
"Yank?" panggil Grael kepada Erlangga saat melihat suaminya dengan wajah yang serius berbicara pada Beni—orang kepercayaan—Erlangga.
Erlangga mengakhiri percakapannya dengan Beni, lalu mendekat ke arah Grael yang baru saja terbangun dari tidurnya. Sepertinya Erlangga sudah terlihat bugar dari sebelumnya di mata Grael.
"Kau sudah bangun, Honey?" Erlangga mengecup keningnya.
"Kenapa di luar begitu ramai?" tanya Grael yang langsung sadar ketika semalem mereka malakukan hal panas di kapal orang asing.
"Nanti aku cerita, sekarang kamu mandi yang bersih, karena sebentar lagi kita sampai di pelabuhan." Erlangga mengacak rambut sang istri dengan gemas.
"Gendong!" ucap Grael dengan manja.
Erlangga tersenyum, lalu mengangkat tubuh istrinya dengan ala bridal style menuju kamar mandi yang berada di dalam kapal tersebut. Sembari sang istri mandi, Erlangga menyuruh Beni untuk membersihkan kekacauan yang terjadi diluar sebelum istrinya mengetahuinya.
...----------------...
Kediaman rumah Mahendra, Joe begitu gelisah dengan ancaman keluarga Steven ketika dia mengajukan untuk membatalkan perjodohan, dia memijat keningnya yang terasa pusing ketika dia harus mengocek uang lebih dalam lagi sebagai kompensasi.
"Pah, biar Rio yang bayar semua uang kompensasinya jangan terlalu pusing! Nanti darah tingginya kumat," ujar Rio, dia membawakan minuman hangat untuk sang ayah.
"Semua itu karena kamu yang tidak mau mengurus perusahaan Papa! Tidak mau Bakri sama orang tua!" Joe menyeruput teh buatan anaknya.
"Ok, emang salah Rio yang tidak mau mengurus perusahaan Papa, bukan berati Rio tidak berbakti, hanya saja—"
"Hanya saja kamu mencintai wanita yang sudah bersuami? Dasar anak bodoh! Masih banyak perempuan lain yang single, jangan kau terus melindungi istri dari sahabatmu itu, Erlangga pasti menjaganya dengan baik!" ujar Joe. Dirinya begitu kesal dengan anak-anaknya yang satu mencintai istri sahabatnya yang satu mencintai adik dari sahabat abangnya sendiri.
Betapa pusingnya Joe memikirkan ke dua anaknya yang terikat dengan keluarga Loius, memang dirinya dan keluarga Louis tidak terlalu akrab tapi bukan berati mereka musuhan, hanya saja Mahendra masih memikirkan harga dirinya yang sangat jauh dengan Louis yang menjadi nomor satu memegang kekuasaan di kota tersebut.
__ADS_1
"Papa tahu? Tahu dari mana?" Rio begitu terkejut saat mendengar ucapan dari ayahnya
"Papa tahu? Jelas Papa tahu! Mana ada seorang ayah yang tidak tahu masalah anaknya! Sudahlah, mendingan kamu cari wanita lain! Kalau perlu Papa yang carikan untukmu," bentak Joe yang begitu kesal dengan anak bungsunya.
Rio hanya tertawa mendengar nasihat dari Joe, dia pun menyetujui saran dari sang ayah. Akan tetapi, dia masih meragukan hatinya, apakah dia bisa menggeser posisi Grael yang sudah terukir namanya dari lubuk hati yang paling dalam?
Tidak lama kemudian, Windy datang membawa berita bila Steven masuk rumah sakit akibat pengeroyokan yang terjadi saat pemuda itu berlibur bersama teman-temannya.
"Apa?" Joe terkejut mendengar ucapan Windy. Namun, pada saat yang bersamaan Erlangga mengirim pesan pada Rio, dia mendapatkan perintah untuk mencari informasi mengenai data pelaku yang sudah berani memasukan obat perangs4ng pada Grael.
Rio tambah terkejut ketika melihat perintah dari Erlangga yang mengirim foto Steven pagi itu. "Brengsek!"
"Ada apa lagi?" tanya sang ayah kepada anak sulungnya.
"Steven masuk rumah sakit karena ulahnya sendiri, dia berniat buruk kepada Grael sehingga Erlangga memberinya pelajaran," ucap Rio yang menjelaskan kepada Joe.
