Kesayangan Sang Pewaris

Kesayangan Sang Pewaris
179. Perbuatan Kylie


__ADS_3

Usai kedua pewaris tersebut bercanda saling mengejar satu sama lain mereka pun kembali duduk di samping orang tercinta masing-masing, Rangga duduk di samping Emira sedangkan Erlangga duduk di samping Grael.


Kedua wanita itu fokus dengan game yang mereka mainkan, memainkan game battle gimana Emira menunjukkan sisi emosinya saat kalah bertarung dengan icon Grael.


"Jjiiah K.O!" ledek Erlangga yang tertawa saat melihat Emira kalah bertanding dengan sang istri.


"Ayank, kamu gimana sih? Kok bisa kalah?" tanya Rangga yang ikut tertawa melihat sang kekasih kesal dengan icon yang dia pilih.


"Ah ... dodol banget masa mukul begitu aja lemot, gak bisa! Ribut aja yuk!" Emira membanting stik game lalu melampiaskan kepadanya pada Rangga.


"Ribut di kasur maunya!" bisik Rangga di telinga kekasihnya saat tangan dia digigit oleh Emira.


"Iiissh Rangga!" Emira memukul dada Rangga membuat sang empu tertawa karena berhasil menjahilinya.


Rangga pun menyerah Emira untuk berhenti memukulnya, menunjuk ke arah Erlangga dan juga Grael yang sedang bertarung. Di mana kali ini Erlangga memenangkan pertarungan tersebut dan istrinya itu harus menepati janjinya yang sudah mereka sepakati berdua.


Rangga dan Emira melihat jelas bagaimana Grael menarik dagu Erlangga lalu mengecup pipi itu di depan keduanya, tetapi Erlangga kesal dia meminta di bibir tapi istrinya justru memberikan di pipi.


"Kok, di pipi sih, Yank?" keluh Erlangga yang melirik arah mata sang istri ke arah kedua pasangan yang belum halal di belakang mereka.


Erlangga pun langsung menggendong istrinya masuk ke dalam kamar, meninggalkan kedua sejoli yang masih asik duduk di ruang televisi tersebut.


***


Pagi telah tiba, Grael yang bangun lebih awal mempersiapkan keberangkatannya kini tengah sibuk mempersiapkan sarapan di dapur yang di bantu oleh asisten lainnya. Namun, saat Grael masih sibuk membuatkan menu kesukaan sang suami, Kylie datang mendekatinya.


"Ck! Sok-sok'an istri idaman! Istri idaman itu yang bisa kasih keturunan! Bukan bisanya hanya urusan dapur dan juga ranjang!" ucap Kylie dengan ketus.

__ADS_1


Deg, perkataan Kylie kali ini sungguh benar-benar membuat hatinya merasakan sakit luar biasa. Grail menggenggam erat sepatu yang ada di tangannya, seraya menarik napas dengan kasar. Tangannya pun mengambil piring yang berada di dekat Kylie lantas menaruh makanan itu ke atas piringnya seraya memplating.


"Aku memang belum memberikan keturunan, tapi setidaknya tidak menjadi istri yang mengandalkan uang suami dan menghamburkannya!" ucap Grael.


Kylie tertawa terbahak-bahak seakan menyindir perkataan Grael. "Percaya diri sekali ... aku lupa bila seorang Erlangga memiliki pertemanan yang begitu banyak, bukan hanya di dunia entertainment tapi di dunia bisnis, hanya saran saja ... jangan terlalu sedih ya, bila tahu nanti kenyataan seperti apa!"


"Aku tidak peduli bila memang dia memilih untuk pergi bersama wanita lain, setidaknya aku masih punya harga diri, tidak mengemis harta pada sang suami!" ucap Grael, dia tersenyum melihat ke arah Kylie, lantas menaruh wajan ke atas kompornya.


"Kamu! Dasar pelacur sialan!" Kylie menarik tangan Grael ke arah wajan yang masih panas hingga telapak tangannya melepuh.


"Aaaaakkk! Mami, sakit!" terial Grael meringis kesakitan.


"Ya, ampun. Nyah ... jangan, Nyah! Lepasin, kasian Nyonya Grael!" ucap maid yang berada di sana.


"Diam kamu, atau saya akan memecat kamu!" ancam Kylie.


