
...Warning!!!...
...Adegan ini mengandung unsur dewasa, bagi yang kurang berkenan silangkan skip dan jangan lupa tinggalkan jejak likenya 🤭 Tidak pantas ditiru ya, hanya kehaluan sindiran kecil bagi anak jaman sekarang! Semoga di jauhkan seperti ini 🤭...
...°Happy Reading°...
Emira begitu syok mendapat ciuman yang dipaksa oleh Rangga, tangannya di cengkraman kuat di atas kepalanya sehingga Rangga bisa leluasa mencumbu dirinya sesuka hati.
Tidak dapat dipungkiri oleh Emira ketika tubuhnya mendapat serangan dari sentuhan Rangga, benteng pertahanan yang selama ini masih egois agar tidak selingkuh dari Steven, akhirnya roboh dan dia pun membalas setiap serangan dari sentuhan Rangga.
Mengetahui Emira membalas sentuhannya Rangga pun melepaskan cengkraman tangan Emira dan menikmati sesi ciuman panas mereka di ruangan ganti baju futsal.
"Rebutlah aku dari dia, Rangga! Bawa aku pergi!" batin Emira yang tidak berani dia ucapkan pada Rangga. Ingin sekali dia utarakan bahwa selama ini dia terkekang oleh Steven dan keluarganya, dia selalu dituntut untuk menjadi seperti apa yang diinginkan oleh orang tua Steven.
"Murahan!" Rangga melepas ciumannya dan langsung membuka pintu ruangan Futsal.
__ADS_1
Emira tertawa getir mendengar ucapan dari Rangga, ingin rasanya dia mengajar pria itu sekarang juga. Namun, dia bersabar untuk menguatkan hatinya, seraya berucap, "Kamu brengsek Rangga! Lihat nanti sepulang sekolah!"
Jam pun terus bergulir, ketika bel pulang sekolah telah berbunyi. Emira pun bergegas membututi Rangga dan masuk ke dalam mobil sang empu begitu saja.
Jelas saja itu membuat Rangga marah dan menatap tajam ke arah Emira. Perdebatan adu mulut pun terjadi ketika Rangga memaksa Emira untuk turun dan mengeluarkan segala kata umpatan yang menyakiti hati gadis itu. Akan tetapi, Emira tetap saja kekeh dengan pendiriannya.
Sampai akhirnya, Rangga terpaksa membiarkan gadis yang merengek itu untuk ikut dengannya. Mobil pun melaju masuk ke jalanan, tiba di pertengahan jalan Rangga menyuruh Emira untuk turun tapi Emira tidak mau. Gadis itu justru naik ke atas tubuh Rangga dan mencumbunya dengan buas.
"Emira stop! Aku lagi nggak mau terus-menerus mengikuti permainkan kamu!" Rangga terpaksa memegang tangan Emira agar berhenti mencumbunya.
Emira meneteskan air matanya seraya berkata, "Kamu bilang aku murahan, kalau gitu ... biarkan aku jadi pellacur kamu!"
Air mata terus mengalir di pipi Emira saat tanganya juga ingin melepas pengait yang menyanggah kedua gundukan nya. Hingga terpampang jelas di mata Rangga yang sama sekali tidak bisa berkutik sekalipun.
Emira menuntun tangan Rangga untuk menyentuh benda kenyal miliknya sedangkan dia mencium bibir Rangga secara perlahan, hingga sesuatu yang sedang tertidur menjadi terbangun akibat aksi dan sentuhan Emira.
__ADS_1
Rangga memejamkan matanya sejenak, membalas ciuman Emira sebelum akhirnya dia mengucapkan, "Kalau gitu, tunjukkan niatmu menjadi wanitaku bukan kekasihku!"
Baju seragam yang dilepas oleh Emira, Rangga ambil dan dia pasang kembali ke tubuh sang gadis, mobil pun berjalan ketika Emira masih berada dipangkuannya sembari memeluknya.
Mobil yang Rangga bawa sampai di halaman belakang pavilun miliknya, dia pun menuntun Emira sampai masuk ke dalam paviliun nya. Begitu pintu belakang tertutup sempurna, Rangga langsung menerjang bibir Emira begitu saja.
Aura gelora asmara yang panas berkecamuk dalam ruangan itu, setiap langkah Rangga menuntun Emira agar sampai di dalam kamarnya, setiap itu pula cumbuan tidak ada henti-hentinya.
Vas bunga yang ada di atas meja, terjatuh dan hancur ketika Rangga mengangkat tubuh Emira untuk duduk di sana sembari mellumat habis bibir serta leher dan bagian dada Emira yang sudah tidak memakai penyanggah.
"Aah, Love you, Rangga!" desahh Emira ketika baju seragamnya dibuka begitu saja dan mendapatkan tanda merah di lehernya.
Rangga menghentikan permainannya dan melihat raut wajah Emira sudah merah merona terbakar birahi yang sudah memuncak, langsung saja dia menggendong tubuh Emira yang melingkarkan kaki gadis itu ke pinggangnya seraya melahap bibir manis itu.
Pintu kamar pun tertutup kembali setelah Rangga masuk dan membanting tubuh Emira ke atas kasur setelah dia mengatakan, "Jangan sesali setelah apa yang sudah kamu ucapkan padaku!"
__ADS_1
"Ya," ucap Emira, sungguh dirinya sangat sedih melakukan hal itu hanya untuk menyakinkan Rangga bila dia mencintai Rangga dan tidak pernah mempermainkan perasaan Rangga, dia melakukanya juga karena Rangga telah menghinanya lebih dulu.
To be continued...