
Hari pernikahan Rangga dan Emira telah tiba, semua telah berkumpul di dalam sebuah Gereja tua. Di mana Rangga tengah menunggu kedatangan sosok pengantinnya yang tengah berdiri dengan gagah, tidak cuman dia saja yang menunggu kedatangan ayah tetapi semua para tamu undangan juga menanti kehadiran mempelai wanita.
Suara musik dalam gereja pun begitu syahdu ketika emira mulai memasuki ruangan yang ditemani oleh sang ayah—Jo Mahendra. Begitu cantik dengan balutan busana kain pengantin, polesan make up dengan pipi kemerahan merona, bibir berwarna merah muda menambah kesan cantik pada sosok Emira.
Iringan bunga yang ditebar oleh kedua anak kecil yang berada di depan emira dan Jo menambah kesan manis pada pernikahan tersebut, meskipun acara yang digelar adalah cukup rahasia hanya kalangan keluarga yang bisa menghadiri pernikahan tersebut.
Semua sepasang mata begitu kagum melihat kecantikan dari emira jangan tengah berjalan secara perlahan mendekati Rangga, kecuali sepasang mata yang tengah menatapnya dengan rasa cemburu dan iri.
Ya, itulah Veby sosok kakak tiri Emira yang sedang menyamar sebagai Bella dengan wajah baru dan identitas barunya anak dari Windy—seorang janda yang dinikahi oleh ayah kandung Rio dan juga emira.
Bella menatap sinis ke arah emira begitu jelas di wajah cantiknya itu bibir yang melengkung seraya menunjukkan senyum manisnya, dia pun tidak akan tinggal diam melihat kebahagiaan sang adik yang berada di depan matanya.
"It's oke! Nggak apa-apa, gua pinjemin dulu Rangga sama Lo, Emira ... tapi liat nanti gua bakalan jadi pelakor cantik untuk merebut calon suami gua yang udah lo rebut!" ucap Bella dalam hati.
Emira yang melirik ke arah Bella hanya menunjukkan senyum manisnya walaupun dia tahu isi kepala Bella tersebut, tetapi dia langsung mengalihkan pandangannya ke arah Rangga yang sedang tersenyum ke arahnya.
Tangan Jo yang mengantar tangan emira untuk dia serahkan kepada Rangga Yang tengah mengulurkan tangannya di depan mereka, Rangga mengecup punggung tangan itu lalu kening emira kemudian merangkul pinggang emira untuk bersumpah janji Suci di hadapan Tuhan.
Begitu sesi janji Suci Rangga dan emira, Rangga langsung mengibakkan kain putih halus yang dikenakan oleh emira sebagai penutup wajahnya, Perlahan wajahnya pun mendekat ke arah wajah sang istri. Dia mencium bibir berwarna merah muda merona tersebut dihadapan semua tamu yang sedang melihatnya.
Begitu romantis dan manis melihat ciuman pasangan suami istri yang sudah sah di mata Tuhan-nya, membuat salah satu seorang wanita terbakar oleh api cemburu melihat keromantisan mereka yang sudah sah. Suara tepukan tangan pun menggeriyuh mengisi ruangan tersebut, saat keduanya saling menautkan ciuman manis.
***
__ADS_1
"Kak, Lo beneran nggak datang?" ucap Rangga melalui telepon genggamnya, dia kecewa saat mereka berada di resepsi pernikahan di hotel bintang sepuluh.
"Nggak! Sorry, gua sibuk!" ucap Erlangga dengan ketus saat langkah kakinya memasuki gedung aula pernikahan adiknya.
"Ah, gak asik Lo! El, aja deh yang ke sini ... masa pernikahan mantannya nggak mau datang!" kesal Rangga.
"Dih, siapa yang mau punya mantan kaya, Lo!" Erlangga langsung mematikan sambungan teleponnya, lalu dia mendekat ke arah Joshua yang sudah menunggu kedatangan sia dan juga sang istri.