"Ya, mereka sedang pergi bulan madu, tapi sepertinya ... Steven mencoba menganggu bulan madu mereka sehingga Erlangga marah dan membuat Steven masuk rumah sakit," ucap Rio. Dia berdiri dan langsung bergegas memberikan informasi kepada Erlangga.
Mendengar semua itu, Joe dan Windy langsung tercengang bukan karena kekakuan Steven yang ingin merusak bulan madu Erlangga dengan Grael, tapi karena Rio yang seakan tidak terima bila Steven mau mencoba ingin mencelakai Grael, karena begitu jelas emosi yang terpancar di raut wajah anaknya itu.
...----------------...
Tiga hari telah berlalu, setelah kepulangan Grael dan Erlangga bukan madu. Josua secara bangga mengenalkan menantu pertamanya pada Joe di acara makan malam bersama.
Acara makan bersama antara kedua keluarga kali ini bertujuan untuk melangsungkan sesi pertunangan secara pribadi, karena dilihat dari usia Emira masih jauh terbilang muda. Jadi keluarga Joe dan Josua sepakat untuk merayakan dengan acara yang sederhana.
Setelah Rangga Lulus, pihak keluarga akan merayakannya secara kekeluargaan saja, sedangkan acara kelulusan Grael akan dirayakan dengan cara mengadakan jumpa pers grup jaya sebagai pengumuman menantu pertamanya.
__ADS_1
"Saya jadi takut apabila anak saya menjadi menantu keluarga Louis akan dipilih kasihkan, karena terlihat jelas bila Nyonya Erlangga begitu di manja oleh keluarga Louis," ucap Joe sedikit menyinggung perasaan Erlangga dan juga Josua.
Josua tertawa dengan ucapan Joe yang mengawatirkan anaknya, dia menyenggol lengan istri. "Tuan Joe tidak perlu khawatir, kami akan memperlakukan secara adil, ya kan Mih!"
"Hmmm, secara adil!" Kylie memasukan makanan ke dalam mulutnya lalu melanjutkan ucapannya dalam batinnya, "Adil penderitaan nya!'
Sontak suasana menjadi canggung, tapi Windy segera memecahkan keheningan di antara kedua keluarga tersebut. "Nak Grael ternyata lebih cantik dari pada yang sering di ucapkan oleh Rio."
Bukan mencairkan suasana tapi tentu ucapan Windy yang keceplosan tentu mengundang kecanggungan lebih dalam, tentu suaminya langsung meremas paha Windy dengan gemas untuk menyadarkan ucapannya.
"Eh, maksdunya ucapan Emira, iya Emira! Maaf saya jadi kurang konsentrasi karena melihat Nak Grael begitu cantik dan seperti tidak asing! Apa kita pernah bertemu?" Windy mengelus tangan Grael agar wanita yang menyandang status istri Erlangga tidak tersinggung.
Tentu pertanyaan Windy membuat Grael tersedak, begitu juga dengan Rangga dan Erlangga pun langsung memberikan minum pada Grael. Iya, mereka berdua telah mencuri perhatian Erlangga dengan tanda tanya besar, karena dari awal Grael bertemu dengan Windy, Rangga dan Grael seakan bicara melalui kontak batin.
"Maaf, bila saya salah bicara, mungkin hanya perasaan saya saja! Karena anak saya juga seusia kamu, tapi ... sekarang dia sedang menjalankan pengobatan di luar negeri." Windy melepaskan tangannya menjauh dari tangan Grael.
"Sabar sayang, setelah acara ini nanti kita langsung ke sana untuk menjenguknya!" ujar Joe yang mengelus bahu istrinya.
Grael hendak ingin membuka mulutnya tapi Rangga memberi isyarat pada Grael untuk tidak menganggu acara bahagia dia dengan Emira dan itu berhasil membuat Erlangga salah paham terhadap istrinya.
Keluarga Louis pun langsung membuka suara mengenai perihal rencana kedepannya terhadap Emira dan Rangga, mengenal keluarga Mahendra lebih dekat lagi, sampai obrolan mereka di acara pertunangan berakhir.
"Kak, aku ke toilet dulu sebentar!" ucap Grael, ketika mereka telah selesai makan malam di dalam ruangan privasi room.
"Pih, Rangga juga mau ijin ke toilet sebentar! Dah kebelet!" ucap Rangga yang langsung berlari mengejar Grael.
Hal itu membuat Erlangga langsung mengikuti mereka berdua dari belakang secara diam-diam.
__ADS_1
To be continued....