
Tidak lama kemudian, sebuah Yachts yang berukuran lebih besar mendekat ke arah mereka yang tengah menunggu bantuan datang. Erlangga berdiri sambil memperhatikan yachts tersebut yang sepertinya bukan dari bantuan yang dia panggil, melainkan dari penduduk lokal yang juga menikmati liburan.
"Kenapa? Apa ada masalah?" tanya orang itu menggunakan bahasanya.
"Ya, kapal kami sedikit ada kendala," sahut Erlangga yang melihat terdapat tiga pemuda pria dan tiga wanita bersama mereka.
"Apa kita boleh melihatnya?" tanya salah satu dari mereka dan Erlangga sempat berpikir sejenak sebelum dia mengijinkan untuk mengecek pada mesin yachtsnya.
Erlangga memakaikan kain sejenis cardigan untuk menutupi tubuh sang istri yang terbuka, ketika pemuda itu turun untuk memeriksa mesin kapal yang ditumpangi Erlangga. Pemuda itu pun meminta maaf bila dia tidak bisa membantu untuk membetulkan mesinnya, dia hanya menawarkan Erlangga dan Grael untuk ikut bersamanya.
Tentu saja Erlangga menyetujuinya karena dia memikirkan Grael, dia tidak mau sang istri kelamaan menunggu bantuan datang, walaupun dia sendiri tidak terbiasa dengan orang asing yang begitu akrab dengan dirinya.
"Wine?" tawar bule itu kepada Erlangga.
"No, Thanks!" ucap Erlangga secara halus, dia pun memerhatikan situasi pada kapal yang dia tumpangi bersama Grael, sorot matanya menelisik setiap bagian yachts dari luar. Lebih besar dari yacht yang Beni sewa untuknya.
Mata Erlangga melihat ketiga pemuda pria yang asik bercengkrama dengan pasangan mereka masing-masing, termasuk pemuda yang pernah dia temui di dalam lift, Erlangga melihat pria itu sedang asik tertawa dengan kekasih yang Erlangga anggap seperti itu.
"Oh, ya ... kenalkan, gue Max, ini Milian dan ini Steven!" ujar Max basa-basi.
"Erlangga!" sahut Erlangga tanpa ekspresi.
"Ini?" tanya Max yang melirik ke arah Grael.
"My wife!" jawab Erlangga secara singkat dan lantang seraya menggengam tangan Grael, membuat Steven yang melihatnya hanya tersenyum getir.
"Woow, honeymoon?" tanya Max yang sedari tadi hanya dia yang aktif mengakrabkan diri.
Erlangga hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan Max, dirinya memang sulit untuk langsung akrab dengan orang lain, mungkin karena punya masa lalu yang sulit dia hilangkan.
Di tengah-tengah kecanggungan, perempuan yang duduk di samping Steven mengambil beberapa minuman dan cemilan untuk mengusir rasa canggung agar terlihat hangat. Namun, lagi-lagi Erlangga menolak kebaikan mereka dengan secara lembut.
Erlangga melakukan itu bukan karena sombong. Akan tetapi, untuk kewaspadaan terhadap dirinya dan juga sang istri. Sementara Steven yang masih gigih untuk melancarkan rencananya menyuruh Max untuk meyakinkan Erlangga agar rileks dan percaya saat berada di kapal mereka.
__ADS_1
Bukan hanya Max saja yang mengakrabkan dirinya, tapi para wanita yang menjadi teman Steven mencoba untuk berbaur dengan Grael, ketiga perempuan itu dengan rama mengajak Grael berbicara untuk mengisi kejenuhan hingga sampai ke dermaga.
Ternyata Grael mudah sekali untuk mengakrabkan diri dengan ketiga wanita bule itu, tawa istrinya membuat Erlangga merasa tenang. Dia pun mencoba untuk sedikit lebih hangat walaupun tingkat kewaspadaannya masih terjaga.
Salah satu anak buah Steven yang bertugas untuk menjalankan kapal tersebut melaporkan kepada Max bila kapal tersebut kehabisan bahan bakar dan menyuruh untuk bersabar menunggu sebentar.
Selagi menunggu mereka pun bernyanyi bersama menikmati alunan lagu sembari tertawa dan minum wine yang di ruang oleh wanita bule tersebut untuk Grael sedangkan Milian mencoba untuk menuangkan minuman ke arah gelas Erlangga.
"Come on, girl ... minum, habiskanlah!" batin Steven yang melihat Grael meminum wine yang ada di gelasnya perlahan demi perlahan sampai habis, kemudian dia berkata, "Good girl!"
Begitu pun dengan Erlangga, dirinya berani minum minuman itu, ketika tenggorokan terasa gatal. Terpaksa Erlangga juga meminum minuman yang dituang oleh Milian.
Melihat Erlangga menghabiskan satu gelas minuman yang sudah tercampur oleh obat, diam-diam Steven tersenyum dan melakukan tos kepada kedua sahabatnya.