"Papi!" teriak Grael dengan senang dia langsung memeluk Joshua melampiaskan rasa rindunya.
Joshua pun memeluk rindu anak menantunya dan menuntun Grael untuk bertemu dengan Karina, Grael nampak terkejut melihat penampilan sang ibu yang begitu cantik, siapa juga melihat Gracia bersama Marvin yang tengah duduk bersama sang ibu di sampingnya.
Tetes air mata pun keluar mengenai pipi Grael bertemu kembali dengan Karina dan juga Gracia, dia enggan melepaskan pelukannya, sampai akhirnya ucapan sang Ibu menyadari dia bila dia ke sini datang untuk mengucapkan selamat kepada Rangga dan juga Emira.
"Veby?" Grael mematung saat itu juga ketika melihat Bella berada di hadapannya.
Erlangga yang tidak menyadari sikap istrinya langsung merangkul pinggang ramping itu untuk diajak naik ke atas panggung memberikan selamat kepada sang adik, mereka berjalan memberikan selamat kepada kedua orang tua Emira.
"Aaaa ... kan? Tau aakh! Malas gua sama Lo!" Rangga merajuk saat melihat kakaknya tiba-tiba berada di depan matanya.
Erlangga tertawa dia pun memeluk tubuh adiknya seraya memberikan ucapan selamat atas pernikahannya, tiba-tiba tubuhnya pun mendapatkan pelukan hangat dari sang adik yang membalas pelukannya.
"Selamat, ya!" ucap Erlangga yang masih memeluk adiknya dengan erat.
__ADS_1
Begitu juga dengan Grael yang memeluk tubuh Emira seraya memberikan ucapan selamat sudah bergabung menjadi bagian keluarga Louis, pelukannya pun dibales oleh Emira. Sampai Emira juga mengucapkan terima kasih kepada kakak iparnya tersebut yang sudah bela-bela datang dari luar negeri untuk menghadiri acara pernikahan dengan Rangga.
"Oh, iya ... ini untuk kamu! Jangan di buka di sini ya, nanti aja pas malam pertama!" bisik Grael yang menyerahkan sebuah kado kepada Emira.
"Apa sih? Kok aku jadi penasaran ya? Jadi pengen cepet-cepet buka!" Emira mengambil kado tersebut saat Grael telah memberikannya. "Makasih ya, Kak!"
"Sama-sama!" sahut Grael dengan ramah, kemudian dia berpindah kepada Rangga yang sudah siap mengeluarkan tangan yang menerima pelukan dari sang mantan.
"Eeeiittss ... mau apa? Nggak ada peluk-pelukkan! Enak aja!" Erlangga menghalangi sang adik untuk memeluk istrinya.
Rangga tertawa seraya melirik darah istrinya yang juga sudah memasang ekspresi wajah galaknya. "Masih cemburu aja!"
Mereka melakukan sesi foto bersama, di mana di mana Erlangga dan juga sang istri berada di tengah-tengah antara Rangga dan juga Emira, terbalik ketika seharusnya sepasang pengantin lah yang berada di posisi tengah.
Mereka pun telah banyak melakukan sesi foto bersama sampai lupa bila ada tamu lain yang sedang mengantri untuk memberikan ucapan selamat kepada Rangga dan juga Emira. Sontak mereka pernah bergegas turun ke bawah seraya menikmati makan dan yang dihidangkan.
Pada saat itu pula Erlangga bertemu dengan salah satu sahabatnya yang sudah lama dia tidak pernah berjumpa, sosok yang bertolak belakang dengan Erlangga sejak masa sekolah sampai kini.
Ya, dia lah Ammar Abqori, teman masa sekolah Erlangga dahulu, kini mereka bertemu lagi dalam acara pernikahan sang adik. Dia pun menyuruh Amar untuk satu meja bersamanya sekalian melepas rindu saat keduanya tidak pernah bertemu.
"Kenalin, dia istri gua, Grael!" ucap Erlangga.
"Ammar!" sahut pemuda itu.
__ADS_1
Bersambung....