
Carly!" teriak Josua yang begitu geram ketika kepala asisten rumah tangga melindungi maid yang bersalah tidak pandang dia saudara atau bukan.
"Er, Er ... Maafin aku, Er! Aku melakukan ini karena aku cinta sama kamu, Er! Apa kamu tega sama aku? Kenapa kamu melakukan ini sama aku, Er? Apa kamu tidak ingat? Aku selalu ada di samping kamu! Aku yang menemani kamu di saat kamu sedih! Aku yang selalu ada untuk kamu, bukan dia!" Lydia memeluk kaki Erlangga seraya memohon ampun pada Erlangga lalu menunjuk Grael.
"Dasar tidak tahu diri! Beni! Seret dia keluar!" Josua geram mendengar semua yang di ucap oleh Lydia.
Carly yang awalnya melindungi adiknya—Lydia, berubah dengan mata yang berkaca-kaca. Sungguh tidak percaya bila sang adik bisa melakukan itu, menghancurkan kepercayaan Carly sebagai kakak, dan merusak nama baik kepercayaan yang sudah diberikan oleh keluarga Louis.
"Er ... jangan, Er! Tolong, Er! Aku tahu kamu juga ada rasa sama aku, Er! Aku lebih segala-galanya dari dia! Aku lebih memuaskan kamu dari dia!" teriak Lydia yang ditarik oleh para maid kepercayaan Beni.
"Kak!" Lydia memegang tangan Carly agar mendapat bantuan, tapi apa yang terjadi? Carly justru menampar pipi Lydia dengan kesal atas ucapan yang sang adik ucapkan.
Semua orang terkejut atas apa yang dilakukan oleh Carly, bahkan Erlangga sampai menutup mata sang istri agar tidak melihat apa yang di lakukan oleh Carly terhadap adiknya, sedangkan Kylie seperti biasa, dia hanya terdiam dan tidak mau terserat dengan apa diperbuat oleh Lydia, walaupun dia sendiri bukan yang menyuruh Lydia.
__ADS_1
"Carly, saya kasih kamu kesempatan untuk bekerja di sini! Tapi, saya tidak ingin kamu membuat kekecewaan untuk kedua kalinya, mengerti!" ucap Josua dengan tegas kepada Carly.
"Terima kasih atas kesempatan yang Tuan Besar berikan!" Carly membungkukkan tubuhnya seraya menyesal atas tindakan yang dilakukan oleh adiknya.
"Maafkan, Mami! Dia hanya terbawa emosi!" ujar Josua yang mengelus bahu Grael dan mengusap pipi menantunya itu dengan lembut.
Kylie masih tidak percaya bila menantunya itu masih bisa lolos, dia pun menatap Grael dan Erlangga dengan tatapan yang tidak suka dan kemudian memilih pergi dari sana.
Semua orang pun bubar ketika mendapat perintah dari Josua, begitu juga Erlangga, Grael dan juga Rangga yang memilih pamit untuk berangkat karena hari semakin siang.
Tingkah Josua membuat Erlangga kesal, pasalnya Josua memperlakukan Grael seperti anak perempuannya sendiri, dia pun langsung menarik tangan sang istri untuk masuk ke dalam mobil.
Melihat semua telah pergi, Josua pun menelepon pihak sekolah untuk mengizinkan Grael sarapan terlebih dahulu, lalu kemudian dia pun pergi ke perusahaan yang hanya tinggal beberapa hari lagi, sebelum Erlangga memegang sepenuhnya atas perusahaan Grup Jaya.
__ADS_1
...----------------...
Jam terus bergulir, hari pun semakin berlalu tak terasa pernikahan Grael dan Erlangga sudah berjalan setengah tahun. Semenjak Lydia dipenjara bersama Rani dan Pak Rudin dibebaskan, kehidupan Grael kembali normal, walaupun masa-masa menjadi menantu yang pada umumnya ketika tinggal di rumah mertua, pasti selalu saja terjadi perselisihan.
Tidak jarang sebagain kehidupan menantu wanita yang tinggal di rumah mertuanya mengalami hal masalah, entah itu masalah dengan mertua atau pun ipar, begitu yang dirasakan oleh Grael Arabella yang selalu beradu cekcok oleh mertuanya. Namun, semua bisa di atasi oleh Grael dengan mudah.
Bagi Grael, selagi dia menjadi menantu yang baik dan tidak membuat masalah, dia akan membela dirinya sendiri bila Kylie yang mulai duluan membuat masalah. Sepedas apapun ucapan mertua pada dia, Grael tetap bisa membalas ucapan mertuanya.
Selagi Kylie tidak main fisik, maka masih bisa Grael hadapi, karena dia tahu sejak Kylie mendapat ancaman dari Erlangga ketika Lydia suda masuk penjara, Kylie sama sekali tidak berani menyentuh Grael sedikitpun.
Begitu kehidupan Rangga yang semakin hari semakin gencar merebut Emira dari steven, walaupun ternyata Emira bukanlah gadis yang bisa mudah direbut oleh Steven. Emira begitu setia dengan Steven begitu juga dengan Steven yang tidak mudah digoda oleh wanita suruhan Rangga.
"Aakk! Gimana gue bisa mendapatkan Lo, Emira! Apa gue ... nggak, nggak, nggak, masa gue rebut Emira dengan cara gue tidurin sih? Yang ada gue di smackdownn lagi sama tuh cewek!" Rangga berfikir keras untuk mendapatkan Emira.
__ADS_1
Rangga merebahkan tubuhnya di atas kasur, bayang-bayang Emira selalu ada di dalam pikirannya saat Rangga memejamkan matanya, sangat terlihat jelas raut wajahnya yang cantik dengan bibir ranum merah meruna yang pernah dia cicipi walau sebentar.
To be continued...