
Kediaman rumah Mahendra, keluarga Louis sudah tiba dengan berbagai macam hadiah untuk mengambil hati Joeβ ayah dari Emira. Kedatangan Josua di sambut hangat oleh Joe Mahendra, mereka dipersilahkan masuk dan duduk di ruang tamu yang ukuran ruang tamu tidak sebesar tuang tamu milik keluarga Louis.
"Bik, tolong panggilan Emira dan Windy!" ucap Joe pada asisten rumah tangga.
"Baik, Pak!" sahut maid.
"Sembari menunggu istri dan anak saya turun, ayo silahkan di minum!" ucap Joe dengan ramah.
Ternyata tidak semenakutkan yang ada dibayangan Rangga saat melihat sikap ayah Emira begitu baik, dia mengambil cemilan dan meminum minuman yang sudah disediakan tanpa rasa malu ataupun basa-basi.
"Rangga!" tegur Josua kepada anaknya.
"Tidak apa-apa, silahkan! Jangan sungkan-sungkan." Joe begitu gugup dengan kedatangan Louis begitu cepat dari perkiraannya, meski dia belum tahu niat apa yang membuat keluarga Louis datang bersama dengan anaknya.
Tidak lama kemudian, Windy datang bersama Emira. Mereka menghampiri keluarga Josua dengan sikap ramah dan saat Windy memperkenalkan diri, Rangga langsung tersedak minuman yang dia minum.
"Tuh, kan Papi bilang juga apa! Kamu ini bikin malu Papi aja!" ucap Josua dengan intonasi suara yang begitu pelan. Namun, terdengar oleh Joe.
"Pih, marahin Rangga nanti aja di rumah, jangan buat malu!" Kylie mencubit kecil pinggang sang suami agar berhenti menyudutkan anak kesayangannya.
"Maaf, Pih, Rangga tidak sengaja!" Rangga mengelap bibirnya sembari terus memperhatikan Windy.
Joe pun membuka suara lebih dulu dengan mengatakan bahwa Windy adalah ibu sambung Emira dan Rio dengan bangga, karena selama ini Windy berbanding terbalik dengan mantan istrinya dulu.
"Apa, Nak Rangga kenal dengan istri saya?" tanya Joe dan semua orang melihat ke arah Rangga.
"Ah, mungkin hanya mirip dengan orang yang pernah Rangga temui, Om!" ucap Rangga yang menyakinkan semua orang termasuk dirinya.
Kedua keluarga pun terdiam dengan penuturan Rangga dan memilih untuk kembali ke topik utama. Namun, sebelum membahas ke topik utama, keluarga Mahendra menyuruh keluarga Louis untuk makan malam bersama terlebih dahulu, usai selesai makan malam, Josua pun mengutarakan niatnya untuk menjodohkan Rangga dengan Emira.
Perjodohan mendadak tersebut membuat Joe terkejut, pasalnya Rio tidak mengatakan hal apapun tentang niat kedatangan keluarga Louis.
__ADS_1
Dengan berat hati, Joe menyampaikan bila Emira sudah terikat dengan keluarga Steven. Keluarga Loius memang sudah tahu dari awal bila Emira sudah bertunangan. Namun, sekali lagi Josua mengutarakan yang sebenarnya bila masing-masing anak mereka telah tidur bersama.
"Apa!" Joe berdiri dari tempat duduknya setelah mendengar pengakuan dari keluarga Louis.
"Dasar bajingan!" Joe langsung menarik kera baju Rangga lalu memberikan pukulan tepat di pelipis Rangga.
Semua orang menjadi panik dan berusaha untuk memisahkan Joe dan Rangga, tapi berbeda dengan Louis, dia menarik napas panjangnya dan membiarkan anaknya mendapat amukan dari Joe Mahendra, karena ini konsukuensi yang harus diterima oleh keluarga Louis.
"Pah sudah, Pah ... stop! Ini bukan kesalahan Kak Rangga, aku yang salah, aku yang menggodanya, Pah!" ujar Emira yang memohon.
Rio masih berusaha untuk mencegah sang ayah agar tidak kalut memukul Rangga, Windy memeluk putri tirinya yang sedang menangis memohon kepada sang ayah, sedangkan Kylie memeluk putra kesayangannya.
"Papi, Mami tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh keluarga Mahendra! Mami minta keadilan, pokoknya Mami akan menuntut siapapun yang melukai anak Mami!" pekik Kylie yang emosi, dirinya tidak terima bila sang anak diperlakukan seperti itu oleh Joe.
"Mau menuntut? Silahkan! Dan silahkan kalian pergi dari rumah ini, karena anak saya tidak membutuhkan pertanggungjawaban dari anak kalian!" bentak Joe yang sudah kalut.
