
Suasana di rumah utama setelah Rangga sudah diperbolehkan pulang, begitu ramai dengan kedatangan Emira bersama Rio, karena Erlangga yang sudah berhasil membujuk hati Rio agar mau memaafkan adiknya dan berjanji untuk melatih sang adik menjadi pria yang pantas untuk Emira.
Emira yang sibuk menyuapkan bubur pada Rangga, sedangkan ke dua pria berbicara di balkon kamar Rangga sembari mengawasi kedua adik mereka.
Sementara itu, Grael menyiapkan minuman teh untuk suaminya dan minuman untuk Rio yang dibantu oleh Lala, karena Grael tahu saat di rumah utama suaminya paling sensitif bila orang lain mengurus keperluan pribadinya kecuali bila orang itu adalah Beni.
"Lala! Astaga, pantesan kamu saya panggilin nggak nyaut-yaut, ternyata di sini, jadi babu dia! Heh, kamu itu kacung saya, bukan kacung dia!" bentak Kylie yang menunjuk ke arah Grael.
"Maaf, Nyonya! Saya hanya menjalankan tugas saya atas perintah Tuan Besar!" ucap Lala yang ketakutan.
"Maaf kamu bilang? Dan jangan urusin dia! Lebih baik kamu buatkan minuman dan cemilan untuk semua teman-teman arisan saya!" ucap Kylie dengan ketus.
Grael yang malas meladeni mertuanya sedang maki-maki maid, memilih untuk mempercepat membuat minuman dan mengambil cemilan, begitu selesai dan ingin membawa nampannya, Kylie sudah menarik tanganya lebih dulu.
"Heh, manusia tidak tahu diri! Enak saja bawa cemilan saya! Taruh kembali, kalau kamu mau cemilan beli sendiri!" Kylie lebih memilih merampas cemilan lebih dulu yang berada di atas nampan Grael.
"Susan! Bersihkan dapur saya, sekarang juga! Saya tidak mau bila dapur saya terkena virus! Terutama virus gembel!" teriak Kylie yang melangkah pergi.
Entah kenapa kali ini hati Grael terpancing emosi dengan ucapan Kylie yang sungguh keterlaluan, dia pun langsung memesan makanan restoran bintang sepuluh dari hasil jeri payahnya sendiri untuk mentraktir semua teman-teman arisan mertuanya di kolam renang.
Grael pun melangkahkan kakinya seraya membawa nampan yang berisi minuman untuk Erlangga dan juga Rio, dia tahu bila Erlangga akan marah ketika tahu dirinya juga membawakan minuman untuk Rio, karena itu, Grael menyuruh salah satu maid yang sedang bersih-bersih di lantai dua untuk membantunya membawakan minuman pada Rio.
"Kak minumnya, maaf cemilan di rumah habis jadi El baru pesan!" ucap Grael yang menaruh minuman di hadapan suaminya, begitu juga salah satu maid yang menaruh minuman untuk Rio.
"Kamu pesan, makanan?" tanya Erlangga bingung ketika melihat data pengeluaran dari ponselnya tidak ada notifikasi bila istrinya menggunakan kartu yang dia kasih untuk Grael.
Belum sempat Grael menjawab ucapan suaminya tiba-tiba dia melihat dari arah balkon Rangga, sebuah mobil truk yang berjejer rapih di halaman rumah utama.
"Ah, bentar ya, Kak!" ucap Grael dengan senang ketika pesanan yang dia pesan sudah tiba lebih cepat dari perkiraannya.
__ADS_1
Grael turun ke bawah sedangkan Erlangga dengan Rio melempar tatapan curiga dan langsung melihat dari arah balkon keributan yang terjadi di bawah sana.
"Permisi!" ucap Kurir itu.
"Iya?" Kylie tampak bingung ketika melihat truk yang dia kenali sebagai kurir makanan bintang sepuluh yang sangat terkenal dengan kemewahannya.
"Mau antar pesanan," sahut kurir itu dengan ramah.
"Oh, iya silahkan bawa masuk aja semuanya!" ucap Kylie dengan senang, pasti suaminya yang mengirim makanan untuk dirinya karena tahu bila di rumah ada teman-teman arisannya.
Kurir pun langsung menyuruh sebagian temannya untuk membawa masuk pesanan dalam, dan menaruhnya tepat di hadapan semua teman-teman Kylie.
"Wah, Jeng banyak banget pesanannya!" ucap salah satu teman Kylie.
"Biasa, Jeng! Papinya Rangga suka royal, ini belum seberapa ... ayo silahkan di makan Jeng, jangan malu-malu!" ujar Kylie dengan bangga.
