Kesayangan Sang Pewaris

Kesayangan Sang Pewaris
47. Sebut namaku


__ADS_3

...Warning!! Warning!!...


...Area bahaya!! Di bawah umur 21+ dilarang baca! Karena dapat menyebabkan rasa mau! Bagi yang sudah memiliki pasangan harap berobat dengan pasangan hallal masing-masing, dilarang menikung!!...


..._Happy reading_...


Lumattan demi lummatan terus Grael rasakan saat Erlangga memperlakukannya dengan menggebu-gebu, dia bahkan kualahan mengimbangi permainan Erlangga. Begitu ahli seperti seorang Casanova kelas atas.


"Aahh!" dessahan pertama Grael di malam pertama telah keluar, saat tangan Erlangga meremas bokoongnya sembari menghisap lehernya.


Mendengar dessahan lembut dari bibir sang istri membuat hasrat itu tambah bangkit, tangan Erlangga perlahan masuk ke dalam lingerie Grael dan menelusuri area bokoong itu hingga ke bawah, satu jemarinya masuk ke sela-sela tali G-string kemudian dia mencoba masuk ke titik sensitif milik Grael.


"Aaakh ... sakit!" keluh Grael yang mencengkram kuat kepala Erlangga, saat jemari suami menekan dan berusaha ingin masuk ke area lubang sensitifnya.


Erlangga pun tersenyum mendapatkan reaksi dari sang istri, rasa kekhawatirannya menghilang ketika mendapat jawaban yang membuatnya puas, kesabaran dan usahanya terbayar sudah. Kini dia pun menarik tubuh Grael dan mellumat kembali bibir ranum itu.


Jarak tubuh mereka sangatlah dekat, membuat Grael bisa merasakan belalai sang suami yang sudah mengeras di area perutnya. Dia merasakan tangan sang suami mengabsen setiap lekuk tubuhnya, bahkan remasan yang di berikan oleh Erlangga di bagaian dada membuatnya merasakan desiran aneh itu kembali.


Tubuh Grael seakan sudah menantikan sentuhan tangan Erlangga, begitu candu dan menginginkan lebih dari sekedar disentuh. Akan tetapi hati dan pikiranya terus terbayang oleh Rangga, tidak dapat dipungkiri bahwa dia masih mencintai cinta pertamanya.


"Akkh!" teriakan pelan keluar dari mulut Grael, saat tubuhnya digendong oleh Erlangga dengan kakinya yang melingkar di atas pinggang sang suami dan dia menatap mata Erlangga.


Erlangga pun tersenyum lalu mengecup bibir sang istri kembali, kemudian merebahkan Grael di atas tempat tidurnya. Kini matanya menikmati pemandangan indah dari atas tubuh sang istri, lingerie yang minim membuat dia bisa melihat begitu jelas rumput yang tertata rapih dibalik G-string yang transparan.


Wajah Grael berubah menjadi merah merona, ketika tubuhnya diperhatikan oleh Erlangga. Dia mencoba untuk menutupi aset-aset berharga miliknya tapi Erlangga terus memandanginya seakan ingin melahapnya hidup-hidup.


Grael juga berusaha agar tidak melirik ke arah tubuh Erlangga yang tidak memakai apapun, tubuh yang berotot begitu kekar dengan perut six pack yang menjadi incaran mata wanita, ditambah belalai panjang dengan ukuran besar membuat Grael susah untuk berpaling.


Mengetahui sang suami tahu bahwa dirinya juga menikmati pemandangan di depan matanya, Grael langsung menutupi wajah dengan ke dua tangannya dengan cepat dan itu berhasil membuat Erlangga tertawa senang.


Erlangga membuka kedua tangan sang istri lalu mengecup keningnya dengan lembut seraya bertanya, "Apa kamu juga menginginkannya?"

__ADS_1


Grael menatap mata Erlangga dengan raut wajah yang sudah sulit diartikan, dia tahu bahwa sang suami sudah menginginkan haknya. Namun, hatinya masih bertaut pada Rangga, dia tidak mau bila melakukan tugasnya sebagai seorang istri untuk pertama kalinya tetapi masih mengingat Rangga.


"Pernikahan itu bukan main-main, kamu harus siap lahir batin melaksanakan tugasmu sebagai istri, karena Erlangga sangat mencintai kamu!" kata-kata dari sang kakak yang dia ingat saat ini.


Tidak jua mendapat jawaban dari sang istri, Erlangga mulai paham, bahwa Grael masih mencintai adik tirinya. Dia pun bangun dari atas tubuh sang istri dan berkata, "Aku tidak akan memaksamu, tidurlah!"


Kata-kata Erlangga langsung menyadarkan lamunannya dari berbagai macam pikiran, dia memang belum siap bahkan sangat takut untuk melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya, walaupun hatinya masih mencintai Rangga. Akan tetapi, dia mau menjadi istri yang patuh terhadap suaminya, dia akan berusaha untuk menghapus seluruh cintanya pada Rangga dan perlahan menerima kehadiran Erlangga di hatinya.


"Kak, a–aku mau, tapi ... a–aku, takut!" Grael menahan tangan Erlangga agar tidak meninggalkan dia di malam pertama. Hatinya sudah dia mantapkan bahwa malam pertamanya harus berhasil dan akan menjadi momen paling berharga bersama sang suami.


"Aku tidak mau, bila aku yang menyentuhmu, tapi kamu membayangkan dia!" Erlangga memasang wajah masamnya.


"Maaf! Maaf bila aku masih men—"


Satu kecupan di bibir Grael berhasil menghentikan ucapan yang tidak mau Erlangga dengar.


"Aku tidak mau mendengarnya!" pinta Erlangga.


