Kesayangan Sang Pewaris

Kesayangan Sang Pewaris
56. Kecurigaan Grael terhadap Lydia


__ADS_3

Suasana di dalam kamar begitu tertata rapih dan bersih, sebelum Grael pulang dari rumah sakit. Josua sudah menyuruh Carly untuk mengurus kamar Erlangga dan Grael, hingga keduanya merasa nyaman.


Jam sudah menunjukkan pukul 09 : 00 pm, di dalam kamar tersebut hanya ada mereka berdua. Erlangga baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah serta otot perut yang terlihat segar membuat Grael yang duduk di atas tempat tidur merasa terusik dengan pandangan yang ada di depan mata.


Di saat kedua mata mereka bertemu, Grael langsung menundukkan mata, pipinya berubah menjadi merah merona dikala dia melihat ketampanan pada wajah Erlangga. Dia pun memegang dadanya merasakan debaran yang dia rasakan.


"Apakah ini yang di sebut cinta?" tanya Grael pada dirinya sendiri. Dia pun mengingat saat berada di dekat Rangga dirumah sakit. Akan tetapi, perasaannya belum bisa tertebak.


"Kenapa? Sakit?" tanya Erlangga yang langsung mendekat ke arah Grael.


"Enggak ... nggak apa-apa!" Grael hendak bangun dari tempat tidurnya untuk pergi ke arah wardrobe. Namun, lengannya ditarik oleh Erlangga.


"Istirahat, saja! Biar aku yang ambil sendiri," ujar Erlangga. Dia tahu bahwa sang istri akan mengambilkan baju untuknya.


"Tidak apa-apa ... aku juga ingin banyak gerak agar tidak kaku seharian di atas tempat tidur." Grael pun bangun lagi dari tempat duduknya. Akan tetapi, saat dia ingin melangkah, kakinya tersandung oleh sendal Erlangga.


Erlangga pun langsung menangkap tubuh sang istri dengan cepat, sehingga tubuh istrinya itu berada di bawahnya. Sangat terasa jelas debaran jantung pada tubuh Grael saat tangan dia berada tepat di atas dada sang istri, entah kenapa posisi mereka membuat Erlangga melihat sang istri yang memejamkan matanya.


Erlangga tahu bahwa istrinya itu menginginkan ciumannya, dan walapun dia juga menginginkan hal itu. Akan tetapi, dia urungkan niatnya, Erlangga bangun dari atas tubuh sang istri dan itu berhasil membuat wanita berwajah cantik itu bingung dengan sikapnya.


"Maaf ... aku tidak sengaja!" Erlangga langsung melangkahkan kakinya ke arah wardrobe untuk memakai bajunya.


"Kenapa? Apakah dia masih marah? Sehingga tidak mau menciumku? Atau aku membuatnya ilfeel karena aku masih sakit?" tanya Grael yang begitu beruntun menanyakan pada dirinya sendiri.


"Permisi, Nyonya!" Lydia masuk begitu saja sebelum pemilik kamar mengizinkannya, dia membawakan secangkir susu lantas menaruhnya di atas nakas samping tempat tidur.


Grael yang awalnya tersenyum melihat ke datangannya Lydia, menjadi bingung dengan tingkah maid itu yang seakan mencari sesuatu.


"Ada apa?" tanya Grael dengan penasaran.

__ADS_1


"Ah ... nggak apa-apa! Kok, Nyonya sendirian? Kalau saya boleh tahu, Tuan Erlangga nya ke mana?" tanya Lydia yang berprofesi sebagai kaki tangan Carly sekaligus menjadi maid kepercayaan Kylie—mamanya Rangga.


Sungguh aneh bila seorang maid menanyakan Tuan laki-laki yang notabene-nya sudah menikah dan menanyakan pada Grael yang jelas-jelas adalah istrinya.


"Ada apa? Kenapa kamu menanyakan keberadaan suami saya?" Grael langsung memberikan tatapan sinis pada Lydia.


"Sial, berani dia menatapku seperti itu! Belum kapok juga rupanya!" ucap Lydia dalam hati yang tersenyum mengambang.


"Tidak apa-apa, Nyonya ... karena saya pikir, Nyonya masih sakit dan butuh Tuan Erlangga agar selalu di samping, Nyonya!" ujar Lydia dengan ciri khs senyum liciknya.


"Oh, ya? Terima kasih atas perhatiannya ... tapi, seharusnya kamu tidak perlu khawatir akan hal itu, karena suami saya sangat menjaga dan cinta sama saya! Dia akan selalu ada di samping saya menemani saya!" Grael berdiri dengan senyum tidak kalah liciknya kepada Lydia.


"Baik, Nyonya ... kalau begitu, saya permisi dulu!" Lydia pun membalikan badannya lalu menutup pintu itu dengan sedikit lebih kencang seraya mengumpat dalam batinya, "Sial! Beraninya anak ingusan berkata seperti itu, awas aja nanti ... cepat atau lambat Erlangga akan membuang kamu!"


