Kesayangan Sang Pewaris

Kesayangan Sang Pewaris
160. Pergi liburan


__ADS_3

Malam hari di kediaman rumah Erlangga, suara gemericik air yang keluar dari pancuran shower dengan aroma wangi ciri khas sang istri membuat Erlangga memiliki niat untuk menjahilinya, perlahan berjalan masuk ke dalam kamar mandi tanpa diketahui oleh Grael.


Sehingga Grael terkejut saat ada tangan yang melingkar di perutnya, dia melihat ke arah belakang ternyata suaminya sudah keadaan polos sama seperti dirinya. Lehernya merasakan kecupan hangat dari bibir tebal sang suami, dia pun juga merasakan tangan kekar itu perlahan menuju area sensitifnya.


"Apa kamu senang, seharian bisa bercanda dengan Yogi?" Erlangga mencubit gemas daging yang berada di bawah sana.


"Aakh! Ampun, Kak! Aku hanya ikut tertawa saat karyawan lain tertawa mendengar ceritanya yang lucu." Grael memejamkan matanya saat dia merasakan lehernya dihisap kuat oleh Erlangga.


"Aku tidak menyukainya, El! Jangan lagi tertawa dengan pria manapun," bisik Erlangga di telinga sang istri. Dia pun meremas kuat benda kenyal Grael hingga sang istri mendessah, dan saat itu juga kaki putih mulus milik istrinya di buka lebar oleh kakinya.


"Aakh!" Grael mendongak ke atas dengan mulut terbuka ketika benda tumpul panjang berhasil lolos masuk dengan mudah melalui pintu belakang.


Jemari Grael diremas kuat oleh sang pemilik rudal saat mendapat dorongan berulang-ulang dari belakang, bagian dadanya menempel sempurna pada kaca kamar mandi saat bokongnya menungging dan mendapat tepukan dari pemilik yang sedang bekerja keras di belakang sana. Ya, dia tahu bila saat ini dirinya mendapat hukuman dari Erlangga karena sudah berani tertawa dengan asisten pribadi Erlangga.


***


"Astaga, dari mana kamu? Jam segini baru pulang?" bentak Josua yang berdiri tepat di anak tangga.


Rangga yang baru saja masuk ke dalam rumah sembari bersiul dan memainkan kunci mobil tiba-tiba terkejut dengan ucapan Joshua yang mengintimidasinya. "Dari rumah Emira, Pi. Kenapa emangnya?"


"Kamu nggak lihat sekarang jam berapa? Papi sudah bilang sama kamu cukup sekali apa yang telah kamu lakukan sama Emira, jangan kamu lakukan lagi sebelum kamu menikah dengannya!" Joshua memperingati Rangga.


"Kak Rio belum pulang tadi Pi, mangkanya Rangga nemenin Emira dulu, kasihan di rumah dia sendirian!" jawab Rangga dengan jujur.


"Alasan! Ngapain aja kamu di rumahnya?" Joshua perlahan maju mendekati Rangga.


"Cuma nonton kita, Pi. Selebihnya makan!" Rangga masih berdiri di tempatnya lalu dalam hati dia berkata, "Makan Emira, Pi."

__ADS_1


"Yakin kamu nggak bohong sama Papi?" Joshua memincingkan matanya dengan tajam.


"Nggak bohong, beneran!" jawab Rangga dengan jujur.


"Awas kalau kamu bohongin Papi!" Joshua langsung meninggalkan Rangga begitu saja.


Sementara Rangga penuh dengan senyuman kemenangan dia kembali menaiki tangga menuju kamarnya, entah apa yang membuatnya dia terlalu senang mungkin karena selama ini yang dia tunggu dari Emira telah dia dapatkan.


Begitu sampai di kamar dia pun merebahkan tubuhnya, melihat ke arah langit-langit atap sembari berkata, "Aahh, gila! Sumpah, ternyata enak banget! Emira, kamu membuatku tergila-gila!"


***


Tiga hari telah berlalu, Grael tengah bersiap-siap untuk pergi liburan acara kelulusan ke luar negeri, sebelumnya dia telah meminta izin terlebih dahulu pada Erlangga.


"Ingat sampai sana hubungi aku, tidak boleh ganjen, tidak boleh tebar pesona, tidak boleh centil, tidak boleh tertawa dengan laki-laki, dan tidak boleh dekat dengan laki-laki lain!" Erlangga mencubit hidung Grael.