Tidak lama kemudian, kapal tersebut kembali berjalan. Semakin angin menerpa kulit kedua sejoli yang terkena obat, semakin membuat mereka merinding dan merasakan sesuatu yang aneh di diri mereka.
Erlangga menganggapnya hanya angin laut yang begitu dingin hingga membuatnya tidak terlalu memikirkan, tapi berbeda dengan Grael, dia sudah merasakan bila dirinya terasa panas dan aneh.
"A–aaku, a–aku mau ke toilet boleh?" ucap Grael yang merasa risi bila tubuhnya disentuh.
"Aku temani!" ucap Erlangga. Namun, di tolak halus oleh Grael bahwa dia bisa sendiri.
Pada saat itu juga, salah satu wanita bule menyuruh Steven untuk mencarikan cincin yang terjatuh di kolong kasur, Steven pun dengan penuh ucapan sayang pada wanita itu langsung menurut dan pergi ke arah kamar.
Sementara kedua wanita bule itu terus mencoba memepet tubuh Erlangga agar obat yang ada di tubuh kekarnya bereaksi, tentu obat itu sebenarnya sudah menjalar ke saraf Eelangga tapi pria itu masih terus menampiknya bila dia hanya kelelahan.
Sementara itu, Grael berjalan sempoyongan saat dirinya hampir sampai di depan pintu toilet, tangannya hendak menggapai gagang pintu, tapi dia kehilangan keseimbangan, hingga tanpa sadar dirinya jatuh ke pelukan Steven.
"Are you oke?" tanya Steven yang basa-basi, tanganya menyentuh pinggang Grael dan memberi sentuhan lembut di kulit perutnya saat cardigan yang di pakai Grael terbuka.
"Aaahh, tidak apa-apa hanya saja—"
"Lebih baik, istirahat dulu di dalam kamar, mari saya antar!" ucap Steven yang masih menampakan senyuman ramah.
__ADS_1
Grael pun mencoba untuk berjala sendiri tanpa di sentuh oleh Steven, karena saat pria itu menyentuhnya, tubuhnya mendapatkan reaksi yang luar biasa membuatnya menginginkan lebih.
Grael mencoba untuk bertahan untuk sampai pada tempat tidur, begitu sampai dia pun menggeliat di atas kasur, sedangkan Steven sumringah melihat tingkah Grael yang begitu menggoda hasrat nya.
"Kak, Er!" panggil Grael yang berusaha untuk mengontrol dirinya sendiri.
"Ya, cantik! Im here," sahut Steven yang membuka bajunya lalu perlahan mendekat ke arah Grael.
Tangan Steven mencoba menggerayangi tubuh Grael sampai gadis itu mengeluarkan desaahan yang membuat Steven terbakar hasrat birahinya.
"No, kamu bukan Kak Erlangga! Kak Erlangga, tolong a—"
Steven sudah langsung menutup mulut Grael dengan mulutnya, agar tidak berteriak dan menyebut nama Erlangga selama aktifitas mereka belum selesai. Tangannya pun mencoba untuk memberontak kepada Steven agar berhenti mencumbunya.
"Breng ... sek!" ucap Grael saat Steven membuka cardigan lalu melihat tubuh Grael yang seksi dengan bikini yang masih melekat di tubuh putih tersebut walaupun sudah terdapat beberapa cupangan bekas Erlangga.
"Bibirmu sungguh manis, El! Aku menginginkanmu sekarang, aku akan memberikan kepuasan padamu, aku akan membuatmu orgasme lebih dulu," ucap Steven yang membuat Grael begitu jijik mendengarnya.
"Bajingan kamu! Kak Erlangga, tol—"
Lagi-lagi mulut Grael dibekap oleh mulut Steven, pria itu menahan tangan Grael lalu mellumat bibir seksi itu dengan buas, tangan Steven yang satunya lagi mencoba untuk membuka gesper.
Sementara itu, tangan para wanita bule itu mencoba untuk menggerayangi tubuh atletis milik Erlangga, bisa Erlangga rasakan bila tubuhnya menginginkan sentuhan dari tangan wanita yang akal pikiranya menolak dan merasa jijik.
Erlangga bisa menebak bila dia dan Grael tengah meminum minuman yang terdapat obat rangsang. Hingga dia bisa merasakan obat itu sudah ada di dalam tubuhnya.
"Anjing!" maki Erlangga yang menyadari istrinya belum kembali dan melihat Steven juga tidak ada di tempat duduknya
to be continued...
Hai sobat readera di manapun kalian berada, author mau menyampaikan, mohon maaf apabila ceritanya terlalu bertele-tele, monoton, atau apalah, harap maklum ya.. Author nya masih amatir, belum sempurna banget, tapi ......... Author akan berusaha terus menerus untuk menyajikan cerita semenarik mungkin yang kalian suka 🥰 Oh iya bila banyak typo dan calk walk harap maklum ya
.. nanti direvisi kok🤭 yuk biar author semangat! bantu dukung karyanya ya, Terima kasih yang sudah mau ikuti terus cerita remahan peyek ini🤭 love you all😘
__ADS_1