Kamu tahu, betapa tersiksanya aku malam itu saat ditinggal tidur sama kamu!" Erlangga membuka kancing baju seragam Grael yang hanya bagian atasnya saja dan terpampang jelas aset kenyal milik sang istri yang begitu mumbul ke atas.

__ADS_1


"Boleh ya?" Erlangga menatap mata Grael, saat dia mendapat anggukan dari sang istri dan kepalanya mendapat dorongan dari Grael agar segera mengisapnya, dia pun langsung melahap aset kenyal itu yang telah dia keluarkan dari penyanggah yang menutupinya.


Rahang Erlangga terus bergerak naik turun ketika menyesap dada Grael kuat-kuat, tangan kirinya memeluk erat pinggang sang istri sementara tangan kanan menghubungi Pak Beni untuk melarang siapa yang masuk ke dalam ruangannya sebelum dia izinkan termasuk sekertaris dan Rio.


Setelah memberi tahu hal tersebut, Erlangga langsung melahap bibir Grael dengan buas, tanganya menahan tengkuk leher sang istri untuk memperdalam ciuman mereka, keduanya larut dalam pergulatan lidah yang begitu panas.


Tangan Erlangga meremas kuat-kuat ke dua dada Grael secara bergantian, lantas menggendong Grael yang melingkarkan kedua kaki di atas pinggangnya tanpa melepaskan ciumannya, tanganya pun menggeser barang yang ada di atas meja agar dia bisa membaringkan tubuh sang istri.


Segurat senyuman terlihat jelas di mata Erlangga ketika sang istri berada di bawahnya, dia membelai pipi gemil itu lantas berkata, "I love you, Honey!"


"Aakkh!" desa han keluar dari mulut Grael ketika jari tengah Erlangga berhasil masuk dan mengusap lembut area sensitifnya.


Langsung saja Erlangga menghisap kembali dada Grael sembari menggesek titik sensitif sang istri dari balik cellana dallam, terasa licin ketika tangannya dia masukkan perlahan di lubang milik junior.

__ADS_1


"Aah, Kak!" Grael mencengkram punggung Erlangga yang masih di lapisi kemeja, tubuhnya merasakan sensasi yang luar biasa ketika sang suami terus mengeluarkan masukan satu jemarinya di bawah sana.


Erlangga sangat menikmati wajah sang istri yang mengeluarkan suara desa han ketika dia mempercepat gerakan tangannya di bawa sana.


"Stop kak, Please ... Right know!" pinta Grael dan saat itu juga Erlangga menghentikannya dan melepas cellana dallam Grael yang kemudian dia membuka gesper beserta resletingnya, tanganya membuka kaki sang istri lebar-lebar lantas mengarang kan sang junior masuk ke dalam sangkarnya.


"Aahh," erangan Erlangga yang diiringi oleh matanya yang merem melek menandakan nikmat tiada tara.


Erlangga menghisap bibir Grael dengan lembut sembari menggoyangkan pinggulnya yang perlahan dari pelan lalu berubah menjadi cepat. Tangannya pun tidak tinggal diam untuk meremas yang semestinya dia remas ketika bibir dan pinggulnya sedang menikmati hasil kerjanya.


Kaki Grael yang awalnya berada di pinggul suami, kini kaki satunya berada di leher Erlangga, dia melihat tubuh sick pack milik suaminya yang begitu jelas ketika tubuh Erlangga berdiri tegap dan terus bergerak untuk menciptakan gesekan luar biasa.


Di rasa sudah puas dari arah depan, Erlangga membalikan tubuh sang istri yang kini posisi Grael pada bagian dadanya menempel pada meja kerja, lalu Erlangga membuka kaki sang istri lebar-lebar agar mengangkang, saat itu juga tangan Erlangga menyibak rok sekolah sang istri agar terangkat, sehingga memperlihatkan bokong yang sintal.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2