Usai pembantu itu pergi, ingatan Grael akan sosok wanita yang berdiri di atas jempatan. Namun, Grael masih belum tahu siapa orang yang mendorongnya, yang dia tahu bahwa Lydia hanya berdiri dan tidak mau menolongnya saat itu.


"Apa jangan-jangan dia yang mendorong aku saat di kolam ikan? Astaga Grael ... jangan sembarang nuduh! Ok, aku akan mencari bukti sendiri bahwa tuduhan aku benar!" ucap Grael yang bicara pada dirinya sendiri dan didengar oleh Erlangga.


"Ahh ... tidak apa-apa," sahut Grael yang tersenyum mengambang.


"Jangan khawatir ... aku sudah menyelidikinya! Kamu hanya fokus pemulihan kamu dan sekolah, biar itu aku yang urus!" Erlangga memeluk tubuh Grael lalu mengecup keningnya.


Grael pun membalas pelukan dari Erlangga, dia mendapat perintah untuk segera beristirahat dan tidur setelah meminum susu. Namun, Grael menolaknya secara halus dan meminta Erlangga untuk membuatkan susu untuknya.


"Tunggu sebentar, ya!" ucap Erlangga. Akan tetapi Grael ingin ikut bersama suaminya membuat susu. Grael tidak mau bila Erlangga bertemu dengan maid itu di dapur.


Akhirnya, senyum di raut wajah Grael mengembang saat Erlangga menggengam tangannya untuk ikut bersama sang suami ke arah dapur. Begitu sampai di dapur, benar saja. Lydia berada di dapur itu.


"Malam, Tuan ... malam, Nyonya." Lydia tersenyum manis ke arah Erlangga. Akan tetapi dia mendapatkan sorot mata tajam dari Grael.

__ADS_1


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Lydia, setelah melihat sepasang suami istri tersebut tidak menanggapi ucapan sapaannya.


"Tidak perlu!" jawab Grael dengan senyum manis mematikannya.


"Tuan, saya harap Anda tidak menolak bantuan saya, karena saya takut, Tuan besar akan marah kepada saya bila saya membiarkan Tuan yang mengerjakannya sendiri!" Lydia sedikit membungkukkan badannya.


Erlangga pun menyuruh Lydia tidak perlu mengkhawatirkan bahwa Josua akan marah, dia pun menyuruh Lydia untuk meninggalkan mereka berdua.


Terpaksa Lydia pergi dari sana dan melihat senyuman yang mengejek dari sudut bibir istri dari orang yang sudah lama Lydia incar. Iya, Lydia adalah adik perempuan dari Carly—kepala pelayanan Josua, juga sebagai maid kepercayaan Kylie—istri Josua, ternyata selama ini Lydia memiliki perasaan mendalam kepada Erlangga Louis.


"Kenapa? Cemburu?" tanya Erlangga yang memastikan raut wajah sang istri yang tidak menyukai Lydia.


"Enggak, kok! Cuma nggak suka aja, lihat cara dia berusaha untuk dekat dengan kamu!" ucap jujur Grael yang tidak suka dengan Lydia.


"Jangan khawatir ... dia hanya seorang maid dan menjalankan tugasnya di sini!" Erlangga menyuruh Grael untuk duduk di meja mini bar dan memberikannya segelas susu.


"Aah ... sudahlah, udah kebaca pasti kamu akan jawab seperti itu!" ucap Grael dengan pelan.


"Apa?" tanya Erlangga yang memastikan ucapan sang istri.


"Nggak apa-apa!" Grael langsung meminum segelas susu dari Erlangga.


To be continued...


Hallo sobat readers, terima kasih sudah mau hadir dan membaca karya author ini, sebelumnya author hanya ingin menyampaikan kepada sobat readers, untuk memberi dukungan yang POSITIF.


Mungkin karya author tidak sehebat karya author Famous yang pernah kalian baca dan karya author ini masih terbilang receh, tapi author harap kalau kalian mau memberikan tanggapan saran atau masukan pada karya author ini, menggunakan bahasa yang sopan dan sehalus mungkin.


Jujur Author sedih, 😢 bila ada yang memberi saran melalui komentar dengan kata-kata nyelekit atau Negatif, bukan mental author tempe TAPI sedih ... karena takut berimbas pada karya ini bila Readers yang mau baca tapi saat melihat komentar yang negatif, dia tidak jadi baca, ada juga yang melongkap dukungan bacanya dan itu membuat aku sedih 🥺 😢 karena dukungan sekecil apapun dari kalian yang positif sangat berharga bagi author.

__ADS_1


Jadi, dengan terpaksa ... demi kesehatan mental saya agar tidak membalas kasar, dan demi menjaga nama baik karya saya, saya memblokir setiap komentar negatif. Saya senang kok mendapat saran dan masukan dari sobat readers untuk karya saya lebih baik lagi, asal dengan kata-kata sopan, karena itu juga mencerminkan jati diri kalian...


Sekali lagi ... Terima kasih, bagi sobat readers yang selalu memberi dukungan semangat untuk karya saya yang belum sempurna ini. 🥺


__ADS_2