Kesayangan Sang Pewaris

Kesayangan Sang Pewaris
155. My Angel


__ADS_3

"Nyanyi, Nyanyi, Nyanyi!" ucap para siswa yang meneriaki Erlangga agar menyanyikan sebuah lagu saat sesi tanda tangan telah usai.


"Boleh, mau lagu apa?" ucap Erlangga dengan nada lembut.


"Oh My Angel!" teriak sebagian para siswa wanita.


"Ok, tapi saya butuh My Angel untuk menemani saya bernyanyi, biar semangat!" ucap Erlangga yang duduk di tengah lapangan sembari merentangkan tangannya mengarah sang istri yang tengah berdiri di samping Rangga dan tidak jauh dari dirinya.


Semua siswa menengok ke arah yang dituju oleh Erlangga, melihat Rangga yang berdiri di samping Grael. Begitupun para pihak sekolah yang penasaran siapa orang yang ditunjuk oleh Erlangga.


"Oh, gua!" ucap Rangga dengan percaya diri dia menunjuk dirinya sendiri sebagai my angel dari sang kakak.


Semua siswa bersorak ketika Rangga berdiri di samping Erlangga, memperlihatkan wajah tampan mereka yang mirip bagaikan saudara kembar, begitu mirip satu sama lain. Dia pun merangkul pundak sang kakak dengan bangga.


Erlangga menatap sang adik tidak percaya, karena niatnya ingin mengajak Grael bernyanyi bersama tetapi justru Rangga yang berdiri di sampingnya dan membuat para siswa terkejut.


"Sorry, Anda siapa ya? Perasaan saya menunjuknya bukan Anda," ucap Erlangga yang menatap Rangga sembari berbicara lewat mikrofonnya.


Tentu ucapan Erlangga juga mengundang banyak pertanyaan dari para siswa lainnya yang sedang memperhatikan mereka, begitu juga guru-guru yang ada di situ. Akan tetapi berbeda dengan Josua yang masih terus memperhatikan kedua anaknya dengan tenang.


Rangga langsung tertawa sinis mendengar ucapan dari kakaknya, dia tidak menyangka bila sampai saat ini dirinya masih disembunyikan sebagai adik tiri.


Rasa malu, rasa kesal, rasa kecewa menyelimuti hati Rangga, hampir saja air matanya jatuh tetapi sekuat tenaga dia menahannya agar terlihat baik-baik saja.


"Saya hanya salah satu fans fanatik," ucap Rangga dengan tegas untuk menutupi rasa sedihnya.


"Oh, oke ... fans Fanatik! Ya ampun sampai terharu saya! Ok, mau duet sama saya? Walaupun sebenarnya bukan sama situ yang saya mau, tapi nggak apa-apa!" ucap Erlangga dengan jujur, dia pun memberikan kode pada pihak sekolah untuk memutarkan musik yang akan dia nyanyikan bersama sang adik lalu berkata, "Ok, tepuk tangannya dulu dong yang meriah untuk Adik kesayangan saya, Rangga Louis! Kotak, Beraksi!"

__ADS_1


"Wwooow hhooo!" Suara teriakan begitu meriah diiringi oleh suara tepukkan tangan saat seluruh siswa tidak menyangka bila Erlangga terang-terangan mengakui bahwa Rangga adalah adiknya.


Alangkah terkejutnya Rangga mendengar pengakuan kakaknya, membuat rasa kecewa, malu dan sedihnya sirna diterpa oleh pengakuan Erlangga di muka umum pertama kalinya.


Rangga membalas senyuman sang kakak saat tubuhnya mendapat rangkulan hangat ketika musik telah di mulai, semua siswa pun ikut menepuk tangan sesuai alunan lagu yang dibawakan oleh Erlangga.


Para siswa yang masih di dalam kelas berhamburan keluar ketika mendengar alunan musik dan ikut bernyanyi, sedangkan Grael pun ikut tertawa melihat tingkah suaminya yang bisa mengerjai Rangga.


Begitu alunan lagu berakhir ternyata lapangan sudah semakin ramai, semua bertepuk tangan sembari meminta Erlangga kembali menyanyikan satu lagu lagi.


Erlangga pun menyuruh Rangga untuk menemani dirinya bernyanyi lagi membawakan lagu My Angel. Tidak mau membuang kesempatan emas bersama sang kakak, Rangga kembali bernyanyi yang diikuti oleh seluruh siswa.