"Maaf, walaupun masih ... tapi, aku mau melakukannya karena mau belajar untuk mencintai Kak Erlangga! Jadi ... aku ... juga menginginkannya sama kak Erlangga! Bukan sama bayangan, dia!" Grael menundukkan kepalanya seakan ucapnya takut melukai hati sang suami.


Cumbuan kali ini begitu napsu, bahkan dapat Grael rasakan bahwa Erlangga benar-benar melahapnya dengan buas. Seakan membuktikan bahwa dialah pemenangnya, dialah yang sudah berhasil mendapatkan apa yang dia mau.


"Aammpp!" dessahan Grael ditahan agar tidak terdengar oleh orang lain saat Erlangga menghisap ke dua gundukkannya secara bergantian, sembari menggesek lembut di area sensitifnya dengan jemari Erlangga.


"Keluarkanlah, dessahanmu ... Sayang! Aku mau mendengarnya!" pinta Erlangga di samping telinganya.


Tanpa Ragu Grael mengeluarkan suara rintihan sekssi yang membangkitkan hasrat suaminya, bajunya pun sudah dibuka oleh Erlangga hingga tubuh mereka kini sama-sama pollos tanpa benang sehelai pun. Seluruh tubuh Grael dari atas sampai bawah dijelajahi oleh bibir dan tangan Erlangga, begitu banyak tanda merah kebiru-biruan bekas hisapan sang suami.


Tangan Grael meremas kuat-kuat rambut Erlangga saat sang empu leluasa menikmati aset miliknya yang paling beharga di bawah sana, tidak lupa suara dessahan terus keluar dari mulutnya ketika dia merasakan nikmat yang baru dia rasakan untuk pertama kali.


Setelah puas memainkan aset berharga milik sang istri dengan menggunakan lidahnya, Erlangga menyuruh Grael untuk menghisap belalainya, sempat terlihat ada sedikit keraguan di mata istrinya, tetapi Erlangga berhasil meyakinkan istri pollosnya itu.

__ADS_1


"Aaahh!" Erlangga memejamkan matanya seraya menikmati sensasi tiadatara saat miliknya berhasil berada di dalam mulut sang istri, dia pun memerintahkan pada Grael. "Jilat, Yank!"


Sungguh aneh bagi Grael bisa melakukan hal seperti itu dengan artis terkenal yang dikagumi oleh seluruh penggemarnya, termasuk dia. Grael pun berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk sang suami, dia terus mengulum milik Erlangga sampai sang empu menyuruhnya untuk berhenti.


"El ... setelah ini, kamu akan menjadi milik aku seutuhnya! Jangan pernah sesali setelah apa yang sudah kamu pinta!" ucap Erlangga yang mendapat anggukan oleh Grael.


"Sebut namaku, El!" pinta Erlangga saat belalainya mencoba menerobos masuk ke dalam sangkar.


"Erlang ... ga ... aakkhh!" ucap Grael yang merasakan sakit luar biasa saat Erlangga memasukan belalainya, dia mencengkram kuat-kuat punggung Erlangga sampai punggung itu berdarah.


Erlangga tersenyum saat Grael menepati janjinya bahwa tidak ada bayang-bayangan sang adik saat malam pertama mereka. Dia pun kembali menerobos gawang yang masih tersegel, sembari melummat bibir sang istri untuk mengalihkan rasa sakit yang dirasakan oleh Grael.


Hanya dua kali hentakan, Erlangga sudah berhasil membobol gawang sang istri. Dia melihat seuntaian air mata yang jatuh dari sudut matanya. Erlangga pun terdiam sejenak agar belalainya beradaptasi terlebih dahulu di dalam sangkarnya. Tidak lupa juga dia menghapus air mata Grael lalu mellumat kembali bibir ranum itu sembari menikmati sensasi hangat pada belalainya yang berada di bawah sana.


Ke dua mata mereka saling memandang satu sama lain, hingga ke duanya mengukir senyuman. Di saat itu pula perlahan Erlangga menggoyangkan pinggulnya hingga menciptakan kenikmatan yang belum Grael rasakan.


Grael mencengkram rambut Erlangga saat sang suami mellumat bibirnya dengan napsu sembari memompanya begitu cepat, hingga tubuhnya terasa kehilangan kendalinya. Begitu nikmat walaupun masih tercampur rasa perih pada area sensitifnya.


Suara errangan dari kedua sejoli yang berpacu dalam kenikmatan mengisi kesunyian pada ruangan tersebut, dan getaran pada tempat tidur yang mereka lakukan menjadi saksi biksu percintaan hebat di malam pertama mereka.


"Kak, stop! Aku mau pipis!" pinta Grael yang begitu polos.


"Keluarkan lah, Sayang!" Erlangga justru mempercepat gerakkannya sehingga membuat Grael menarik wajah Erlangga untuk mencium bibir itu sembari menikmati squirting untuk pertama kalinya.


"I'm coming, Sayang ... aaarrggghhh!" erangan Erlangga terdengar gagah ditelinga Grael saat sang empu sudah mencapai klimaksnya.


Erlangga pun menghentakkan pinggulnya lebih dalam lagi saat mengeluarkan cairan putih dalam rahim Grael, lalu tersenyum ke arah sang istri yang sudah menatapnya. Satu kecupan pun tak lupa Erlangga berikan di kening istrinya.


"Terima kasih, Honey" Erlangga memeluk tubuh sang istri tepat di sampingnya, dia juga menarik tubuh Grael agar masuk ke dalam pelukannya lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.


To be continued....

__ADS_1


Jangan lupa like, hadiah, vote, dan komennya ya... satu dukungan yang positif sangat berati buat author loh 🥺


Panas ya hari ini ... hhuufft!! Berendam seru kayanya buat menetralisirkan yang panas-panas 🤭


__ADS_2