Kesayangan Sang Pewaris

Kesayangan Sang Pewaris
117. Berangkat Menuju Honeymoon


__ADS_3

"Ngga, lepasin! Nanti kalau Emira lihat bagaimana?" Grael menarik paksa tangannya agar bisa terlepas dari genggaman tangan Rangga.


Rangga menghempaskan tubuh Grael begitu saja, hingga Grael hilang keseimbangan dan menopang tubuhnya pada dinding.


"Eh, gue peringatin sama Lo sekali lagi, kalau Lo masih ganjen deket-deket sama cowok lain, gue laporin sama Erlangga!" Rangga menunjuk ke arah wajah Grael.


"Apa sih, Lo? Gue nggak ngerti, apa yang Lo maksud! Ganjen? Siapa yang Ganjen? Lagian kalau Lo mau laporin gue ke Kak Erlangga juga nggak apa-apa, dia aja ganjen sama sekertarisnya masa gue nggak!" Grael mencibir Rangga begitu kesal.


"Gue nggak mau Lo nyakitin perasaan Kakak, gue! Dan untuk Kak Erlangga, gue tahu dia cinta kaya apa sama, Lo! Mangkanya gue percaya sama dia dari pada omongan Lo, mana mungkin dia main sama sekertaris!" ujar Rangga.


Ucapan Rangga seakan membuktikan bahwa dia begitu sangat menyayangi kakaknya, bahkan sampai menjadi penjaga Grael dari gangguan pria lain tanpa di suruh oleh Erlangga.


Grael hanya menutup telinganya agar tidak mendengar ucapan apapun tentang mereka berdua dari mulut Rangga, adiknya itu begitu yakin bila Erlangga tidak mungkin mengkhianati atau menyakiti perasaanya.


"Bodo, amat! Gue nggak dengar!" Grael memilih untuk pergi dan meninggalkan Rangga yang masih asik dengan ucapannya, memberitahu bila sang kakak begitu mencintai Grael sejak dulu sampai sekarang.


***


Bel pulang sekolah telah berbunyi, Grael yang baru saja keluar dari dalam kelas bersama Ernata, begitu terkejut melihat keramaian yang ada di area parkir sekolah.


"Ada apa sih? Kok ramai banget?" tanya Ernata yang menarik tangan Grael untuk melihat ke arah kerumunan semua siswa.


Langkah kaki Grael perlahan mengikuti arah Ernata pergi, mereka melihat ke arah kerumunan orang yang sedang melihat seorang pria misterius dengan penampilan tertutup tapi tidak menghalangi karisma dan pesona bagi seorang Erlangga, meski wajahnya tertutup dengan masker, topi dan kaca mata hitam.


"El, El, itu laki Laki Lo, kan?" Ernata menarik tangan Grael agar bisa melihat apa yang dia lihat.


"Astaga, Kak Erlangga?" ucap Grael pada batinnya sendiri seraya menutup mulutnya yang terbuka lebar akibat syok melihat sang suami nekat berdiri menunggu dirinya di samping mobil.


Erlangga melambaikan tangannya sekilas saat dia melihat sang istri ternyata sudah ada di depan matanya seraya berkata, "Hai."


Baru saja Erlangga ingin membukakan pintu mobil untuk sang istri, tapi dari arah jauh Irfan berlari dan menghampiri Grael seraya berteriak, "El!"


Erlangga langsung melihat ke arah sumber yang memanggil istrinya dan melihat lelaki yang pernah dia temui tersenyum manis kepada Grael.


”El, untung Lo masih di sini! Nih, thanks, ya!" Irfan menyerahkan pulpen yang dia pinjam dari Grael.

__ADS_1


"Sama-sama," ucap Grael.


"Lo, mau pulang? Di jemput?" tanya Irfan. Sorot matanya langsung tertuju pada seorang yang baru saja datang dan langsung merangkul pinggang Grael.


"Ya, sorry ... kita duluan!" ucap Erlangga yang langsung menarik pinggang Grael agar lebih dekat dan berjalan meninggalkan Ernata dan Irfan.


"Gue duluan ya, Nat!" ucap Grael. Dia pun mengimbangi langkah Erlangga.


"Hati-hati, El!" Ernata melambaikan tangan saat mobil yang ditumpangi Grael perlahan menjauh.


Semua siswa yang awalnya ramai di tempat parkiran perlahan mulai bubar, mereka yang masih belum tahu bila itu adalah artis terkenal hanya sebatas kagum dan iri melihat pria dengan penampilan yang keren itu ternyata menjemput Grael.


"Pantes aja, Grael putus dari Rangga, gila ... cowoknya sekeren itu!" celetuk Lucy, ternyata didengar oleh Rangga dan Emira.


"Ya iyalah ... Rangga menang ganteng doang, tapi setianya kaga! Kalau gue jadi Emira, gue udah tinggalin tuh, si buaya darat!" timpal Sylvia.


Sontak saja Rangga langsung kesal mendengar dirinya menjadi bahan gosipan, dia pun berdeham dengan keras di belakang mereka dan menyuruh untuk menyingkir dari jalannya.