Melihat para kurir yang masih sibuk menurunkan makanan ke tempat teman-teman Kylie berada di samping kolam renang, Erlangga melihat istrinya meghampiri kylie dengan gaya stylie angkuhnya.
"Hallo, Mami!" Grael berjalan mendekat ke arah Kylie dan melewati teman-teman Kylie bak seorang model kelas tinggi, tidak lupa dia mengibak rambutnya untuk memamerkan kalung dengan liontin permata biru safir.
Sontak saja semua teman-teman Kylie melihat wanita yang belum mereka ketahui identitasnya begitu terkagum sampai mulut yang berisi makanan yang dilahap oleh mereka keluar lagi.
Erlangga dan Rio masih terus mengawasi gerak-gerik Grael yang akan wanita itu lakukan pada Kylie beserta kawan-kawan arisan Kylie dari atas balkon, walaupun sebenarnya Erlangga males melihat kawanan tante-tante yang memakai baju berenang tapi arah matanya terus melihat ke arah sang istri.
Kedatangan Grael yang memukau, mengundang banyak pertanyaan dari semua wanita paru baya yang ada di sana. Semua berbisik-bisik siapa wanita yang baru datang dan langsung menyebut Kylie dengan sebutan mami.
"Mami, bagaimana? Apa mami suka yang aku pesan untuk Mami?" tanya Grael yang tersenyum manja pada Kylie.
"Jeng, dia siapa?" tanya salah satu teman Kylie.
__ADS_1
"Saya Grael, Tante! Bagaimana? Enak nggak Tante makanannya? Kalau kurang nanti biar saya pesan lagi," ujar Grael yang ramah dan membaur di tengah-tengah para teman Kylie, begitu mudahnya dia bisa akrab dengan teman arisan Kylie. Hingga semua wanita paru baya itu begitu senang dengan kedatangan Grael.
"Jadi semua kamu yang pesan?" tanya Kylie yang tidak suka sembari membentak Grael.
"Iya, apa Mami tidak suka?" Raut wajah Grael berubah sedih dan itu berhasil mengambil rasa empatik teman Kylie.
"Jeng, jangan seperti itu, kasian dia! Kamu tenang aja, kita semua suka kok, iya kan Jeng!" ucap salah satu teman Kylie yang menghibur Grael agar tidak sedih ketika melihat ke arah Kylie lalu melihat ke arah teman-temannya.
"Iya, enak makanannya, makasih ya cantik!" ucap serempak teman-teman Kylie.
"Sialan, bisa-bisanya dia melempar bumerang, oke untuk kali ini aku biarkan kamu menang!" ucap Kylie dalam hati dia pun mendekati Grael secara perlahan. "Jangan merasa sok menang, pake duit Erlangga aja belagu! Lebih baik kamu pergi dari sini sebelum saya nekat bertindak sama kamu!"
"Aahh, Mami ... Mami tidak usah khawatir, Grael ikhlas kok! Grael senang bisa traktir semua teman Mami pake UANG Grael sendiri, bukan uang suami Grael, karena kan Grael bukan seperti wanita lainnya yang tidak punya uang kalau tidak dikasih sama suaminya," ucap Grael yang begitu manja tapi menusuk pada relung hati Kylie. Tentu saja membuat semua orang yang mendengarnya merasa terkagum.
"Kamu ini!" ucap Kylie yang ditahan, dia tidak mau repurtasinya menjadi hancur gara-gara emosi dengan sindiran dari Grael.
"Ya sudah kalau gitu, Grael naik dulu ya ke atas, Mih! Dah, Tante!" ucap ramah Grael yang melambaikan tangan pada teman-teman Kylie.
"Dah, cantik!" ucap serempak teman-teman Kylie.
"Oh, iya Mih, jangan lupa nambah ... cemilan punya Kak Erlangga dan Kak Rio buat Mami aja! Kasian, takut Mami nggak kebagian!" Grael kembali mendekat ke arah Kylie dengan menyerahkan satu bungkus paper bag yang berisi makanan, kemudian dia mengecup pipi Kylie tetapi tidak menyentuhnya. "Eemuuacch!"
Grael pun melenggak-lenggokan pinggulnya meninggalkan Kylie dengan emosi terpendamnya, seraya tersenyum dengan melambaikan tangan kepada semua teman Kylie.
Sementara kedua pria yang menyaksikan drama dari atas, tertawa melihat tingkah Grael yang begitu pintar membalas penyerangan musuh, karena menurut pendatang Erlangga, isitrinya itu tidak akan seberani itu bila Kylie tidak mulai duluan mengusiknya.
"Ck, aku sebut itu cantik dan pemberani," ucap Rio dalam hati yang ikut tertawa melihat Grael melawan Kylie.
To be continued...
__ADS_1