"Mami!" teriak Rangga yang menarik ibunya hingga Grael terlepas dari cengkraman Kylie. "Astaga, ay ... tangan Lo?"


"Ck!" cuma luka begitu do—"


"Stop, Mami! Rangga nggak mau dengar apa pun dari Mami!" bentak Rangga yang masih membasuh tangan Grael.


"Sabar, ya Ay ... Bik, cepat ambilin P3K!" perintah Rangga.


Pembatu itu langsung memberikan kotak obat dan menyerahkan kepada Rangga lantas tuan mudanya itu memberikan obat oles pada telapak tangan Grael.


emira yang baru saja keluar dari kamar tamu dan melihat ke arah Rangga sedang meniup tangan Grael dengan perhatian, membuat hatinya sedikit cemburu dan panas.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Josua yang baru saja tiba bersamaan dengan Erlangga.


Erlangga langsung mendorong tubuh Joshua agar memberinya dia lewat lantas mengambil tangan Grael dari tangan Rangga. "Kenapa ini?"


Rangga hanya melihat ke arah ibunya dengan tatapan sinis tanpa mengucapkan sesuatu sedangkan Grael hanya mengelak bila itu adalah kelalaiannya. Tentu saja Rangga langsung kaget dia ingin berkata jujur pada semuanya bila itu ulah Kylie tetapi Grael memberikan isyarat agar dirinya tetap diam.


"Ck! Kamu nggak pandai berbohong ... cepat bilang kenapa bisa sampai seperti ini?" tanya Erlangga sekali lagi.


"Aduh, maaf ya ... El. Gara-gara Mami lupa kasih kamu lap, jadinya tangan kamu kena wajan panas, deh," kilah Kylie dengan sandiwaranya.


Semua menatap ke arah Kylie, terutama Erlangga dia tidak percaya dengan ucapan ibu tirinya itu tetapi sang istri justru meyakinkan dirinya bila semua terjadi karena akibat ketidaksengajaannya.


"Lain kali, hati-hati ... kan ada chef James." Erlangga meniup tangan istrinya.


Joshua pun menyuruh untuk semuanya duduk dan menikmati makan masakan yang sudah dibuat oleh menantu kesayangnya itu, dia membangga-banggakan menantu pertamanya dengan senang hati tanpa dibuat bila masakan yang dibuat oleh Grael adalah masakan yang paling enak selain koki yang ada di rumahnya.


"Kak, lain kali aku minta di ajarin sama Kakak ya sama Kak Grael?" Emira tersenyum manis ke arah Grael saat wanita itu mengangguk seraya menyetujui permintaannya.


Usai sarapan bersama, Erlangga dan Grael langsung pergi ke bandara usai berpamitan kepada Joshua dan yang lainnya. Tidak perlu membawa perlengkapan yang banyak untuk tinggal di sana, mereka hanya membawa diri mereka sendiri karena semua perlengkapan sudah ditanggung oleh Joshua.


Selama penerbangan entah kenapa Grael merasakan sesuatu yang tidak enak dalam benaknya, tetapi dia mencoba untuk menetralisirkan perasaannya. Erlangga dengan penuh perhatian terus menjaga lukanya, rasa kekhawatirannya pun terus mencoba menekan dia untuk berbicara jujur tentang apa yang terjadi pagi tadi.


Grael hanya menceritakan bila itu hanyalah kelalaiannya, dia menutupi karena tidak mau membuat ribut saat dia ingin pergi mencari ilmu agar dia bisa tenang tanpa masalah.


Sesampainya di kota NY, Grael melihat rumah yang menjadi ciri khas negara tersebut, tidak besar seperti rumahnya di tanah air tapi ini sudah luar biasa banget bagi Grael karena sang mertua menyiapkan untuk tempat tinggalnya selama di NY.


"Selamat datang di kota NY, rumah sederhana yang akan menjadi tempat tinggal kalian selama di sini!" ucap Pria paruh baya bersama sang istri yang menghampiri mereka.

__ADS_1


Mereka disambut oleh pasangan suami istri yang diperintahkan untuk menjaga Erlangga dan juga Grael selama berada di kota itu, keduanya pun menyuruh pasangan muda masuk ke dalam rumah dan memperlihatkan seisi ruangan rumah yang terlihat elegan, rapih, bersih dan mewah.


To be continued.


__ADS_2