"Yee, biasa aja dong Ngga! Emira jangan mau sama kadal jantan," ucap Lucy yang meledek Rangga dengan intonasi bercanda.


"Sorry, dia udah kena pelet gue! Jadi nggak bakalan pengaruh sama para jomblo ngenes kaya kalian," balas Rangga yang meledek teman-temannya.


"Wah, dasar loh, remahan peyek! Liat, aja nanti, kalau gue sampai jadian sama anak kepala sekolah, Lo harus traktir seluruh siswa di sini!" teriak Lucy.


"Bodo amat! Lo yang pacaran gue yang traktir, ogah!" teriak Rangga yang menjalankan mobilnya saat dia dan Emira sudah naik ke dalam mobil.


***


Sementara di dalam mobil pasangan suami istri sedang terdiam satu sama lain, Grael masih fokus melihat ke arah luar jendela sedangkan Erlangga tetap fokus mengendarai mobilnya, sampai akhirnya diamnya mereka berubah menjadi hawa panas saat Sherly menghubungi ponsel Erlangga.


Kedua mata mereka masing-masing sempat saling tatap menatap sebelum Erlangga menjawab panggilan Sherly, dan pada saat Erlangga memencet tombol warna hijau, dia melihat sang istri langsung memasang headset-nya.


Pada saat Sherly menjelaskan tentang kendala di perusahaan, Erlangga menepikan mobilnya terlebih dahulu, dan mendengar semua ucapan Sherly. Namun, sorot matanya terus menatap ke arah sang istri.


"Oke, saya akan segera ke sana!" ucap Erlangga. Dia menancapkan laju mobilnya menuju kantor.

__ADS_1


Setelah sampai, Erlangga pun menyuruh Grael untuk ikut bersamanya, tetapi sang istri memilih untuk menunggu di dalam mobil. Terpaksa Erlangga mengeluarkan jurus jitu untuk menang melawan sang istri.


"Turun, ikut aku atau kita melakukannya di sini?" tanya Erlangga yang menatap serius ke arah Grael.


"Aku cuma nggak mau jadi pengganggu kamu sama sekertaris kamu! Mending aku pulang naik taksi aja, tahu gini nggak usah jemput!" Grael membuka pintu mobil dan langsung turun.


Erlangga berusaha untuk mengejanya, tanpa ada rasa malu dia langsung membopong tubuh sang istri seperti dia memanggul karung beras. Sang istri begitu terkejut bila Erlangga nekat membawanya masuk ke dalam kantor menuju pintu lift.


"Diam lah, atau kamu mau aku cium di sini!" ancam Erlangga dengan menepuk bokong sang istri.


Semua orang yang melihat kejadian tersebut hanya berani menundukkan matanya seraya takut akan seorang pewaris yang sudah sah mengambil alih perusahaan Grup Jaya.


Begitu sampai di dalam lift pribadi dan pintu lift tertutup Erlangga langsung menurunkan tubuh Grael, lantas menyerang begitu saja bibir ranum milik sang istri sampai Grael merasakan benturan kecil di tubuhnya ketika Erlangga mendorong sampai mentok ke dinding lift.


"Akan aku tunjukan ke kamu, bila aku sama dia tidak seperti apa yang kamu kira!" Erlangga tanpa ampun melahap bibir sang istri begitu napsu di dalam lift, hingga tanpa sadar sudah berapa kali Grael mengeluarkan ******* di dalam lift.


Suara pintu lift terbuka, Erlangga mengusap bibir Grael dengan jempolnya lalu berkata, "Tunggu sebentar, aku akan memberikan tugas pada Rio, setelah ini kita pergi bulan madu!"


Erlangga melangkahkan kakinya keluar dari dalam lift sembari menggandeng tangan Grael, dia di sambut hangat oleh Sherly dengan pakaian ketat sekaligus minim.


Sorot mata Grael tertuju pada senyum goda Sherly yang menatap sang suami, hatinya begitu panas sampai dia mengepalkan erat telapak tangan Erlangga yang menggenggam tanganya.


"Sore, Pak!" salam Sherly yang berdiri di samping meja kerjanya.


"Mana Rio?" tanya Erlangga tanpa membalas sapaan Sherly.


"Pak Rio sudah berada di ruangan meeting dan menunggu Bapak untuk memimpin rapat sore ini," ucap Sherly dengan lembut.


"Ok!" ucap Erlangga yang melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan rapat.


Setelah keduanya masuk, Sherly tersenyum tipis, rencananya untuk menggagalkan keberangkatan Erlangga dan Grael bulan madu akhirnya berhasil membuat sedikit masalah di kantor agar Erlangga tidak jadi berangkat.


Akan tetapi, itu semua hanya khayalan Sherly, ternyata rencananya gagal total. Dia mengetahui bahwa Erlangga memberikan perintah pada Rio untuk bertanggungjawab mengurus masalah pada perusahaan sedangkan dia akan segera berangkat ke pesawat pribadi bersama Grael Arabella untuk pergi bulan madu.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2