"I love you!" ucap Erlangga, tetapi sang istri tidak membalas ungkapan perasaannya. Wanita itu hanya tersenyum sembari terus melambaikan tangan.


"I love you, El!" ucap Erlangga sekali lagi, tetapi tetap saja wanita itu malah menyuruhnya untuk pergi.


"Hati-hati di jalan, Kak!" Grael langsung membalikan badannya.


Namun, tiba-tiba suara pintu mobil terbuka ternyata Erlangga begitu kesal hingga berani mengejar sang istri dan menarik tangannya. Di depan gerbang sekolah, Erlangga nekat mencium bibir Grael dengan napsu, membuat siswa lainnya melihat ke arah mereka, begitu juga dengan satpam yang ada di gerbang sekolah.


Sontak saja Grael sangat terkejut atas apa yang suaminya lakukan di muka umum, apalagi di depan gerbang sekolah. Matanya membulat sempurna, dia berusaha menolak tetapi tubuh kekar itu sangatlah kuat.


"Kak!" bentak Grael dengan nada pelan saat Erlangga menghentikan ciumannya.

__ADS_1


"Aku akan terus menciummu, sampai kau mengatakan juga mencintaiku!" Erlangga kembali mellumat bibir istrinya sampai Grael kehabisan bernapas.


"Aku juga mencintaimu, aku juga mencintaimu, Erlangga Louis!" ucap Grael dengan napas yang tersengal.


"Baiklah, sudah cukup hukumanmu hari ini! Jangan lupa kasih tahu aku kalau sudah sampai!" Erlangga pergi menjauh dari Grael dan menjalankan mobilnya.


Pada saat mobil Erlangga telah pergi, Grael baru menyadari tatapan semua siswa menuju ke arahnya. Begitu malunya dia, ketika semua teman-teman sekolahnya melihat dia beradu bibir dengan artis idola mereka.


Untungnya saja pada saat itu masih terlalu pagi tidak terlalu banyak siswa yang sudah datang, karena hari ini memang jadwal anak kelas tiga untuk pergi berlibur acara kelulusan sekolah.


"El, ya ampun nih anak! Lo nggak malu apa ciuman di depan sekolah? Terasa milik berdua ya, kalau udah sah mah!" Ernata memukul kepala sahabatnya itu dengan kertas lembaran data siswa yang ikut pergi liburan.


Grael hanya tersenyum ke arah Ernata, sembari mengusap keningnya yang telah dipukul oleh sahabatnya. "Enak soalnya, Nat!"


"Wah, gila! Nanti di mobil cerita ya!" pinta Ernata yang merangkul pundak sahabatnya itu.


Sementara Rangga yang menyaksikan hal tersebut hanya menggelengkan kepalanya. "Gua mau heran, tapi itu kakak gua!"


"Ngga, kok Lo bisa sih, ikhlasin calon istri Lo, jadi istri Kakak Lo, sendiri? Gua nggak bisa ngebayangin kalau gua ada di posisi lo, mungkin gua udah ... ah tau dah," celetuk Anjas saat yang lain ikut mendengarkan ucapan Anjas.


"Tau Lo, Ngga. Hebat! Salut gua sama Lo, Lo kan cinta mati sama Grael dulu, siapa sih yang nggak tahu kisah asmara cinta lo sama Grael? Bahkan bukan hanya satu sekolahan yang tahu, kalau Grael milik Lo tapi seluruh sekolahan yang ada di wilayah ini tahu!" timpal teman yang lain.


"Justru gua lebih salut sama Irfan, dia lebih tabah dari pada gua! Kalian bayangin, sebelum gua masuk ke sekolahan sini, dia sudah cinta sama Grael tapi gua tikung, eh ... sekarang malah ditikung sama artis favorit wanita yang dia suka!" Rangga menjawab semua ucapan teman-temannya sembari melirik ke arah Irfan.


Semua teman-teman yang ada di sana, mendengar ucapan Rangga menjadi tertawa terbahak-bahak. Anjas langsung merangkul Irfan lalu berkata, "Yang sabar ya, Bro!


"Anjriet, Lo kalau ngomong suka bener!" kesal Irfan yang melempar botol kosong ke arah Rangga.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2