
"Ay, boleh pegang gak?" tanya Rangga pada Grael.
"Mana tanganya?" Grael meminta tangan Rangga untuk menyentuh perutnya dari alas baju.
"Kok gak bergerak si, Ay?" tanya Rangga yang memfokuskan untuk merasakan apa yang dia pegang.
Grael langsung menarik telinga Rangga dan menjelaskan bila usia kandungannya baru sebesar biji kacang, dia juga bertanya soal kabar Emira apakah Rangga sudah berhasil mengabulkan keinginan Kylie?
"Enggak tahu, Ay!" jawab Rangga dengan lesu, tangannya pun perlahan terlepas dari perut Grael.
"Why? Apa kalian berantem?" tanya Grael yang tidak mengerti maksud dari perkataan Rangga.
"Dia selingkuh!" jawab Rangga dengan sedih, tatapan matanya berkaca-kaca lalu mendongak ke atas agar air mata itu tidak terjatuh.
"Gak percaya, gua! Kecuali Lo yang selingkuh!" Grael mengambil buah apel dari atas nakas.
Rangga langsung mengeluarkan ponsel dari sakunya dan memperlihatkan bagaimana Emira tengah berciuman mesra dengan Bima, tentu saja Grael dan Rangga tahu siapa itu Bima.
"Bima?" Grael melihat raut wajah Rangga yang mengangguk.
Grael tertawa ketika melihat raut wajah Rangga, hingga membuat adik iparnya itu terheran. Hanya karena posisi Bima menutupi tubuh Emira, Rangga mengira bila istrinya itu selingkuh sedang berciuman? Jelas-jelas difoto itu sama sekali tidak menunjukkan kalau Emira tengah berciuman.
"Rangga, Rangga, Lo bagaimana sih? Lu lihat dari mana Kalau mereka itu lagi ciuman? Hah? Kalau Lo liat sama percis saat gua liat dengan mata kepala sendiri seperti Lo cium Veby, baru Lo marah sama Emira!" tukas Grael yang menasihati adik ipar.
"Kok, Lo bawa-bawa masa lalu sih?" ucap Rangga yang tidak senang dengan penjelasan Grael. "Dengar ya, El ... Gua akuin gua salah! Tapi itu gua terpaksa, Veby minta itu yang terakhir kalinya!"
"Ngga, udah ... itu semua udah masa lalu! Percuma lo jelasin ke gua juga, gak bakalan kan bisa mengubah waktu?" Grael mengambil buah anggur dari nakas samping tempat tidur.
__ADS_1
"Kalau dulu Lo mau dengerin, gua ... apa Lo mau memulainya dari awal?" tanya Rangga menatap sang kakak ipar yang tengah asik makan buah.
"Nggak!" jawab Grael dengan spontan.
"Berati benar, Lo cinta sama kakak gua saat Lo masih jalan sama gua kan?" tanya Rangga yang mengambil anggur saat Grael ingin memasukannya ke dalam mulut.
Grael menghela napas dengan pelan, lalu berkata, "Bukan!"
"Terus? Karena Veby yang minta?" tanya Rangga yang memasang tangan Grael agar berhenti mengambil buah.
"Iya!" jawab Grael yang menatap Rangga.
"Kalau gua bilang, Erlangga dalang dibalik semua ini, apa Lo percaya?" tanya Rangga yang menatap serius ke arah Grael.
"Maksud, Lo?" Grael mengerutkan keningnya.
Rangga menjelaskan secara detail pada Grael, kalau dia mengetahui sejak lama tentang perbuatan licik Erlangga yang merebut Grael dari dia, suami dari Emira tersebut juga memberitahu bahwa Bella—kakak tiri dari Emira adalah Veby.
"Setidaknya, Lo tahu perasaan gua tuh benar-benar cinta banget sama Lo! Bahkan sangkin cintanya gua sama Lo! Gua biarin Lo hidup bahagia sama Kakak gua!" tutur Rangga.
"Makasih ya, Ngga! Lo udah tulus cinta sama gua, sekarang gua bahagia sama kak Erlangga, gua cinta dan sayang sama dia lebih dari diri gua sendiri! Gua berharap Lo juga bahagia sama kehidupan rumah tangga Lo sama Emira!" Grael mengelus tangan Rangga sembari tersenyum.