Mendengar ucapan dari Joe Mahendra, Josua semakin bersalah. Dia pun berusaha untuk memberi penjelasan dan meminta maaf atas apa yang sudah dilakukan oleh anaknya.
"Pah, dengerin dulu penjelasan Om Josua! Mereka datang ke sini berniat baik!" Rio mencoba untuk menenangkan perasaan sang Ayah. Namun, bukan ketenangan yang didapat oleh Joe dari Rio, melainkan luapan emosi yang semakin tinggi.
"Pah! Jangan pukul anak Mama! Kalau mau pukul, pukul saja Mama, asal jangan Rio!" Windy membela Rio sembari berurai air mata.
Rangga yang menyaksikan sikap ibu sambung Emira, merasa terkejut. Dalam hatinya berkata, "Apa Kak Rio tidak mengenali ibu sambungnya? Atau mungkin Rio mengetahui siapa ibu tirinya?"
Rangga masih sempat-sempatnya berpikiran lain, padahal masalah dia lebih penting dari pada ibu sambung Emira. Di saat Rangga masih sibuk memikirkan hal lain, Josua menyuruh Rangga untuk meminta maaf.
"Om, Rangga tahu Rangga salah, maka izinkan Rangga untuk menebus kesalahan Rangga terhadap Emira, Om! Rangga akan bertanggung jawab, Om!" Rangga dengan tulus meminta pada Joe.
"Pah," ucap Windy yang memelas meminta kepada suaminya agar merestui niat baik keluarga Josua.
Josua pun menghampiri Joe, dia tahu memang sangat fatal bagi keluarganya atas apa yang diperbuat oleh Rangga. Maka dari itu dia pantas mendapat hinaan dari keluarga Mahendra, tapi karena demi martabat keluarganya, Josua mencoba untuk membujuk Joe agar mau menerima niat baik keluarga untuk melamar Emira.
__ADS_1
"Pah," ucap Rio yang merasa tidak tega melihat adiknya menangis untuk cintanya.
"Akan saya pikirkan!" Joe masuk begitu saja meninggalkan keributan yang belum padam diruang tamunya.
...----------------...
Suasana malam begitu romantis, ketika Erlangga mengajak sang istri untuk dinner sembari melihat menara Apple di Negara tersebut. Di saat Rangga sedang mendapat masalah, sedangkan Erlangga sedang mendapat kebahagiaan yang selama ini dia tunggu-tunggu.
Suara tawa dan senyum manis sang istri menjadi kesenangan bagi hati Erlangga, dia begitu mencintai Grael sampai bulan madu impian istrinya dia wujudkan.
Alangkah beruntungnya Grael bisa dicintai oleh suaminya, walaupun dia tidak mendapatkan kasih sayang dari ibu mertuanya. Namun, tidak masalah bagi Grael, karena cukup kasih sayang, pengertian dan rasa peduli Erlangga sebagai suaminya itu sudah lebih dari cukup.
"Selamat malam, Nyonya Grael!" ucap seorang koki terkenal yang datang menghampiri meja makan pasutri tersebut sembari mengeluarkan hidangan penutupnya.
"Ya Tuhan," ucap Grael yang terkagum ketika melihat menu penutupnya ternyata adalah kue ulang tahun dirinya yang menginjak usia 18 tahun.
Semua para pelayan restoran menjalankan tugas mereka masing-masing, mulai dari memainkan musik biola dengan lagu happy birthday, paduan suara, pembawa buket bunga, dan hadiah manis dari Erlangga yaitu sebuah permata indah berwarna biru safir.
Tentu saja, kejutan yang selalu Erlangga kasih tiada hentinya membuat jantung Grael syok menerima bila suaminya adalah seorang pewaris yang bergelimang harta.
"Kak, are you serious?" ucap Grael yang masih tidak percaya.
"Why? Apa kamu tidak suka?" tanya Erlangga yang takut bila istrinya kecewa.
"No, but ... I love you so much?" Grael tidak bisa berkata-kata selain mengutarakan isi hatinya yang begitu senang. Dia langsung menangis melihat semua kejutan yang Erlangga selalu kasih padanya seraya memeluk suaminya.
"Aku jauh lebih mencintaimu, Sayang!" Erlangga membalas pelukan Grael seraya mengecup kening sang istri sembari berkata, "Happy birthday, istriku!"
To be continued...
Hai hai hai, sobat readers di manapun kalian berada, semoga dalam keadaan sehat wal Afiat ya... aamiin.
__ADS_1
Oh iya, author mau minta izin untuk kak @Tia_rayanza, kak @tini_uje dan kak @merry_zen untuk mencantum komentar kalian di halaman cover belakang karya ini ya π bila keberatan akan author hapus, tapi mudah mudahan.. Dapet izin dari kalian π terima kasih ya sebelum dan sesudahnya. love you allπ btw gambarnya terpotong, gpplah π