"You came out the blue on a rainy night, no lie, " ucap Erlangga yang bernyanyi, dia berjalan secara perlahan ke arah di mana wanita pujaannya berdiri.


"I Tell you how I almost died, while you’re bringing me back to life," sambung Rangga yang melakukan sambungan video call lebih dulu pada Emira saat bait lagu pertama.


"I just wanna live in this moment forever,


"Started giving up on the world forever,


Until you give up heaven so we could be together." Rangga memperlihatkan kerumunan yang terjadi di sekolahan kepada Emira.


"You’re my angel, angel baby Angel, you’re my angel, baby. Baby, you’re my angel. Angel baby!" Teriak semua siswa SMK Pemersatu Bangsa saat Erlangga meraih tangah Grael lalu memeluknya sembari bernyanyi.


Semua turut menikmati alunan lagu My Baby Angel—Troye Sivan yang dibawakan oleh Erlangga Louis dan Rangga Louis saat acara pengambilan rapor ditutup oleh aksi Erlangga yang secara dadakan.


Suara tepukan tangan begitu meriah ketika lagu telah berakhir, dan pada saat itu juga Erlangga memperlihatkan keromantisan pada seluruh siswa yang melihat ke arah Grael dengan tatapan cemburu.

__ADS_1


"Terima kasih, untuk siswa SMK Pemersatu Bangsa," ucap Erlangga yang di sahut histeris oleh siswa lainnya.


"Saya tidak menyangka bila ternyata fans saya masih setia!" sambung Erlangga kemudian dia menggenggam jemari Grael dengan erat dan memperlihatkan pada semuanya. "Kenapa? Pada cemburu, ya? Hahaha, kasian! Dia lah my angel saya selama ini. Saya berterima kasih banget untuk adik saya Rangga Louis yang terganteng, terkeren, tersayang, ter ... ter apa lagi ya?"


"Tersakiti," celetuk salah satu siswa dan berhasil membuat semua tertawa begitu juga Erlangga.


"Hahah, tersakiti katanya, Nggah!" ledek Erlangga pada sang adik. "Eh, bukan tersakiti, tetapi ter the best lah buat saya, karena sudah mau menjaga jodoh saya!" ucap Erlangga sembari tertawa.


"Jjiiah!' ucap serempak murid yang di sambung teriakan, "Hoooh!"


"Hahah, sudah, sudah, sudah! Karena hari semakin siang, saya mau mengucapkan pada guru-guru SMK Pemersatu Bangsa yang sudah mengijinkan saya menyambut para fans dan sudah menjadi guru pembimbing untuk Grael Arabella, saya Erlangga Louis pamit undur diri!" Erlangga pun menaruh mikrofon lalu menggandeng tangan sang istri.


Mereka di arahkan ke ruang kepala sekolah dan di kawal oleh pihak keamanan sekolah, begitu sampai di dalam yang sudah ada kepala sekolah, Josua dan juga wali kelas Grael, mereka bertiga duduk di sofa yang telah di sediakan.


Josua sudah menceritakan kepada pihak sekolah saat pertama Grael menikah dengan Erlangga untuk merahasiakannya, terbukti bila rahasia itu dijaga sampai Grael lulus. Mereka di dalam pun berbincang-bincang terlebih dahulu sebelum pulang.


Sementara siswa lainnya masih setia berdiri di depan ruang kepala sekolah, meski pihak sekolah sudah menyuruh siswa untuk pulang, tetapi tetap saja mereka belum puas bertemu dengan sang idola.


"Gila, kok bisa Grael nikah sama Erlangga Louis? Bayangin bestie ... Erlangga Louis, artis papan atas meski dia sudah jarang nongol di TV tapi tetap aja Erlangga gitu loh, siapa sih yang nggak kenal? Gua rasa, nenek-nenek juga tahu kali!" ucap siswa yang pernah julid dengan Grael.


"Bukannya Erlangga dekat sama Angelina? Kok bisa ya? Terakhir kan Erlangga sama Angelina, ya kan? Bener-bener si Grael, bisa nendang Angelina—artis tercantik!" sahut Siwa lainnya.


"Ehem, iri kan loh? Mangkanya, jadi orang jangan julid!" sindir Lucy.


"Idih, dia nggak sadar!" sahut siswa itu.


"Biarin, bege! Dia lagi ngomong sama dirinya sendiri, dah tinggalin yuk!" ucap siswa lainnya yang memilih untuk menjauh.

__ADS_1


"Eh, dasar sendal bolong! Awas Lo!" maki Lucy.


To be continued...


__ADS_2