Grael juga memberikan nasihat pada adik iparnya, agar tidak mudah percaya dikelabui oleh Bella. Dia meyakinkan Rangga bila foto itu tidak menunjukkan sama sekali kalau Emira selingkuh.
"Lo percaya sama gua atau sama Veby? Gua rasa Lo benaran cinta Veby!" ucap Grael yang di elak sama Rangga. "Buktinya, Lo selalu nurut apa kata dia! Gua bilang terima aja si Veby malah nolak!"
"El," panggil Rangga pada Grael agar mantan kekasihnya mau mengerti kalau dia benar-benar tidak mencintai Veby.
__ADS_1
"Sudahlah, Ngga! Aku mau tidur, kalau kak Erlangga sudah datang dari tebus obat, bangunin ya!" ujar Grael yang hanya mendapatkan anggukan dari sang empu.
***
Rangga langsung keluar dari ruangan rawat inap Grael, dia langsung menghubungi asistennya untuk menyelidiki kebenaran tantang Emira dengan Bima. Hatinya masih kecewa ketika setiap dia pulang kerja, Emira selalu menuduhnya berselingkuh dengan Bella, tidak ada raut senyum di wajah sang istri bila dia sudah pulang dari kantor.
Sehingga Rangga pun menghabiskan waktunya berada di kantor, karena sudah dijelaskan berulang kali bila dia tidak memiliki hubungan apa-apa terhadap Bella. Hubungannya dengan Emira tidak berjalan dengan lancar di saat pernikahan mereka baru seumur jagung.
Pekerjaan yang menumpuk serta tingkah Emira yang membuat Rangga harus ekstra sabar, memicu dirinya menyerang balik pada Emira yang tengah berselingkuh bersama dengan kakak kelasnya yang bernama Bima.
Sejak saat itu pula Rangga jarang sekali pulang ke apartemennya, koneksi antara dirinya dan juga Emira pun terlihat tenggang bahkan hampir seminggu mereka sama sekali tidak memberi kabar hanya sekedar sapa menanyakan keadaan masing-masing.
Entah Rangga harus membawa rumah tangganya seperti apa, dia tidak mau bertindak ke gabah hanya karena beban yang dia rasa terlalu berat berbeda dengan Erlangga. Semua dipanggul oleh dirinya yang bahkan sampai saat ini dia pun belum pernah merasakan manisnya honeymoon bersama Emira.
"Apa kamu benar-benar selingkuh, Emira? Jelas-jelas aku sangat membutuhkan semangat dan dukungan darimu saat ini!" Rangga menjambak rambutnya sendiri saat benar-benar down.
Rangga pun memutuskan untuk meninggalkan area ruang rawat inap Grael sedangkan dirinya memilih untuk pergi ke arah kantin. Di sana Rangga juga tidak hanya mendapatkan pelayanan istimewa, hingga terpaksa dia memesan makanan memalui jalur mandiri.
Pada saat penjagaan ruang rawat inap Grael kosong, dua pengawas yang menyamar menjadi dokter dan juga suster masuk begitu saja ke dalam ruangan Grael. Mereka membagi tugas ada yang mengawasi berdiri di depan pintu sedangkan sang dokter gadungan masuk ke dalam ruangan.
Dokter gadungan itu melihat Grael yang tengah terbaring lelap tidur di atas kasur rumah sakit, suaranya pun diubah sesuai dengan kemampuan dirinya yang mengubah pita suara.
"Permisi, Bu, kita cek sebentar ya!" Ucap dokter gadungan tersebut yang berjalan ke arah infusan yang bergantung di atas kepala.
Memastikan bila pasien yang disebut oleh dokter itu tidak terbangun langsung menjalankan misi pertamanya. Dia mengambil suntikan lalu sebuah cairan berbotol kecil dengan tulisan ala dokter.
Tangan dokter itu menghabiskan satu botol dalam satu tarikan, lantas dia suntikan pada selang infus yang terpasang di lengan Grael. Hingga cairan yang ada di dalam suntikan tersebut menyatu membaur pada infusan Grael.
__ADS_1
To be continued...
Maaf ya bila episode kamarin banyak kesalahan, akan saya perbaiki... Terima kasih yang sampai saat ini masih setia membaca kisah Grael dan Erlangga.