Kesayangan Sang Pewaris

Kesayangan Sang Pewaris
90. Terbongkar kejahatan Lydia


__ADS_3

"Mami, cukup!" teriak Josua. Dia mendorong keras tubuh sang istri agar berhenti menyakiti Grael.


Kylie tidak percaya bila sang suami begitu menyayangi Grael, air matanya menetes dengan penampilan yang sudah acak-acakan akibat bertarung dengan Grael.


"Mih, tenang dulu jangan emosi, mana mungkin Grael melakukan itu! Papi percaya sama Grael!" Josua memegang bahu sang istri agar duduk untuk tenang.


"Pih!" ujar Kylie yang tambah menangis.


"Mih! Walaupun aku dari keluarga miskin, tapi aku tidak pernah sekalipun merebut barang milik orang lain yang bukan HAK aku! Satu lagi, buat apa aku harus mengambil kalung Mami yang harganya tidak seberapa dibandingkan uang bulanan yang Kak Erlangga kasih ke aku?" Grael menghempaskan tangan sang suami dengan emosi dari bahunya, lalu mengeluarkan black card dan gold card dari dalam dompet yang dia lembar di atas meja.


Semua orang terdiam dengan cara Grael yang membela diri sendiri dengan cukup pintar, dan itu juga berhasil membuat Lydia kesal dan terbakar api cemburu ketika mengetahui bahwa Erlangga sangat memanjakan istrinya.


"Ya, mungkin karena kamu tidak suka dengan Mami! Mangkanya kamu mengambil kalung Mami! Iya kan? Ngaku!" bentak Kylie yang masih tidak terima dia kalah dari mulut anak kecil itu dan mencoba memukul Grael.

__ADS_1


Tentu saja Erlangga langsung memasang badan untuk melindungi sang istri seraya berteriak, "Lydia! Aku kasih kamu kesempatan, jangan sampai menunggu batas kesabaranku habis!"


Carly langsung terkejut dengan ucapan Tuannya ketika dia menyebut nama adiknya, dia pun meneggakan punggung dan mengerutkan keningnya seraya bertanya, "Maaf, Tuan! Maksudnya apa?"


"Apa hubungannya dengan Lydia? Jangan memutarkan balikkan fakta hanya untuk melindungi kesalahan istri kamu!" ujar Kylie yang tidak terima bila maid kesayangannya menjadi sasaran.


"Tuan, saya masih tidak mengerti maksud dari ucaoan, Tuan Muda!" elak Lydia yang masih berdusta.


Perintah dari Erlangga tentu saja membuat Carly sebagai kakak kandung—Lydia memasang badan untuk melindungi sang adik, karena yang dia tahu, Lydia adalah adik kesayangannya yang baik dan patuh tidak pernah membuat masalahan sedikitpun apalagi mencuri.


Itulah kenapa selama ini Erlangga masih memberi kesempatan untuk Lydia, karena dia tahu betul Carly dan Lydia berbanding terbalik, di mana Carly mempunyai sikap yang baik berbeda dengan adiknya—Lydia.


"Tuan, sepertinya ada sedikit kesalahpahaman, apabila Lydia mempunyai kesalahn yang membuat Tuan muda marah, saya mohon maafkanlah!" Carly bersimpuh meminta maaf kepada Erlangga. Akan tetapi, batas kesabaran Erlangga sudah berada di puncaknya ketika Lydia tetap tidak mau mengakui perbuatannya.

__ADS_1


"Pak, Ben, saya bilang tahan dia dan seret ke kantor polisi karena sudah mencemarkan nama baik dan juga atas kejahatan percobaan pembunuhan terhadap istri saya!" perintah Erlangga dengan tegas.


Erlangga mengeluarkan rekaman cctv privat yang ada di seluruh ruangan kamar, terpampang jelas saat Lydia memasuki ruangan ganti baju lalu bertengkar dengan Grael dengan hebat.


Lutut kaki Lydia langsung lemas seketika, dia pun jatuh tersungkur ke bawah, dengan tubuh yang gemetar dan debaran jantung yang sulit dikendalikan sembari menutup mulutnya, air matanya pun menetes ketika menyaksikan perbuatanya sendiri.


"Nggak, itu bukan aku!" elak Lydia yang masih berdusta di saat barang bukti sudah ada di depan matanya.


Lydia terus menggelengkan kepalanya, dirinya tidak percaya bila ternyata di ruangan itu memiliki cctv. Padahal Lydia sudah menghitung dengan baik letak cctv yang dipasang oleh Josua, tetapi siapa sangka bila Erlangga memasang rekaman cctv privat di seluruh ruangan kamarnya yang tersambung dengan ponsel.


Erlangga memang sengaja memasang cctv dalam kamarnya yang bahkan istrinya sendiri tidak tahu bila ada cctv di dalam kamarnya, dia melakukan itu semata-mata untuk memantau Grael saat berada dikamar ketika Erlangga tidak ada didekatnya.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2